Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 320 - Saling Mengerjai


__ADS_3

Bab 320 –


            Dong Hua “Hai Long Wang, kalian juga sudah lama


bersantai… latihan bersama keempat kirin di lautan !” meninggalkan lautan


dengan acuh tak acuh. Semua memberi hormat “mengantar kepergian Di Jun – Di Hou…”


anak dan keluarga mengikuti mereka. Huo Feng merenggangkan otot-ototnya “hmm…


aku merindukan dunia ilusi hmm…” Dong Hua “masih ingin bermain !!!” Huo Feng


tersenyum nakal “ayo kita berburu…” Dong Hua menggeleng “beberapa hari lagi…


kau memakai energi yang tidak sedikit tadi… waktumu untuk istirahat…”


merendahkan diri dan mengangkat Huo Feng ke gendongannya “aiya Hua Zi gege, ini


tidak terhitung apapun… hanya bermain 2 jam, tidak berarti apapun !” walau


protes, Huo Feng tetap mengalungkan tangannya di leher Dong Hua.


            Dong Hua tersenyum memanjakan “owww… berarti Fu Ren masih


memiliki banyak energi melayani Fu Jun…” menghilang dari hadapan semua keluarga.


Huo Feng tercengang, meronta “aaa… turunkan aku… turunkan aku…” Dong Hua


tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya. Mereka muncul dalam permandian air


hangat Tai Chen gong “aaa… Hua Zi gege…” Dong Hua tersenyum nakal “Fu Ren,


bukannya sangat suka air !” menghilangkan semua baju mereka. Huo Feng langsung


menutup dadanya “aa… kau mesum…” ingin melarikan diri. Dong Hua mana mungkin


mengijinkannya melarikan diri, dengan satu tarikan langsung membawanya dalam


pelukan erat Tian Di Gong Zhu.


            Dong Hua tersenyum manis dan memeluk erat Huo Feng,


membiarkan Shen Zhu kecil meronta dalam pelukannya “ah… kau hanya tahu


menindasku…” kesal dan berhenti meronta. Dong Hua tidak merasakan perlawanan


dari pelukannya, melonggarkan tangannya ‘Feng Wei, aku begitu mencintaimu, mana


tega menindasmu…’ “Fu Ren, sudah tidak meronta lagi…” “cih…” Huo Feng berdecak


kesal. Dong Hua mengerahkan sihir, Huo Feng tidak bisa bergerak “jangan


membebaskan diri !” Dong Hua memperingati dengan suara menggoda.


            Dong Hua melepaskan pelukannya, melihat wajah Huo Feng


yang kesal dan cemberut. Dong Hua mendudukkan Huo Feng di atas pangkuannya,


menciumi seluruh wajah istri kecilnya yang masih cemberut “Fu Ren, nikmati


pelayanan Fu Jun, khusus untukmu…” tersenyum lembut. Dong Hua meraba dan


mengecup tiap cm tubuh Huo Feng, menyesap di beberapa titik sensitif istri


kecilnya. Dong Hua mengangkat kepala, melihat Huo Feng yang menutup mata,


tersenyum memanjakan, melanjutkan aksinya. Sihir Dong Hua, sama sekali tidak


bisa mengikat Huo Feng, merupakan hal yang sangat mudah untuknya membebaskan


diri. Mendengar kata-kata Dong Hua, Huo Feng pun tidak membebaskan diri,


membiarkan yang dilakukan suami nakalnya.

__ADS_1


            Dong Hua mengambil kendali atas tubuh Huo Feng,


memberikan kenikmatan dan kemanjaan tiada tara. Dong Hua melakukan semua dengan


sangat lembut, menghargai tubuh kekasihnya seperti harta karun yang tak


ternilai. Dong Hua menyalurkan rasa cintanya lewat seluruh tindakannya. Walau


tidak dapat membandingkan dengan yang diberikan Huo Feng padanya, Dong Hua


ingin memberikan segala yang bisa dilakukannya untuk mencintai dan memanjakan


istri kesayangannya. Rasa cintanya yang begitu besar hanya untuk Cai Hong Huo


Feng seorang. Dong Hua rela memberikan hidupnya hanya untuk menggantikan


kebahagiaan seorang Cai Hong Huo Feng.


            Sambil melakukan kenakalannya, Dong Hua juga membersihkan


dan memandikan Huo Feng “Feng Wei, semua ini adalah milikku…” mengecup bibir


mungil istri tercintanya. Huo Feng tersenyum manis, menatap Dong Hua dengan


lembut, walau masih tidak dapat bergerak. Dong Hua tersenyum, melepas sihir


pada tubuh Huo Feng “kau menyukainya ?” Huo Feng mengangguk, satu kibasan, Dong


Hua tidak mampu menggerakkan tubuhnya “waktunya pembalasan !” Huo Feng


tersenyum usil, Dong Hua tersenyum manis.


