
Wen Xie
mengangguk “Di Hou, jika anda menginginkannya, kami akan memberikannya… berkat
bantuan anda, sekarang kedua klan sudah bersatu… apa yang lebih berharga dari
hubungan ini !” Xiao Zheng Zhu mengangguk “sangat baik…” Wen Chang “baik, ayo…
aku membawa kalian melihatnya…” Xiao Zheng Zhu dan Dong Hua mengikutinya,
bersama Wen Xie. Di sebuah gua yang penuh jiejue, terdapat sebuah giok dengan
cahaya putih didalamnya “Xiao Feng, inilah pusaka Klan Putih… Bai Ma Yu…” Xiao
Zheng Zhu tersenyum “Bai Ma Yu, sesuai dengan namanya… Wen Chang, apa Yu ini
pernah mengeluarkan keanehan ?” kedua ayah anak saling melihat “Xiao Feng,
darimana kau mengetahui keberadaan yu ini ?” Xiao Zheng Zhu “jangan pedulikan
darimana aku mengetahuinya dulu… jawab saja pertanyaanku… Yu ini datang
bersamamu…” tersenyum melihat Wen Chang yang tercengang melihatnya.
Wen
Chang “darimana kau mengetahuinya ?” Xiao Zheng Zhu hanya tersenyum menatap Wen
Chang. Wen Xie “benar, yu ini lahir bersama Chang er. Saat lahir, kepala Chang
er bercahaya putih, dalam genggamannya terdapat Bai Ma Yu. Semenjak kelahiran
Chang er, Klan kami seperti diberkahi jadi menjadikannya pusaka Klan Putih. Di
Hou, dari mana anda mengetahuinya ? selain keluarga, sangat jarang yang
mengetahuinya !” Xiao Zheng Zhu “kenapa memberinya nama Bai Ma Yu ?” Wen Xie
“cahaya yang keluar menyerupai kuda putih bertanduk” Xiao Zheng Zhu mengangguk
“Juan Feng keluarlah…” memberi sihir kedalam Yu. Yu terangkat dan mengeluarkan
cahaya putih, membentuk seekor unicorn putih menghampiri Xiao Zheng Zhu,
berlutut memberi hormat “Zhu Ren…” Wen Chang dan ayahnya terkejut “Xiao Feng,
kau…” Xiao Zheng Zhu membelai kepala Juan Feng “dia adalah Juan Feng, jiwa
aslimu” sambil menatap Wen Chang “karena suatu kesalahan, kalian jatuh disini
dan mengikuti kultivasi” Wen Chang tercengang “jiwaku ?”
Xiao
Zheng Zhu cekikikan “tenang saja, aku kesini bukan untuk mengambil jiwa kecilmu
itu hahaha…” Wen Chang cemberut merengek “Xiao Feng, aku masih menikmati
hidupku… lihat ayah Hua Hua baru memberikan restunya… Zhu Ren-ku…” Xiao Zheng
Zhu tertawa terbahak-bahak “siapa yang mengajarimu berkata-kata seperti ini !
haih… sudah… Juan Feng…” unicorn melihat Xiao Zheng Zhu, memberi hormat,
kembali kedalam giok. Xiao Zheng Zhu menghadap Wen Chang dan Wen Xie “kau bisa
tenang sekarang bersenang-senang hahaha… Wen Xie Di Jun… sementara yang mulia
menempatkan pusaka ini disini, mereka belum menyelesaikan kultivasinya… anda
tidak perlu khawatir, mereka bebas melakukan apapun yang mereka inginkan, yang
mulia tidak akan menghalangi keinginan mereka…” Wen Xie segera berterima kasih
“selama mereka disini, menyusahkan anda untuk menjaga mereka…” Wen Xie “tidak
menyusahkan tidak menyusahkan…” Dong Hua “Jiu er, apa misimu sudah selesai ?”
Xiao Zheng Zhu hanya tersenyum lembut.
