RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
195 KITA ADA DIMANA INI?


__ADS_3

Kok malah Inggrid,… kenapa penampakan di biasa saja, tidak menunjukan wajah dan bentuk dia yang menyeramkan?


Harusnya wujud dia tidak seperti itu, harusnya dia ini menyeramkan dengan bentuk yang cacat…. Bukan seperti Inggrid yang aku dan mas Agus temui selama ini”


“Ayo masuk… Inggrid sudah tunggu kalian lama sekali, kenapa kalian baru muncul sekarang” kata soso Inggrid yang ada di halaman rumah dan sedang berjalan pelan untuk membuka pintu pagar.


Kami bertiga tidak beranjak dari depan istana atau rumahnya.. Kami hanya berdiri mematung sambil melihat Inggrid yang tetap terus mengajak kami masuk ke dalam.


Aku menunggu isyarat dari pak Pangat, apakah dia akan masuk ke dalam atau tidak, aku juga menunggu mas Agus yang masih mematung sambil melihat Inggrid yang ada di depan pintu dengan tersenyum.


“Kalian jangan takut.. Masuk saja dulu, dari pada nanti kalian akan diburu oleh pemburu pribumi. Tenang saja di dalam rumah Inggrid ini aman, tidak ada yang bisa melakukan apapun di dalam sini”


“Ayo masuk saja… dan jangan takut dengan Inggrid”


Perempuan yang harusnya kami bakar dan kami binasakan itu mengajak kami untuk masuk ke dalam rumahnya, kalau dari nada suaranya, seharusnya tidak akan terjadi apa-apa ketika kami masuk ke dalam sana.


Tapi aku tunggu isyarat dari pak Pangat dulu, dia sepertinya sedang berusaha membaca pikiran perempuan yang bernama Inggrid itu.


“Kita bisa masuk ke dalam… saya rasa dia aman” bisik pak Pangat kepadaku, karena posisi pak pangat yang persis di sebelahku


“Ayo mas Agus…kita masuk ke dalam sana….” ajak pak Pangat dengan suara pelan dan tidak berbisik


Mas Agus hanya menoleh dan kemudian mengangguk pelan atas ajakan pak Pangat untuk masuk ke dalam rumah Inggrid, dimana tuan rumah dari rumah itu masih tersenyum di depan pintu yang masih terbuka


Pak Pangat berjalan mendahului kami… dia berjalan pelan, kemudian aku mengikuti pak Pangat, dan yang terakhir mas Agus juga berjalan masuk mengikuti aku dan pak Pangat


“Nah gitu dong… Inggrid sebagai tuan rumah kan harus menjamu tamu-tamunya. Masak sih tamu tamu dibiarkan saja di luar, gak diajak masuk…. Yuk kita ngobrol di dalam saja”


Aku dan mas Agus pernah kesini sebelumnya, sehingga aku harusnya masih hapal apa yang ada di balik pintu gerbang yang sedang terbuka itu….


Inggrid sudah masuk duluan ke dalam, kemudian pak Pangat pun sudah mulai masuk ke pintu gerbang rumah Inggrid… aku mengikuti pak Pangat ada di bagian paling belakang…


Ketika aku sudah melewati pintu gerbang….. Rasanya ada yang aneh. Di dalam sini tampak sangat berbeda….


Kenapa berbeda dengan ketika aku dan mas Agus masuk kesini bersama Cik Lili yang mengantar kami masuk ke dalam istana.


Waktu bersma Lili, di tengah ini adalah taman yang Indah dengan kolam ikan ada di sisinya, dan di samping kiri dan kanan adalah bangunan dengan teras yang indah, tetapi untuk kali ini sangat berbeda.


Aku berhenti di ambang pintu… kubiarkan pak Pangat masuk mengikuti Inggrid yang sudah masuk duluan, dan kemudian duduk di ruang tamu rumah Inggrid.


