
Sorot lampu senter yang dibawa oleh seseorang itu mulai menyapu tiap centimeter lantai dikamar.
Beberapa kali sempat lewat di depanku…tapi hanya di depanku saja, tidak sampai menyorot ke arah tempatku berdiri.
Beberapa kali orang yang membawa senter itu mengumpat, umpatan yang pelan… tapi membuat aku jantungan juga
Beberapa kali orang yang sedang membawa senter itu berjalan mondar-mandir… dan satu dua kali sempat lewat di depanku.
Tapi tapi tidak lama kemudian orang itu membuka pintu rahasia dan pergi ke luar.
“Tenang mas… Inggrid ada disini, dari tadi Inggrid berusaha meniup leher orang yang tadi itu agar orang itu semakin tidak kerasan di kamar ini”
“Apa yang harus aku lakukan Nggrid”
“Tetap disini saja sampai keadaan aman mas.. Tenang saja Tina ada di tempat yang aman, tinggal mas Agus saja yang belum aman”
“Eh …sssttt diam dulu mas… ada yang akan masuk ke sini lagi…”
Suara pintu rahasia didorong dari luar, kemudian ada suara orang yang masuk ke dalam.
Anehnya orang yang baru masuk ini tidak diam atau mencari sesuatu yang ada di lantai, tetapi orang itu kemudian berdiri dan berjalan…
“Pak Agus… lebih baik sekarang pergi dari sini cepat….Sebelum banyak orang yang akan datang kesini” bisik suara seseorang yang barusan masuk
“Tidak usah sembunyi Pak… saya tau sampean ada di samping lemari… ayo cepat pergi sekarang juga”
Aduuh … aku kenal dengan suara itu… itu suara BURHAN…
Bagaimana dia tau kalau aku ada disini…
“Ayo cepat pak… saya hanya ingin menyelamatkan Agus dari sini” kata suara yang mirip dengan suara Burhan
“K… kamu Bur…Burhan?”
“Iya.. saya Burhan… saya tau sampeyan tadi kesini dengan seseorang, dan orang yang bersama pak Agus sudah mengambil kotak yang ada disini… ayo cepat pergi dari sini sekarang sebelum terlambat!”
“Karena mereka marah karena kotak itu hilang”
“Saya benar-benar membantu pak Agus… ayo cepat pak… segera pergi dari sini” kata suara Burhan lagi
Apa yang harus aku lakukan… ada Burhan disini, dan dia menyelamatkan aku dengan menyuruhku untuk keluar dari kamar ini.
Tapi kalau aku tidak keluar dari sini takutnya akan ada orang yang akan datang kesini dan menemukan aku.
“Cepat keluar dari sini…orang-orang sudah ada di depan sana.. kalau pak Agus tidak percaya ya sudah…saya juga akan pergi dari sini”
Burhan kemudian pergi dari kamar lewat pintu rahasia tempat tadi dia masuk ke kamar.
Keliatanya Burhan tidak bohong dan memang akan menyelamatkan aku…karena tidak lama kemudian aku mendengar suara langkah kaki orang yang sedang berjalan ke arah sini.
“Cepat keluar mas Agus… ada dua orang yang sedang berjalan kesini, salah satunya orang yang tadi kesini mencari kotak yang hilang itu” kata Inggrid tiba-tiba
Tidak nunggu lama.. aku segera pergi dari kamar, kebetulan pintu belakang ini belum terpasang, berarti tadi pak Hari keluar dari rumah ini tanpa menutup pintu itu sama sekali.
Ketika aku sudah sampai di ambang pintu belakang.. dari kamar belakang tempat aku sembunyi tadi terdengar suara orang yang sedang bicara…
Mereka pasti sedang mencari dus air mineral yang dibawa pergi pak Hari.
Aku tidak mau ambil resiko, bisa saja dua orang itu membawa senjata tajam, bahkan bisa saja membawa senjata api juga.
Pintu belakang yang tadi terbuka aku tutup dengan perlahan lahan, agar orang yang sekarang ada di dalam rumah itu tidak mendengar suara pintu yang sedang aku tutup.
