Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 317 - Kebodohan sendiri


__ADS_3

Dong Hua membawa Huo Feng


menghadiri perayaan buah persik “Feng Wei, kau tidak mau mencicipi buah persik


?” kebingungan karena Huo Feng tidak mau membuka mulutnya, menerima suapan


apapun dari Dong Hua “achu… achu…” Huo Feng menggeleng dan bersin, melanjutkan


lukisannya. Semua anak-anaknya berkumpul bersama “apa ada yang mencium bau


tajam ?” Xin Xin bertanya. Ling Ling “hanya bau bunga… tapi selama ini,


bunga-bunga ini selalu ada disini dan Niang Qin tidak pernah terganggu


sebelumnya”.


Dong


Hua menggosok-gosok punggung Huo Feng “Feng Wei, kau kelelahan ! hari ini kita


nikmati saja perayaan ini ya… ayo, bukankah ingin berburu… jika sakit, tidak


akan bisa berburu…” mendengar kata berburu, Huo Feng mengangkat kepalanya


melihat Dong Hua. Dong Hua tersenyum manis, mengambil kuas dari tangan Huo Feng


“kita nikmati perayaannya !” perlahan Huo Feng membalas senyum Dong Hua. Dong


Hua menghilangkan kertas dan kuas, menyandarkan Huo Feng pada pelukannya “kau


kelelahan, istirahatlah !” Huo Feng menggeleng.


Dong


Hua tersenyum, memberikan teh Bi Fu Chun, hasil seduhannya sendiri. Dong Hua


selalu membawa teh Bi Fu Chun sendiri, dikarenakan Huo Feng yang paling


menyukai teh itu dari Si Hai Ba Huang. “achu… achu…” Huo Feng bersin dan


menggosok hidungnya. Dong Hua memberikan teh hangat yang baru selesai diseduh “kau


kelelahan… setelah ini berakhir, kau harus istirahat setelah ini !”


memperingati. Huo Feng menggeleng, menggeser piring buah-buahan dari depannya


“kau tidak ingin mencicipi buah persik !” semua saling melihat dan kehilangan


nafsu makan untuk mencicipi buah-buah di piring mereka.


Lian


Song “Huo Feng, apa kau yakin tidak tertarik mencicipi buah persik ini ? ini


adalah pilihan buah persik terbaik yang dihasilkan dalam 3.000 tahun…” Huo Feng


tersenyum sinis “achu…” menggosok hidungnya “san dianxia, aku sudah mencicipi


banyak buah persik terbaik…” menunjuk piring buah “ini adalah yang terburuk


dari yang paling buruk…” dengan nada dingin “achu…”. Semua saling melihat,


sangat susah mencerna maksud Huo Feng tapi mereka ikut menjauhkan piring-piring


buah mereka.


Dong


Hua memberikan kantongan biji yang sudah disiapkan Zhe Yan untuk Huo Feng


(seperti kantongan biji kopi), untuk menjaga dan menetralkan bau kuat yang


tidak sanggup di tahan Huo Feng. Dong Hua memberikan ampas teh Bi Fu Chun ke


beberapa cangkir dan menaruhnya di sekitar Huo Feng “lebih baik ?” “achu…” Huo


Feng menggeleng. Dong Hua cemas dan berfikir cepat “bunga-bunga itu ada disini

__ADS_1


!” Huo Feng mengangguk. Dong Hua melihat Lian Song dan Mo Yuan “cari mereka !”.


Dong Hua memeluk Huo Feng “kau ingin pergi dari sini ?” Huo Feng menggeleng.


Suasana


di tempat perayaan mendingin, semua mencari asal udara dingin yang menusuk


tulang. Dong Hua mulai getar getir, semua sudah was-was, Huo Feng sudah mulai


kesal. Dong Hua “Feng Wei, kita akan menemukannya ! aku membawamu pergi dari


sini !” Huo Feng tidak menggubris Dong Hua, menatap tajam ke depan. Semua


melihat kearah Dong Hua dan mencari arah tatapan Huo Feng. Beberapa dewa dewi


yang menatap Huo Feng, tidak mengalihkan padangannya walau mendapat balasan.


Aura


menakutkan dan mengintimidasi memenuhi aula, membuat semua was-was. “achu…


achu…” Huo Feng semakin kesal. Tanpa tersentuh, piring buah melayang dari atas


meja menghantam para penari. Para penari terjatuh dan pertunjukan berakhir.


Para petinggi Jiu Jong Tian terkejut dan melihat kearah Di Hou “apa kalian tahu


akibat membuat kesal yang mulia ?” Huo Feng sudah berdiri dan berjalan


perlahan, menjauhi Dong Hua. Semua piring buah yang ada dalam aula, meledak dan


terbakar. Diikuti semua bunga-bunga yang dipajang untuk memperindah aula. Semua


meledak dan terbakar di hadapan semua dewa dewi yang menikmati perayaan buah


persik. Huang Shen Mu niangniang yang menjadi tuan rumah dalam acara kali ini,


terkejut dan melihat Dong Hua yang tegang di tempat duduknya.


