Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 279 - Huo Feng kesal


__ADS_3

Dong Hua menggendong Cai Hong


Huo Feng kembali ke Yue Ling Yuan, diiringi tatapan sangat banyak pasang mata.


Gun Gun “Fu Qin, kita sudah 15 hari disini !” Dong Hua “sudah saatnya pergi…”


merapikan selimut Cai Hong Huo Feng “Ling Ling, jaga Feng Wei… saatnya kita


bertamu…” bersama Gun Gun dan Jin Cheng ke istana. 2 hari setelahnya, mereka


meninggalkan Fan Yin Gu. Dong Hua membawa mereka, naik gunung turun ke danau,


bermain di sepanjang perjalanan. Bertemu banyak penyerang di sepanjang


perjalanan, membantu beberapa dewa dewi. Mereka memakai identitas Dewa


Misterius dan Dewi Hong Ling. Keempat pasangan mendapat banyak pelajaran dari


Dewa Misterius dan Dewi Hong Ling.


            Gun Gun dan Ling Ling memiliki pembawaan dingin dan


mendominasi di depan orang lain. Long Nu juga mengikuti Mo Yuan yang sangat


tenang, sedangkan Jin Chen lebih supel mengikuti Lian Song. Di sepanjang


perjalanan, yang paling banyak mereka rasakan adalah perubahan aura Cai Hong


Huo Feng. Mereka mempelajari mimik wajahnya, terutama saat menghadapi ‘penjahat’


atau ‘penyerang liar’. Cai Hong Huo Feng cemberut, jengkel pada Dong Hua yang


menarik perhatian ‘tidak tahu dia sendiri menarik lebih banyak perhatian’,


membuang muka, berjalan pergi meninggalkan Dong Hua yang tidak mengerti dimana


kesalahannya.


            Dong Hua mengejarnya “Feng Wei… ada apa ? kenapa kau


kesal ?” Cai Hong Huo Feng tidak mempedulikan Dong Hua. Dong Hua menarik


tangannya dan langsung memeluknya “jangan seperti ini ! aku tidak tahan kau


mengabaikanku…” Cai Hong Huo Feng terdiam di pelukan Dong Hua, tidak membalas


pelukannya “ada apa ?” merasakan kekesalan Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng


memainkan matanya, melirik kearah gadis-gadis yang terus memperhatikan Dong


Hua. Dong Hua tersenyum “mereka bukan memperhatikanku tapi memperhatikanmu…


karena tidak dapat melarikan diri dari pesonamu jadi mereka tidak senang padaku


yang memiliki pesonamu…” berbisik di telinganya.


            Kata-kata Dong Hua sukses membuat Cai Hong Huo Feng


memandangnya. Dong Hua tersenyum, menyibakkan rambut Cai Hong Huo Feng “di kepalaku,


di mataku, dan di hatiku, hanya ada dirimu… tidak perlu mempedulikan mereka…” Cai


Hong Huo Feng cemberut. Ling Ling “apakah Niang Qin cemburu ?” Jin Cheng


mengangguk “selalu melihat Dong Hua die yang cemburu, kali ini berhasil melihat


Huo Feng niang cemburu, sungguh langka…” Long Nu “apakah perlu cemburu ?

__ADS_1


gadis-gadis itu lebih banyak memperhatikan Huo Feng niang daripada Dong Hua


die.” Gun Gun “sebanyak atau sesedikit apapun perhatian itu tetap membuat


mereka merasa risih…” Ling Ling “jangankan Fu Qin Niang Qin, aku juga merasa


risih… mereka seperti tidak normal…” menatap jijik.


            Long Nu “mereka adalah klan Xixue, pandangan mereka belum


tentu hanya sesederhana ketertarikan akan pesona. Harus berhati-hati disini !”  Gun Gun “aku pernah membaca di salah satu buku


tentang kaum ini… kononnya leluhur mereka terkena suatu penyakit, menghisap


darah dewa dewi lain untuk menghambat kambuhnya penyakitnya. Disaat akan


menghisap darah Fu Shen, Fu Shen dengan bantuan Fu Qin memusnahkannya !” Jin


Cheng “haih… hanya masalah ini tidak perlu menjadi perhatian… yang harus


sekarang di fikirkan, bagaimana meredam emosi Huo Feng niang !”


            Cai Hong Huo Feng akhirnya mau digandeng Dong Hua,


berjalan dengan wajah cemberutnya. Dong Hua sakit hati melihat kekesalan Cai


Hong Huo Feng, melirik dingin sepanjang jalan. Aura dingin yang dikeluarkan


Dong Hua, hanya berhasil mengusir sebagian kecil mata yang memandangi mereka.