Aku tidak habis pikir, sebenarnya mereka itu kesini karena mencari dus yang berisi sedikit serbuk narkoba atau drum yang ada di samping rumah…
Atau apakah orang yang ada di dalam kamar ini pembeli yang berbeda dengan drum yang ada di samping rumah?
Aaahh bikin pusing saja.. lebih baik ku ikuti Inggrid yang sekarang ada di depan dan menuntunku ke tempat yang aman
Inggrid menuntunku ke arah pintu gerbang belakang rumah, pintu gerbang yang biasanya tempat masuknya truck yang mengirim kayu atau yang mengambil palet jadi.
“Kita kemana ini Nggrid, kenapa kamu bawa saya ke gerbang belakang rumah penggergajian?”
“Disana ada Tina.. dia memang Inggrid suruh untuk sembunyi disana”
“Disana adalah tempat yang paling aman mas… mereka yang ada di sekeliling rumah tidak akan tau kalau kalian berdua ada disini”
“Pokoknya tetap sembunyi disini hingga pagi nanti”
“Tapi kemana larinya pak Hari Nggrid?”
“Dia sudah pergi dari sini, tetapi dia tidak balik ke rumah pak Pangat.. dia hanya sembunyi sampai situasi aman, kemudian dia akan bawa bukti kotak itu ke kantornya yang ada di kota S”
__ADS_1
“Tapi dia akan menyesal mas hehehehe”
“Eh itu Tina mas… ayo ke sana saja, kita ngobrol disana saja”
Tina melambaikan tanganya ke arahku, ternyata dia selamat , dan ada di tempat yang aman sesuai dengan yang dikatakan oleh Inggrid
Tina sedang jongkok di semak semak yang bersebelahan dengan pintu gerbang rumah penggergajian.
“Alhamdulilah mas Agus selamat…. eh pak Harinya gimana mas?”
“Heheh pak Hari ya sudah.. hari hari omong kosong hahaha.. yah sudahlah dia pergi dengan membawa barang bukti mbak”
“Bukan mas.. itu bukan barang bukti” kata Inggrid menyela omonganku
“Maksudnya apa Nggrid?”
“Gini mas Agus dan mbak Tina… Inggrid dari tadi kan hanya bilang yang di dalam itu adalah serbuk, tapi kan Inggrid belum ngomong serbuk apa itu yang ada di dalam dus” kata Inggrid
“Memang yang ada di dalam dus itu serbuk dalam jumlah sedikit, tapi kan Inggrid belum bilang serbuk apa yang ada di dalam itu…. “
“Maksudnya gimana Nggrid?”
“Biar Tina aja yang jelasin ke mas Agus ya Nggrid” kata Tina menyela omongan Inggrid
“Hehehe jadi dos itu sengaja ditaruh di sana untuk mengelabui polisi yang kemungkinan besar sedang mengintai di sekitar sini”
“Jadi ada orang yang mungkin dibayar oleh kawanan orang-orang itu untuk mengambil dus yang ada di dalam kamar”
“Gunanya adalah agar polisi yang kemungkinan besar ada di hutan mengejar dus yang sedang dibawa orang…. istilahnya untuk pengalihan saja”
“Sedangkan paket yang utama sedang menanti penjemputan besok pagi… benar gak kayak gitu Nggrid?”
“Iya bener Tina…”
“Saya sekarang semakin paham kenapa mereka memilih rumah penggergajian.. padahal disini penuh dengan pohon yang bisa digunakan penegak hukum untuk mengintai”
“Bukannya mencari tempat yang tersembunyi…. malah cari tempat yang terbuka seperti ini”
“Jadi memang disengaja begitu, agar terlihat gamblang… terlihat ceroboh dengan memilih tempat ini…”
“Dan penegak hukum pun terpancing dengan kecerobohan yang disengaja ini…. para penegak hukum mengintai dan mengejar paket yang mereka sembunyikan.. padahal tidak ada isinya…
“Sedangkan paket utama yang menjadi gongnya ada di depan mata para penegak hukum… dan tidak mereka utak atik hahahaha”
“Tapi Nggrid…. apakah pengiriman besar-besaran ini sudah berlangsung beberapa kali atau baru kali ini?”
