
Bab 393 –
Kakek Kaisar mendorong Hao Cun dan Xi Juan “cepat bujuk dia
!” Hao Cun menggeleng “Kakek Kaisar, saat ini, kami tidak berani ! kami juga
harus memikirkan keselamatan kami” “Kakek, saat ini pergi, kami juga akan ikut
dihukum ! tidak berani” Xi Juan bergidik. Kakek Kaisar “aih, kalian ini kenapa
begitu takut dengan gadis kecil” Kaisar membela “ayah, anda tidak takut,
majulah !” Kakek Kaisar melihat Kaisar “kau ini ! bukankah kau yang
memanjakannya ! selesaikanlah !” Kaisar menggeleng “ayah, aku baru saja
kembali, sudah lelah ! aku kembali ke istana !” berlalu dari sana “eh kau !”
Kakek Kaisar kesal.
Shen Yao berdiri disana, mengawasi Paman Kaisar
membersihkan kolam. Setelah lewat sejam, Hao Cun dan Xi Juan saling tarik
menarik, dorong mendorong “eee… Shen Yao, kau juga baru kembali, istirahatlah
!” Shen Yao melirik sinis keduanya, membuat keduanya bergidik “eee… Shen Yao,
Li Suen dan Mei Gui sudah menikah, mereka akan segera berangkat meninggalkan
ibukota” kata-kata Hao Cun berhasil mengalihkan perhatian Shen Yao. Shen Yao
mengerutkan kening, berbalik, menatap keduanya “mereka menikah 5 hari yang
lalu, 2 hari kemudian akan berangkat ke Lu Guo. Sangat berharap dapat bertemu
denganmu dan meminta maaf. Mereka tidak dapat menunggu, karena kakeknya yang
sudah sakit-sakitan berharap bertemu mereka.”
Shen Yao berbalik menatap Paman Kaisar, kemudian melihat
para kasim “awasi ! jika yang mulia melihat masih ada yang kotor, kalian semua
bersama kakek bersihkan semua kolam di istana !” semua bergidik ngeri “menaati
perintah Putri !” memberi hormat. Shen Yao berbalik, berjalan pergi,
meninggalkan semua. Begitu Shen Yao pergi, Kakek Kaisar segera memerintah semua
membantu Paman Kaisar membersihkan kolam. Para kasim dan dayang pun bahu
membahu membersihkan kolam hingga tidak meninggalkan bau sama sekali.
Hao Cun dan Xi Juan menemani Shen Yao, menceritakan hal
yang terjadi selama dia tidak ada di ibukota “hmm… baiklah, aku sudah
mengetahuinya !” “Shen Yao, apa kau mau pergi bertemu Li Suen dan Mei Gui ?”
“mereka akan pergi ! aku tentu akan menemui mereka !” “baik, istirahatlah !
kami akan menunggu kabar darimu !” Hao Cun dan Xi Juan meninggalkan Shen Yao
beristirahat. Mereka pergi mengintip Paman Kaisar sejenak, menggelengkan
__ADS_1
kepala, menghela nafas dan berlalu pergi.
Tian Guang mengetahui Shen Yao sudah kembali, bagai cacing
kepanasan, tidak dapat tenang, sangat ingin bertemu. Fang Ying menertawai dan
menasehatinya “lihatlah dirimu ! masih mengatakan tidak berani menyatakan
perasaan ! kau seperti ini, apa bisa menahan diri di hadapan Shen Yao ?” Tian
Guang “bisa, aku pasti bisa, yang penting bisa melihatnya !” ‘Shen Yao, sangat
merindukanmu’ Fang Ying menghela nafas “haih… kau ini, Li Suen mengundang makan
dirumahnya malam ini, kau pergi atau tidak pergi ? Shen Yao sedang sibuk di
istana, tidak tahu kapan bisa bertemu dengannya. Daripada kau begini tidak
jelas, lebih baik pergi bersama, setidaknya bisa menghiburmu” Tian Guang
cemberut “baiklah…”
Shen Yao di istana, berendam sambil menikmati pijatan
dayang di kepalanya “Putri, anda kemana saja ? apakah menyenangkan diluar ?”
Shen Yao mengangguk “bersama Fu Wang, walau tidak seberapa bebas, tapi
perjalanan ini termasuk sukses.” Dayang itu cemberut “Putri, anda keluar, sudah
semakin kurus !” Shen Yao cekikikan “kau harus mengatakan aku semakin cantik !”
dayang itu mengangguk “putri, anda memang semakin cantik ! apakah ada pemuda
yang menarik diluar sana ?” Shen Yao mengetuk kening dayang itu “semakin nakal”
“tapi Putri, anda memang sangat cantik ! semakin besar
semakin cantik ! apa sepanjang jalan, Wang Jun tidak sakit kepala ?” dayang
lain memuji “aku berdandan pria kecil, apalagi tubuhku masih begini kecil.
