
Bab 329 –
Semua
ini terlihat oleh Lian Song dan Sie Ming dengan senyuman. Lian Song dan Sie
Ming memberitahu Dong Hua semua yang mereka dengar di aula. Dong Hua hanya
tersenyum dingin sambil meminum tehnya. Segera jenderal Ming datang menghadap
“yang mulia, hamba meminta anda bersama seluruh keluarga segera ikut bersama
hamba” Dong Hua tersenyum “jenderal Ming, tenanglah, tidak perlu setegang itu,
tidak akan terjadi hal buruk.” Jenderal Ming tetap bersikeras “yang mulia, jika
sampai jenderal Lie menggunakan plakat memanggil tentara kerajaan, dengan
prajurit kita sekarang tidak akan mampu melawannya.”
Dong Hua dengan santai “ooo… jenderal Ming ada berapa
tentara kerajaan dibawah kepemimpinan jenderal Lie ?” Jenderal Ming segera
menjawab “yang siap di sekitar ibukota ada 300.000 tentara” Dong Hua mengangguk
“300.000 tentara. Bukan masalah besar. Jenderal Ming, tidak usah fikirkan yang
disini. Dalam 2 hari sebarkan orang yang bisa dipercaya keluar ibukota
mengawasi semua tentara, jika ada yang sudah memihak ke jenderal Lie segera
habisi. Yang masih memihak kesisi kita, pertahankan.”
Jenderal
Ming bengong, Wang Jun tidak pernah seperti ini sebelumnya. Wang Jun ini sangat
berani dan mempunyai perencanaan yang matang. Dia semakin yakin dengan Wang Jun
ini, sepertinya apa saja yang dikatakan Wang Jun ini maka itulah yang akan
terjadi. Jenderal Ming memberi hormat “siap, akan segera dilaksanakan.
Bagaimana dengan tentara di ibukota ?” Dong Hua dengan santai memainkan
caturnya “biarkan saja, 300.000 tentara akan menjadi contoh untuk lainnya.
Gerakan diluar ibukota jangan sampai diketahui jenderal Lie dan pengikutnya.
Jangan menghalangi langkah jenderal Lie, kita lihat apa yang akan dia lakukan
dalam 3 hari ini” tersenyum menyeramkan.
Dari dalam kediaman, Huo Feng berjalan keluar, Dong
Hua yang melihat segera menaruh catur dan menyambutnya “sudah bangun ?”
membawanya duduk. Huo Feng melihat jenderal Ming disana dengan wajah serius
“Jenderal Ming, ada apa ?” Dong Hua segera memotong “Jenderal Ming, lakukan
sesuai perintah, lainnya nanti dibahas lagi” Jenderal Ming memberi hormat “Siap
yang mulia, saya permisi” berlalu dari sana.
Huo Feng
__ADS_1
mengerutkan keningnya “Fu Jun, apa yang kamu lakukan ?” Dong Hua memperbaiki
kerutan di wajah Huo Feng dan mencium keningnya “jangan memasang wajah seperti
itu. Aku hanya mempersiapkan permainan untuk Xiao Pao Pei-ku. Lapar ?” Huo Feng
tersenyum dan mengangguk. Dong Hua menceritakan yang terjadi sambil menemani
Huo Feng bersantai setelah makan. Huo Feng tentu saja sangat antusias untuk
bermain, tapi Dong Hua memintanya untuk tidak memaksakan diri karena tubuh yang
masih lemah.
3 hari kemudian, Dong Hua dan Huo Feng memimpin sendiri
hukuman mati Lie Tai Sun di lapangan terbuka. Semua warga datang melihat dari
tempat yang di sediakan, tempatnya sudah diamankan. Banyak warga yang sudah
lama tidak menyukai kesemena-menaan keluarga jenderal Lie tapi tidak ada yang
berani. Mendengar Wang menghukum mati Lie Tai Sun membuat mereka sangat
bersyukur.
Lie Tai Sun
sudah dihadapkan ke tengah lapangan, dengan satu algojo berdiri di belakangnya.
Jenderal Ming sudah mengikuti perintah Dong Hua untuk berjaga di beberapa titik
lokasi. Semua anggota kerajaan (semua yang datang bersama Dong Hua – Huo Feng
dari Si Hai Ba Huang) sudah menyebar dibeberapa lokasi tertentu dengan pakaian
pria santai, menjaga keamanan rakyat dan mengawasi tentara lain. Yang
Sie Ming, membacakan kesalahan-kesalahan Lie Tai Sun.
