
Hua Zi melihat Feng Wei
yang tersenyum lembut padanya, bibirnya bergerak ringan berkata ‘kau kalah…’.
Hua Zi tersenyum, membalas ‘kau yang terhebat, aku mencintaimu…’. Semakin
merekah senyuman Feng Wei, kembali fokus pada permainan musiknya. Semakin
banyak pembicaraan mengenai identitas Hua Zi, apalagi mampu membuat Shen Zhu tersenyum
manis. Di tingkat 30, 20 % peserta sudah gugur. Tingkat 40, 35 % gugur. Tingkat
50, 45 % gugur, Tingkat 60, 60 % gugur. Tingkat 70, 80 % gugur. Tingkat 80, tersisa
5 jenderal besar, 3 dewa dewi, dan kedua Zun wang. Tingkat 85, tersisa 2
jenderal besar, Qing Yun, dan kedua Zun wang. Tingkat 90, tersisa kedua Zun
wang.
Mulai dari tingkat 50, Feng Wei memberi jiejue yang
memisahkan mereka dari peserta lain. Terlihat kilatan-kilatan cahaya menghias
angkasa, Feng Wei tersenyum. Kedua Zun wang tetap bertahan hingga melewati
tingkat 100, ditingkat 110 Yao Zun gugur, diikuti Zuo Zun di tingkat 113. Feng
Wei memainkan 1 musik lembut yang mengalirkan energi murni ke beberapa dewa
dewi termasuk Hua Zi, membantu mereka memulihkan energi yang terpakai.
Setelahnya, semua berdiri menghormat ‘terima kasih Shen Zhu…’ Feng Wei
tersenyum mengangguk, berjalan kembali kearah Cai Hong gong.
Feng Wei tidak menampakkan wajah garang, tetapi wajah
lembut di sepanjang jalan. Seorang anak berlari menghampirinya “Shen Zhu… Shen
Zhu…” Feng Wei tersenyum, menangkap anak itu “kenapa berlari ? bagaimana kalau
jatuh !” anak itu tersenyum riang “Shen Zhu, aku sudah menunggumu berhari-hari…
tiap hari melihat anda berwajah tegang, ini !” memberikan sebuah kotak ke Feng
Wei. Feng Wei tersenyum “apa ini ?” anak itu “ini adalah kelopak-kelopak Lan
Hua, memiliki wangi yang menenangkan” “kau yang memetiknya ?” anak kecil itu
berbinar dan mengangguk “terima kasih, bagaimana memanggilmu ?” “aku Xiao Hua…”
“Shen Zhu, Xiao Hua adalah pemuja kecilmu, dari kecil tidak bersekolah, tapi
selalu menggali informasi apapun menyangkut sejarahmu” Qing Yun menjelaskan. “tidak
bersekolah ? kenapa ?” “haih orang tuanya memiliki 2 anak, sangat pilih kasih
pada kakaknya, Xiao Hua, kurang diperhatikan, karena mereka menganggap anak
perempuan tidak perlu apapun…”.
Feng Wei mengerahkan sihir pada Xiao Hua, asap putih muncul
dari kepalanya “hmm… kau umur berapa ?” Xiao Hua “2.300 tahun !” Feng Wei
mengangguk “ayo, yang mulia mengantarmu pulang…” menggandeng tangan kecil Xiao
Hua, berjalan ke rumahnya. Mendekati rumahnya, Xiao Hua melepas Feng Wei dan
berlari masuk ke rumahnya “Niang Die Ge, ada Shen Zhu…” “haih kau ini anak tidak
berguna, siapa yang mengajarimu berbohong ?” terdengar suara marah dari dalam
rumah. “Die, Xiao Hua tidak berbohong” “masih bilang tidak berbohong, siapa
__ADS_1
Shen Zhu, bisa datang kerumah kita” “dasar bocah busuk, aku malu mengakuimu
sebagai adikku…” “ge, sakit… niang…” Feng Wei mengkerutkan kening,
menghilangkan pintu dan mengangkat Xiao Hua “Shen… Shen Zhu…” ketiganya segera
berlutut memberi hormat. Feng Wei tidak mempedulikan ketiganya, mengurus Xiao
Hua “masih sakit ?” memegang pipinya yang merah, Xiao Hua terisak.
