Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 370 - Pencerahan


__ADS_3

Bab 370 –


          Xiong Xiong menarik Xin Xin “kau bilang semua mengetahuinya


?” Xin Xin “apa kau belum menyadarinya ?” Xiong Xiong menggeleng, Xin Xin


menepuk keningnya “haih… bagaimana kau bisa memiliki tanda Niang Qin, sementara


kepintarannya tidak kau dapatkan sedikitpun ! dengar, Niang Qin sudah


mengetahuinya dari awal… Niang Qin sudah membuka jalan… kau kira kenapa


pernikahanku kali ini berjalan lancar, tanpa ada yang menentang, bahkan Fu Qin


! semua karena Niang Qin tidak menentangnya, Fu Qin pun tidak mengatakan


apapun. Jika Niang Qin menentangnya, kau kira Fu Qin akan diam seperti ini !”


          Xiong Xiong membela diri “tapi itukan karena shushu sudah


menyatakannya padamu !” Xin Xin menyentil kening Xiong Xiong “kubilang kau


bodoh, kau memang bodoh… apa kau tidak merasa selama ini Fu Qin Niang Qin sudah


terus mencerahkanmu agar kau siap menghadapi perasaan mu itu ?” Xiong Xiong


mengingat-ingat “sepertinya memang ada hal seperti itu !”


          Xin Xin kembali menepuk jidatnya “diantara kita berempat


sepertinya kaulah yang paling bodoh… dengar saudara kembarku yang bodoh, kami


bertiga semua menghadapi perasaan kami dengan berani… jangan sampai tiba di kau


yang bodoh ini, menjadi hancur semua” Xiong Xiong menunduk, Xin Xin tidak tega


“dengar… pernikahanku kali ini diatur kekeluargaan oleh Long ge, karena tidak


ingin aku tertekan. Niang Qin sudah memberitahuku… suatu saat nanti, ketika


kita siap, Niang Qin akan mengadakan perayaan, kita bisa menunjukkan diri saat


itu… Xiong Xiong, kau dan aku sama, ingin berdiri di atas kaki kita sendiri,


melindungi orang yang kita sayangi dan cintai. Berdiri berdampingan, berjuang


bersama, aku percaya kaupun seperti itu !” Xiong Xiong mengangguk.


          Xin Xin “Xiong Xiong, tenanglah… semua yang disini adalah


keluarga kita, orang yang menyayangi dan mencintai kita tampa pamrih… mereka


akan selalu mendukung kita entah kapanpun… kita bebas menjadi diri sendiri… kau


menyukainya maka dapatkan dia… kau lupa perjuangan Bai Feng Jiu dan penyesalan


Dong Hua Di Jun… jangan sampai kau mengulang hal yang sama… hadapi perasaanmu…


aku yakin sebagai keturunan Fu Qin – Niang Qin, hati kita hanya akan memilih 1


orang saja untuk selamanya… kau mengerti maksudku ? aku percaya Long ge dan ayi


juga seperti itu… jika tidak mereka tidak akan menunggu hingga saat ini !”


          Xiong Xiong menunduk, ada senyuman di bibirnya “memiliki


saudara kembar sepertimu sungguh sangat baik !” membelai kepala Xin Xin yang

__ADS_1


nyengir padanya. Xin Xin “dengar, gege jiejie menikah pada hari yang sama, aku


juga ingin seperti itu !” Xiong Xiong terbelalak “hei, kita ini kembar…


pokoknya aku mau menikah pada hari yang sama denganmu… jika kau gagal, aku akan


membencimu untuk 10.000 tahun huh…” membuang wajahnya.


          Xiong Xiong “haih Xin Xin, jangan bercanda lagi ! aku


bahkan…” Xin Xin kesal “haih aku sudah berbicara begitu banyak padamu, kau


masih saja plin plan… tidak tahu dari mana datangnya sifat plin plan mu ini,


cih ! kau fikirkan saja sendiri, awas saja kalau gagal…” menghentakkan kaki,


meninggalkan Xiong Xiong.


          Xiong Xiong cemberut, bingung, berjalan tanpa tujuan. Saat


sadar, Xiong Xiong berada di depan ruang kerja Huo Feng, terkejut sendiri.


Xiong Xiong masuk dan duduk di hadapan Dong Hua dan Huo Feng. Keduanya bingung


melihat Xiong Xiong “Xiong Xiong, apa ada masalah ?” Dong Hua bertanya, Xiong


Xiong cemberut melirik Huo Feng. Huo Feng dan Dong Hua saling menatap “Hua Zi


gege, kau masih perlu menjemput yang dari Si Hai Ba Huang kan ! temuilah Gun


Gun dan Hao Lan” Dong Hua melirik Xiong Xiong, mengangguk “baiklah, jangan lama


!” mengecup kening Huo Feng, membelai kepala Xiong Xiong sebelum keluar.


