RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
118. MAS AGUS DALAM BAHAYA


__ADS_3

Agus satu satunya saksi mata yang berbahaya bagi mereka… maksud dari kata mereka itu apa ya..


Apakah mereka itu yang dimaksud adalah mereka pak Wandi dan kawan kawan… atau mereka itu Kunyuk dan temanya.


Duh penjelasan pedagang makanan ini gak jelas blas… tapi menurutku berbahaya bagi mereka itu ya mereka pak Wandi dan teman temanya.


Dan mereka bertiga itu adalah pak Wito, Yetno dan Kunyuk…


Ketiga orang ini    sebenarnya kawan dari komplotan Wandi atau gimana?


Atau mereka bertiga ini jangan-jangan merupakan anak buah dari bos nya Kunyuk.


Makin kesini kok masalah ini semakin tidak karuan, karena yang terlibat ini semakin banyak dan semakin tidak jelas.


Siapa lawan..siapa kawan, dan siapa berpihak pada siapa, kemudian siapa memiliki bos siapa.. pokoknya semakin membingungkan..


“Mbak.. kok diam saja, kok tidak jadi makan mbak?” tegur pemilik warung


“Hehehe saya bingung bu, kenapa mereka mencari suami saya”


“Kalau menurut saya… mereka bertiga itu kelihatannya orang baik-baik kok mbak”


“Kok ibu bisa bilang mereka itu orang baik baik”


“Kelihatan dari wajah mereka mbak… wajah mereka bukan orang yang sedang penuh dengan dendam, atau orang yang sedang ingin melakukan kejahatan”


“Melainkan  wajah mereka itu nampaknya khawatir dengan sesuatu”


“Mungkin suami mbak itu yang mereka khawatirkan”


“Saya ini jualan di pinggir jalan ini sudah lama mbak, dan sudah hapal karakter penjahat, polisi, preman, polisi yang menyamar, orang baik dan lainya”


“Sayangnya tadi mereka disini tidak banyak bicara, jadi setelah mereka selesai makan salah satu dari mereka bilang akan mengawasi rumah di hutan”


“Iya bu, terima kasih atas informasinya”


Yetno…orang bawaan pak Wito yang tidak disukai oleh pak Solikin….


Lalu ada juga kunyuk… yang ternyata berteman dengan pak Wito dan Yetno juga…


Padahal pak Wito berdasarkan cerita mas Agus adalah teman dari Burhan.


Kunyuk… akibat dari ulahnya, dia sekarang dikejar oleh pak Wandi dan Mamad.


Mas Agus yang menyelamatkan kunyuk juga juga sedang dalam pencarian Mamad dan pak Wandi.


Semua ini terjadi dengan sendirinya, tidak ada yang mengatur selain Tuhan, lalu apa yang harus mas Agus lakukan sekeluar dari rumah sakit?”


Aku perlu tempat tenang untuk berpikir… otaku yang selama ini jarang aku gunakan untuk berpikir sekarang semakin sakit karena banyak sekali yang kupikirkan.


Aku harus cari tempat untuk bisa berpikir dengan tenang sekarang.


“Eh bu… berapa semuanya?”


“Lho kok tidak dihabiskan mbak?”


“hehe tidak papa bu. tiba-tiba kepala saya terasa sakit, saya juga harus kembali menjaga suami saya dulu”


Sebenarnya aku tadi lapar sekali, tetapi setelah mendapat informasi dari ibu penjual nasi ini, tiba-tiba selera makanku  lenyap.


Saat ini yang kuperlukan adalah tempat untuk bersantai, tempat yang tenang untuk menenangkan otak ku.


Mungkin di taman belakang rumah sakit ini bisa kudatangi, mungkin disana tempatnya lebih tenang karena di sana ada beberapa pohon yang besar dan rindang.


Aku juga harus menemui anak pak Solikin yang bernama santi, dia tadi hendak mengatakan sesuatu yang penting… tapi sayangnya dia lupa.


Nanti akan aku temu Santi siapa tau dia sudah mengingat apa yang pak Solikin katakan.


*****


Berjalan di selasar rumah sakit sore hari ini terasa berbeda..


Sore hari ini penuh lagi dengan orang yang membesuk, bahkan ada rombongan orang yang sedang membesuk sanak keluarganya.