Banyak rakyat yang berteriak menambah-nambahi deretan kesalahan Lie Tai Sun.
Dong Hua dan Huo Feng hanya acuh tak acuh sambil menunggu waktu eksekusi. 2 jam
sebelum masa eksekusi, jenderal Lie membawa 5.000 tentara masuk ke lapangan,
dengan senyum sinis “yang mulia, hamba memohon anda membebaskan Lie Tai Sun”
Dong Hua tersenyum dingin “jenderal Lie, aku tidak pernah menjilat ludah
sendiri. Hukuman Lie Tai Sun akan tetap dijalankan, apapun yang terjadi.”
Sambil membelai kepala Huo Feng.
Jenderal Lie tertawa sombong “hahaha… jika begitu,
jangan salahkan aku tidak sopan” mengangkat tangan, segera tentara menyebar di
sekitar lapangan, mengelilingi semua anggota kerajaan. Dong Hua masih santai
membelai rambut Huo Feng“oh, jenderal Lie kali ini mau memberontak secara
terang-terangan. Apa sudah siap dengan konsekuensinya ?” Jenderal Lie sombong
“cih, kamu hanya Wang Jun boneka bagiku. Ini hanya sebagian kecil tentara,
lainnya sudah tersebar di ibukota, siap menjatuhkanmu dari tampuk
__ADS_1
kepemimpinan.”
Huo Feng cekikikan “hihihi… jenderal Lie, anda terlalu
berambisi. Hanya beberapa tentara sudah begitu sombong. Ckckckck… pantas saja
anakmu seperti ini” Jenderal Lie mulai emosi “cih Wang Hou… anda hanya seorang
perempuan, anda sebaiknya menunggu di istana saja, mungkin anakku masih
membutuhkanmu melayaninya hahaha…” Dong Hua emosi mau maju menyerang jenderal
Lie, Huo Feng menahan dan menggeleng kepala.
Huo Feng perlahan berdiri, berjalan ke tengah lapangan
“haih… aku sudah bosan mendengar kesombongan orang-orang seperti kalian ini.
Tidak memiliki kemampuan, hanya bermodal mulut besar saja.” Huo Feng berdiri
diantara Jenderal Lie dan Lie Tai Sung berkata dengan jahil “Jenderal Lie atau
aku harus memanggil calon mertua hihihi… apa anakmu yang lemah dan tidak
berguna ini pantas mendampingiku ? hihihi… sayangnya aku sudah berjanji untuk
bersama suamiku selamanya, kalian sudah tidak memiliki kesempatan” Jenderal Lie
marah “cih perempuan murahan, kamu hanya pantas menjilat kaki anakku hahaha…”
Huo Feng membuka tangan, Xin Xin segera memberi pedang.
wajahnya berubah dingin “Jenderal Lie, aku sarankan jangan terlalu sombong.
Jangan memandang rendah perempuan, suatu hari anda bisa mati ditangan
perempuan. Pada saat itu bukankah akan sangat memalukan untuk anda” mata Dong
Hua mulai memerah menahan emosi, tidak tahan mendengar istri kecil
kesayangannya dihina. Jenderal Lie tertawa “hahaha… perempuan lemah, bisa apa ?
Kalian hanya dilahirkan untuk melayani hahaha…”
Huo Feng membolak balikkan pedang dari Xin Xin,
mengeluarkan dari sarungnya “hmm…
lumayan…” settt terdengar. Lie Tai Sun berteriak kesakitan “arghhh…” tangannya
terputus. Jenderal Lie dan semua terpana, Wang Hou mencoba pedangnya dengan
memotong tangan Lie Tai Sun. Jenderal Lie marah “kamu perempuan jalang…” Huo Feng
dengan dingin mengisyaratkannya untuk diam “stttt, jenderal Lie jangan terus
berteriak, kamu membuat kupingku sakit” semua terdiam. Jenderal Ming pun tidak
menyangka Wang Hou mempunyai keberanian ini.
Huo Feng masih melihat dan mengamati pedangnya “Xin Xin,
pedang ini terlalu lambat. Jenderal Lie, jika ingin bicara, pelankan suaramu.
Teriakanmu hanya menakuti semut disini.” menatap tajam. Seketika lapangan
menjadi hening, aura Wang Hou mendadak dingin dan menakutkan. Tubuh jenderal
__ADS_1
Lie gemetar merasakan aura yang dikeluarkan Wang Hou. Semua yang menyaksikan
Huo Feng menebas tangan Lie Tai Sun, merinding ketakutan.