Kuhentikan mas Agus yang juga akan mendahuluiku masuk ke dalam…


“Mas… apa bener ini istana yang kemarin kita masuki itu?” bisikku kepada mas Agus


“Mbak… ini jelas bukan yang kita masuki kemarin… ini sangat berbeda sekali mbak, apa lebih baik kita mundur sana?”


“Tapi mas… pak Pangat sudah duduk di kursi ruang tamu… di depan kita ini hanya ruang tamu sebuah rumah, bukan istana dan taman yang kemarin kita lihat itu mas”


“Tidak ada taman, kolam ikan dan bangunan di sisi kiri dan kanan, dan depannya juga mas. Yang sekarang kita lihat ini hanya sebuah ruang tamu yang agak mirip dengan ruang tamu rumah Rita mas”


“Heh..kenapa kalian hanya berdiri di depan pintu saja… ayo masuk ke dalam sini… jangan sampai pemburu Pribumi melihat kalian di luar sana, bisa  dimakan nanti kalian  berdua hihihihi”


“Inggrid… kamu ajak kami ke mana ini… kenapa yang kami masuki ini hanya ruang tamu biasa!” mas Agus mulai berani untuk bicara dengan lantang kepada Inggrid.


“Lho yang mas Agus maksudkan itu apa, rumah Inggrid itu ya ini mas.. Nggak ada yang lainya…. Memangnya kalian berdua masuk ke rumah siapa dan bagaimana bentuknya?” tanya Inggrid dengan senyum iblisnya


“Jangan kamu jebak kami lagi Nggrid… kami sudah tau permainanmu, dan apa yang kamu lakukan selama ini” kata mas Agus yang mulai emosi dengan permainan Inggrid

__ADS_1


Anehnya wajah Inggrid tiba-tiba terlihat tidak senang dengan perkataan mas Agus… Inggrid sepertinya tersinggung dengan perkataan dari mas Agus barusan.


Kenapa dia seperti itu, dan kenapa yang ada disini berbeda ketika aku dan mas Agus masuk… semua nampak berbeda.


Dan satu lagi.. Bagaimana dia bisa tau kalau kami ini adalah Tina, mas Agus dan pak Pangat?


“Jangan aneh-aneh Inggrid.. Kamu masukan kami kemana ini, dan bagaimana kamu bisa tau bahwa kami ini adalah mbak Tina, aku dan pak Pangat” kata mas Agus lagi


“Sebentar.. Memangnya kalian ini  menyamar menjadi siapa, coba kalian lihat di cermin itu.. Apakah Inggrid salah dalam menyebutkan siapa kalian ini?” jawab Inggrid


Di sisik kiri ruang tamu ini ada sebuah lemari yang di pintunya ada sebuah cermin berbentuk Oval yang hampir selebar pintu lemari.


Ketika aku lirik di depan cermin itu, yang muncul adalah wajaku dan tubuhku sebagai TIna, bukan sebagai mbah Uti  Sastro, begitu juga dengan mas Agus.. ketika melihat cermin yang ada hanya mas Agus  bukan mbah kung Sastro.


Jelas saja  aku kaget, kenapa tubuhku sekarang menjadi tubuhku yang sebenarnya, bukan tubuh dari mbah Sastro lagi.


“Gimana, apakah kalian sudah sadar siapa kalian ini, kalian ini kan mbak TIna dan mas Agus… masak sih Inggrid lupa sama kalian berdua”


“Kita memang sudah lama sekali tidak bertemu .. terakhir ketika kita bertiga pagi hari dari rumah pak Pangat dengan menggunakan motor menuju ke rumah penggergajian”


“Setelah itu kalian menghilang… Inggrid cari kalian tidak ketemu, sampai akhirnya Inggrid putuskan untuk kembali ke rumah pak Pangat…”


Aku ingat.. Waktu itu mas Agus menyuruh Inggrid untuk memeriksa keadaan di rumah penggergajian, kemudian setelah itu Inggrid datang dan mengajak kami untuk menuju ke halaman belakang rumah penggergajian.


Di halaman belakang di bawah pohon beringin dan kemudian kami ke kuburan Inggrid. Dan kata pak Pangat kami kemudian hilang selama satu tahun.