Aku berjalan santai di antara orang-orang yang berjalan tergesa gesa sambil mencari kamar seseorang yang akan dibesuknya.


Ketika aku sedang serius memperhatikan orang yang sedang lalu lalang.. tiba-tiba ujung netraku melihat orang yang pernah kulihat sebelumnya.


Aku tidak langsung menoleh ke arah orang yang sedang berjalan agak jauh dari posisiku…


Meskipun aku tidak menoleh… tapi aku tau siapa orang itu.!


“Kunyuk… dia sekarang sudah ada di dalam rumah sakit!”


Dia pasti sedang mencari mas Agus…


Sebenarnya apa yang sedang dilakukan Kunyuk dengan mencari mas Agus hingga dia masuk ke dalam area rumah sakit.


Kuikuti langkah Kunyuk diantara orang-orang yang berseliweran…. Kunyuk berjalan pelan sambil tolah toleh.

__ADS_1


Dia kelihatannya menuju ke arah area rawat inap yang sekarang sedang penuh dengan orang yang sedang membesuk.


Sekarang Kunyuk ada di depan pintu kamar nomor satu… pintu kamar  yang separuh terbuka.


Dari kejauhan kulihat Kunyuk masuk ke dalam kamar itu perlahan lahan, tidak lama kemudian dia keluar dari kamar itu.


“Waduh gawat, dia memeriksa kamar satu persatu…”


“Aku masih belum bisa percaya dengan Kunyuk…”


Apakah untuk sementara ini mas Agus aku keluarkan dari kamar, dan sementara ini ku ajak jalan ke sekitar area rumah sakit?


Tapi jelas tidak mungkin… untuk jalan saja mas Agus masih belum bisa kok…


Atau dia kusembunyikan ke dalam kamar mandi saja hingga Kunyuk selesai memeriksa kamar nomor dua belas yang letaknya paling ujung itu.


Untungnya Kunyuk tidak tahu rupaku, jadi aku bisa dengan santai jalan mendahului Kunyuk untuk menuju ke kamar tempat mas Agus rawat inap.


Setelah berhasil mendahului Kunyuk ketika dia sedang memeriksa yang ada di kamar nomor dua. aku berjalan dengan cepat menuju ke kamar nomor dua belas yang letaknya paling ujung.


Aku tidak berani menoleh ke belakang sma sekali, pokoknya yang ada di pikiranku saat ini adalah menyelamatkan mas Agus secepat mungkin.


Tapi sampai saat ini aku belum punya pikiran akan dibagaimanakan mas Agus nantinya… yang ada di pikiranku hanya menyembunyikan mas Agus ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar.


Dan untungnya Kunyuk tidak tanya ke suster jaga dimana letak kamar mas Agus, dia lebih suka mencari tiap kamar satu persatu dari pada tanya ke suster jaga yang ada disini.


Akhirnya sampai juga aku di kamar paling ujung…


Sayangnya ketika kubuka kamar ini… pengunjung pasien sedang sepi, sang pasien rawat inap sedang tidur dengan satu orang penjaga yang kemungkinan besar adalah istrinya


Harapanku yang membesuk pasien yang satu kamar dengan mas Agus ini ramai, sehingga keadaan mas Agus bisa agak tersembunyikan.


Aku berjalan pelan menuju ke tempat tidur mas Agus yang melewati pasien tempat tidur nomor dua yang sekarang sedang dalam keadaan tertidur.


Ternyata sama juga… mas Agus sedang tertidur….


Apa yang harus aku lakukan kalau keadaan seperti ini, dua pasien rawat inap yang ada di kamar ini sedang dalam keadaan tidur semua.


Atau aku bilang suster kalau pasien yang ada di kamar ini tidak boleh diganggu,tapi apakah itu efektif, mengingat Kunyuk nekat sekali dengan masuk ke tiap kamar yang ada disini.


Atau kulaporkan saja Kunyuk karena kelakuan dia yang masuk ke tiap kamar yang ada disini.


“Duuh apa yang harus kulakukan apabila dalam keadaan seperti ini!”


Aku berjalan menuju ke pintu dan mengintip sebentar ke arah kamar yang berjajar di area rawat inap..