          Dong Hua sengaja menutup pintu ruang kerja Huo Feng dan


meninggalkan ibu dan anak itu berdua. Huo Feng tersenyum lembut melihat Xiong


melihat Huo Feng, tidak tahu bagaimana mengatakannya “Niang Qin…” Huo Feng


berbicara lembut “masih memiliki banyak keraguan ? Xiong Xiong, keraguan hanya


akan menghalangimu… tidak ada salah atau benar jika tidak berani melangkah…”


Xiong Xiong “Niang Qin, kapan kau menyadarinya ?” Huo Feng tersenyum “Xiong


Xiong, tidak penting Niang Qin menyadarinya atau tidak… yang penting adalah


dirimu sendiri !”.


          Huo Feng menopang dagunya “hmm… Niang Qin juga sangat


penasaran denganmu… di semua bidang, kau bisa tidak memikirkan apapun langsung


menerjang keluar, kenapa di sisi ini kau begitu banyak pertimbangan ?” Xiong


Xiong cemberut “Niang Qin, kau jangan menertawakanku lagi !” Huo Feng jadi


tertarik “ayo katakan pada Niang Qin, apa yang kau fikirkan ?” Xiong Xiong


menatap Huo Feng yang berbinar menatapnya, menghela nafas.


          Xiong Xiong mengatur duduknya, menghadap Huo Feng “Niang


Qin, sebenarnya aku tidak pernah memikirkannya… aku dari awal sudah bertekad


berjuang bersama-sama niang Qin, tidak pernah memikirkan hal seperti ini ! aku

__ADS_1


tidak pernah berfikir akan membuat kesalahan seperti bayangan Fu Qin, sungguh


tidak pernah” berbicara dengan lancar, seperti berbicara bersama teman.


          Huo Feng “terus…” Xiong Xiong melanjutkan “awalnya aku juga


hanya mengagumi, tapi saat melihat air matanya, aku sangat sedih !” Huo Feng


mengangkat alis “air mata ?” Xiong Xiong mengangguk “saat Niang Qin jatuh dan


Zhe Yan yeye mengatakan Niang Qin mati, ayi menangis. Saat itu aku juga sangat


sedih dengan keadaan Niang Qin, tapi aku jauh lebih sedih melihat ayi menangis.


Saat melihatnya tersenyum, hatiku juga ikut merasa bahagia”.


          Huo Feng “jadi apa yang kau khawatirkan ?” Xiong Xiong “aku


takut menjadi beban untuknya !” Huo Feng membuka matanya lebar-lebar “apa


selama ini kau mengikutinya, pernah menjadi beban untuknya ?” Xiong Xiong


menggeleng “apa dia pernah mengatakan kau adalah bebannya ?” Xiong Xiong


menggeleng lagi “ayi sangat baik, dia mengajariku segala yang aku ingin


pelajari !” Huo Feng mengangguk “hmm… jadi ini hanya masalahmu sendiri !” Xiong


Xiong cemberut menunduk.


          Huo Feng “hmm… Xiong Xiong, Niang Qin tidak berharap kau


menjadikan Fu Qin Niang Qin sebagai contoh. Hidup setiap insan berbeda. Xiong


Xiong, kau adalah anak yang baik, anak yang tangguh. Niang Qin tidak pernah meragukan


hal itu, sama seperti Fu Qin, Huo Huang, Jin Shan dan semuanya. Kalian bisa


berdiri di atas kaki kalian sendiri, yang kalian butuhkan hanya pengalaman dan pelajaran


yang tidak putus. Tidak peduli pasangan sekuat apa, selama pendirianmu kuat,


tidak akan ada yang bisa menghentikanmu.”


          Huo Feng menepuk pundak Xiong Xiong “kau ini bukan


merasakan keraguan… kau hanya tidak siap di tolak kan ! hihihi…” cekikikan. Huo


Feng memegang dagunya “hmm… dalam hal ini kau harus belajar pada ayahmu itu,


bagaimana menjadi tidak tahu malu hihihi…” Xiong Xiong mengangkat kepala


“kenapa ucapan Niang Qin sama seperti Fu Qin !” Huo Feng “ooo…” Xiong Xiong


mengangguk “saat Niang Qin menghadapi rintangan, Fu Qin juga pernah mengatakan


hal itu padaku !” Huo Feng cekikikan “dia memang tidak tahu malu hihihi…”


          Huo Feng kembali ke mode keibuannya “Xiong Xiong, hidup


sudah lama, sudah mengerti arti hidup sesungguhnya… Xiong Xiong, tidak perlu


memikirkan orang lain, fokus pada dirimu sendiri… semua orang memiliki pendapat


berbeda mengenai dirimu, untuk apa kau mendengarkannya. Xiong Xiong jadi orang,


disini, disini, dan disini harus sama” menunjuk kening, mulut dan dada Xiong

__ADS_1


Xiong “selama yang kau lakukan, ketiganya sejalan maka lakukan saja. Yang


menjalani kehidupan adalah kau sendiri bukan orang lain !”


__ADS_2