Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 235 - Hukuman bagi Pengacau


__ADS_3

Wen Xie


mengangguk “Di Hou, jika anda menginginkannya, kami akan memberikannya… berkat


bantuan anda, sekarang kedua klan sudah bersatu… apa yang lebih berharga dari


hubungan ini !” Xiao Zheng Zhu mengangguk “sangat baik…” Wen Chang “baik, ayo…


aku membawa kalian melihatnya…” Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua mengikutinya,


bersama Wen Xie. Di sebuah gua yang penuh jiejue, terdapat sebuah giok dengan


cahaya putih didalamnya “Xiao Feng, inilah pusaka Klan Putih… Bai Ma Yu…” Xiao


Zheng Zhu tersenyum “Bai Ma Yu, sesuai dengan namanya… Wen Chang, apa Yu ini


pernah mengeluarkan keanehan ?” kedua ayah anak saling melihat “Xiao Feng,


darimana kau mengetahui keberadaan yu ini ?” Xiao Zheng Zhu “jangan pedulikan


darimana aku mengetahuinya dulu… jawab saja pertanyaanku… Yu ini datang


bersamamu…” tersenyum melihat Wen Chang yang tercengang melihatnya.


Wen


Chang “darimana kau mengetahuinya ?” Xiao Zheng Zhu hanya tersenyum menatap Wen


Chang. Wen Xie “benar, yu ini lahir bersama Chang er. Saat lahir, kepala Chang


er bercahaya putih, dalam genggamannya terdapat Bai Ma Yu. Semenjak kelahiran


Chang er, Klan kami seperti diberkahi jadi menjadikannya pusaka Klan Putih. Di


Hou, dari mana anda mengetahuinya ? selain keluarga, sangat jarang yang


mengetahuinya !” Xiao Zheng Zhu “kenapa memberinya nama Bai Ma Yu ?” Wen Xie


“cahaya yang keluar menyerupai kuda putih bertanduk” Xiao Zheng Zhu mengangguk


“Juan Feng keluarlah…” memberi sihir kedalam Yu. Yu terangkat dan mengeluarkan


cahaya putih, membentuk seekor unicorn putih menghampiri Xiao Zheng Zhu,


berlutut memberi hormat “Zhu Ren…” Wen Chang dan ayahnya terkejut “Xiao Feng,


kau…” Xiao Zheng Zhu membelai kepala Juan Feng “dia adalah Juan Feng, jiwa


aslimu” sambil menatap Wen Chang “karena suatu kesalahan, kalian jatuh disini


dan mengikuti kultivasi” Wen Chang tercengang “jiwaku ?”


Xiao


Zheng Zhu cekikikan “tenang saja, aku kesini bukan untuk mengambil jiwa kecilmu


itu hahaha…” Wen Chang cemberut merengek “Xiao Feng, aku masih menikmati


hidupku… lihat ayah Hua Hua baru memberikan restunya… Zhu Ren-ku…” Xiao Zheng


Zhu tertawa terbahak-bahak “siapa yang mengajarimu berkata-kata seperti ini !


haih… sudah… Juan Feng…” unicorn melihat Xiao Zheng Zhu, memberi hormat,


kembali kedalam giok. Xiao Zheng Zhu menghadap Wen Chang dan Wen Xie “kau bisa


tenang sekarang bersenang-senang hahaha… Wen Xie Di Jun… sementara yang mulia


menempatkan pusaka ini disini, mereka belum menyelesaikan kultivasinya… anda


tidak perlu khawatir, mereka bebas melakukan apapun yang mereka inginkan, yang


mulia tidak akan menghalangi keinginan mereka…” Wen Xie segera berterima kasih


“selama mereka disini, menyusahkan anda untuk menjaga mereka…” Wen Xie “tidak


menyusahkan tidak menyusahkan…” Dong Hua “Jiu er, apa misimu sudah selesai ?”


Xiao Zheng Zhu hanya tersenyum lembut.


