Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 146 - Bertemu yang pertama


__ADS_3

Yang Guang menjelajah


seluruh penjuru negeri, dengan tujuan bersenang-senang. Sementara syarat yang


diberikan oleh Raja hanya dianggapnya tugas sambil lalu. Yang Guang sangat


percaya diri, sama seperti Cai Hong Huo Feng, tidak akan mengorbankan lainnya


demi kepentingan pribadinya. Baginya, kekuatannya sendiri sudah cukup, jika


dalam 2 tahun nanti tidak dapat membebaskan masalah di istana, nyawanya pun


siap dikorbankan, selama kebebasannya tidak terenggut.


          Perhentian pertama adalah Desa Ma Tuan yang dekat dengan


gubuknya. Didesa ini adalah tempat masyarakat dengan keahlian berkuda nomor 1


di Kerajaan Ming. Yang Guang sangat suka bermain, melihat ada perlombaan balap


kuda, diapun ikut serta “aku… aku daftar…” dengan tubuh kecilnya menerobos


antrian “eh anak kecil, ini adalah perlombaan orang dewasa… nanti kau akan


terluka…” sang penyelenggara bermaksud baik mengingatkan “paman, lihat saja


keahlianku… walau tubuhku kecil, tapi aku sudah belajar berkuda dari 5 tahun…”


“Lan ge, tak apa, perlombaan ini tidak melihat usia, tapi adik kecil, kau harus


berhati-hati, jangan sampai terluka…” Yang Guang kecil sangat bersemangat


“terima kasih ayi…”


          “ayah, aku akan memakai Da Lun untuk berlomba” seorang


remaja tampan sekitar 14 tahun membawa seekor kuda putih menghampiri sanga


penyelenggara “oh Huang er, baiklah… oh adik kecil, nama ?” “shushu, aku Yang


Guang…” ada kilatan pelangi di mata anak sang penyelenggara “eh namamu juga ada


Guang, aku Huang Guang, senang berkenalan denganmu” mengulurkan tangan untuk


berjabat tangan, Yang Guang langsung menjabat tangannya “Yang Guang, kau


membawa kuda ?” Yang Guang mengangguk “shushu, itu kudaku…” menunjuk seekor


kuda coklat yang terikat di sebuah pohon “oh bagus sekali, kau bisa pergi


bersama Huang er, melihat lapangan lomba terlebih dahulu…” “terima kasih shushu


ayi…” “ayo, kita bisa latihan bersama…” kedua anak yang baru kenal pun berlalu.


          Hua Zi cemberut “eh Yu Huang, bukankah baik, Yang Guang


sudah menemukan Huang Guang…” Lian Song menggoda “dia memegang tangannya…”


dengan wajah kesal. “Fu Qin, tidak boleh mengacaukan kultivasi Niang Qin…” Ling


Ling memperingati. Hua Zi berdecak kecal “cih, jika dia tidak berubah kembali


menjadi unicorn, aku akan mencincang tubuhnya…” “hahaha…. Fu Qin, apa kau


berani mencincang hewan kesayangan Niang Qin !” semua cekikikan “hih, kau


sebenarnya anak siapa cih…” mengikuti Yang Guang dan Huang Guang, lainnya


menertawakannya.


          Kedua anak segera menaiki kuda masing-masing “Yang Guang,


bagaimana kalau kita latihan terlebih dahulu ?” “baik… silahkan !” Yang Guang

__ADS_1


mempersila. Lapangan yang sudah dipenuhi setengah jumlah penonton itu


memperhatikan kedua anak “pasti Huang Guang kembali memenangkan perlombaan… dia


sangat berbakat…” “siapa anak kecil itu ? sepertinya mereka mau latihan


dahulu…” “untung aku datang lebih cepat, bisa melihat aksi Huang Guang…” “eh


anak kecil itu juga lumayan tampan, sayang masih terlalu kecil…” “menurutku


Huang Guang lebih tampan, ah suami idamanku…” “cih… Huang Guang bahkan tidak


pernah melirikmu…” “stt… diamlah, mereka sudah mengambil posisi…”.


          Terlihat keduanya berada di pintu lapangan “Yang Guang, apa


kau perlu memakai pelindung ?” “tidak, pelindung memberatkan, begini saja…”


“bagus sekali, aku juga tidak suka hal merepotkan… shushu, tolong bunyikan


tandanya…” seorang pengamat lapangan menganggukkan kepala “yak kedua peserta


bersiap…” suaranya menggelegar “3… 2… 1… dong…” keduanya segera berpacu. Gaya


Yang Guang sangat santai, bahkan tidak menggunakan cambuk dan tali kekang,


kudanya bebas dari segala pernak pernik. Sementara Huang Guang memakai tali


kekang tanpa cambuk, berpacu dengan bersemangat.