Berbeda dengan tempat lainnya, di tempat ini, semua mata memandang mereka


secara terang-terangan, tanpa takut atau sungkan sama sekali. Dong Hua “Feng


Wei, cukup melihatku saja ! anggap mereka tidak ada !” Cai Hong Huo Feng


kakinya dan berjalan pergi.


            Ling Ling memeletkan lidahnya “gawat, Niang Qin kesal…”


Long Nu “cepatlah, Huo Feng niang paling tidak suka diikuti… nah ini baguslah,


mereka mengikuti seperti ekor sudah sepanjang berapa ratus meter…” Gun Gun


“ayo… ayo…” memegang tangan Long Nu mengikuti Dong Hua dan Cai Hong Huo Feng.


Dong Hua menghentikan Feng Wei dan memeluknya “jangan marah lagi… salahku… harusnya


aku langsung membawamu pergi… maaf, salahku… jangan marah lagi…” Cai Hong Huo


Feng tidak membalas, hanya diam membiarkan Dong Hua membujuknya.


            Jin Cheng “Ling Ling, Huo Feng niang lebih susah dibujuk


dari pada dirimu…” Long Nu “tentu saja, di Yu Zhou Da Lu, siapa yang berani


membuatnya kesal !” Gun Gun “hush… cari cara meredam amarah Niang Qin, apa yang


bisa kita lakukan ?” Ling Ling “bawa Niang Qin ke alam fana !” Gun Gun


menggeleng “saat ini bawa ke alam fana, setengah penduduk akan menghilang !”


Long Nu “lihat Dong Hua die, sudah kebingungan ! bagaimana ini ?” melihat mata


Dong Hua yang sudah hampir berkaca-kaca.


            Dong Hua “Feng Wei… kita makan ubi bakar, bagaimana ?

__ADS_1


tidak usah memikirkan mereka lagi… ayo, Fu Jun mencari ubi dan membakarnya…”


menarik tangan Cai Hong Huo Feng. Saat Dong Hua membakar ubi, Cai Hong Huo Feng


duduk diam melihatnya. Gun Gun mendekati Dong Hua “Niang Qin masih kesal ?”


Dong Hua cemberut melihat Cai Hong Huo Feng, menghela nafas “kalian pergilah…”


Gun Gun “Fu Qin yakin ?” Dong Hua mengangguk, Gun Gun “baiklah, kami akan


menunggu Fu Qin Niang Qin di desa berikutnya” mengajak ketiga lainnya, menuju


desa berikutnya.


            Dong Hua membawa ubi yang sudah di bakar, mengupasnya dan


memberikan pada Cai Hong Huo Feng “makanlah…” Cai Hong Huo Feng tidak mau


melihat Dong Hua. Dong Hua memperlihatkan tangannya yang menghitam “sshhh… Fu


Ren, lihat tanganku terluka… perih sekali, Fu Ren…”. Cai Hong Huo Feng melihat


tangan yang menghitam itu, menghela nafas, mengambil sapu tangan,


membersihkannya perlahan. Dong Hua tersenyum manis, menyuapi ubi bakar ke mulut


kecil gadis kesayangannya “ayo cicipilah…” jadilah pria menyuapi, gadis


mengobati.


            Dong Hua “masih marah…” Cai Hong Huo Feng “lelah… tidur…”


lamgsumg membaringkan kepalanya di pangkuan Dong Hua. Dong Hua tersenyum


membelai kepala gadis ciliknya. Mendengar nafasnya yang teratur, Dong Hua


memindahkan gadis cilik ke pelukannya ‘gadis cilik, segala sesuatunya bisa


kuhadapi dengan tenang… hanya kau satu-satunya gadis kecil yang selalu


mengombang ambingkan perasaanku…” tersenyum menggelengkan kepala.


            Dari kajauhan, ada beberapa pasang mata yang melihat


mereka sejenak. Setelah memastikan semua baik-baik saja, Gun Gun melanjutkan


langkahnya pergi dari sana. Ling Ling tidak tenang karena itu wilayah yang


rawan, akhirnya mereka kembali, mengawasi dari jauh. Saat melihat kedua orang


tuanya sudah berbaikan, mereka membuang nafas lega. Di sepanjang perjalanan,


mereka masih menemui banyak yang tidak sungkan-sungkan melihat dan mengikuti


mereka. Hingga di satu titik, Ling Ling pun tidak tahan lagi, mengajak


ketiganya menghilang dari depan pandangan semuanya.


            Setelah Cai Hong Huo Feng terlelap, Dong Hua membuat


jiejue agar tidak ada yang mengganggu mereka. Dari dalam jiejue, Dong Hua


melihat banyak yang berkeliaran disekitar mereka, mencari sesuatu. Dong Hua


mengerutkan kening sambil memperhatikan pemandangan yang menurutnya aneh di


hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2