Setelah


berpamitan, mereka meninggalkan Klan Putih “Jiu er, masih ada yang ingin kau

__ADS_1


lakukan ?” Xiao Zheng Zhu “misiku adalah Juan Feng… Shao Yang, apa yang ingin


kau lakukan ?” Dong Hua menggeleng “hanya ingin menemanimu dan melihat tawa


ceriamu… itulah keinginan terbesarku…” Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, kemampuanmu


juga sudah meningkat… kita ke Jiu Jong Tian saja…” Dong Hua menggandeng Xiao


Zheng Zhu ke Jiu Jong Tian “Di Jun… Di Jun…” Sie Ming segera menghadap “ada apa


Sie Ming ? membuatmu tegang seperti itu ?” Sie Ming “Zheng Zhu, Di Jun… San


Sheng Shi mengeluarkan cahaya dari sejam yang lalu…” Xiao Zheng Zhu mengerutkan


keningnya “ada apa Jiu er ?” “kita melihatnya !” langsung menghilang ke San


Sheng Shi.


Di San


Sheng Shi sudah banyak berkumpul dewa dewi, ada keluarga Bai, Mo Yuan, Tian


Jun, dan semua dewa dewi prasejarah lainnya. Xiao Zheng Zhu mengerutkan kening


menatap San Sheng Shi, Nu Wa menghampiri “Zheng Zhu…” “San Sheng Ling…” Xiao


Zheng Zhu memanggil. Dari San Sheng Shi mengeluarkan cahaya merah, seorang dewa


keluar memberi hormat pada Xiao Zheng Zhu “Zheng Zhu… hamba tidak tahu yang


terjadi… sejam yang lalu, San Sheng Shi bercahaya hingga saat ini… hamba


memeriksa semua nama, hanya 2 nama yang mengalami perubahan…” “Wen Chang Di Jun


dan Bai Feng Jiu….” Xiao Zheng Zhu melanjutkan, San Sheng Ling mengangguk.


Dong


Hua memegang Xiao Zheng Zhu “Jiu er, apa yang mau kau lakukan ?” Xiao Zheng Zhu


tersenyum “kita akan lihat !” dewa dewi yang lain terbelalak, Xiao Zheng Zhu


dapat dengan bebas, memanggil dewa dewi agung yang bahkan mereka tidak pernah


ketahui keberadaaannya. San Sheng Ling adalah dewa penjaga San Sheng Shi, yang


Hua sebelumnya. Xiao Zheng Zhu berdiri di hadapan San Sheng Shi, semua nama


berputar di hadapannya, nama Wen Chang DI Jun dan Bai Feng Jiu mengabur. Xiao


Zheng Zhu tersenyum menggelengkan kepala “benar-benar dewi yang nakal…”


mengibaskan tangan, cahaya di San Sheng Shi menghilang.


San


Sheng Ling “Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu menatap San Sheng Ling “kalian


mengajarinya ?” San Sheng Ling menggeleng “berkah itu ada dalam diri kami


bertiga, selain kami dan anda, tidak ada yang dapat mengaturnya !” Xiao Zheng


Zhu tersenyum dingin “tidak ada ! apa kalian mengira permainan sekecil ini


dapat menutupinya dariku ?” San Sheng Ling segera berlutut “kami bersalah Zheng


Zhu… tidak berani menutupinya dari Zheng Zhu !” Xiao Zheng Zhu mencibir “tidak


berani ? Yang mulia melihat kalian sudah lama menjaga San Sheng Shi, sekarang


ingin bermain dengan yang mulia !” dengan nada sinis. San Sheng Ling semakin


menundukkan kepalanya “maaf Zheng Zhu, hamba tidak berani… itu adalah


keteledoran kami…” Xiao Zheng Zhu mengangkat tangan “yang mulis tidak perlu


mendengar rengekan kalian… yang mulia akan melihat apa kalian masih layak


menjadi San Sheng Ling !” San Sheng Ling bercucuran keringat dingin, segera


menghilang.


