Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 236 - Bie Sheng


__ADS_3

Dong Hua menyusul, menghilang


dari San Sheng Shi, kembali ke Tai Chen gong, melihat Xiao Zheng Zhu santai


minum teh “Jiu er, kau meninggalkanku…” Dong Hua cemberut. Xiao Zheng Zhu


cekikikan “tidak bisa tanpaku…” menggoda Dong Hua Di Jun, yang mengangguk dan


segera memeluknya. Xiao Zheng Zhu tertawa ceria, Dong Hua mencium bibir


mungilnya “nakal… jangan meninggalkanku… aku takut…” Xiao Zheng Zhu “apa yang


perlu ditakutkan ? aku hanya malas terus menjadi pusat perhatian…” Dong Hua


tersenyum manis “cukup memperhatikanku saja…” Xiao Zheng Zhu mencibir “kau


sangat tidak tahu malu…” Dong Hua mengangguk “tidak tahu… cukup tahu Jiu er


kesayanganku saja…” Xiao Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak.


            Xiao Zheng Zhu merenggangkan tubuhnya “sudah lelah ?”


Dong Hua bertanya dengan senyum lembut yang diangguki Xiao Zheng Zhu. Dong Hua


langsung menggendong Xiao Zheng Zhu “kita istirahat… kau sudah lelah seharian…”


Xiao Zheng Zhu tersenyum manis, merangkulkan kedua tangannya ke leher Dong Hua


“Fu Jun-ku sangat manis…” Dong Hua mengecup keningnya “tidurlah… aku


memelukmu…” membaringkan Xiao Zheng Zhu dan ikut berbaring disampingnya. Mereka


berdua tertidur tanpa mempedulikan dewa dewi yang ingin bertamu dan menanyakan


kejelasan San Sheng Shi.


            Dong Hua sangat menjaga Xiao Zheng Zhu, tidak membuatnya


menghadapi hal yang tidak disukainya. Xiao Zheng Zhu menikmati hidupnya di Tai


Chen gong dan membantu Dong Hua dalam beberapa masalah yang dilaporkan padanya.


Suatu hari, Budha membawa arahat kecil datang bertamu ke Tai Chen gong “Xiao Zheng


Zhu, anda tidak mengatakan apapun, langsung meninggalkan Huang Jing” arahat


kecil cemberut. Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “tidak rela yang mulia pergi ?”


arahat kecil mengangguk “dia ingin mengakhiri kesuciannya dan mengikuti anda !”


Budha menjelaskan.


            Dong Hua yang pertama terkejut, segera memeluk Xiao Zheng


Zhu, melirik sinis arahat kecil. Xiao Zheng Zhu “mengakhiri kesucian ?” arahat


kecil “Xiao Zheng Zhu, aku menyadari panggilanku bukanlah di Huang Jing. Yang


membuatku mengalami kejadian sebelumnya, sesuai dengan perkataan anda, ada


celah berdarah di hatiku. Celah berdarah itu telah tercipta dari awal aku


terbentuk sebagai ciptaan anda… segala bentuk keberhasilan latihan dan


pertapaanku selama ini, tidak mampu menghilangkan celah itu, karena dari diriku


sendiri tidak ingin menghilangkannya. Xiao Zheng Zhu, hamba mohon terimalah


pengabdian hamba…” Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “semua memiliki jalannya

__ADS_1


sendiri… mempunyai pengabdianmu tentu merupakan kehormatan untuk yang mulia…


arahat kecil, yang mulia memberimu nama Bie Sheng – Kesucian lainnya… jalani


jalan yang kau inginkan…” arahat kecil “terima kasih Xiao Zheng Zhu, hamba


ingin mengikuti anda…” Budha “Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu mengangguk “bisa… yang


mulia memberimu 1 kesempatan…” Budha dan arahat kecil tersenyum “terima kasih


Xiao Zheng Zhu…”.


            Budha “wah Xiao Zheng Zhu, tidak biasanya kau begitu


cepat sudah mengabulkannya ! anda berubah…” Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “lao


hu tu… agak lelah…” Budha tercengang sejenak dan mengangguk dengan senyum


lembut “anda sudah berusaha keras selama ini…” Dong Hua “Jiu er…” Budha “Shao


Yang, jaga Xiao Zheng Zhu ini dengan baik…” arahat kecil “Xiao Zheng Zhu… hamba


akan berusaha untuk membantu anda… masih ada waktu, tidak akan ada kesalahan…”


Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “terima kasih padamu…” Bie Sheng berkaca-kaca


mengangguk. Selesai berbincang sejenak, Budha membawa arahat kecil pergi.


