
Selama 300 tahun dialam fana, Bai Feng Jiu sudah
mengerti dan menerima dia dan Di Jun tidak berjodoh. Selama dia terus
memaksakan diri berada disamping Di Jun, Di Jun tidak akan berhenti terluka.
Bai Feng Jiu tetap mencintai Di Jun, tapi mengubah caranya untuk mencintai.
Dahulu dia terus bersikeras disamping Di Jun, sekarang dia akan mengalihkan
cintanya membantu Di Jun. Bai Feng Jiu memutuskan akan menjaga keamanan Si Hai
Ba Huang sebagai Qing Qiu Nu Jun. Berusaha keras meningkatkan kemampuannya, dia
sadar untuk melindungi Si Hai Ba Huang, dia sudah tidak bisa lagi bermain
seperti anak kecil yang selalu membuat yang lain khawatir padanya. Dia harus
belajar mandiri dan menjadi kuat agar mampu melindungi semua yang disayanginya.
Dengan menjaga Si Hai Ba Huang, dia juga sudah bisa membalas budi Di Jun
padanya. Selama Dong Hua Di Jun hidup dengan baik, dia sudah bahagia. Mencintai
seseorang adalah melihat orang itu bahagia walaupun nanti pasangannya bukan
diri sendiri.
Di Jiu Jong Tian, Sie Ming berlari masuk istana Tai
Chen “Di Jun, Di Jun, sudah kembali, xiao dianxia sudah kembali”. Dong Hua Di
Jun yang sedang membawa kitab langsung tercengang “kau bilang siapa kembali ?”
Sie Ming mengatur nafas “xiao dianxia kembali, Qing Qiu Nu Jun Bai Feng Jiu
sudah kembali. Hamba mendengar beliau kali ini kembali untuk menerima petir
Shan Xian” Dong Hua Di Jun berfikir ‘Jiu er, akhirnya kau kembali. 300 tahun,
sudah 300 tahun tidak bertemu. Baru kembali sudah akan menjadi Shan Xian, Jiu
er-ku memang tidak biasa’ muncul senyum lembut di wajah Dong Hua Di Jun, tidak
mendengar panggilan Sie Ming “Di Jun… Di Jun…” Dong Hua Di Jun mendapat
kesadarannya kembali “ada apa ?” Sie Ming ragu-ragu “2 hari lagi adalah rapat
persiapan pernikahan Ye Hua Taizi dan Bai Qian Shan Shen, apa anda akan
menghadirinya ?”
Dong Hua Di Jun berfikir dan bertanya “apa akan ada
perwakilan dari Qing Qiu ?” Sie Ming menjawab “Di Jun, sepertinya Bai Yi Shan
Shen yang akan mewakili Qing Qiu” Dong Hua Di Jun mengangguk “keluarlah dulu…”.
Sepeninggal Sie Ming, Dong Hua Di Jun juga sudah tidak tertarik membaca kitab.
Dong Hua Di Jun bernostalgia “Jiu er, sudah 300 tahun, tidak tahu butuh waktu
berapa lama lagi untuk pertemuan kita berikutnya. Shan Xian, apa Jiu er-ku
sanggup menahan 3 petir itu ! haih Jiu er, aku ingin sekali membantumu
menerimanya, ingin melindungimu seperti dulu. Tapi aku tidak bisa memberimu
harapan lagi, walaupun aku mencintaimu tapi aku tidak tega kau terus terluka
disampingku.”
Di Qing Qiu, semua makan malam bersama merayakan
kepulangan Bai Feng Jiu. Bai Ce - Hu Di “Xiao Jiu, sebentar lagi akan menjadi
Shan Xian, sudah siap menerima petir ?” Bai Feng Jiu dengan mantap menjawab
“siap yeye, yang mulia Nu Jun peringatkan ya, tidak boleh ada yang membantu
menerima petir untuk yang mulia Nu Jun. Petir Nu Jun, harus yang mulia Nu Jun
sendiri yang menerimanya, mengerti !” memasang tampang garang. Semua cekikikan
“hihihi mengerti Nu Jun, hamba menaati perintah hahaha…” semua tertawa.
