
Dong Hua terkejut, Cai Hong Huo
Feng tidak bernafas dan wajahnya sangat pucat “Feng Wei… Feng Wei, buka matamu…
lihat aku… Feng Wei…” menepuk pipinya perlahan. Zhe Yan yang memeriksa denyut
nadinya, tercengang “Huo Feng… mati…” dengan suara bergetar. Ling Ling “tidak…
tidak mungkin… Niang Qin baik-baik saja… ada apa ini ? Zhe Yan yeye…” Zhe Yan
menggeleng “aku juga tidak tahu… nafasnya sudah tidak ada… jantungnya tidak
berdetak… Huo Feng… Huo Feng tidak memiliki jantung…” Gun Gun “Zhe Yan yeye,
apa yang kau katakan ? ada apa dengan Niang Qin ?” Zhe Yan memeriksa berulang
kali “tidak salah… tidak salah… tidak ada jantung…”.
Dong Hua mengangkat tubuh Cai Hong Huo Feng, memeluk erat
istrinya “Feng Wei… tidak… kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku… Feng
Wei, kau berjanji padaku…” Gun Gun “Huo Huang ayi, ada apa dengan Niang Qin ?
ada apa dengannya ? apa yang kalian tutupi dari kami ? Jin Shan shushu…” Ling
Ling “ayi… shushu… tolong katakan, ada apa ini ? apa yang terjadi pada Niang
Qin ? ayi… shushu…” Dong Hua menatap kedua Zun Wang “apa yang kalian tutupi
dariku ? ada apa dengan Feng Wei ? ada apa dengan Feng Wei-ku ?” meneriaki
keduanya.
You Zun “Huo Feng…” air mata jatuh dari matanya, jatuh
terduduk di lantai “Huo Feng… Huo Feng…” Dong Hua melepas Cai Hong Huo Feng,
mencengkeram leher Zuo Zun “ada apa dengan Feng Wei-ku ? apa yang ditutupinya
dariku ?” Zuo Zun berkaca-kaca menatap Dong Hua “dia tidak berhasil… Huo Feng
tidak berhasil… Ikatan Tubuh Suci…” Dong Hua melepas Zuo Zun “benar, kami sudah
melakukan Ikatan Tubuh Suci, harusnya jika terjadi sesuatu pada Feng Wei, aku
juga merasakannya…” berlari kembali memeluk Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, kau
hanya berpura-pura kan ! aku tidak merasakan apapun, kau harusnya juga
baik-baik saja… Feng Wei, ayo buka matamu… jangan menakutiku… Feng Wei…”
Ling Ling memegang You Zun “ayi…” You Zun dengan mata
berlinang air mata menatap Ling Ling “Huo Feng tidak berhasil mengatasi
lukanya… dia sudah pergi…” seperti ada petir menyambar semuanya “Tidak… aku
tidak merasakan apapun… Feng Wei-ku tidak pergi… dia sudah berjanji padaku…
Feng Wei, buka matamu, lihat aku… Feng Wei… Feng Wei, kumohon jangan… jangan…
Feng Wei…” Gun Gun “ayi… shushu… ada apa sebenarnya ?” Zuo Zun “Ikatan Tubuh
Suci harusnya memakai ikatan jiwa dan jantung dari kedua tubuh untuk saling
menopang bersama. Huo Feng… Huo Feng hanya menggunakan jantungnya sendiri…”
“apa ? bagaimana bisa ?” Ling Ling bingung.
You Zun “Huo Feng memakai jantungnya, menjadi pelindung
__ADS_1
Dong Hua. Seharusnya dia bisa bertahan jika segera istirahat dan biguang 1.000
tahun. Tapi Huo Feng mau mengabulkan keinginan Dong Hua untuk mengadakan
perayaan pernikahan 200 hari di Si Hai Ba Huang. Dia hanya bisa membagi
jiwanya, menyimpan sebagian di ruang hampa untuk beritirahat.” Zuo Zun “dengan
melakukan Ikatan Tubuh Suci saja sudah menginginkan nyawanya, ditambah jiwanya
yang tercabik-cabik, masih harus menahan diri mengikuti perayaan Yu Zhou Da Lu
50 hari dan Si Hai Ba Huang 200 hari.”
Gun Gun “tapi Fu Qin baik-baik saja ?” You Zun “Di Jun
pasti baik-baik saja, Huo Feng sudah memberikan nyawanya untuk melindunginya…
Huo Feng…” “apa ? apa maksudnya ?” Zuo Zun “Di Jun tidak mengalami luka sama
sekali, karena Huo Feng hanya membuat Ikatan Tubuh Suci dirinya sendiri kepada
Di Jun, tidak bersama-sama. Huo Feng menyerahkan nyawanya pada Di Jun. apa
kalian mengerti ? apa kalian mengerti ? Huo Feng memberikan segalanya pada Di
Jun, mengorbankan dirinya sendiri padanya ! kami sudah menahannya, tapi apa
yang sudah diputuskannya tidak ada yang bisa menghalangi… kami juga sudah
bertanya, apa Di Jun layak menerima pengorbanannya… dia dengan wajah tersenyum
memastikan Di Jun layak… Huo Feng… kenapa kau begitu bodoh ?” semua menatap
Dong Hua.
