Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 393 - Pria Kecil


__ADS_3

Bab 393 –


          Kakek Kaisar mendorong Hao Cun dan Xi Juan “cepat bujuk dia


!” Hao Cun menggeleng “Kakek Kaisar, saat ini, kami tidak berani ! kami juga


harus memikirkan keselamatan kami” “Kakek, saat ini pergi, kami juga akan ikut


dihukum ! tidak berani” Xi Juan bergidik. Kakek Kaisar “aih, kalian ini kenapa


begitu takut dengan gadis kecil” Kaisar membela “ayah, anda tidak takut,


majulah !” Kakek Kaisar melihat Kaisar “kau ini ! bukankah kau yang


memanjakannya ! selesaikanlah !” Kaisar menggeleng “ayah, aku baru saja


kembali, sudah lelah ! aku kembali ke istana !” berlalu dari sana “eh kau !”


Kakek Kaisar kesal.


          Shen Yao berdiri disana, mengawasi Paman Kaisar


membersihkan kolam. Setelah lewat sejam, Hao Cun dan Xi Juan saling tarik


menarik, dorong mendorong “eee… Shen Yao, kau juga baru kembali, istirahatlah


!” Shen Yao melirik sinis keduanya, membuat keduanya bergidik “eee… Shen Yao,


Li Suen dan Mei Gui sudah menikah, mereka akan segera berangkat meninggalkan


ibukota” kata-kata Hao Cun berhasil mengalihkan perhatian Shen Yao. Shen Yao


mengerutkan kening, berbalik, menatap keduanya “mereka menikah 5 hari yang


lalu, 2 hari kemudian akan berangkat ke Lu Guo. Sangat berharap dapat bertemu


denganmu dan meminta maaf. Mereka tidak dapat menunggu, karena kakeknya yang


sudah sakit-sakitan berharap bertemu mereka.”


          Shen Yao berbalik menatap Paman Kaisar, kemudian melihat


para kasim “awasi ! jika yang mulia melihat masih ada yang kotor, kalian semua


bersama kakek bersihkan semua kolam di istana !” semua bergidik ngeri “menaati


perintah Putri !” memberi hormat. Shen Yao berbalik, berjalan pergi,


meninggalkan semua. Begitu Shen Yao pergi, Kakek Kaisar segera memerintah semua


membantu Paman Kaisar membersihkan kolam. Para kasim dan dayang pun bahu


membahu membersihkan kolam hingga tidak meninggalkan bau sama sekali.


          Hao Cun dan Xi Juan menemani Shen Yao, menceritakan hal


yang terjadi selama dia tidak ada di ibukota “hmm… baiklah, aku sudah


mengetahuinya !” “Shen Yao, apa kau mau pergi bertemu Li Suen dan Mei Gui ?”


“mereka akan pergi ! aku tentu akan menemui mereka !” “baik, istirahatlah !


kami akan menunggu kabar darimu !” Hao Cun dan Xi Juan meninggalkan Shen Yao


beristirahat. Mereka pergi mengintip Paman Kaisar sejenak, menggelengkan

__ADS_1


kepala, menghela nafas dan berlalu pergi.


          Tian Guang mengetahui Shen Yao sudah kembali, bagai cacing


kepanasan, tidak dapat tenang, sangat ingin bertemu. Fang Ying menertawai dan


menasehatinya “lihatlah dirimu ! masih mengatakan tidak berani menyatakan


perasaan ! kau seperti ini, apa bisa menahan diri di hadapan Shen Yao ?” Tian


Guang “bisa, aku pasti bisa, yang penting bisa melihatnya !” ‘Shen Yao, sangat


merindukanmu’ Fang Ying menghela nafas “haih… kau ini, Li Suen mengundang makan


dirumahnya malam ini, kau pergi atau tidak pergi ? Shen Yao sedang sibuk di


istana, tidak tahu kapan bisa bertemu dengannya. Daripada kau begini tidak


jelas, lebih baik pergi bersama, setidaknya bisa menghiburmu” Tian Guang


cemberut “baiklah…”


          Shen Yao di istana, berendam sambil menikmati pijatan


dayang di kepalanya “Putri, anda kemana saja ? apakah menyenangkan diluar ?”