Hu Hou mengambilkan makanan Bai Feng Jiu “Bai Yi, lihat
putrimu sekarang sudah besar, sudah bukan anak kecil yang setiap saat kau kejar
dan kau hukum lagi” Bai Yi canggung “kata-kata aniang betul sekali. Xiao Jiu
walau sudah jadi Nu Jun dan Shan Xian, jangan lupa pelajaranmu. Sekarang kau
sudah kembali, harus cepat mengejar pelajaranmu, jangan sampai yang lain
mengatakan Qing Qiu Nu Jun tidak berpendidikan” Wen Xin “Ayi, Xiao Jiu baru
kembali, kau mulai lagi dengan kejadulanmu. Biarkan Xiao Jiu beristirahat dulu,
sebentar lagi dia harus menerima petir. Kau ini sebagai ayah kenapa tidak
khawatir sama sekali malah menambah bebannya” Bai Yi salah tingkah dipelototi
semua keluarga. Bai Feng Jiu memecah suasana “adie tenang saja, Xiao Jiu akan
melanjutkan pendidikan, tidak akan mengecewakan adie” dengan tegas. Semua
melihat Bai Feng Jiu, dulu anak ini selalu mencari alasan untuk tidak belajar,
sekarang tanpa bantahan menerima pengaturan Bai Yi.
Bai Feng Jiu tidak terpengaruh pandangan yang lain
__ADS_1
“adie, besok aku yang akan menghadiri rapat di Jiu Jong Tian. Ini adalah tugas
Qing Qiu Nu Jun, aku akan memastikan gugu tidak menerima penindasan” semua
saling melihat “tapi Xiao Jiu, Jiu Jong Tian…” Bai Feng Jiu tersenyum “adie,
Xiao Jiu sudah Qing Qiu Nu Jun, hal kecil begini saja tidak bisa, bagaimana
mengurus 5 wilayah Wu Huang hihihi… tenang saja, Xiao Jiu sudah bukan gadis
pembuat onar yang dulu” semua saling memandang “baik Xiao Jiu, xiao shu akan
menemanimu besok menghadiri rapat” Bai Feng Jiu mengangguk “baik xiao shu…”.
Di Jiu
Jong Tian, semua sudah berkumpul di aula membahas persiapan pernikahan. Bai
Feng Jiu secara tertata membahas rancangan pernikahan Bai Qian, bahkan Bai Qian
dan Bai Chen yang mendengarpun tercengang. Selain cantik, kesan yang dibawa Bai
Feng Jiu adalah karisma seorang pemimpin, wibawa, tenang, fokus, tegas, dingin,
dan intimidasi. Tanpa mereka sadari, dari awal rapat, ada sepasang mata yang
terus memperhatikan Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu tidak terpengaruh dengan
pandangan orang-orang padanya, dia fokus dengan tujuannya tidak menerima
bantahan apapun. Rapat kali ini berfokus pada Bai Feng Jiu, bahkan Lao Tian Jun
pun terbawa suasana mengikuti arahannya. Akhirnya semua perencanaan pernikahan
mengikuti arahan rancangan Bai Feng Jiu.
Sebelum
mengakhiri rapat “Ye Hua Taizi, sebagai menantu Qing Qiu, anda harus mengikuti
aturan Qing Qiu, ‘hanya memiliki 1 pasangan seumur hidup’.” Ye Hua segera
berdiri “Nu Jun, yang mulia berjanji hanya akan menikahi Bai Qian Shan Shen
seumur hidup ini. Haremku hanya akan ada Bai Qian Shan Shen seorang”. Bai Feng
Jiu mengangguk “yang mulia Nu Jun memegang janji Ye Hua Taizi” memberi hormat.
