
Bab 320 –
Dong Hua “Hai Long Wang, kalian juga sudah lama
bersantai… latihan bersama keempat kirin di lautan !” meninggalkan lautan
dengan acuh tak acuh. Semua memberi hormat “mengantar kepergian Di Jun – Di Hou…”
anak dan keluarga mengikuti mereka. Huo Feng merenggangkan otot-ototnya “hmm…
aku merindukan dunia ilusi hmm…” Dong Hua “masih ingin bermain !!!” Huo Feng
tersenyum nakal “ayo kita berburu…” Dong Hua menggeleng “beberapa hari lagi…
kau memakai energi yang tidak sedikit tadi… waktumu untuk istirahat…”
merendahkan diri dan mengangkat Huo Feng ke gendongannya “aiya Hua Zi gege, ini
tidak terhitung apapun… hanya bermain 2 jam, tidak berarti apapun !” walau
protes, Huo Feng tetap mengalungkan tangannya di leher Dong Hua.
Dong Hua tersenyum memanjakan “owww… berarti Fu Ren masih
memiliki banyak energi melayani Fu Jun…” menghilang dari hadapan semua keluarga.
Huo Feng tercengang, meronta “aaa… turunkan aku… turunkan aku…” Dong Hua
tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya. Mereka muncul dalam permandian air
hangat Tai Chen gong “aaa… Hua Zi gege…” Dong Hua tersenyum nakal “Fu Ren,
bukannya sangat suka air !” menghilangkan semua baju mereka. Huo Feng langsung
menutup dadanya “aa… kau mesum…” ingin melarikan diri. Dong Hua mana mungkin
mengijinkannya melarikan diri, dengan satu tarikan langsung membawanya dalam
pelukan erat Tian Di Gong Zhu.
Dong Hua tersenyum manis dan memeluk erat Huo Feng,
membiarkan Shen Zhu kecil meronta dalam pelukannya “ah… kau hanya tahu
menindasku…” kesal dan berhenti meronta. Dong Hua tidak merasakan perlawanan
dari pelukannya, melonggarkan tangannya ‘Feng Wei, aku begitu mencintaimu, mana
tega menindasmu…’ “Fu Ren, sudah tidak meronta lagi…” “cih…” Huo Feng berdecak
kesal. Dong Hua mengerahkan sihir, Huo Feng tidak bisa bergerak “jangan
membebaskan diri !” Dong Hua memperingati dengan suara menggoda.
Dong Hua melepaskan pelukannya, melihat wajah Huo Feng
yang kesal dan cemberut. Dong Hua mendudukkan Huo Feng di atas pangkuannya,
menciumi seluruh wajah istri kecilnya yang masih cemberut “Fu Ren, nikmati
pelayanan Fu Jun, khusus untukmu…” tersenyum lembut. Dong Hua meraba dan
mengecup tiap cm tubuh Huo Feng, menyesap di beberapa titik sensitif istri
kecilnya. Dong Hua mengangkat kepala, melihat Huo Feng yang menutup mata,
tersenyum memanjakan, melanjutkan aksinya. Sihir Dong Hua, sama sekali tidak
bisa mengikat Huo Feng, merupakan hal yang sangat mudah untuknya membebaskan
diri. Mendengar kata-kata Dong Hua, Huo Feng pun tidak membebaskan diri,
membiarkan yang dilakukan suami nakalnya.
__ADS_1
Dong Hua mengambil kendali atas tubuh Huo Feng,
memberikan kenikmatan dan kemanjaan tiada tara. Dong Hua melakukan semua dengan
sangat lembut, menghargai tubuh kekasihnya seperti harta karun yang tak
ternilai. Dong Hua menyalurkan rasa cintanya lewat seluruh tindakannya. Walau
tidak dapat membandingkan dengan yang diberikan Huo Feng padanya, Dong Hua
ingin memberikan segala yang bisa dilakukannya untuk mencintai dan memanjakan
istri kesayangannya. Rasa cintanya yang begitu besar hanya untuk Cai Hong Huo
Feng seorang. Dong Hua rela memberikan hidupnya hanya untuk menggantikan
kebahagiaan seorang Cai Hong Huo Feng.
Sambil melakukan kenakalannya, Dong Hua juga membersihkan
dan memandikan Huo Feng “Feng Wei, semua ini adalah milikku…” mengecup bibir
mungil istri tercintanya. Huo Feng tersenyum manis, menatap Dong Hua dengan
lembut, walau masih tidak dapat bergerak. Dong Hua tersenyum, melepas sihir
pada tubuh Huo Feng “kau menyukainya ?” Huo Feng mengangguk, satu kibasan, Dong
Hua tidak mampu menggerakkan tubuhnya “waktunya pembalasan !” Huo Feng
tersenyum usil, Dong Hua tersenyum manis.