          Keduanya tersenyum melihat kemampuan masing-masing, berada


di posisi yang sama hingga ke garis finish “wah Yang Guang, keahlianmu sangat


bagus… kau darimana ? kenapa aku tidak pernah melihatmu ?” “hihihi hanya


kesukaan kecil, anda juga sangat hebat…” “eh panggil saja aku Huang Guang atau


“Huang er, adik kecil,keahlianmu sangat bagus… kalian istirahat, sejam lagi


perlombaan akan dimulai…” “terima kasih shushu…” “ayo ikut aku…” menawari Yang


Guang ke tenda tempaat segala macam camilan lomba di sediakan “kau bisa ambil


sesukamu…” “ha… kebetulan perutku sedah menari-nari” “makanlah yang banyak,


tidak ada yang akan melarangmu, kau terlalu kurus…” “hihihi… dengan begini aku


bisa bebas bergerak…” Yang Guang membanggakan tubuh kecilnya.


          Merekapun terlibat pembicaraan panjang, segera menjadi


akrab. Sementara Hua Zi yang melihat sudah sangat kesal karena cemburu,


ditertawai Lian Song, Ling Ling dan Jin Chen. Berulang kali, Huang Guang hampir


saja dilempari kerikil oleh Hua Zi, selalu ditolong Ling Ling “Fu Qin, tidak


boleh… aku akan melaporkanmu pada Niang Qin…” “cih… dasar pengadu… sana


pulang…” mengusir ketiganya yang tertawa terbahak-bahak melihat Hua Zi yang uring-uringan.


          Perlombaan sebenarnya pun segera di gelar, kedua remaja


bersaing di arena. Yang Guang akhirnya memenangkan perlombaan dengan kemenangan


satu kepala kuda terlebih dahulu memasuki tiang akhir. “hahaha… hebat… hebat…


betul-betul anak muda berbakat…” sang penyelenggara memuji Yang Guang. Sang


penyelenggara memberikan hadiah 1000 tael untuk Yang Guang sebagai pemenang.


“Niang Qin memang serba bisa…” Ling Ling dengan mata berbinar menatap Yang

__ADS_1


Guang.


          “Yang Guang, bagaimana kalau kita berlomba sekali lagi ?


tapi kali ini bukan hanya adu kecepatan… kita memakai keahlian berkuda


bagaimana ?” Huang Guang menawari. Yang Guang “hmm… tuan muda, aku ikut


perlombaan hanya untuk bersenang-senang bukan mencari musuh…” “Yang Guang, aku


juga tidak mencari musuh… sudah lama aku tidak berlomba sepuas ini, ayolah…”


“Yang Guang temanilah Huang er, sudah lama tidak melihat anak ini tidak


bersemangat seperti ini…” “haih… kenapa aku merasa kau lebih kecil dariku ya ?


baik shushu… sekali saja ! kau harus mentraktirku makanan khas sini


setelahnya…” “baik-baik… pasti kutraktir” mendorong kedua bahu Yang Guang


kembali ke arena balap. Hua Zi mengepalkan tangannya melihat tangan Huang Guang


di bahu Yang Guang.


          Melihat kedua remaja yang kembali ke arena, semua penonton


kembali duduk di posisinya “lihat-lihat, mereka berlomba lagi…” “anak itu


sangat menarik, ah andai saja usiaku lebih muda, aku akan menunggunya menjadi


suamiku…” “ayi, anda cocoknya jadi neneknya hahaha…” “dia pasti menjadi pemuda


yang sangat tampan ! lihat saja, masih kecil saja wajahnya sudah sangat


tampan…” “ah jika saja anakku masih kecil, akan kujodohkan dengannya” semua


pembicaraan penonton terdengar ditelinga Hua Zi dan lainnya. Semakin membuat


wajah Hua Zi menghitam karena menahan kekesalan.


          Di arena, kedua remaja sudah bersiap di atas kuda mereka


“Fei Jiao, menyusahkanmu… sekali lagi, setelah itu kita mencarikanmu makanan


enak ya…” Yang Guang mengelus-ngelus surai kudanya dan berbicara lembut.


Kudanya pun merespon dengan suara ki-kiik yang lembut. Huang Guang “hmm kalian


saling mengerti…” Yang Guang nyengir “kami adalah sahabat…” Huang Guang “aku


menyukaimu… kita juga menjadi sahabat…” Yang Guang tertawa terbahak-bahak


“sahabat… masih terlalu awal untuk mengatakannya… ayo, kau ingin melakukan apa


?” “bertarung dari atas kuda, bagaimana ?” “baik, siapa takut…”


          Mereka masing-masing memegang pedang kayu “ayo… aku tidak


mau melukaimu dan kuda cantik ini !” keduanya nyengir, suara tanda mulai segera


terdengar. Keduanya memacu kudanya dan bertarung dari atas kuda. Beberapa


pemuda tertarik mengikuti perlombaan dan tanpa meminta izin segera masuk ke


arena perlombaan. Arena perlombaan menjadi kacau, kedua remaja dengan ahlinya


menghindari kejutan yang datang. Kuda-kuda menjadi panik karena di tunggangi


secara tiba-tiba dan adanya pertarungan yang dampaknya mengenai tubuh mereka.


Beberapa pemuda sudah jatuh dari atas kuda. Kuda-kuda menjadi liar dan


meronta-ronta hampir menginjak para pemuda.

__ADS_1


__ADS_2