Setelah
berpamitan, mereka meninggalkan Klan Putih “Jiu er, masih ada yang ingin kau
__ADS_1
lakukan ?” Xiao Zheng Zhu “misiku adalah Juan Feng… Shao Yang, apa yang ingin
kau lakukan ?” Dong Hua menggeleng “hanya ingin menemanimu dan melihat tawa
ceriamu… itulah keinginan terbesarku…” Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, kemampuanmu
juga sudah meningkat… kita ke Jiu Jong Tian saja…” Dong Hua menggandeng Xiao
Zheng Zhu ke Jiu Jong Tian “Di Jun… Di Jun…” Sie Ming segera menghadap “ada apa
Sie Ming ? membuatmu tegang seperti itu ?” Sie Ming “Zheng Zhu, Di Jun… San
Sheng Shi mengeluarkan cahaya dari sejam yang lalu…” Xiao Zheng Zhu mengerutkan
keningnya “ada apa Jiu er ?” “kita melihatnya !” langsung menghilang ke San
Sheng Shi.
Di San
Sheng Shi sudah banyak berkumpul dewa dewi, ada keluarga Bai, Mo Yuan, Tian
Jun, dan semua dewa dewi prasejarah lainnya. Xiao Zheng Zhu mengerutkan kening
menatap San Sheng Shi, Nu Wa menghampiri “Zheng Zhu…” “San Sheng Ling…” Xiao
Zheng Zhu memanggil. Dari San Sheng Shi mengeluarkan cahaya merah, seorang dewa
keluar memberi hormat pada Xiao Zheng Zhu “Zheng Zhu… hamba tidak tahu yang
terjadi… sejam yang lalu, San Sheng Shi bercahaya hingga saat ini… hamba
memeriksa semua nama, hanya 2 nama yang mengalami perubahan…” “Wen Chang Di Jun
dan Bai Feng Jiu….” Xiao Zheng Zhu melanjutkan, San Sheng Ling mengangguk.
Dong
Hua memegang Xiao Zheng Zhu “Jiu er, apa yang mau kau lakukan ?” Xiao Zheng Zhu
tersenyum “kita akan lihat !” dewa dewi yang lain terbelalak, Xiao Zheng Zhu
dapat dengan bebas, memanggil dewa dewi agung yang bahkan mereka tidak pernah
ketahui keberadaaannya. San Sheng Ling adalah dewa penjaga San Sheng Shi, yang
Hua sebelumnya. Xiao Zheng Zhu berdiri di hadapan San Sheng Shi, semua nama
berputar di hadapannya, nama Wen Chang DI Jun dan Bai Feng Jiu mengabur. Xiao
Zheng Zhu tersenyum menggelengkan kepala “benar-benar dewi yang nakal…”
mengibaskan tangan, cahaya di San Sheng Shi menghilang.
San
Sheng Ling “Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu menatap San Sheng Ling “kalian
mengajarinya ?” San Sheng Ling menggeleng “berkah itu ada dalam diri kami
bertiga, selain kami dan anda, tidak ada yang dapat mengaturnya !” Xiao Zheng
Zhu tersenyum dingin “tidak ada ! apa kalian mengira permainan sekecil ini
dapat menutupinya dariku ?” San Sheng Ling segera berlutut “kami bersalah Zheng
Zhu… tidak berani menutupinya dari Zheng Zhu !” Xiao Zheng Zhu mencibir “tidak
berani ? Yang mulia melihat kalian sudah lama menjaga San Sheng Shi, sekarang
ingin bermain dengan yang mulia !” dengan nada sinis. San Sheng Ling semakin
menundukkan kepalanya “maaf Zheng Zhu, hamba tidak berani… itu adalah
keteledoran kami…” Xiao Zheng Zhu mengangkat tangan “yang mulis tidak perlu
mendengar rengekan kalian… yang mulia akan melihat apa kalian masih layak
menjadi San Sheng Ling !” San Sheng Ling bercucuran keringat dingin, segera
menghilang.