“Kalian lama sekali menghilang, Inggrid bersama pak Pangat mencari kalian… dan ternyata kalian ada di makam china keramat.. Dan yang ada disana pasti  tidak akan selamat!”


“Untungnya pak Pangat bisa membawa kalian kesini, pak Pangat menyuruh Inggrid untuk menunggu kalian di rumah hingga pak Pangat mengantar kalian ke sini”


Tapi kenapa pak Pangat tidak ikut mengaca, apakah dia sudah yakin dengan dirinya yang sudah berubah menjad pak Pangat yang sebenarnya.


Dan  anehnya di kursi rumah Inggrid pak Pangat hanya tersenyum saja mendengar cerita Inggrid, seolah olah Pak Pangat sudah lama mengenal Inggrid


“Ayo masuk dan duduk di sini, Inggrid mau tutup pintu dulu, dari pada nanti ada petugas yang sedang patroli…bisa-bisa kalian bertiga ketahuan ada di rumah Inggrid”


Aku tidak bergerak sedikitpun dari daun pintu rumah Inggrid… ada yang sangat tidak beres disini, dan pak Pangat sama sekali tidak melakukan apapun kepada Inggrid, dia hanya tersenyum melihat aku dan mas Agus yang ada di ambang pintu.


Mungkin pak Pangat merasa kasihan kepada kami, kemudian dia beranjak dari kursinya dan menuju ke ambang pintu sambil tersenyum….


“Kalian perhatikan saja pintu rumah ini dari luar cepat karena waktu kita tidak banyak lagi dini, ingat kita hanya punya waktu tiga jam saja”


Ketika kuperhatikan, ternyata depan rumah ini biasa.. Bukan istana yang aku datangi bersama mas Agus sebelumnya. Depan rumah ini mirip dengan rumah milik Rita… tidak ada bagus bagusnya sama sekali.


Padahal tadi waktu kita ke sini rumah yang aku lihat ini sama dengan istana yang akan kita tuju itu… tapi saat ini sangat berbeda.


“K..kita ada dimana pak… kenapa semuanya membingungkan…”


“Tenang mbak Tina… kita ada di rumah Inggrid yang sebenarnya!”


“Inilah Inggrid yang sebenarnya.. Sebelum kalian diculik oleh setan yang menyamar sebagai Inggrid dan mengajak kalian menuju ke makam china yang ada di seberang rumah penggergajian itu”


“Ceritanya nanti saja, karena kita harus bergerak cepat sebelum jam tiga pagi…”


“Pak .. Inggrid tidak bisa membantu kalian ya…kalian bergeraklah dengan hati-hati, karena setan itu bisa berubah wujud ke beberapa penghuni daerah ini”


“Apa yang akan kami lakukan  apabila kami sudah ada di depan istana itu Nggrid?” tanya pak Pangat

__ADS_1


“Yah panggil saja dia pak… Inggrid juga tidak tau apa yang bisa dilakukan untuk membuat dia keluar dari sana” jawab Inggrid


“Oh iya…untuk mas Agus dan mbak Tina, coba mengaca lagi di cermin itu…” suruh pak Pangat


Ternyata aku dan mas Agus sudah kembali menjadi nenek dan kakek lagi, kami sudah menjadi orang tua yang seharusnya lemah dan tidak berguna sama sekali.


Dan berarti yang memberikan penyamaran seperti ini adalah pak Pangat sendiri, bukan semuanya terjadi dengan sendirinya.


Aku dan mas Agus masih belum bisa percaya dengan apa yang aku lihat sekarang ini, semua membingungkan dan nampaknya mengerikan…


Berarti selama setahun itu pak Pangat bersama Inggrid mencari aku dan mas Agus, dan akhirnya diputuskan bahwa aku dan mas Agus ada di kekuasaan demit yang menyamar sebagai Inggrid….. Sungguh tidak masuk akal!


Inggrid membuka pintu rumah setelah tadi dia tutup dan dia kunci… di depan rumah dia membuka pagar rumah….