Feng Wei menatap dingin ketiganya “mulai saat ini, Xiao Hua
akan menjadi dewi kecil di Cai Hong gong”. Xiao Hua menatap Feng Wei “Shen
Zhu…” Feng Wei tersenyum “kenapa ? Xiao Hua tidak bersedia ?” Xiao Hua menatap
keluarganya, kembali menatap Feng Wei “Shen Zhu, apa aku bisa pulang sesekali
?” Feng Wei mengangguk “bisa, kau akan berada di bawah pengasuhan Qing Yun.
Jika Xiao Hua ingin pulang, beritahu Qing Yun, dia akan menemanimu.” Xiao Hua
segera berbinar “baik, Xiao Hua mau Shen Zhu…” Feng Wei membelai kepala Xiao
Hua, menggandeng tangannya pergi, tanpa memperdulikan ketiga keluarga Xiao Hua
yang masih berlutut.
Sesampai di Cai Hong gong, Feng Wei menyerahkan Xiao Hua
pada Qing Yun “Qing Yun, mulai saat ini, kau bertanggung jawab padanya” Qing Yun
menggandeng Xiao Hua “baik Shen Zhu… Xiao Hua, kau bisa memanggilku Qing Yun
jie. Ayo kita bersihkan dirimu…” membawa Xiao Hua pergi. Hua Zi segera
mendekati “Feng Wei, siapa anak itu ?” Feng Wei “seorang anak yang kurang
beruntung. Xiao Hua masih polos, tapi semangatnya ada, asal mengajarinya dengan
Wei berfikir “lao xiao hai yang sangat mesum…” Hua Zi memberi hormat “terima
kasih atas pujian Shen Zhu…” Feng Wei cekikikan “Hua Zi gege tambah nakal…” Hua
Zi tersenyum, merendahkan badan dan menggendong Feng Wei “apa yang kau lakukan
?” Hua Zi “memanjakan Fu Ren-ku…” menggendongnya ke permandian.
Hua Zi menemani Feng Wei berendam. Permandian sangat besar,
Feng Wei berenang kesana kemari dengan riang. Hua Zi “Feng Wei, 5 hari diarena,
berapa banyak energi terpakai ? kau tidak lelah ?” Feng Wei “ehm 4 hari
sebelumnya, tidak memakai energi banyak… tadi di arena, memakai 9 tingkat
energi… lelah, tapi aku sangat bahagia hari ini, akhirnya acara itu berakhir…”
Hua Zi “apakah semua urusanmu sudah selesai disini ?” Feng Wei “ehm Hua Zi gege
ingin kembali ke Si Hai Ba Huang ?” Hua Zi menggeleng “aku ingin kau
beristirahat dengan baik. Semenjak ke Yu Zhou Da Lu, kau sangat sibuk, tidak
pernah baik-baik beristirahat” Feng Wei “tenang saja, aku baik-baik saja… hmm 2
hari lagi akan ada acara pelantikan para Jenderal dan para Jun wang. Selebihnya
hanya tinggal laporan-laporan itu saja. Ehm Hua Zi gege ingin kemana ? aku akan
menemanimu” Hua Zi “bisakah ?” Feng Wei mengangguk.