Lain dengan biasanya yang hampir selalu dilayani Dong
Hua, sekarang berganti Huo Feng yang melayani Dong Hua. Menggerakkan jari-jari
kecil dan bibir mungilnya menelusuri tubuh polos Dong Hua. Dong Hua berusaha
tubuhnya. Setiap satu kecupan turun di kulit, Dong Hua merasa darahnya yang
mendesir hebat, sangat ingin menyentuh Huo Feng. Apalah daya Dong Hua,
kekuatannya tidak setara Huo Feng, hanya bisa pasrah dengan semua godaan istri
usilnya.
Setiap inci tubuh Dong Hua, tidak ada yang terlepas dari
sentuhan dan kecupan Huo Feng. Selesai bermain dengan kecupan, Huo Feng duduk
diatas pangkuan Dong Hua, dengan kaki mengangkang. Huo Feng mengecup bibir Dong
Hua dengan pelan dan menggoda. Semua yang dilakukan Huo Feng, membuat Dong Hua
gila dan frustasi menahan gelora dalam dirinya “suka ?” menatap mata Dong Hua
dengan mata menggoda. Dong Hua membalas tatapannya dengan mata frustasi,
menuntut untuk di bebaskan dan meneruskan permainan “menginginkanku ?” Huo Feng
menggoda sambil membelai area pusar Dong Hua.
Dong
Hua hanya bisa mengeluarkan suara kenikmatan dan frustasinya “hmm… Dong Hua Zi
Fu Shao Yang Jin Shen Jun, yang mulia akan mengabulkan keinginanmu…” memegang
dan bermain sesaat dengan pusat Dong Hua, membuat tubuh Dong Hua bergetar.
Perlahan Huo Feng menyatukan tubuh mereka hingga suara-suara kenikmatan
terdengar dari bibir keduanya. Huo Feng bermain pelan, menggoda dan memuaskan
__ADS_1
suami manjanya. Walau sudah sering melakukannya, sebenarnya Huo Feng masih
tidak berpengalaman. Selama ini, kebanyakan Dong Hua lah yang melayaninya. Di
dalam masalah ini, Huo Feng bisa dikatakan masih remaja polos yang tidak
berpengalaman.
Tanpa
diketahuinya, kepolosan dan tanpa pengalamannya itu, membawa kenikmatan tiada
tara bagi Dong Hua. Dong Hua merasa meledak-ledak didalam tubuhnya, menikmati
semua yang dilakukan Huo Feng. Dong Hua hampir tidak dapat mempertahankan
matanya untuk tetap terbuka, menikmati wajah istri kecilnya. Setelah berhasil
memberikan Dong Hua pelepasannya, Huo Feng memeluk Dong Hua “Shen Jun, apa kau
puas dengan pelayanan Xiao Shen Zhu ini ?” Dong Hua mengedipkan matanya,
menatap Huo Feng dengan penuh kelembutan dengan nafas yang masih memburu.
Huo
Feng protes “Shen Jun, bagaimana kau bisa begitu kuat ! aku sangat kelelahan…”
masih ngos-ngosan. Huo Feng membebaskan Dong Hua yang langsung memeluknya
“terima kasih Feng Wei, aku mencintaimu… kau sangat luar biasa ! kita berganti
tempat…” mengangkat Huo Feng seperti menggendong koala, langsung menghilang ke
kamar mereka. Dong Hua membaringkan Huo Feng perlahan “Feng Wei, sekali lagi…”
Huo Feng protes “aku sangat kelelahan…” Dong Hua membelai dan memberi
kecupan-kecupan ringan “Fu Ren, aku tidak bisa menahannya, sangat sakit !”
mengecup bibir mungil yang sudah mulai membengkak. Sekali lagi, Dong Hua
membuat penyatuan mereka hingga Huo Feng kelelahan dan tidak sanggup membuka
mata lagi.
Dong
Hua membelai wajah kelelahan di hadapannya ‘Feng Wei, siksaanmu tidak dapat aku
tanggung… setiap inci tubuhku menginginkanmu… dalam kepolosanmu, membuatku
tidak dapat menahan diri…’ “Feng Wei, aku sangat mencintaimu, bahkan melihatmu
berada didepanku pun, aku masih belum tenang… sangat ingin lebih dekat lagi
padamu… entah apa yang terjadi padaku… sejak pertama bertemu denganmu, aku
sudah tidak bisa menahan diri untuk terus mendekat padamu !” tersenyum lembut
mengecup kening Huo Feng.
Dong
Hua memeluk tubuh polos Huo Feng, menaikkan selimut, menutup hingga ke leher
yang hampir dipenuhi tanda cinta darinya. Dong Hua tersenyum melihat hasil
karyanya “semua ini adalah milikku… seluruh tubuhmu, jantungmu, jiwamu,
hidupmu, nyawamu adalah milikku seorang… Feng Wei, kau adalah milikku… hanya
milikku…” menempelkan kening mereka dan tertidur dengan senyuman.
__ADS_1