
Dong Hua menyusul, menghilang
dari San Sheng Shi, kembali ke Tai Chen gong, melihat Xiao Zheng Zhu santai
minum teh “Jiu er, kau meninggalkanku…” Dong Hua cemberut. Xiao Zheng Zhu
cekikikan “tidak bisa tanpaku…” menggoda Dong Hua Di Jun, yang mengangguk dan
segera memeluknya. Xiao Zheng Zhu tertawa ceria, Dong Hua mencium bibir
mungilnya “nakal… jangan meninggalkanku… aku takut…” Xiao Zheng Zhu “apa yang
perlu ditakutkan ? aku hanya malas terus menjadi pusat perhatian…” Dong Hua
tersenyum manis “cukup memperhatikanku saja…” Xiao Zheng Zhu mencibir “kau
sangat tidak tahu malu…” Dong Hua mengangguk “tidak tahu… cukup tahu Jiu er
kesayanganku saja…” Xiao Zheng Zhu tertawa terbahak-bahak.
Xiao Zheng Zhu merenggangkan tubuhnya “sudah lelah ?”
Dong Hua bertanya dengan senyum lembut yang diangguki Xiao Zheng Zhu. Dong Hua
langsung menggendong Xiao Zheng Zhu “kita istirahat… kau sudah lelah seharian…”
Xiao Zheng Zhu tersenyum manis, merangkulkan kedua tangannya ke leher Dong Hua
“Fu Jun-ku sangat manis…” Dong Hua mengecup keningnya “tidurlah… aku
memelukmu…” membaringkan Xiao Zheng Zhu dan ikut berbaring disampingnya. Mereka
berdua tertidur tanpa mempedulikan dewa dewi yang ingin bertamu dan menanyakan
kejelasan San Sheng Shi.
Dong Hua sangat menjaga Xiao Zheng Zhu, tidak membuatnya
menghadapi hal yang tidak disukainya. Xiao Zheng Zhu menikmati hidupnya di Tai
Chen gong dan membantu Dong Hua dalam beberapa masalah yang dilaporkan padanya.
Suatu hari, Budha membawa arahat kecil datang bertamu ke Tai Chen gong “Xiao Zheng
Zhu, anda tidak mengatakan apapun, langsung meninggalkan Huang Jing” arahat
kecil cemberut. Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “tidak rela yang mulia pergi ?”
arahat kecil mengangguk “dia ingin mengakhiri kesuciannya dan mengikuti anda !”
Budha menjelaskan.
Dong Hua yang pertama terkejut, segera memeluk Xiao Zheng
Zhu, melirik sinis arahat kecil. Xiao Zheng Zhu “mengakhiri kesucian ?” arahat
kecil “Xiao Zheng Zhu, aku menyadari panggilanku bukanlah di Huang Jing. Yang
membuatku mengalami kejadian sebelumnya, sesuai dengan perkataan anda, ada
celah berdarah di hatiku. Celah berdarah itu telah tercipta dari awal aku
terbentuk sebagai ciptaan anda… segala bentuk keberhasilan latihan dan
pertapaanku selama ini, tidak mampu menghilangkan celah itu, karena dari diriku
sendiri tidak ingin menghilangkannya. Xiao Zheng Zhu, hamba mohon terimalah
pengabdian hamba…” Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “semua memiliki jalannya
__ADS_1
sendiri… mempunyai pengabdianmu tentu merupakan kehormatan untuk yang mulia…
arahat kecil, yang mulia memberimu nama Bie Sheng – Kesucian lainnya… jalani
jalan yang kau inginkan…” arahat kecil “terima kasih Xiao Zheng Zhu, hamba
ingin mengikuti anda…” Budha “Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu mengangguk “bisa… yang
mulia memberimu 1 kesempatan…” Budha dan arahat kecil tersenyum “terima kasih
Xiao Zheng Zhu…”.
Budha “wah Xiao Zheng Zhu, tidak biasanya kau begitu
cepat sudah mengabulkannya ! anda berubah…” Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “lao
hu tu… agak lelah…” Budha tercengang sejenak dan mengangguk dengan senyum
lembut “anda sudah berusaha keras selama ini…” Dong Hua “Jiu er…” Budha “Shao
Yang, jaga Xiao Zheng Zhu ini dengan baik…” arahat kecil “Xiao Zheng Zhu… hamba
akan berusaha untuk membantu anda… masih ada waktu, tidak akan ada kesalahan…”
Xiao Zheng Zhu tersenyum lembut “terima kasih padamu…” Bie Sheng berkaca-kaca
mengangguk. Selesai berbincang sejenak, Budha membawa arahat kecil pergi.