            Lain dengan biasanya yang hampir selalu dilayani Dong


Hua, sekarang berganti Huo Feng yang melayani Dong Hua. Menggerakkan jari-jari


kecil dan bibir mungilnya menelusuri tubuh polos Dong Hua. Dong Hua berusaha


tubuhnya. Setiap satu kecupan turun di kulit, Dong Hua merasa darahnya yang


mendesir hebat, sangat ingin menyentuh Huo Feng. Apalah daya Dong Hua,


kekuatannya tidak setara Huo Feng, hanya bisa pasrah dengan semua godaan istri


usilnya.


            Setiap inci tubuh Dong Hua, tidak ada yang terlepas dari


sentuhan dan kecupan Huo Feng. Selesai bermain dengan kecupan, Huo Feng duduk


diatas pangkuan Dong Hua, dengan kaki mengangkang. Huo Feng mengecup bibir Dong


Hua dengan pelan dan menggoda. Semua yang dilakukan Huo Feng, membuat Dong Hua


gila dan frustasi menahan gelora dalam dirinya “suka ?” menatap mata Dong Hua


dengan mata menggoda. Dong Hua membalas tatapannya dengan mata frustasi,


menuntut untuk di bebaskan dan meneruskan permainan “menginginkanku ?” Huo Feng


menggoda sambil membelai area pusar Dong Hua.


Dong


Hua hanya bisa mengeluarkan suara kenikmatan dan frustasinya “hmm… Dong Hua Zi


Fu Shao Yang Jin Shen Jun, yang mulia akan mengabulkan keinginanmu…” memegang


dan bermain sesaat dengan pusat Dong Hua, membuat tubuh Dong Hua bergetar.


Perlahan Huo Feng menyatukan tubuh mereka hingga suara-suara kenikmatan


terdengar dari bibir keduanya. Huo Feng bermain pelan, menggoda dan memuaskan

__ADS_1


suami manjanya. Walau sudah sering melakukannya, sebenarnya Huo Feng masih


tidak berpengalaman. Selama ini, kebanyakan Dong Hua lah yang melayaninya. Di


dalam masalah ini, Huo Feng bisa dikatakan masih remaja polos yang tidak


berpengalaman.


Tanpa


diketahuinya, kepolosan dan tanpa pengalamannya itu, membawa kenikmatan tiada


tara bagi Dong Hua. Dong Hua merasa meledak-ledak didalam tubuhnya, menikmati


semua yang dilakukan Huo Feng. Dong Hua hampir tidak dapat mempertahankan


matanya untuk tetap terbuka, menikmati wajah istri kecilnya. Setelah berhasil


memberikan Dong Hua pelepasannya, Huo Feng memeluk Dong Hua “Shen Jun, apa kau


puas dengan pelayanan Xiao Shen Zhu ini ?” Dong Hua mengedipkan matanya,


menatap Huo Feng dengan penuh kelembutan dengan nafas yang masih memburu.


Huo


Feng protes “Shen Jun, bagaimana kau bisa begitu kuat ! aku sangat kelelahan…”


masih ngos-ngosan. Huo Feng membebaskan Dong Hua yang langsung memeluknya


“terima kasih Feng Wei, aku mencintaimu… kau sangat luar biasa ! kita berganti


tempat…” mengangkat Huo Feng seperti menggendong koala, langsung menghilang ke


kamar mereka. Dong Hua membaringkan Huo Feng perlahan “Feng Wei, sekali lagi…”


Huo Feng protes “aku sangat kelelahan…” Dong Hua membelai dan memberi


kecupan-kecupan ringan “Fu Ren, aku tidak bisa menahannya, sangat sakit !”


mengecup bibir mungil yang sudah mulai membengkak. Sekali lagi, Dong Hua


membuat penyatuan mereka hingga Huo Feng kelelahan dan tidak sanggup membuka


mata lagi.


Dong


Hua membelai wajah kelelahan di hadapannya ‘Feng Wei, siksaanmu tidak dapat aku


tanggung… setiap inci tubuhku menginginkanmu… dalam kepolosanmu, membuatku


tidak dapat menahan diri…’ “Feng Wei, aku sangat mencintaimu, bahkan melihatmu


berada didepanku pun, aku masih belum tenang… sangat ingin lebih dekat lagi


padamu… entah apa yang terjadi padaku… sejak pertama bertemu denganmu, aku


sudah tidak bisa menahan diri untuk terus mendekat padamu !” tersenyum lembut


mengecup kening Huo Feng.


Dong


Hua memeluk tubuh polos Huo Feng, menaikkan selimut, menutup hingga ke leher


yang hampir dipenuhi tanda cinta darinya. Dong Hua tersenyum melihat hasil


karyanya “semua ini adalah milikku… seluruh tubuhmu, jantungmu, jiwamu,


hidupmu, nyawamu adalah milikku seorang… Feng Wei, kau adalah milikku… hanya


milikku…” menempelkan kening mereka dan tertidur dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2