
10 hari setelahnya, Feng
Wei sadar, perlahan membuka mata, terlihat pemuda berambut perak dengan tanda
fuling hua dikeningnya “Feng Wei, sudah bangun ! masih ada yang tidak sehat ?”
Feng Wei segera terduduk “kau… siapa kau ? Hua Zi gege, dimana Hua Zi gege ?”
Hua Zi terkejut “Feng Wei, kau tidak mengenaliku ?” Feng Wei memegang
kepalanya, segera berdiri “Hua Zi gege, Hua Zi gege…” berlari keluar. Diluar,
Feng Wei yang tidak memperhatikan jalan menabrak Ling Ling “Hong Ling, ada apa
? kenapa kau lari ?” Feng Wei melihat Ling Ling, segera memegang tangannya
“Ling Ling, mana Yu Huang ? dimana Yu Huang ?” Ling Ling kebingungan melihat
Hua Zi di belakangnya “Hong Ling, bukankah Yu Huang di belakangmu” Feng Wei
berbalik, menjauh, menggeleng “tidak, dia bukan Yu Huang… kalian !” segera
suaranya berubah dingin menunjuk semua “kukira kalian tulus padaku, tidak
menyangka kalian begitu jahat… anggap aku buta sebelumnya, memang seharusnya
aku tidak mempercayai siapapun… katakan dimana kalian menyembunyikan Yu Huang
?” dengan amarah dan aura pembunuh yang pekat, wajahnya sudah berubah dingin.
Gun Gun masuk bersama Zhe Yan “Hong Ling, ada apa ini ?”
Feng Wei menatap sinis “kalian kira, kalian banyak, aku sudah tidak mampu
melawan kalian kah ?” cahaya merah keemasan muncul mengelilingi tubuhnya, hawa
pembunuhnya semakin pekat “kuberi 1 kali kesempatan lagi, dimana Yu Huang ?”
Hua Zi “Feng Wei, ini aku, aku Hua Zi gege-mu. Feng Wei…” Feng Wei menatap
dingin dan sinis “kau tidak pantas mengaku sebagai dirinya… karena kalian tidak
mau mengatakannya, aku akan mencarinya sendiri” sebuah sihir keluar menghantam
Tai Chen gong, Feng Wei menghilang “Feng Wei…” Hua Zi berteriak, segera
menghilang. Tertinggal Ling Ling, Gun Gun, Zhe Yan dan Chong Lin yang menatap
Tai Chen gong yang rata dengan tanah.
Lainnya pun datang melihat kondisi Tai Chen gong “Di Hou
yang marah sangat mengerikan” Lian Song menggelengkan kepala. Ling Ling dan Gun
Gun cemas “apa Fu Qin berhasil mengikuti Niang Qin ? bagaimana ini ? kenapa
Niang Qin tidak mengenali Fu Qin ?” Gun Gun “mungkin karena rambut Fu Qin yang
berubah… Niang Qin baru bangun, dalam kondisi setengah sadar hanya
mengkhawatirkan Fu Qin. Melihat Fu Qin yang berbeda penampilan, untuk sesaat
tidak bisa menerima. Haih…” Ling Ling “tapi tadi kemarahan Niang Qin sangat
menakutkan, matanya yang penuh dengan kebencian itu… aku tidak mau Niang Qin
__ADS_1
sampai membenciku, gege bagaimana ini ?” Zhe Yan “haih semoga saja Yu Huang
berhasil membujuknya”. Gun Gun dan lainnya mulai membenahi Tai Chen gong.
Feng Wei yang keluar dari Tai Chen gong, menuju Bi Hai Cang
Ling, tapi karena tubuhnya masih lemah pun terjatuh. Disaat akan menyentuh
tanah, sepasang tangan segera memeluknya “Feng Wei, tenanglah… tubuhmu masih
lemah… Feng Wei…” Feng Wei meronta “jangan sentuh aku… kalian semua jahat…” Hua
Zi semakin mengeratkan pelukannya “Feng Wei, tenang… tenanglah… lihat
baik-baik, siapa aku… Feng Wei…” Feng Wei berhenti meronta, melihat jelas
pemuda di hadapannya “Feng Wei, lihat baik-baik…” mengangkat tangan Feng Wei,
menaruhnya di keningnya “Feng Wei, aku Hua Zi… aku Hua Zi-mu… Feng Wei… ini
aku…” Feng Wei memegang tanda fuling hua, beralih ke rambutnya “rambutmu…” Hua
Zi tersenyum “sudah berubah, rambutmu juga berubah…” berkata dengan lembut.
Feng Wei tercengang, melihat rambutnya sendiri yang berwarna merah keemasan dan
beberapa helai keperakan. Feng Wei kembali melihat Hua Zi, menyentuh wajahnya
“Hua Zi gege…” Hua Zi mengangguk “Feng Wei, ini aku, aku Hua Zi…” Feng Wei
menangis memeluk Hua Zi “Hua Zi gege… hua… hua… kukira… kukira kau
meninggalkanku… Hua Zi gege… aku sangat takut… hua… Hua Zi gege…” Hua Zi
meninggalkanmu… Feng Wei, tidak masalah, sudah tidak ada masalah…” menenangkan
Feng Wei.