Hua Zi berfikir “aku masih ingin ke Bing Yu Hai. Setelahnya
aku ingin ke tempat-tempat yang memiliki sejarahmu dan juga…” melihat Feng Wei
__ADS_1
“apa bisa melihat tempatmu berasal ?” Feng Wei berfikir “ingin melihatnya,
bukan tidak bisa. Hanya sekedar melihat dari jauh, aku masih bisa melindungi
kalian. Mengenai tempat bersejarah… aku sudah pernah berada di seluruh tempat
dalam alam semesta, semua memiliki sejarah…” Hua Zi “ehm Feng Wei, apa bisa
melihat Tian Ling Dong ?” Feng Wei mengkerutkan kening “kau ingin kesana untuk
apa ?” Hua Zi memeluk Feng Wei “aku hanya ingin tahu, iblis macam apa yang
begitu hebat berani menantangmu…” Feng Wei menghela nafas “Hua Zi gege… haih
baiklah, aku akan membawamu kesana… kalian hanya bisa berada lebih 1km dari
Tian Ling Dong” Hua Zi “tidak masalah…” memeluk erat Feng Wei.
Hua Zi membalikkan tubuh Feng Wei, bibirnya segera menempel
di bibir Feng Wei. Hua Zi menikmati tubuh Feng Wei, setelah hari-hari yang
membuatnya cemas. Feng Wei ngambek “Hua Zi gege, pinggangku sudah mau patah,
kenapa kau masih begitu bugar ?” Hua Zi cekikikan “bukankah karena Fu Ren
sangat menggoda” Feng Wei memainkan matanya “kapan aku menggodamu ?” Hua Zi
mencium bibir Feng Wei yang dimajukan “setiap saat kau menggodaku…” Feng Wei
“mana ada !” Hua Zi “ada… jadi setelah menggodaku, kau harus bertanggung jawab
padaku…” Feng Wei membuang muka. Hua Zi cekikikan, membalik kembali wajah Feng
Wei “Feng Wei, weifu sudah berusaha tapi disini belum juga terisi, tampaknya
weifu masih kurang berusaha” Feng Wei menyentak “Hua Zi gege…” Hua Zi kembali
mencium seluruh tubuh Feng Wei. Feng Wei “Hua Zi gege, kita sudah punya Gun Gun
dan Ling Ling…” Hua Zi “itu tidak sama, Gun Gun dan Ling Ling adalah anak Dong
Hua dan Xiao Bai, aku ingin anak kita sendiri” Feng Wei memainkan matanya.
Hua Zi menggendong Feng Wei yang kelelahan setelah
pergumulan mereka. Hua Zi berbaring sambil memeluk erat Feng Wei ‘Feng Wei, apa
yang akan terjadi nantinya ? setelah masa kultivasimu selesai, berapa banyak
waktu lagi yang kita punya ! Feng Wei, aku takut… jika kau tidak ada di dunia
ini, bagaimana denganku ? Feng Wei, apa yang dapat kulakukan ? Feng Wei, aku
tidak mementingkan anak, aku hanya menginginkanmu selalu disisiku.’ Semenjak
tiba di Yu Zhou Da Lu dan mengetahui identitas Feng Wei, hati Hua Zi selalu
merasa tidak tenang. Semua sejarah Feng Wei yang dibaca, membuatnya semakin
gelisah. Hampir semua perjuangan Feng Wei dilakukan sendiri dan menginginkan
nyawanya. Mendengar penuturan dari dewa dewi yang dekat dengannya, tidak ada
yang bisa memberinya harapan Feng Wei akan selamat melalui pertempuran dengan
Hei Ye. Hua Zi ketakutan akan pilihan Feng Wei. Dulu sebagai Dong Hua, dia
mempunyai janji Xiao Bai, menemaninya bahkan saat yuhua. Sekarang Hua Zi juga
ingin mendapat dan memberi janji seperti itu, tapi Feng Wei sudah mengatakan
tidak bisa memberinya janji itu. Melihat dari aksi Feng Wei selama ini, Feng
Wei akan melindunginya dan berkorban sendiri. Bahkan mungkin saat Feng Wei
__ADS_1
mempertaruhkan dan kehilangan nyawanya, Hua Zi tidak tahu sama sekali.