Ternyata apa yang dilakukan kunyuk masih saja dia lakukan.. dia memasuki tiap kamar yang ada disini.


Aku masuk lagi ke dalam kamar setelah melihat posisi Kunyuk yang ternyata sekarang sedang masuk ke kamar nomor empat.


“Mas… mas Agus.. bangun sebentar mas..” aku nggak punya ide selain membangunkan  mas Agus saja.


“Mas… ayo bangun dulu.. ada yang mau Tina omongkan”


“Hmmm oaaheeem.. ada apa mbak?”


“Akhirnya mas Agus bisa Tina bangunkan juga hehehe…”


“Ada apa mbak Tina?... kok kayaknya penting sekali”


“Nanti saja penjelasan dari Tina mas, yang penting sekarang mas Agus harus tau bahwa Kunyuk saat ini sedang memeriksa tiap kamar yang ada disini..”


“Dia sepertinya sedang mencari keberadaan mas Agus!”


“Kunyuk ada disini mbak? bagaimana mbak Tina bisa tau kalau orang itu yang dipanggil dengan nama Kunyuk?”


“Ceritanya panjang mas… pokoknya mas Agus harus Tina pindah dari kamar ini, karena dia bisa saja datang kesini sewaktu waktu”


“Sik sebentar mbak… saat ini apa masih waktunya jam besuk?”


“Eeehh… sepertinya jam besuknya masih lama mas… gimana mas?”


“Tidak ada yang bisa saya lakukan mbak…Biarkan kunyuk datang kesini, atau mbak Tina bisa lapor ke suster kalau ada orang yang memeriksa tiap kamar yang ada disini”


“Tidak mungkin mas… Kalau Tina lapor ke suster.. otomatis suster disini akan menegur Kunyuk…”


“Setelah itu Kunyuk akan diarahkan ke kamar mas Agus oleh suster yang menegurnya”


“Sudah mbak.. gini saja. mbak Tina keluar dari kamar ini saja, dan awasi dari luar., biarkan Kunyuk masuk ke sini, agar saya tau apa yang dia inginkan”


“Pokoknya selama saya ada disini dengan keadaan ini Kunyuk tidak akan berani melakukan apa-apa  terhadap saya”


“Yang perlu mbak Tina lakukan adalah duduk di tempat yang  bisa memantau keadaan kamar ini ketika Kunyuk masuk”


“Dan mbak Tina jangan menampakan diri di  kamar ini, pokoknya jangan sampai Kunyuk tau wajah mbak Tina dan keberadaan mbak Tina disini”


“Ya sudah mas… Tina akan cari tempat yang enak untuk memantau keadaan kamar ini”


Aku tau mas Agus tidak mau ada apa-apa denganku, dia tau kalau Kunyuk belum pernah melihat wajahku sehingga dia menyuruhku untuk keluar dan memperhatikan kamar ini”

__ADS_1


Aku keluar dari kamar ini dan berjalan menuju ke arah kanan… ke depan kamar nomor sebelas”


kebetulan di depan kamar itu ada tempat duduk panjang yang saat ini kosong.


Sebenarnya di depan tiap kamar  sudah disediakan tempat duduk panjang.


Tetapi untuk saat ini aku tidak mau duduk di depan kamar dua belas, yah semata-mata agar seolah olah aku adalah keluarga dari pasien yang ada di kamar sebelas.


Kutoleh ke arah kanan… di kejauhan, mungkin di depan kamar nomor lima Kunyuk masih berjalan menelusuri tiap kamar yang ada disini….


Tapi tiba-tiba ada seorang suster yang menghampirinya, keliatannya suster itu  curiga dengan apa yang dilakukan Kunyuk.


Kunyuk dan suster itu saling bicara, kayaknya suster itu menanyakan apa yang sedang dilakukan Kunyuk hingga dia memasuki tiap kamar yang ada disini.


Benar dugaanku… suster itu menunjuk ke arah sini…yang bermakna bahwa suster itu memberikan informasi kepada Kunyuk tentang kamarnya mas Agus.


Kalau caranya seperti ini ya sudah…aku tetap duduk di depan kamar nomor sebelah dan kuperhatikan keadaan kamarnya mas Agus saja.


*****


Kunyuk berjalan cepat menuju ke arah ujung dari rumah sakit.