“Kalian bertiga harus hati-hati apabila bertemu siapa saja pada malam-malam seperti ini, dan jangan percaya kepada siapapun di luar sana” bisik Inggrid


Lewat tengah malam ini kami jalan di perlahan lahan.. Ternyata jalan yang tadi kami lalui  dari rumah RIta ke rumah Inggrid itu berlawanan arah yang menuju ke istana taek.


Aku heran.. Kok bisanya pak Pangat merahasiakan masalah ini dengan kami hingga kami  bertemu dengan Inggrid di rumahnya.


“Memang sengaja saya berbuat seperti ini, agar kalian bisa mengikuti pola yang sudah tergambar, tidak kaget karena tiba-tiba harus melakukan sesuatu yang berbahaya” jawab pak Pangat yang bisa membaca pikiranku seperti biasanya.


“Tapi kenapa pak Pangat tidak cerita kalau ada Inggrid lain di balik semua ini….” bisik mas Agus


“Karena agar kalian tetap fokus pada apa yang kalian lawan, bukan pada sesuatu yang selama ini membantu kalian”


“Tapi kata beberapa orang yang saya tanyai… memang  ada yang bernama Inggrid, dan nama itu nama yang tidak boleh disebut, karena di balik nama itu adalah wujud sesuatu yang cacat pak”


“Dan katanya juga masih ada hubungan keluarga dengan pemililk kawasan ini”


“Apa yang kamu katakan itu benar mas Agus… memang tidak sembarang orang disini berani memanggil nama itu, karena yang datang nanti adalah wujud cacat yang sangat mengerikan”


“Dan memang wujud cacat itu masih ada hubungan keluarga dengan Inggrid dan juga pemilik are ini…hmm nanti akan saya jelaskan bagaimana sebenarnya sosok yang akan kita cari ini” kata pak Pangat


Setelah kira-kira lima menit kami jalan akhirnya di depan kami ada sebuah taman kecil dengan pohon trembesi di tengahnya.


Dan di seberang taman itu ada sebuah bangunan yang tidak terlalu besar dan bisa disebut istana. Tempat aku dan mas Agus masuk ketika bersama Lili yang merupakan pegawai istana itu.


“Disinilah kita akan mulai pestanya anak-anak, dan jangan lupa untuk berdoa… meskipun saya rasa doa itu akan tidak ada gunanya disini hihihi” kata pak Pangat.


“INGGRIIIIID!... KELUAR KAMUUUU!” teriak pak Pangat


“IIINGGRIIIIIID….KELUAR KAMU DARI DALAM!!!!” teriak pak Pangat sekali lagi


Sayangnya tidak ada sahutan dari dalam, dan tidak ada pula yang membuka pintu gerbang… suasana masih sepi sunyi.. Tidak ada suara apapun selain suara nafas kami bertiga.


Tetapi ada yang secara perlahan-lahan berubah… udara yang tadinya dingin lambat laun menjadi hangat, hingga membuat dahiku berkeringat.


Udara yang mulai hangat dan cenderung panas ini disertai  dengan bau busuk yang perlahan lahan mulai tajam dan menyengat…


Dari sini saja bisa diketahui bahwa pemilik rumah ini sudah mulai tidak senang dengan kehadiran kami, dan ada kemungkinan dia akan berinteraksi dengan kami sebentar lagi.


“Hati-hati… Setan itu bisa saja menampakan dirinya, atau bisa saja berusaha mempengaruhi alam bawah sadar kita.. Kita tetap harus fokus dan saling menjaga dan waspada”


“Kita harus saling mengingatkan apabila ada sesuatu yang terjadi dengan kita, karena bisa saja setan itu akan masuk di salah satu tubuh kita dan mempengaruhi salah satu dari kita” kata pak Pangat


Udara di sekitar kami semakin panas dan semakin bau..oksigen pun semakin berkurang dengan semakin panasnya hawa disini… tetapi sayangnya sampai detik ini belum ada juga penampakan dari  setan yang ternyata namanya sama dengan nama Inggrid.

__ADS_1


__ADS_2