Shen Yao mengangguk “bersama Fu Wang, walau tidak seberapa bebas, tapi


perjalanan ini termasuk sukses.” Dayang itu cemberut “Putri, anda keluar, sudah


semakin kurus !” Shen Yao cekikikan “kau harus mengatakan aku semakin cantik !”


dayang itu mengangguk “putri, anda memang semakin cantik ! apakah ada pemuda


yang menarik diluar sana ?” Shen Yao mengetuk kening dayang itu “semakin nakal”


          “tapi Putri, anda memang sangat cantik ! semakin besar


semakin cantik ! apa sepanjang jalan, Wang Jun tidak sakit kepala ?” dayang


lain memuji “aku berdandan pria kecil, apalagi tubuhku masih begini kecil.


Walau tidak ada yang menandingi pesonaku ini, tapi siapa yang berminat pada


pria kecil hihihi… adanya mencari Fu Wang hahaha…” kedua dayang yang


melayaninya ikut tertawa “Putri, anda mengusili Wang Jun lagi !” Shen Yao hanya


cekikikan.


          Shen Yao menyediakan hadiah pernikahan untuk Li Suen dan


Mei Gui, merubah penampilan menjadi pria, keluar dari istana, bersama Hao Cun


dan Xi Juan. Dari awal sudah tahu, Li Suen mengadakan makan malam terakhir


sebelum keluar ibukota. Saat mereka tiba, keempat teman lainnya sudah hadir


“hmm… Tuan Li, anda juga tidak setia kawan kan ! tamu belum datang, kalian


sudah mulai menggerakkan sumpit !” belum melihat rupanya, suara Shen Yao yang


mengejek sudah terdengar di telinga mereka.


          “Shen Yao…” semua berdiri, dengan serentak berteriak.

__ADS_1


Teriakan mereka terdengar di telinga semua keluarga Li, segera berdiri,


berlutut memberi hormat pada Shen Yao “tidak tahu Putri akan datang, kami sudah


terlambat melayani, mohon putri memberi hukuman !” Tuan Besar Li menunduk,


memberi hormat. Shen Yao tersenyum manis “paman Li, hari ini aku bukanlah Tuan


Putri, aku hanya Shen Yao, teman Li Suen dan Mei Gui. Anda tidak perlu seperti


ini, berdirilah” mengangkat tangan Tuan Besar Li menggunakan kipasnya.


          Shen Yao berkata dengan lembut dan anggun “aku baru saja


kembali, tidak sempat menyediakan apapun. Hanya bisa membawa beberapa barang


tak bernilai. Li Suen – Mei Gui, ini hadiah pernikahan untuk kalian. Maaf tidak


dapat kembali lebih awal, meminum arak pernikahan kalian.” Memberikan sebuah


kotak kado pada Li Suen dan Mei Gui. Mei Gui “Shen Yao, apa yang kau katakan ?


bisa bertemu denganmu, sebelum kami pergi, sudah merupakan hadiah terbesar


untuk kami”


          Li Suen merangkul istrinya “ayo… jangan hanya berdiri, ayo


duduklah…” memberikan tempat untuk ketiga pemuda yang baru saja tiba. Mata Tian


Guang tidak berpindah dari Shen Yao ‘Shen Yao, semakin cantik ! ingin sekali


memelukmu !’ Fang Ying menyenggol tangan Tian Guang, menyadarkannya “Li Suen –


Mei Gui, walau tidak bisa meminum arak pernikahan kalian… teh ini menggantikan


arak, aku bersulang untuk kebahagiaan kalian” kesembilannya berdiri dan


bersulang.


          “Shen Yao, semakin cantik !” Xin Qian memuji, Shen Yao


mengangguk, semua tertawa “Shen Yao, kau kurusan !” Tian Guang sedih melihat


tubuh mengurus Shen Yao. Shen Yao melihat tubuhnya “hmm… bukan mengurus tapi


semakin tinggi hihihi…” Mei Gui “sungguh iri padamu, walau tubuhmu paling


mungil diantara kami, tapi parasmu yang paling cantik” Shen Yao tersenyum usil


“Mei Gui, kau sudah memiliki pemilik. Kau begitu terpesona padaku, hati-hati


ada yang cemburu hahaha…” semua ikut tertawa.


          Xin Qian menanyakan penasaran semua “jadi, apakah Tuan


Putri kita ini, sudah memiliki pemilik ?” Tian Guang menahan nafas, menanti


jawaban Shen Yao memainkan bibirnya “siapa yang bisa memiliki yang mulia ? yang


mulia adalah pemilik semua, apa masih perlu pemilik !” semua memainkan matanya


kecuali Tian Guang yang tersenyum manis. Mei Gui mengejek “eh apa kau betul


seorang gadis ? mendengar omonganmu ini, lebih seperti seorang playboy cih !”

__ADS_1


kata-katanya membuat Shen Yao tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2