Dia akhirnya melewati aku,  dan masuk ke kamar nomor dua belas.


Apa yang mereka bicarakan jelas aku tidak tau, yang penting aku sudah mengikuti apa yang mas Agus suruh.


Lumayan lama Kunyuk ada di dalam kamar. ada mungkin sekitar sepuluh menit Kunyuk ada di dalam kamar mas Agus.


Apabila Kunyuk punya niat yang tidak baik, pasti dia tidak akan lama ada di dalam kamar itu, cukup sebentar dengan ancaman atau bisa juga dengan sedikit paksaan dan setelah itu segera keluar dari kamar mas Agus.


Sebaliknya apabila Kunyuk ada niat baik.. mungkin sedang menjelaskan sesuatu, maka pasti akan memerlukan waktu yang cukup lama.


Jadi kesimpulanku kunyuk saat ini sedang memberikan penjelasan tentang sesuatu kepada mas Agus


“Sudah sepuluh menit Kunyuk ada di dalam kamar”


Apa yang sedang dibicarakan dengan mas Agus hingga selama ini.


Lima belas menit lebih kemudian Pintu kamar mas Agus terbuka… Kunyuk keluar dari kamar dan dengan langkah tergesa gesa menuju ke arah pintu utama rumah sakit.


Setelah kurasa aman.. aku masuk ke kamar mas Agus..


Mas Agus tersenyum ketika melihatku masuk….


“Gimana mas.. kok mas Agus tersenyum gitu liat Tina?”


“Heheheh tadi mbak Tina ada dimana?”


“Tina tadi ada di depan kamar nomor sebelas mas”


“Oh pantesan… tadi kunyuk bilang.. ..kenapa mbak Tina ada di depan kamar sebelas, dan tidak menjaga di kamar ini hehehe”


“Lho berarti Kunyuk tau wajah Tina mas?”


“Jelas dia tau mbak.. hanya saja dia tidak mau mengganggu mbak Tina, karena urusannya hanya pada saya”


“Jadi gini mbak.. tujuan dari Kunyuk ke sini tadi itu untuk memberitahu kepada kita.. khususnya saya kalau kita sekarang sedang diburu oleh Mamad dan Wandi”


“Dan tidak hanya Mamad dan Wandi saja… ternyata Burhan juga memburu kita mbak”


“Burhan sudah bebas dari penjara!....


“Jadi info dari Kunyuk tadi….


“Wandi dan Mamad ketakutan karena saya membebaskan Kunyuk mbak”


“Dan asumsi mereka berdua…. saya ini adalah kaki tangan dari bosnya Kunyuk yang ingin memata matai kegiatan Mamad dan Wandi”


“Jadi Maman dan Wandi  itu ketakutan sendiri, karena mereka bekerja pada dua bos.. bosnya kunyuk dan bosnya Wandi dan Mamad sendiri.


“Bagi organisasi mereka itu sungguh berbahaya, karena bisa saja rahasia yang ada pada bos masing-masing akan terbongkar”


“Lho berarti selama ini baik bosnya Kunyuk atau bosnya pak Wandi belum tau kalau pak Wandi bekerja pada mereka berdua mas?”


“Iya betul mbak Tina.. kedua bos  itu tidak tau…. sehebat itu Wandi dan Mamad menjaga rahasia hingga kedua bos itu tidak tau bahwa mereka bekerja pada dua bos yang sama”


“Nah pokok masalah disini adalah Wandi takut kalau kita cerita kepada bosnya Kunyuk tentang Wandi dan Mamad”


“Karena Wandi dan Mamad mengira saya kerja pada bosnya Kunyuk…”


“Akibat dari pada itu .. maka saya saat ini sedang mereka cari, dan mereka tidak sendirian, mereka juga menggandeng Burhan untuk melenyapkan saya!”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf.. mungkin di bab ini ada yang kurang bisa dipahami...


Yah karena saya  mengerjakan cerita ini dalam keadaan sedang ramai bersama keluarga.


saya tidak mau mengecewakan pambaca yang sedang menunggu cerita saya, sehingga dalam keadaan beresama keluarga besarpun tetap saya usahakan mengetik

__ADS_1


Salam


mbak Bashi


__ADS_2