Dong


ataupun angkat bicara. Selain merasakan aura Dong Hua, mereka juga bisa


merasakan aura mengerikan yang keluar dari tubuh Di Hou yang berdiri tegap,


memandang tajam ke tengah aula “yang mulia sudah melepaskan kalian… kalian yang


mencari masalah…” beberapa dewa saling melihat, termasuk para penari. Setelah


keheningan beberapa saat, beberapa dewa dewi berlutut di hadapan Huo Feng “yang


mulia, kami hanya meminta 1 permohonan, harap yang mulia mengabulkannya !”.


Huo


Feng sinis “ooo… permohonan !” dewa dewi itu menatap Dong Hua “Di Jun, kami


mohon, lepaskan Di Hou untuk kami… kami tidak akan mengganggu Si Hai Ba Huang


dan… hanya mohon berikan Di Hou pada kami !” Dong Hua berdiri dengan aura


mengerikan yang sama, berjalan ke arah Huo Feng “kalian ingin merebut milik


yang mulia… apa kalian pantas ?” merangkul pinggang Huo Feng dan menatap tajam


dewa dewi itu.


Dewa


dewi saling melihat, masih dengan sopan “Di Jun, anda bisa mencari siapapun


menjadi Di Hou, tapi kami hanya menginginkan Di Hou yang ini ! kami tidak akan


melukainya dan akan setia padanya… Di Jun, kami mohon kabulkan permintaan kami


!” Dong Hua dengan dingin “tidak ada seorang pun atau kekuatan manapun, yang

__ADS_1


bisa memisahkan yang mulia dari istri yang mulia” “Di Jun, apakah anda juga


tidak mempedulikan kedamaian Si Hai Ba Huang ? demi seorang wanita, apa anda


akan mengorbankan Si Hai Ba Huang ?”


Dong


Hua “kalian mengancamku ! tampaknya kalian lupa siapa aku ! Feng Wei, kita


pergi !” mendengar Dong Hua mau membawa Huo Feng pergi “Di Jun, maaf, tapi anda


tidak memiliki pilihan… kami menginginkan Di Hou… semua yang disini sudah


terjangkit racun Feng Ping Du dan Gu Zu Du, tanpa penawar dari kami…” “yang


mulia paling malas berurusan dengan kalian ini, para ulat kecil yang tidak tahu


diri…” suara tajam terdengar di telinga semua.


Huo


Feng mendorong dan menjauhi Dong Hua “Dong Hua Di Jun, sebelumnya yang mulia


berjanji tidak mencampuri urusan kalian… tapi ulat-ulat ini datang menembus


batas kesabaran yang mulia…” dewa dewi itu berlutut “Di Hou, kami mengaku


bersalah… kami akan memberikan penawarnya, hanya mohon anda berjanji ikut


dengan kami !” Huo Feng tersenyum dingin “ikut dengan kalian ? kalian mengira


dengan permainan sekecil ini, sudah bisa memaksa yang mulia ?” dewa dewi itu


mengangkat kepala melihat Huo Feng.


Salah


satunya membunyikan peluit bambu, beberapa dewa dewi merasa kesakitan. Huo Feng


tersenyum miring, tidak melakukan apapun “tolong hentikan… tolong… sakit


sekali… Di Hou… tolong… tolong setujui mereka… aku sudah tidak tahan lagi… Di


Jun… tolong relakan Di Hou… tolong…” dewa dewi itu melihat tidak ada reaksi


dari Huo Feng, menghentikan peluitnya “apa anda sama sekali tidak peduli pada


mereka ?” Huo Feng dengan dingin “apa yang mulia harus peduli ? mereka terkena


racun karena kebodohan mereka sendiri, sifat rakus mereka sendiri, apa


hubungannya dengan yang mulia ?”


“anda ?


anda tidak memakannya ?” dewa dewi itu terpana. “apa tidak ada yang pernah


memberitahu kalian, yang mulia alergi terhadap semua bau ?” semua dewa dewi itu


saling melihat “anda memang pantas jadi pemimpin kami !” semua berlutut


menyembah Huo Feng “berhenti ! yang mulia tidak mengatakan akan menjadi


pemimpin kalian !” “Di Hou, mereka akan menderita hingga anda bersedia…” “Di


Hou, tolong kami, Di Hou…”.


“cih


dasar penakut !” Huo Feng semakin kesal “apa yang mulia boleh membereskan


mereka ?” melihat ke Dong Hua dengan kekesalan. Dong Hua mengedipkan mata dan


mengangguk “Di Hou, tolong beri keringanan…” Lian Song memohon “mereka… haih…


Di Hou…” Huo Feng cemberut “kalian menjengkelkan !” menggerutu. “Di Hou, kami

__ADS_1


bersalah… anda pasti mempunyai cara membantu kami !” Hai Long Wang pun berlutut


dan memohon dihadapan Huo Feng.


__ADS_2