Xiao

__ADS_1


Zheng Zhu kembali menatap San Sheng Shi, Dong Hua menghampiri “Jiu er…” Xiao


Zheng Zhu “Shao Yang, terkadang ada yang tidak tahu diri, tidak patut diberi


nafas kehidupan… segala kesalahan walaupun dengan berbagai alasan… salah tetap


salah… jika bisa diperbaiki, walaupun menghilangkan nyawa pelaku, itu harus


dilakukan… tapi jika ingin mencoba melebihi kapasitasnya dengan memanfaatkan


dan mencelakai lainnya… hal itu sudah tidak bisa ditoleransi…” Dong Hua


mengerutkan kening “apa hal ini berhubungan denganku ?” Xiao Zheng Zhu


mengangguk “siapa ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum miring.


Bersamaan


dengan pertanyaan Dong Hua, San Sheng Ling sudah kembali dengan satu dewi yang


langsung dipaksa berlutut dihadapan Xiao Zheng Zhu “Zhi He…” semua bersuara.


Zhi He mengangkat kepalanya menatap semua “yi siong… Tian Jun…” melihat dewi


yang membelakanginya “Bai Feng Jiu…” San Sheng Ling “apa yang sudah kau lakukan


?” bertanya dingin. Zhi He ketakutan menggeleng-gelengkan “tidak… bukan aku…


tidak… yi siong…” menatap Dong Hua yang membalasnya dengan tatapan dingin.


Xiao


Zheng Zhu berbalik dengan senyuman dingin di wajahnya “satu dewi kecil ingin


mempermainkan dewa dewi agung… ckckckck… nyalimu termasuk besar… hanya dengan


sedikit pengetahuan ingin mengacaukan takdir… hmm…” Zhi He menatap Xiao Zheng


Zhu dengan penuh kebencian “semua karena dirimu… kau yang membuatku seperti


ini…” Xiao Zheng Zhu dengan sinis “ooo…” Zhi He “kau yang mengambil yi siong


dariku…” Xiao Zheng Zhu tertawa menyeramkan “hahaha… jika sedang ingin bermain,


yang mulia akan bermain denganmu… sayangnya saat ini yang mulia sedang tidak dalam


mood ingin bermain… kau satu dewi kecil hanya semut dimata yang mulia…” aura


mengintimidasi dan menyeramkan keluar dari tubuh Xiao Zheng Zhu. Tubuh Zhi He


gemetaran, semua yang melihat Xiao Zheng Zhu pun was-was “karena kau begitu


ingin bermain dengan San Sheng Shi, yang mulia akan mengabulkannya… kau akan


menjadi salah satu San Sheng Hun” Zhi He menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak…


aku tidak mau… yi siong tolong aku… tolong aku…” menatap Dong Hua.


Xiao


Zheng Zhu tanpa melakukan gerakan, Zhi He berubah menjadi cahaya merah kecil


masuk ke San Sheng Shi. San Sheng Ling “Zheng Zhu…” memberi hormat. Xiao Zheng


Zhu tidak menggubris San Sheng Ling, berbalik melihat San Sheng Shi. Hanya


dengan tatapannya, San Sheng Shi berputar menampilkan banyak nama. Nama Zhi He


yang terpampang di samping nama Yuan Chen, perlahan menghilang digantikan nama


Yin Ching. Semua melihat hal itu “tebus sendiri kesalahanmu…” San Sheng Ling


bercucuran keringat “menaati perintah Zheng Zhu…” tanpa memberi balasan, Xiao


Zheng Zhu menghilang dari area San Sheng Shi. Semua yang berada disana, tidak


sepenuhnya paham hal yang terjadi. Hanya satu yang mereka pahami, jangan


bermain dengan Xiao Zheng Zhu, tanpa melakukan apapun, Xiao Zheng Zhu bisa


memusnahkan jiwa mereka. Menjadi San Sheng Hun, hanya akan menjadi penjaga


nama-nama yang ada diatas San Sheng Shi. Perlahan jiwanya akan tercabik-cabik

__ADS_1


setiap nama-nama itu hilang hingga dibatas yang bisa diterimanya atau hingga


jiwanya habis digerogoti.


__ADS_2