Lao Tian Jun membahas iringan pengantin “selama ini,
iringan pengantin selalu dibawa oleh yang lebih tua. Apa ada saran, yang cocok
kali ini untuk membawa iringan pengantin pernikahan Taizi ?” Lian Song melirik
Dong Hua Di Jun yang pandangannya tidak pernah terlepas dari sosok wanita
berpakaian merah muda disana “Lao Tian Jun, Mo Yuan Shan Shen sebagai kakak Ye
dengan Mo Yuan Shan Shen sudah sangat susah ditemukan. Ananda memberanikan diri
memohon kesediaan Dong Hua Di Jun. Di Jun…” Dong Hua Di Jun langsung memotong
“baik, aku akan berjalan ke Qing Qiu” Lian Song senyum-senyum. Bai Feng Jiu
berdiri dan memberi hormat “kalau begitu merepotkan Di Jun. Yang mulia mewakili
Qing Qiu berterima kasih pada Dong Hua Di Jun” Dong Hua Di Jun dengan dingin
“tidak masalah” pandangan mereka bertemu, tapi tidak nampak reaksi apapun, Bai
Feng Jiu hanya mengangguk. Bai Feng Jiu beralih ke Lao Tian Jun “Lao Tian Jun,
semua perencanaan sudah ditetapkan. Kalau begitu kami undur diri, permisi”
dengan langkah mantap bersama Bai Chen dan Bai Qian meninggalkan aula.
Selama beberapa hari kedepan, Bai Feng Jiu menjadi topik
pembicaraan di Jiu Jong Tian. Lian Song dengan jiwa penggosipnya memasuki
istana Tai Chen “Dong Hua, kau lihat Bai Feng Jiu, dia sangat berbeda sekarang.
Aku seperti sudah tidak mengenalinya, sudah bukan gadis kecil yang selalu
mengikutimu kemanapun. Lihat saat dia memandangmu, dia nampak sangat santai.
Kudengar banyak yang tertarik melihat Qing Qiu, setelah melihat Bai Feng Jiu di
rapat” Dong Hua Di Jun diam melamun ‘Jiu er, apa aku sudah tidak lagi menarik
bagimu ? kau bahkan tidak melihatku. Hahaha… apa yang kufikirkan, aku yang
memaksanya seperti itu. Sekarang setelah dia menjauhiku kenapa aku merasa sakit
di hatiku…’ Lian Song tidak mendapat jawaban “Dong Hua Dong Hua…” Dong Hua Di
Jun sadar kembali “yah, dia memang sudah berbeda sekarang. Bagaimanapun dia adalah
Qing Qiu Nu Jun, sudah seharusnya dia seperti itu” dengan dingin.
Lian Song memainkan kipasnya “haih, kau memang tak
berperasaan. Sudahlah, tidak perhitungan denganmu. 2 hari lagi Qing Qiu Nu Jun
akan menerima petir, apa kau mau pergi melihatnya ?” Dong Hua hanya diam
memegang biji catur. Lian Song yang tidak mendengar jawaban “ah sudahlah, kau
tidak tertarik dengannya. Aku akan pergi dengan Cheng Yu dan Sie Ming, mereka
pasti mau… sudah, tidak mengganggumu lagi, aku pergi dulu”. Sepeninggal Lian Song,
Dong Hua Di Jun berfikir sendiri ‘apa Jiu er akan senang aku datang melihatnya
__ADS_1
haih… kenapa aku terus memikirkannya… ah sudahlah, terserah dia senang atau
tidak. Aku akan kesana, walau tidak bisa membantunya, melihatnya dari jauhpun
tidak masalah’.
Di hari penerimaan petir Bai Feng Jiu, semua keluarga
Bai sudah berkumpul. Dari langit muncul Lian Song, Sie Ming, dan Cheng Yu
menghampiri “xiao dianxia, kami datang melihatmu” Bai Feng Jiu tersenyum
“terima kasih san dianxia, Sie Ming, Cheng Yu” melihat ke langit yang mulai
menggelap tersenyum, melihat ke keluarganya “tidak ada yang boleh membantu”
memasang jiejue. Dari kejauhan terlihat seorang dewa berambut perak berjubah
ungu mengawasi Bai Feng Jiu. Mereka semua menyadari kehadirannya, Bai Feng Jiu
menunduk memberi hormat, kemudian fokus ke langit. Lian Song menghampiri dewa
itu “kukira, kau tidak akan datang” Dong Hua Di Jun hanya acuh tak acuh.
