RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
100. MALAM INI JUGA KITA PULANG


__ADS_3

Tidak lama kemudian Tina menghampiri aku dan bu Solikin yang sedang memutuskan untuk membunyikan kentongan atau tidak.


“Mas… bu…. jendela kamar belakang sepertinya ada orang yang berusaha membukanya dari luar. tapi tadi Sudah Tina slot juga bu…” Bisik Tina


“Ya sudah… kalian berdua tetap disini, saya akan  bunyikan kentongan untuk memanggil warga dan bapak-bapak yang sedang sibuk di luaran sana”


Bu Solikin mengambil lagi sebuah kentongan kecil yang ditaruh di kamar.


Kemudian dengan keras dan cepat dia memukul  kentongan dari dalam rumah…


Memang benar apa yang dilakukan bu Solikin dengan membunyikan kentongan dari dalam rumah, karena bisa jadi si maling yang masih ada di sekitar sini akan masuk ke dalam rumah apabila kami membuka pintu rumah.


Suara kentongan bu Solikin disambut oleh suara kentongan lain dari rumah depan dan tidak lama kemudian di sekitar rumah bu Solikin sudah ramai bunyi suara kentongan.


Bu Solikin tidak berhenti memukul kentongan hingga orang-orang menuju ke rumahnya.


Suara langkah kaki beberapa orang berlarian menuju ke rumah pak Solikin, hingga tidak lama kemudian pak Solikin mengetuk pintu rumah agar dibuka.


“Buneeee.. buka pintunya buneeee” teriak pak Solikin dari luar


Pintu rumah terbuka, beberapa orang termasuk pak Solikin ada di depan pintu rumah.


Wajah marah mereka terkena sorot temaram lampu petromak yang tadi dikecilkan cahayanya.


“Ada apa bune, dimana ada maling lagi?”


“Di belakang rumah pak, tadi pintu belakang hampir dibuka, tapi untungnya pak Agus sempat mengunci slot pintu”


“Tapi kemudian jendela kamar belakang berusaha dibuka dari luar pak, tapi keburu di kunci juga sama mbak Tina ini” lapor istrinya kepada pak Solikin


Setelah mendapat penjelasan dari bu Solikin, mereka yang bergerombol di depan rumah pak Solikin pun menyebar ke bagian belakang dan samping rumah.


Mereka yang menyebar itu tidak menemukan siapapun di halaman belakang rumah pak Solikin, hanya jejak sepatu di tanah yang lembek karena buangan air cucian beras saja yang tercetak


“Tidak ada siapapun di belakang, kemungkinan besar dia sudah pergi dari sini mas Agus”


“Tapi tadi saya lihat ada jejak sepatu di tanah belakang, tempat tadi istri saya membuang air cucian beras tadi sore”


“Lalu bagaimana dengan kami pak Solikin, karena bisa saja besok pagi Burhan akan datang kesini lagi pak”


“Waduuh… tadi warga sempat tanya saya, siapa yang datang dengan menggunakan motor bagus itu”

__ADS_1


“Saya jawab saja anak saya dan suaminya…”


“Motor kalian ini menyolok untuk desa sekecil ini mas Agus..”


“Atau begini saja pak Solikin, kami akan pergi sekarang saja, mumpung orang yang tadi berusaha masuk ke rumah ini sekarang sedang sembunyi”


“Iya betul pak Agus, lebih baik pergi dari sini sekarang saja, mumpung di luar sana masih banyak warga yang berjaga jaga. Takutnya apabila besok pagi, Burhan akan datang kesini”


“Dan saya yakin pak Agus… salah satu dari orang itu adalah Burhan…”


“Karena tadi waktu saya ketemu Wito, ketika saya tanya Wito perihal Burhan yang katanya mau nginap di rumah Wito…”


“Ternyata Burhan sama sekali tidak ke rumah Wito!”


“Jadi saya anggap salah satu dari orang yang datang kesini itu adalah Burhan”


“Waduh… orang itu benar-benar bahaya pak… tapi tolong pak, saya dan Tina akan balik malam ini saja, agar tidak terjadi sesuatu kepada kami dan warga sini”


“Eh sebentar…. saya akan coba bilang ke warga sini bahwa kalian berdua akan pulang ke kota sekarang, dengan alasan agar tidak terjadi masalah maling lagi.. gimana pak Agus?”


“Kalian bersiap saja dengan helm sudah terpasang  dari dalam rumah ini”


Wah…apa yang dilakukan Burhan dengan mengendap-endap di rumah ini…


Apakah dia tau bahwa yang datang ini adalah aku dan Tina, sehingga dia tadi nekat akan masuk ke dalam rumah?”


Ataukah dia hanya mengincar motor yang terparkir di dalam halaman rumah pak Solikin?


Tapi apakah betul yang mengendap endap itu adalah Burhan… bukan kriminal lain yang memang nekat akan mencuri motor Tina?


Aku masih ragu tentang itu, karena aku belum sempat melihat wajah orang itu sama sekali.


Tapi paling tidak aku dan Tina masih bisa selamat…


Sekarang pak Solikin sedang berbicara kepada warga desa ini, dia akan beritahukan bahwa aku dan Tina akan pergi malam ini juga.


“Pak Agus dan mbak Tina…saya sudah bicara dengan warga disini, dan saya bilang bahwa kalian adalah anak saya”


“Sekarang kalian bisa pergi, tapi dengan helm sudah terpasang, agar tidak ada yang melihat wajah kalian berdua”


“Baik pak, saya akan pakai helm dan penutup wajah saya dulu”

__ADS_1


Aku punya kebiasaan selama ini ketika menggunakan helm full face atau helm tiga perempat macam hadiah dari dealer selalu menggunakan penutup wajah dulu.


Penutup wajah bisa slayer atau saputangan, karena aku tidak tahan debu jalan dan asap knalpot mobil.


Kebiasaan itu kubawa hingga aku ada disini.


Tetapi tidak dengan mbak Tina, dia hanya menggunakan Helm  tiga perempat saja dengan kaca warna coklat, tetapi masih bisa menyamarkan wajahnya dari warga sini


Setelah berpamitan dengan pak Solikin dan istrinya, kami melanjutkan perjalanan pulang.


“Ini sudah pukul 24.15 mbak gimana..kita nekat saja ya?”


“Iya mas, Tina tidak takut kok mas…”


Kuarahkan motor menuju ke luar desa…


Jalan menuju ke arah jembatan besi sangat gelap dan sepi… sehingga aku bisa mamacu motor agak cepat


Beberapa kali di suatu spot aku merasa sangat merinding… dan juga Tina, karena ketika melewati spot itu tangan Tina semakin erat memegang pinggangku.


Beberapa kali aku sempat lihat bayangan yang bergerak di kiri atau kanan ku…


Beberapa kali aku dipaksa untuk menoleh ke kanan atau kekiri, tetapi untungnya aku masih bisa tahan untuk tidak melihat ke arah itu.


Hingga setelah melewati persawahan, jembatan besi itu terlihat samar di depan kami..


Jembatan besi yang sudah berkarat disana sininya, serta banyaknya lubang.


Ketika semakin dekat kami dengan jembatan…..


Kuhentikan dengan segera lagu motor Tina!


“Mas… kenapa berhenti!”


“Itu… disana mbak… ditengah jembatan…!”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini bukan bonus... hanya saja saya sedang kepingin ngetik lebih saja.


Selamat menikmati  dan terima kasih

__ADS_1


__ADS_2