Dong Hua memeluk erat Cai Hong Huo Feng, menangis “Feng
mau perlindunganmu… aku hanya menginginkan dirimu… Feng Wei, kau sudah berjanji
padaku, akan selalu bersamaku selamanya… Feng Wei… Feng Wei-ku… kenapa ? kenapa
disaat kita akan bahagia, selalu seperti ini… Feng Wei, aku sudah merencanakan
banyak hal untuk membahagiakanmu… Feng Wei, kita akan menjalani hari-hari yang
bahagia… Feng Wei… argh…” memegang dadanya, muntah darah merah emas “Fu Qin…”
keempat anak memanggilnya. Dong Hua menatap Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, hatiku
sangat sakit… sangat sakit… Feng Wei, aku tidak bisa kehilanganmu… Feng Wei…
kumohon jangan tinggalkan aku… bawa aku… jika kau mau pergi, bawa aku
bersamamu… Feng Wei…” menangis histeris.
Xin Xin memegang tangan Dong Hua “Fu Qin… Niang Qin… biarkan
Niang Qin pergi dengan tenang…” Dong Hua menggeleng “bagaimana bisa aku
membiarkannya… dia adalah hidupku, semestaku… Feng Wei, istriku, cintaku, tidak
ada lagi… tidak ada lagi… hahaha… tidak ada lagi… semua tidak ada lagi…
hahaha…” Dong Hua tertawa terbahak-bahak membuat semua terkejut “Fu Qin…” Dong
Hua menatap Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, kau sudah pergi… aku tidak memiliki
apapun lagi… tidak ada apapun lagi… istri, keluarga, kehangatan, kasih sayang,
cinta kasih, kebahagiaan, tidak ada lagi… hahaha… tidak ada lagi… semua sudah
__ADS_1
hilang… istri ? mana istriku ? tidak ada… tidak ada lagi… tidak ada lagi…” “Fu
Qin…” Ling Ling memeganginya.
Dong Hua menatap Ling Ling dengan cucuran air mata “Ling
Ling, dia… dia yang memberikanku semua itu… dia…” menunjuk Cai Hong Huo Feng
“dia memberikanku kehangatan, kebahagiaan, kasih sayang, cinta kasih, senyuman,
tawa ceria, kehidupan, feng wei hua, semua, dia yang berikan padaku… sekarang
dia pergi… dia sudah pergi… setelah memberikanku semua itu, merubahku menjadi seperti
ini, dia pergi… dia membawa semuanya pergi… dia membawa Di Hou-ku pergi,
istriku, cintaku, keluargaku, keinginanku satu-satunya… dia bawa pergi… semua
dia bawa pergi…” “Fu Qin…” Dong Hua frustasi, putus asa “Ling Ling, aku tidak
menginginkan apapun… aku hanya menginginkannya… hanya dia… aku hanya
menginginkannya… Feng Wei-ku… aku hanya menginginkannya… aku hanya menginginkan
Feng Wei-ku…” kembali memeluk Cai Hong Huo Feng.
Sesaat kemudian, tiba-tiba Dong Hua melerai pelukan dan
menghempaskan tubuh Cai Hong Huo Feng ke tubuh Xin Xin “Fu Qin…” semua kaget
melihatnya. Dong Hua “aku benci padanya… aku membencinya… dia membawa pergi
semua milikku… aku membencinya… dia sangat jahat… dia sangat kejam padaku… aku
membencinya…” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Gun Gun “ada apa dengan Fu
Qin ?” Zhe Yan “Dong Hua tidak normal…” “Fu Qin…” Ling Ling memanggil. Dong Hua
masih menggeleng sambil memegang dadanya “aku benci dia… dia membawa pergi
milikku satu-satunya…” cincin di tangan Dong Hua mengeluarkan cahaya.
Semua terkejut melihatnya “sihir Huo Feng… Di Jun terlalu
sedih…” You Zun mengkonfirmasi, Zuo Zun “Cincin… sihir cincin akan menghapus
ingatan Di Jun…” “tidak… Fu Qin, kontrol dirimu… sihir niang Qin akan bekerja…
Fu Qin… bukankah kau tidak mau melupakan Niang Qin ? Fu Qin, kontrol dirimu !”
Ling Ling berteriak sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dong Hua untuk
menyadarkannya. Dong Hua sadar dan melihat cincin “tidak… tidak… aku tidak mau
melupakannya… tidak… lepaskan cincin ini dariku… Feng Wei… tolong aku… Feng
Wei… kumohon tolong aku… Feng Wei… aku tidak mau lupa… tidak mau… jangan ambil
ingatanku… Feng Wei…” berusaha melepas cincin. Cahaya itu semakin besar dan
membungkus Dong Hua. Dong Hua memegang kepala dan hatinya “tidak… tidak mau…
Feng Wei… jangan… jangan lakukan ini… jangan ambil ingatanku… Feng Wei…
kumohon… tolong aku… Feng Wei…” perlahan banyak gambaran keluar dari kepala
Dong Hua “Feng Wei, kembalikan ingatanku… tidak… jangan ambil ingatanku… Feng
Wei, aku tidak mau lupa… Feng Wei…” Dong Hua muntah darah merah emas perak
“tidak mau lupa…” jatuh tidak sadarkan diri. Cahaya terus menyelimuti Dong Hua,
__ADS_1
semakin lama semakin meredup, menghilang bersamaan dengan menghilangnya cincin.