
Dong Hua membawa Huo Feng
menghadiri perayaan buah persik “Feng Wei, kau tidak mau mencicipi buah persik
?” kebingungan karena Huo Feng tidak mau membuka mulutnya, menerima suapan
apapun dari Dong Hua “achu… achu…” Huo Feng menggeleng dan bersin, melanjutkan
lukisannya. Semua anak-anaknya berkumpul bersama “apa ada yang mencium bau
tajam ?” Xin Xin bertanya. Ling Ling “hanya bau bunga… tapi selama ini,
bunga-bunga ini selalu ada disini dan Niang Qin tidak pernah terganggu
sebelumnya”.
Dong
Hua menggosok-gosok punggung Huo Feng “Feng Wei, kau kelelahan ! hari ini kita
nikmati saja perayaan ini ya… ayo, bukankah ingin berburu… jika sakit, tidak
akan bisa berburu…” mendengar kata berburu, Huo Feng mengangkat kepalanya
melihat Dong Hua. Dong Hua tersenyum manis, mengambil kuas dari tangan Huo Feng
“kita nikmati perayaannya !” perlahan Huo Feng membalas senyum Dong Hua. Dong
Hua menghilangkan kertas dan kuas, menyandarkan Huo Feng pada pelukannya “kau
kelelahan, istirahatlah !” Huo Feng menggeleng.
Dong
Hua tersenyum, memberikan teh Bi Fu Chun, hasil seduhannya sendiri. Dong Hua
selalu membawa teh Bi Fu Chun sendiri, dikarenakan Huo Feng yang paling
menyukai teh itu dari Si Hai Ba Huang. “achu… achu…” Huo Feng bersin dan
menggosok hidungnya. Dong Hua memberikan teh hangat yang baru selesai diseduh “kau
kelelahan… setelah ini berakhir, kau harus istirahat setelah ini !”
memperingati. Huo Feng menggeleng, menggeser piring buah-buahan dari depannya
“kau tidak ingin mencicipi buah persik !” semua saling melihat dan kehilangan
nafsu makan untuk mencicipi buah-buah di piring mereka.
Lian
Song “Huo Feng, apa kau yakin tidak tertarik mencicipi buah persik ini ? ini
adalah pilihan buah persik terbaik yang dihasilkan dalam 3.000 tahun…” Huo Feng
tersenyum sinis “achu…” menggosok hidungnya “san dianxia, aku sudah mencicipi
banyak buah persik terbaik…” menunjuk piring buah “ini adalah yang terburuk
dari yang paling buruk…” dengan nada dingin “achu…”. Semua saling melihat,
sangat susah mencerna maksud Huo Feng tapi mereka ikut menjauhkan piring-piring
buah mereka.
Dong
Hua memberikan kantongan biji yang sudah disiapkan Zhe Yan untuk Huo Feng
(seperti kantongan biji kopi), untuk menjaga dan menetralkan bau kuat yang
tidak sanggup di tahan Huo Feng. Dong Hua memberikan ampas teh Bi Fu Chun ke
beberapa cangkir dan menaruhnya di sekitar Huo Feng “lebih baik ?” “achu…” Huo
Feng menggeleng. Dong Hua cemas dan berfikir cepat “bunga-bunga itu ada disini
__ADS_1
!” Huo Feng mengangguk. Dong Hua melihat Lian Song dan Mo Yuan “cari mereka !”.
Dong Hua memeluk Huo Feng “kau ingin pergi dari sini ?” Huo Feng menggeleng.
Suasana
di tempat perayaan mendingin, semua mencari asal udara dingin yang menusuk
tulang. Dong Hua mulai getar getir, semua sudah was-was, Huo Feng sudah mulai
kesal. Dong Hua “Feng Wei, kita akan menemukannya ! aku membawamu pergi dari
sini !” Huo Feng tidak menggubris Dong Hua, menatap tajam ke depan. Semua
melihat kearah Dong Hua dan mencari arah tatapan Huo Feng. Beberapa dewa dewi
yang menatap Huo Feng, tidak mengalihkan padangannya walau mendapat balasan.
Aura
menakutkan dan mengintimidasi memenuhi aula, membuat semua was-was. “achu…
achu…” Huo Feng semakin kesal. Tanpa tersentuh, piring buah melayang dari atas
meja menghantam para penari. Para penari terjatuh dan pertunjukan berakhir.
Para petinggi Jiu Jong Tian terkejut dan melihat kearah Di Hou “apa kalian tahu
akibat membuat kesal yang mulia ?” Huo Feng sudah berdiri dan berjalan
perlahan, menjauhi Dong Hua. Semua piring buah yang ada dalam aula, meledak dan
terbakar. Diikuti semua bunga-bunga yang dipajang untuk memperindah aula. Semua
meledak dan terbakar di hadapan semua dewa dewi yang menikmati perayaan buah
persik. Huang Shen Mu niangniang yang menjadi tuan rumah dalam acara kali ini,
terkejut dan melihat Dong Hua yang tegang di tempat duduknya.