            Dong Hua tidak tenang “Jiu er, apa yang kau tutupi dariku


? waktu apa ? apa yang mau kau lakukan ? bukankah misimu adalah Juan Feng – Wen


Chang Di Jun ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “kemarilah, aku akan memberitahumu…” mengajak


Dong Hua ke bawah pohon Fuling hua. Dong Hua memeluk Xiao Zheng Zhu “Shao Yang,


kau tahu lubang hitam ?” Dong Hua mengangguk “tapi Zu Zhen Shen sudah lama


kesalahan, terbentuk sebuah dunia cermin dari lubang hitam…” Dong Hua “maksudmu


ada dunia yang sama diluar sana ?” Xiao Zheng Zhu mengangguk “setelah aku


tersadar kembali… mengetahui misiku disini adalah Juan Feng. Entah apa yang


terjadi, Juan Feng bisa kultivasi disini !” Dong Hua mengerutkan keningnya.


            Dong Hua “maksudmu, sini adalah dimensi cermin itu ?”


Xiao Zheng Zhu mengangguk “Shao Yang, semua yang disini adalah bayangan,


termasuk kau dan aku…” Dong Hua mengeratkan pelukannya “Jiu er, aku tidak mau


berpisah darimu…” Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, kau sudah melihat nama di San


Sheng Shi… nama itu tidak akan berubah dimanapun… setelah sadar, aku menyetujui


bersama denganmu, salah satu alasannya di dunia yang sebenarnya kita pun


bersama. Jadi tenanglah…” Dong Hua “tetapi ingatan ini ?” Xiao Zheng Zhu “entah


bagaimana denganmu, tapi aku memiliki semua ingatan…” Dong Hua bersedih. Xiao


Zheng Zhu merangkul lehernya “jangan memasang wajah seperti itu… walau aku


tidak memiiki semua ingatan raga utuh, aku tahu, kita akan selalu bersama…


kecuali sudah tidak ada diriku di dalam hatimu…” Dong Hua menggeleng “Jiu er,


kau sudah memenuhi seluruh hatiku dan akan selamanya disana…”

__ADS_1


Xiao


Zheng Zhu “hmm… jika dulu tidak ada ketakutanmu akan San Sheng Shi, apa yang


kau lakukan ?” Dong Hua “aku akan menggenggam tanganmu dari awal bertemu, tidak


akan melepaskannya walau sesaat… Jiu er, tugas apa yang kau berikan pada Bie Sheng


?” Xiao Zheng Zhu “Bie Sheng memiliki ketenangan yang baik. Segala bentuk


kesesatan akan susah mempengaruhinya, dapat melihat dengan jernih dari segala


sisi” Dong Hua “sebelumnya ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “kau ingin menanyakan


celah berdarah di hatinya !” Dong Hua “itu adalah dirimu Xiao Zheng Zhu…” Xiao


Zheng Zhu tersenyum lembut, mengangguk “kau sudah mengetahuinya… huh… memang


pesonaku tidak ada yang bisa melawan hihihi…” cekikikan. Dong Hua “kau


milikku…” cemberut.


Xiao


Zheng Zhu nakal “ooo…” Dong Hua cemberut merengek “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu


tertawa terbahak-bahak “lihat wajahmu itu…” Dong Hua mengecup pipinya “jadi


misimu yang sebenarnya ?” Xiao Zheng Zhu “menemukan Juan Feng dan menyatukan


kembali kedua dunia.” Dong Hua “berapa lama ?” Xiao Zheng Zhu “jika aku tidak


salah, kemungkinan masih 500 – 800 tahun lagi.” Dong Hua “sesingkat itu ! jadi


selama ini Fu Ren melatihku ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “ada yang mengatakan


ingin berdiri berdampingan denganku… yang mulia hanya mengabulkan permintaanmu


saja… walaupun nanti bayangan disini kembali ke raga, kemampuanmu tetap akan


terbawa…” Dong Hua “tidak bisakah dunia ini dibiarkan saja ?” Xiao Zheng Zhu


menggeleng “akan mengacaukan kehidupan... dunia ini tercipta karena suatu


kesalahan…”


Dong


Hua “apa yang akan terjadi ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “saatnya tiba, akan


tahu dengan sendirinya…” Dong Hua tersenyum “jika begitu, yang mulia Di Jun


ingin menikmati setiap saat ini bersama Xiao Zheng Zhu yang manis ini…” Xiao


Zheng Zhu “apa yang ingin kau lakukan ? kita masih memiliki waktu… sebelumnya


kau sudah menemaniku, sekarang aku yang akan menemanimu…” Dong Hua “aku ingin


kita di Bi Hai Cang Ling saja menghabiskan waktu berdua selamanya…” Xiao Zheng


Zhu “hanya itu ?” Dong Hua mengangguk “hanya itu…” Xiao Zheng Zhu tersenyum


“baik… Zhi He ? apa kau mau merubah hukumannya ?” Dong Hua menggeleng “sesuai


dengan hukumanmu… biarkan Zhi He menjadi San Sheng Hun… sudah terlalu banyak


kesalahannya yang ditolerir, membuatnya semakin keterlaluan. Sudah saatnya Zhi


He mempertanggung jawabkan semua perlakuannya sebelumnya” Xiao Zheng Zhu

__ADS_1


“baiklah… tidak perlu dibicarakan lagi…”.


__ADS_2