Xiao
__ADS_1
Zheng Zhu kembali menatap San Sheng Shi, Dong Hua menghampiri “Jiu er…” Xiao
Zheng Zhu “Shao Yang, terkadang ada yang tidak tahu diri, tidak patut diberi
nafas kehidupan… segala kesalahan walaupun dengan berbagai alasan… salah tetap
salah… jika bisa diperbaiki, walaupun menghilangkan nyawa pelaku, itu harus
dilakukan… tapi jika ingin mencoba melebihi kapasitasnya dengan memanfaatkan
dan mencelakai lainnya… hal itu sudah tidak bisa ditoleransi…” Dong Hua
mengerutkan kening “apa hal ini berhubungan denganku ?” Xiao Zheng Zhu
mengangguk “siapa ?” Xiao Zheng Zhu tersenyum miring.
Bersamaan
dengan pertanyaan Dong Hua, San Sheng Ling sudah kembali dengan satu dewi yang
langsung dipaksa berlutut dihadapan Xiao Zheng Zhu “Zhi He…” semua bersuara.
Zhi He mengangkat kepalanya menatap semua “yi siong… Tian Jun…” melihat dewi
yang membelakanginya “Bai Feng Jiu…” San Sheng Ling “apa yang sudah kau lakukan
?” bertanya dingin. Zhi He ketakutan menggeleng-gelengkan “tidak… bukan aku…
tidak… yi siong…” menatap Dong Hua yang membalasnya dengan tatapan dingin.
Xiao
Zheng Zhu berbalik dengan senyuman dingin di wajahnya “satu dewi kecil ingin
mempermainkan dewa dewi agung… ckckckck… nyalimu termasuk besar… hanya dengan
sedikit pengetahuan ingin mengacaukan takdir… hmm…” Zhi He menatap Xiao Zheng
Zhu dengan penuh kebencian “semua karena dirimu… kau yang membuatku seperti
ini…” Xiao Zheng Zhu dengan sinis “ooo…” Zhi He “kau yang mengambil yi siong
dariku…” Xiao Zheng Zhu tertawa menyeramkan “hahaha… jika sedang ingin bermain,
yang mulia akan bermain denganmu… sayangnya saat ini yang mulia sedang tidak dalam
mood ingin bermain… kau satu dewi kecil hanya semut dimata yang mulia…” aura
mengintimidasi dan menyeramkan keluar dari tubuh Xiao Zheng Zhu. Tubuh Zhi He
gemetaran, semua yang melihat Xiao Zheng Zhu pun was-was “karena kau begitu
ingin bermain dengan San Sheng Shi, yang mulia akan mengabulkannya… kau akan
menjadi salah satu San Sheng Hun” Zhi He menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak…
aku tidak mau… yi siong tolong aku… tolong aku…” menatap Dong Hua.
Xiao
Zheng Zhu tanpa melakukan gerakan, Zhi He berubah menjadi cahaya merah kecil
masuk ke San Sheng Shi. San Sheng Ling “Zheng Zhu…” memberi hormat. Xiao Zheng
Zhu tidak menggubris San Sheng Ling, berbalik melihat San Sheng Shi. Hanya
dengan tatapannya, San Sheng Shi berputar menampilkan banyak nama. Nama Zhi He
yang terpampang di samping nama Yuan Chen, perlahan menghilang digantikan nama
Yin Ching. Semua melihat hal itu “tebus sendiri kesalahanmu…” San Sheng Ling
bercucuran keringat “menaati perintah Zheng Zhu…” tanpa memberi balasan, Xiao
Zheng Zhu menghilang dari area San Sheng Shi. Semua yang berada disana, tidak
sepenuhnya paham hal yang terjadi. Hanya satu yang mereka pahami, jangan
bermain dengan Xiao Zheng Zhu, tanpa melakukan apapun, Xiao Zheng Zhu bisa
memusnahkan jiwa mereka. Menjadi San Sheng Hun, hanya akan menjadi penjaga
nama-nama yang ada diatas San Sheng Shi. Perlahan jiwanya akan tercabik-cabik
__ADS_1
setiap nama-nama itu hilang hingga dibatas yang bisa diterimanya atau hingga
jiwanya habis digerogoti.