Walau tidak ada yang menandingi pesonaku ini, tapi siapa yang berminat pada
pria kecil hihihi… adanya mencari Fu Wang hahaha…” kedua dayang yang
melayaninya ikut tertawa “Putri, anda mengusili Wang Jun lagi !” Shen Yao hanya
cekikikan.
Shen Yao menyediakan hadiah pernikahan untuk Li Suen dan
Mei Gui, merubah penampilan menjadi pria, keluar dari istana, bersama Hao Cun
dan Xi Juan. Dari awal sudah tahu, Li Suen mengadakan makan malam terakhir
sebelum keluar ibukota. Saat mereka tiba, keempat teman lainnya sudah hadir
“hmm… Tuan Li, anda juga tidak setia kawan kan ! tamu belum datang, kalian
sudah mulai menggerakkan sumpit !” belum melihat rupanya, suara Shen Yao yang
mengejek sudah terdengar di telinga mereka.
“Shen Yao…” semua berdiri, dengan serentak berteriak.
__ADS_1
Teriakan mereka terdengar di telinga semua keluarga Li, segera berdiri,
berlutut memberi hormat pada Shen Yao “tidak tahu Putri akan datang, kami sudah
terlambat melayani, mohon putri memberi hukuman !” Tuan Besar Li menunduk,
memberi hormat. Shen Yao tersenyum manis “paman Li, hari ini aku bukanlah Tuan
Putri, aku hanya Shen Yao, teman Li Suen dan Mei Gui. Anda tidak perlu seperti
ini, berdirilah” mengangkat tangan Tuan Besar Li menggunakan kipasnya.
Shen Yao berkata dengan lembut dan anggun “aku baru saja
kembali, tidak sempat menyediakan apapun. Hanya bisa membawa beberapa barang
tak bernilai. Li Suen – Mei Gui, ini hadiah pernikahan untuk kalian. Maaf tidak
dapat kembali lebih awal, meminum arak pernikahan kalian.” Memberikan sebuah
kotak kado pada Li Suen dan Mei Gui. Mei Gui “Shen Yao, apa yang kau katakan ?
bisa bertemu denganmu, sebelum kami pergi, sudah merupakan hadiah terbesar
untuk kami”
Li Suen merangkul istrinya “ayo… jangan hanya berdiri, ayo
duduklah…” memberikan tempat untuk ketiga pemuda yang baru saja tiba. Mata Tian
Guang tidak berpindah dari Shen Yao ‘Shen Yao, semakin cantik ! ingin sekali
memelukmu !’ Fang Ying menyenggol tangan Tian Guang, menyadarkannya “Li Suen –
Mei Gui, walau tidak bisa meminum arak pernikahan kalian… teh ini menggantikan
arak, aku bersulang untuk kebahagiaan kalian” kesembilannya berdiri dan
bersulang.
“Shen Yao, semakin cantik !” Xin Qian memuji, Shen Yao
mengangguk, semua tertawa “Shen Yao, kau kurusan !” Tian Guang sedih melihat
tubuh mengurus Shen Yao. Shen Yao melihat tubuhnya “hmm… bukan mengurus tapi
semakin tinggi hihihi…” Mei Gui “sungguh iri padamu, walau tubuhmu paling
mungil diantara kami, tapi parasmu yang paling cantik” Shen Yao tersenyum usil
“Mei Gui, kau sudah memiliki pemilik. Kau begitu terpesona padaku, hati-hati
ada yang cemburu hahaha…” semua ikut tertawa.
Xin Qian menanyakan penasaran semua “jadi, apakah Tuan
Putri kita ini, sudah memiliki pemilik ?” Tian Guang menahan nafas, menanti
jawaban Shen Yao memainkan bibirnya “siapa yang bisa memiliki yang mulia ? yang
mulia adalah pemilik semua, apa masih perlu pemilik !” semua memainkan matanya
kecuali Tian Guang yang tersenyum manis. Mei Gui mengejek “eh apa kau betul
seorang gadis ? mendengar omonganmu ini, lebih seperti seorang playboy cih !”
__ADS_1
kata-katanya membuat Shen Yao tertawa terbahak-bahak.