Setelah Feng Wei tenang, mereka duduk di tepi danau “Hua Zi
gege, apa yang terjadi ?” Hua Zi “apa kau tidak ingat apapun ?” Feng Wei
memegang kepalanya “di kepalaku, ada banyak gambaran… aku ingat kita menemani
Gun Gun melihat Chang Gu di Tai Chen gong, kemudian ada pedang yang menyerang
kita. Kekuatannya sangat besar hingga kita tidak mampu menahannya, kemudian
petir dan bola api itu. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi setelahnya” Hua
Zi mengangguk “setelahnya kita terluka dan tertidur selama 3 bulan” Feng Wei
memegang kepalanya dan memucat, Hua Zi khawatir “Feng Wei, ada apa ? dimana
yang sakit ?” Feng Wei “kepalaku pusing… Hua Zi gege… Dong Hua…” Hua Zi
terkejut “Feng Wei…” Feng Wei “Gun Gun, Ling Ling… ah kepalaku sakit…” “Feng
Wei…” segera mengalirkan energi ke kepala Feng Wei. Feng Wei kembali tidak
sadarkan diri “tubuhmu masih sangat lemah, Zhe Yan ada di Tai Chen gong” segera
kembali ke Tai Chen gong.
Hua Zi datang menggendong Feng Wei “Zhe Yan…” Zhe Yan
__ADS_1
segera memeriksa “dia masuk angin… haih anak ini, kenapa setelah terlahir
kembali tetap saja sama sembrononya…” “masuk angin ?” Hua Zi khawatir. Zhe Yan
mengangguk “tidak apa, berikan sup ginseng saja, 2 hari akan sembuh. Haih Hong
Ling baik-baik saja, kau lebih baik lebih memperhatikan Tai Chen gong-mu ini”
Hua Zi akhirnya melihat Tai Chen gong yang hancur lebur dan rata oleh tanah.
Hua Zi tersenyum, menggeleng melihat Feng Wei “Fu Qin, bagaimana Niang Qin ?”
Gun Gun dan Ling Ling mendekat “tidak apa, hanya masih lelah saja… Chong Lin…”
Chong Lin segera mendekat “Chong Lin, bangun kembali sesuai dengan gambar yang
sudah pernah kubuat sebelumnya” Chong Lin “gambar ?” sebuah gulungan muncul di
tangan Chong Lin. Chong Lin pun membuka dan segera menyadari ada yang tidak
benar. Itu adalah gambar denah Tai Chen gong baru yang pernah digambar Dong
Hua, untuk memberi kejutan pada Di Hou.
Hua Zi berbalik dan melangkah “Fu Qin, kau akan kemana ?”
Hua Zi melihat Gun Gun “Bi Hai Cang Ling… tidak ada hal penting jangan mencari
kami…” menghilang, Zhe Yan menggeleng “haih… sifatnya sama saja…” Chong Lin
masih kebingungan “Gun Gun dianxia, ini…” Gun Gun melihat Chong Lin, menghela
nafas “Chong Lin shushu, Yu Huang dan Hong Ling adalah kelahiran kembali Fu Qin
Niang Qin…” Chong Lin terbelalak “Di Jun Di Hou ?” Ling Ling mengangguk “Chong
Lin shushu, hal ini tidak perlu disebarluaskan, Niang Qin belum tentu mengingat
kehidupan sebelumnya. Fu Qin tidak mau membebani Niang Qin” Chong Lin segera
faham.
Segera berita ratanya Tai Chen gong tersebar di Jiu Jong
Tian. Chong Lin dan Gun Gun mulai membangun kembali Tai Chen gong. Banyak yang
mengira Gun Gun xiao Di Jun ingin melupakan hal menyedihkan kehilangan Di Jun
Di Hou. Adapun rumor yang mengatakan seorang dewi yang marah meluluhlantakkan
Tai Chen gong. Chong Lin mendatangkan pembangun terbaik di Si Hai Ba Huang dan
mengawasi setiap pembangunannya. Mengetahui Di Jun Di Hou yang terlahir
kembali, Chong Lin sangat senang dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan Di
Jun. Sebelumnya, Di Jun sudah pernah memberitahunya setiap detail dari denah
itu. Sebenarnya setelah kelahiran Ling Ling, Di Jun sudah berencana merombak
denah Tai Chen gong. Hal ini sudah tertunda begini lama, karena Di Jun Di Hou
yuhua. Chong Lin mengingat semua kesukaan Dong Hua – Feng Jiu, membuat Tai Chen
gong baru yang sesuai dengan kesukaan mereka.
__ADS_1