“Baru dua kali mas… yang pertama dulu ketika Wandi dan Mamad berkuasa…kalau yang sekarang ini kayaknya barangnya Solikin”
“Mangkanya mereka ini disebut bandar besar… ternyata karena mereka pernah ada transaksi yang besar… Trs gimana ini.. apa yang bisa kita lakukan?”
“Menurut Tina.. sementara ini disini dulu mas… mungkin yang ada di sana sedang bingung karena dus pengalih perhatian mereka telah hilang”
AGUS POV END
TINA POV
Ada yang aneh disini, aku merasa ada yang nggak semestinya.. tapi apa yang nggak semestinya itu yang aku masih belum bisa tau.
Meskipun kami bertiga sudah berkumpul disini, tetapi ada sesuatu yang mengganjal perasaanku..
“Eh Nggrid.. ada baiknya kita pindah tempat sembunyi saja, Tina merasa ada yang aneh dan yang nggak semestinya disini”
“Apa yang mbak Tina rasakan sekarang?” tanya mas Agus
“Tina merasa ada yang sedang mengintai di sini… tapi nggak tau sedang mengintai kita atau sedang mengintai orang lain”
“Tapi menurut Inggrid disini tidak ada apa-apa lho” kata Inggrid yang kemudian pergi, mungkin sedang mencari sesuatu barusan aku katakan itu
“Tetap merunduk diantara semak-semak ini saja mas, jangan berdiri dulu sebelum Inggrid datang dan melaporkan sesuatu yang ada di sekitar sini”
“Oh iya mbak Tina… saya belum cerita ke mbak Tina…..”
“Tadi saya diselamatkan Burhan lho mbak”
“Burhan tiba-tiba masuk ke dalam kamar, dan kemudian dia menyuruh saya untuk keluar dari sana, karena kata Burhan sebentar lagi akan ada orang yang akan datang”
“Ketika saya sudah ada di pintu belakang rumah, tiba-tiba saya mendengar suara pintu rahasia yang terbuka”
“Ah masak Burhan sih mas…Tina gak percaya kalau Burhan tiba-tiba baik mas…”
“Bener mbak.. awalnya saya gak percaya.. tetapi suara dia persis dengan suara Burhan, dan kemudian dia juga mengaku bernama Burhan juga mbak”
__ADS_1
“Ya udah kalau begitu mas, mungkin pada saat itu Burhan memang sedang ada disana untuk suatu hal, tapi aneh juga ya kenapa sampai dia ngebelain mas Agus dan menyuruh mas Agus keluar dari sana”
Apakah yang dimaksud pak Pangat satu orang yang baik itu adalah Burhan?...
Tapi gak jelas juga, atau mungkin tadi itu mas Agus sedang ada di tempat yang salah, sehingga Burhan harus menyuruh Mas Agus untuk pergi dari situ agar semua bisa berlangsung dengan benar?
Ah.. aku bingung… nanti saja dipikir lagi yang penting saat ini bagaimana kita bisa pergi dari sini dengan selamat.
“Benar katamu Tina… di sekitar sini ada Kunyuk…. dia ada di atas atap seng ini, dan sekarang sedang memperhatikan kalian” kata Inggrid yang datang setelah mencari apa yang tadi aku pikirkan.
“Kelihatannya sekarang dia sedang melaporkan ke bosnya deh… karena sekarang dia sudah tidak nampak lagi”
“Tapi tenang saja TIna…bos Kunyuk kayaknya tidak akan kesini, karena dia sedang sibuk dengan mencari orang yang mengambil kotak dus yang ada di kamar itu”
“Apa mereka tidak curiga dengan kita Nggrid, apa mereka tidak curiga pada kita yang ambil dus itu?”