Dong Hua tidak tenang “Jiu er, apa yang kau tutupi dariku
? waktu apa ? apa yang mau kau lakukan ? bukankah misimu adalah Juan Feng – Wen
Chang Di Jun ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “kemarilah, aku akan memberitahumu…” mengajak
Dong Hua ke bawah pohon Fuling hua. Dong Hua memeluk Xiao Zheng Zhu “Shao Yang,
kau tahu lubang hitam ?” Dong Hua mengangguk “tapi Zu Zhen Shen sudah lama
kesalahan, terbentuk sebuah dunia cermin dari lubang hitam…” Dong Hua “maksudmu
ada dunia yang sama diluar sana ?” Xiao Zheng Zhu mengangguk “setelah aku
tersadar kembali… mengetahui misiku disini adalah Juan Feng. Entah apa yang
terjadi, Juan Feng bisa kultivasi disini !” Dong Hua mengerutkan keningnya.
Dong Hua “maksudmu, sini adalah dimensi cermin itu ?”
Xiao Zheng Zhu mengangguk “Shao Yang, semua yang disini adalah bayangan,
termasuk kau dan aku…” Dong Hua mengeratkan pelukannya “Jiu er, aku tidak mau
berpisah darimu…” Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, kau sudah melihat nama di San
Sheng Shi… nama itu tidak akan berubah dimanapun… setelah sadar, aku menyetujui
bersama denganmu, salah satu alasannya di dunia yang sebenarnya kita pun
bersama. Jadi tenanglah…” Dong Hua “tetapi ingatan ini ?” Xiao Zheng Zhu “entah
bagaimana denganmu, tapi aku memiliki semua ingatan…” Dong Hua bersedih. Xiao
Zheng Zhu merangkul lehernya “jangan memasang wajah seperti itu… walau aku
tidak memiiki semua ingatan raga utuh, aku tahu, kita akan selalu bersama…
kecuali sudah tidak ada diriku di dalam hatimu…” Dong Hua menggeleng “Jiu er,
kau sudah memenuhi seluruh hatiku dan akan selamanya disana…”
__ADS_1
Xiao
Zheng Zhu “hmm… jika dulu tidak ada ketakutanmu akan San Sheng Shi, apa yang
kau lakukan ?” Dong Hua “aku akan menggenggam tanganmu dari awal bertemu, tidak
akan melepaskannya walau sesaat… Jiu er, tugas apa yang kau berikan pada Bie Sheng
?” Xiao Zheng Zhu “Bie Sheng memiliki ketenangan yang baik. Segala bentuk
kesesatan akan susah mempengaruhinya, dapat melihat dengan jernih dari segala
sisi” Dong Hua “sebelumnya ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “kau ingin menanyakan
celah berdarah di hatinya !” Dong Hua “itu adalah dirimu Xiao Zheng Zhu…” Xiao
Zheng Zhu tersenyum lembut, mengangguk “kau sudah mengetahuinya… huh… memang
pesonaku tidak ada yang bisa melawan hihihi…” cekikikan. Dong Hua “kau
milikku…” cemberut.
Xiao
Zheng Zhu nakal “ooo…” Dong Hua cemberut merengek “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu
tertawa terbahak-bahak “lihat wajahmu itu…” Dong Hua mengecup pipinya “jadi
misimu yang sebenarnya ?” Xiao Zheng Zhu “menemukan Juan Feng dan menyatukan
kembali kedua dunia.” Dong Hua “berapa lama ?” Xiao Zheng Zhu “jika aku tidak
salah, kemungkinan masih 500 – 800 tahun lagi.” Dong Hua “sesingkat itu ! jadi
selama ini Fu Ren melatihku ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum “ada yang mengatakan
ingin berdiri berdampingan denganku… yang mulia hanya mengabulkan permintaanmu
saja… walaupun nanti bayangan disini kembali ke raga, kemampuanmu tetap akan
terbawa…” Dong Hua “tidak bisakah dunia ini dibiarkan saja ?” Xiao Zheng Zhu
menggeleng “akan mengacaukan kehidupan... dunia ini tercipta karena suatu
kesalahan…”
Dong
Hua “apa yang akan terjadi ?” Xiao Zheng Zhu menggeleng “saatnya tiba, akan
tahu dengan sendirinya…” Dong Hua tersenyum “jika begitu, yang mulia Di Jun
ingin menikmati setiap saat ini bersama Xiao Zheng Zhu yang manis ini…” Xiao
Zheng Zhu “apa yang ingin kau lakukan ? kita masih memiliki waktu… sebelumnya
kau sudah menemaniku, sekarang aku yang akan menemanimu…” Dong Hua “aku ingin
kita di Bi Hai Cang Ling saja menghabiskan waktu berdua selamanya…” Xiao Zheng
Zhu “hanya itu ?” Dong Hua mengangguk “hanya itu…” Xiao Zheng Zhu tersenyum
“baik… Zhi He ? apa kau mau merubah hukumannya ?” Dong Hua menggeleng “sesuai
dengan hukumanmu… biarkan Zhi He menjadi San Sheng Hun… sudah terlalu banyak
kesalahannya yang ditolerir, membuatnya semakin keterlaluan. Sudah saatnya Zhi
He mempertanggung jawabkan semua perlakuannya sebelumnya” Xiao Zheng Zhu
__ADS_1
“baiklah… tidak perlu dibicarakan lagi…”.