Dong
ataupun angkat bicara. Selain merasakan aura Dong Hua, mereka juga bisa
merasakan aura mengerikan yang keluar dari tubuh Di Hou yang berdiri tegap,
memandang tajam ke tengah aula “yang mulia sudah melepaskan kalian… kalian yang
mencari masalah…” beberapa dewa saling melihat, termasuk para penari. Setelah
keheningan beberapa saat, beberapa dewa dewi berlutut di hadapan Huo Feng “yang
mulia, kami hanya meminta 1 permohonan, harap yang mulia mengabulkannya !”.
Huo
Feng sinis “ooo… permohonan !” dewa dewi itu menatap Dong Hua “Di Jun, kami
mohon, lepaskan Di Hou untuk kami… kami tidak akan mengganggu Si Hai Ba Huang
dan… hanya mohon berikan Di Hou pada kami !” Dong Hua berdiri dengan aura
mengerikan yang sama, berjalan ke arah Huo Feng “kalian ingin merebut milik
yang mulia… apa kalian pantas ?” merangkul pinggang Huo Feng dan menatap tajam
dewa dewi itu.
Dewa
dewi saling melihat, masih dengan sopan “Di Jun, anda bisa mencari siapapun
menjadi Di Hou, tapi kami hanya menginginkan Di Hou yang ini ! kami tidak akan
melukainya dan akan setia padanya… Di Jun, kami mohon kabulkan permintaan kami
!” Dong Hua dengan dingin “tidak ada seorang pun atau kekuatan manapun, yang
__ADS_1
bisa memisahkan yang mulia dari istri yang mulia” “Di Jun, apakah anda juga
tidak mempedulikan kedamaian Si Hai Ba Huang ? demi seorang wanita, apa anda
akan mengorbankan Si Hai Ba Huang ?”
Dong
Hua “kalian mengancamku ! tampaknya kalian lupa siapa aku ! Feng Wei, kita
pergi !” mendengar Dong Hua mau membawa Huo Feng pergi “Di Jun, maaf, tapi anda
tidak memiliki pilihan… kami menginginkan Di Hou… semua yang disini sudah
terjangkit racun Feng Ping Du dan Gu Zu Du, tanpa penawar dari kami…” “yang
mulia paling malas berurusan dengan kalian ini, para ulat kecil yang tidak tahu
diri…” suara tajam terdengar di telinga semua.
Huo
Feng mendorong dan menjauhi Dong Hua “Dong Hua Di Jun, sebelumnya yang mulia
berjanji tidak mencampuri urusan kalian… tapi ulat-ulat ini datang menembus
batas kesabaran yang mulia…” dewa dewi itu berlutut “Di Hou, kami mengaku
bersalah… kami akan memberikan penawarnya, hanya mohon anda berjanji ikut
dengan kami !” Huo Feng tersenyum dingin “ikut dengan kalian ? kalian mengira
dengan permainan sekecil ini, sudah bisa memaksa yang mulia ?” dewa dewi itu
mengangkat kepala melihat Huo Feng.
Salah
satunya membunyikan peluit bambu, beberapa dewa dewi merasa kesakitan. Huo Feng
tersenyum miring, tidak melakukan apapun “tolong hentikan… tolong… sakit
sekali… Di Hou… tolong… tolong setujui mereka… aku sudah tidak tahan lagi… Di
Jun… tolong relakan Di Hou… tolong…” dewa dewi itu melihat tidak ada reaksi
dari Huo Feng, menghentikan peluitnya “apa anda sama sekali tidak peduli pada
mereka ?” Huo Feng dengan dingin “apa yang mulia harus peduli ? mereka terkena
racun karena kebodohan mereka sendiri, sifat rakus mereka sendiri, apa
hubungannya dengan yang mulia ?”
“anda ?
anda tidak memakannya ?” dewa dewi itu terpana. “apa tidak ada yang pernah
memberitahu kalian, yang mulia alergi terhadap semua bau ?” semua dewa dewi itu
saling melihat “anda memang pantas jadi pemimpin kami !” semua berlutut
menyembah Huo Feng “berhenti ! yang mulia tidak mengatakan akan menjadi
pemimpin kalian !” “Di Hou, mereka akan menderita hingga anda bersedia…” “Di
Hou, tolong kami, Di Hou…”.
“cih
dasar penakut !” Huo Feng semakin kesal “apa yang mulia boleh membereskan
mereka ?” melihat ke Dong Hua dengan kekesalan. Dong Hua mengedipkan mata dan
mengangguk “Di Hou, tolong beri keringanan…” Lian Song memohon “mereka… haih…
Di Hou…” Huo Feng cemberut “kalian menjengkelkan !” menggerutu. “Di Hou, kami
__ADS_1
bersalah… anda pasti mempunyai cara membantu kami !” Hai Long Wang pun berlutut
dan memohon dihadapan Huo Feng.