“Nggak Tina… kayaknya Kunyuk sudah lapor bahwa dus itu tidak ada pada kita”
“Mbak Tina… lebih baik kita pergi dan pindah dari sini saja,karena bisa saja Solikin akan menyuruh anak buah Paijo untuk kesini””
“Tapi Tina kepingin tau bagaimana cara mereka mengambil drum yang ada disamping rumah itu mas… “
“Iya.. kita pindah tempat sembunyi saja… di belakang pohon beringin itu kayaknya aman”
“Maksud saya di dalam kotak ajaib itu lho mbak TIna… saya yakin disana tidak akan ada orang yang akan perhatikan”
“Ya sudah mas.. ayo kita kesana… Eh Nggrid tolong pandu jalan di depan kami… agar sampai di ****** dengan selamat”
“Ayo ikuti Inggrid… kita lewat sisi pohon beringin seperti ketika kalian masuk ke sini tadi”
Aku berjalan di belakang Inggrid….
Ketika kami mulai jalan dan sudah mendekati mesin penggergajian, di belakang kami ada suara orang yang sedang berjalan sangat pelan.
Dan ada suara orang yang sedang berbicara dengan berbisik….
Aku yakin itu adalah anak buah Paijo yang ditugaskan mencari kami.
“Stop dulu…. Inggrid dengar suara orang yang sedang berjalan… kalian merunduk dulu di samping mesin ini” kata Inggrid
Apa yang aku khawatirkan ternyata terjadi juga… ada orang yang sedang mencari kami… untungnya Inggrid juga tau bahwa sedang ada orang yang yang sedang mencari kami berdua.
Hanya saja apakah orang yang ada di belakang kami ini mengikuti kami atau hanya mencari dimana kami berada….
Biarlah Inggrid yang sedang mencari tau apa yang ada tempat tadi kami sedang sembunyi.
“Kalian jangan bergerak dulu, ada dua orang yang jaraknya tidak lebih dari lima meter dari kalian… usahakan tetap merunduk, karena saat ini Kunyuk sedang membantu dua orang itu mencari kalian berdua”
“Tunggu aba-aba dari Inggrid pokoknya….”Kata Inggrid yang kemudian menghilang lagi
Suasana disini benar-benar kacau saat ini, ini karena ulah dari pak Hari yang tiba-tiba mengambil paket yang akan digunakan untuk mengalihkan situasi.
Aku pikir mereka pasti sedang berusaha mencari pak Hari sebelum pagi tiba… sebelum datangnya truk pengangkut Solar datang.
Apakah di hutan ini sudah ada polisi yang sedang mengintai?.. sehingga kelompok Burhan harus memiliki paket yang digunakan sebagai pengalihan?
kalaupun iya ada polisi di sekitar sini… lalu mereka ini dari mana dan siapa yang menyuruh untuk melakukan pengintaian? apakah mereka ini juga dari kepolisian yang satu wilayah dengan Paijo?”
Sik… coba aku pikir dengan logika dulu….
Jelas tidak mungkin apabila ada kepolisian yang tau bahwa ada transaksi malam ini apabila tidak ada cepunya…
Dan cepu itu bisa saja dari Paijo atau orang kepercayaan Paijo yang berkhianat….
Tapi aku berpikir lain lagi.,...
Aku mencoba untuk ada di posisi Paijo… aku mencoba berpikir kalau aku adalah Paijo yang bertugas di wilayah sini dan tau bahwa malam ini akan ada transaksi dalam jumlah besar….
Di lain pihak Paijo mendapat uang dari para penjahat itu….
Di lain pihak Paijo pasti juga menginginkan kenaikan pangkat dan promosi dari kesatuannya kan…
Sehingga yang akan dilakukan Paijo adalah mendapatkan keuntungan dari dua belah pihak secara bersamaan.
Maka apa yang akan Paijo lakukan adalah…..
Menangkap para pelaku transaksi ini…tetapi dia akan suruh orang lain.. atau anak buahnya untuk mencegat seseorang yang membawa barang bukti itu.
Sesederhana dan semudah itu kah?.... aku rasa tidak….
Aku rasa Solikin bukan orang yang bodoh… tentu saja dia tidak akan memberitahu Paijo tentang barang yang akan digunakan untuk transaksi itu…
__ADS_1
Solikin pasti akan berpikir bahwa sebusuk busuknya seorang polisi pasti masih mempunyai jiwa ksatria…
Aku yakin tugas yang diberikan Solikin kepada Paijo hanya menjaga wilayah ini… tanpa memberi tahu dimana dan berupa apa barang yang akan digunakan untuk transaksi itu.