Suara guntur sudah menggelegar di langit, petir turun
satu persatu menghantam tubuh Bai Feng Jiu. Semua yang melihat terkejut “Jin
Lei (Guntur emas)” semua menegang. Dar… dar… dar… setelah 3 petir emas turun,
langit masih hitam, suara guntur masih menggelegar dar… dar… dar… dar… dar…
dar…. 18 petir emas menghantam tubuh Bai Feng Jiu, langit kembali normal. Bai
Feng Jiu muntah darah merah perak dan terjatuh lemas. Dong Hua Di Jun langsung
turun memapahnya, semua pun menghampiri “Di Jun…” Lian Song “Dong Hua, kenapa
Feng Jiu bisa menerima 18 petir emas ?” semua melihat ke Bai Feng Jiu yang sudah
tidak sadarkan diri di pelukan Dong Hua Di Jun.
Zhe Yan mengamati “lihat darah yang dimuntahkan” Bai
Chen “darah merah perak. Zhe Yan, ada apa Ini ?” Zhe Yan “entah ada apa, bawa
ya tou kembali dulu.” Dong Hua Di Jun segera menggendong Bai Feng Jiu ke gua
rubah. Bai Ce Hu Di “Di Jun, ada apa ini ? Xiao Jiu baru naik Shan Xian,
harusnya hanya menerima 3 petir biasa. Kenapa sampai 18 petir emas ?” Dong Hua
Di Jun melihat Bai Feng Jiu yang tidak sadarkan diri di atas ranjang dengan
pandangan rumit.
Zhe Yan memeriksa Bai Feng Jiu, memberikan pil untuk
menetralisir efek petir. Tiba-tiba tubuh Bai Feng Jiu memancarkan sinar perak.
Bai Yi “tubuh Shan Xian, Xiao Jiu sekarang adalah Shan Xian”. Dong Hua Di Jun
“Zhe Yan, apa ada hal lain pada tubuh Jiu er ?” Zhe Yan menggeleng “untung dia
dalam kondisi prima, jika orang biasa, mungkin saja jiwanya sudah hancur
berantakan. Ya tou tidak apa-apa, hanya luka luar. Setelah lukanya sembuh, dia
harus segera biguang”.
Lainnya keluar menyisakan Hu Hou – Qong Jing dan Wen Xin
, membersihkan dan menggantikan baju Bai Feng Jiu. Dong Hua Di Jun mengikuti
Zhe Yan ke Shi Li Tao Ling, demikian juga Lian Song, Cheng Yu, Sie Ming, Bai
Chen, Hu Di, dan Bai Yi. Semua duduk di paviliun Zhe Yan, Zhe Yan buka suara
“Dong Hua, seingatku hanya kau yang pernah menerima petir emas. Apa karena
sebelumnya ya tou mengejarmu jadi dia juga menerima petir emas !” Dong Hua Di
Jun menggeleng “tidak ada hubungannya. Petir adalah hukuman pribadi saat
kenaikan peringkat. Apa Jiu er ada melakukan suatu kesalahan atau masalah
sebelumnya ?” semua saling memandang dan menggeleng “dia baru kembali dari alam
fana. Selama 300 tahun tidak berhubungan dengan orang rumah, dia juga tidak
menceritakan apa yang terjadi dalam 300 tahun” Dong Hua Di Jun “mungkin ada hubungannya
dengan itu. Setelah dia bangun, coba cari tahu, jika dia bersedia
menceritakannya, mungkin bisa tahu asal petir emas”. Setelah bercengkrama
sejenak, semua bubar, yang penting Bai Feng Jiu tidak ada masalah serius, semua
sudah tenang.
Setelahnya, Bai feng Jiu merawat lukanya di gua rubah
selama sebulan hingga hari pernikahan Ye Hua – Bai Qian. Bai Feng Jiu yang
masih pucat menyambut iringan pengantin “Qing Qiu Bai Feng Jiu, memberi hormat
pada Dong Hua Di Jun, Lian san dianxia” Lian Song tersenyum “Nu Jun, sudah
sembuh ?” Bai Feng Jiu “terima kasih atas perhatian san dianxia, yang mulia
baik-baik saja. Silahkan ikut, kami sudah menyiapkan perjamuan” Lian Song
“silahkan” mengikuti Bai Feng Jiu ke gua rubah.
__ADS_1