
“Akan saya jelaskan kenapa semua ini rasanya seperti kebetulan bagi kalian berdua, tapi kita tunggu hingga mas Agus sadar sepenuhnya”
Keadaan mas Agus sudah mulai sadar sepenuhnya, dia sudah bisa duduk dengan bersandar pada tembok. Tetapi pak Pangat tetap menjaga mas Agus…
Aku rasa mas Agus sudah bisa mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh pak Pangat, tapi kenapa pak Pangat tidak cerita saja sekarang.
“Hehehe memang tubuh mas Agus sudah membaik mbak, tetapi dia masih labil, tunggu hingga mas Agus sudah sehat mbak”
“Tubuh mas Agus ini sudah mulai membaik, tetapi harus perlu penyesuaian dulu, karena tadi jiwa dia sempat diambil dan dibawa oleh demit tadi beberapa saat”
“Beda dengan kamu mbak Tina, kamu diajak ke alam mereka, dan disana kamu perlahan-lahan akan dibunuh, memang raga mbak Tina masih hangat, mirip dengan orang yang koma lah istilahnya”
“Orang dalam keadaan koma itu tidak beda dengan yang tadi dialami oleh mbak Tina, orang koma itu masih hidup, masih bernafas, dan kadang malah tidak memerlukan alat bantu rumah sakit”
“Memang sulit menyinkronkan antara informasi medis dengan ilmu supranatural, karena penjelasanya pasti akan berlawanan”
“Ogghh rasanya lemas sekali pak” kata mas Agus tiba-tiba yang sudah lebih kuat dari pada awal tadi kami masuk ke dalam rumah
“Mas Agus harus cepat pulih, karena kita akan cari biang keroknya sekarang”
“Memangnya semua ini ulah siapa pak?”
“Mbak Tina… saya sendiri juga kurang paham, yang saya tau hanya ada Inggrid yang sedang mencoba melakukan sesuatu dengan kalian”
“Eh begini…. Saya akan jelaskan dulu tentang kenapa saya begitu seriusnya menyelamatkan kalian berdua”
“Saya yakin kalian pasti bertanya tanya tentang saya dan apa yang saya lakukan”
“Semua ini berawal mula dari kegiatan saya yang suka sekali dengan hal yang berhubungan dengan dunia ghaib.”
“Saya dulu belajar ilmu yang berhubungan dengan ghaib dari seorang guru yang ada di kota N”
“Saya selalu membantu siapa saja yang memerlukan bantuan saya, waktu muda, selain bertani, saya juga lakukan pengusiran mahluk halus yang mengganggu rumah tangga tetangga saya”
“Lama-lama saya menjadi terkenal sebagai orang pintar, dan akhirnya banyak orang yang menggunakan jasa saya”
__ADS_1
“Saya mempunyai teman ghaib yang saya panggil mbak Ayu… dia berasal dari tengah hutan, dia asli penduduk tengah hutan”
“ketika mbak Tina dan mas Agus datang ke rumah saya, mbak Ayu kaget, karena dia melihat mbak TIna ini adalah keturunan terakhir yang masih asli….”
“Keturunan terakhir maksudnya adalah keturunan yang belum menikah dan belum mempunyai anak”
“Dan menurut mbak Ayu, keturunan terakhir ini bisa mendatangkan bahaya bagi musuh musuh penduduk asli desa yang hilang”
“Tetapi sebaliknya, akan sangat berguna bagi musuh desa yang hilang apabila arwah mbak Tina mereka kuasai”
“Tetapi…. Ehmm… sebenarnya ada suatu alasan lain yang mendasari saya melindungi kalian…..”
Pak Pangat terdiam, dia menerawang ke pintu kamar depan,
Keliatanya ada sesuatu yang sedang dia pikirkan, sehingga dia tidak bisa mengatakan sesuatu yang sedang menjadi masalah di pikirannya.
“Apa pak… kok malah diam saja pak?” tanya mas Agus
“Begini mas… saya sebenarnya malu juga mengatakan hal ini kepada kalian, karena hal ini tentu saja tidak masuk akal sama sekali”
“Katakan saja pak, kami akan berusaha untuk menganalisa apa yang bapak akan katakan”
“Ehm saya sedang mencari harta yang ada di makam Inggrid….!”
Suasana hening setelah pak Pangat berkata bahwa dia ternyata mempunyai tujuan tertentu dengan membantu aku dan mas Agus…
Aku sih sebenarnya tidak masalah, karena kan yang cari dia sendiri, dan akan menjadi tanggung jawab dia juga kan.
“Kalau bapak tujuannya untuk mencari harta yang ada disana, ya itu kan bapak sendiri yang melakukanya, bukan saya dan mas Agus, jadi ya saya tidak masalah pak”
“Memang benar mbak… tapi…..”
“Eh begini mbak…. Memang seperti itu, tetapi… eh saya sekali lagi minta maaf mbak mas… karena untuk tujuan itu saya harus menyerahkan arwah mbak Tina”
“Yah seperti itu awalnya mbak…. Saya.. eh saya sempat melakukan perjanjian dengan Inggrid untuk menyerahkan kalian”
__ADS_1
“Eh dengan imbalan harta yang berlimpah….”
“Tetapi ternyata saya salah….ehm… Pada malam ketika kalian tidak pulang, saya kesini, saya meminta apa yang menjadi hak saya….tetapi Inggrid malah akan membunuh saya, dengan mengirimkan banyak ghaib ke rumah saya”
“Teror Inggrid yang luar biasa itu bisa saya lawan, tetapi ternyata tidak hanya teror Inggrid saja, ada teror lain dari Orang-orang Solikin yang mencari kalian berdua dan menuduh saya yang telah menyembunyikan kalian berdua”
“Saya kesampingkan soal Inggrid meskipun saya harus susah payah memagari rumah saya agar tidak kemasukan sesuatu untuk membunuh saya atau istri saya”
“Saya ceritakan apa yang terjadi dengan diri saya kepada Joko. Dia hanya mau membantu memberikan mayat palsu untuk mengalihkan orang-orang suruhan Solikin”
“Tetapi untuk suruhan Inggrid, itu menjadi tanggung jawab saya”
“Langkah selanjutnya adalah menunggu kalian datang selama hampir satu tahun, karena saya dapat info dari mbak Ayu bahwa apabila orang itu selamat, maka satu tahun kemudian dia akan keluar dari sana”
“Saya selalu datang kesini bahkan saya menginap di dalam sini, saya masuk melalui pintu rahasia yang secara tidak sengaja saya temukan ketika saya sedang merawat motor yang kalian sembunyikan”
“Saya merasa bersalah, saya selalu menunggu kalian datang, saya yakin kalian akan selamat dan akan mencari saya”
“Jadi Inggrid dan suruhannya itu memburu kami dan akan membunuh kami karena perjanjian pak Pangat kepada mereka.. Gitu?” tanya mas Agus emosi
“Iya mas, dan semua itu memang karena salah saya… hampir semua penduduk sini atau dari manapun yang ingin sekali mendapatkan harta yang ada disana, tetapi tidak ada yang berhasil, hingga saya bertemu dengan kalian berdua”
Aku sih gak ada perasaan apa-apa hehehe, aku gak merasa tertekan, aku mulai terbiasa dengan keadaan ini, bahkan aku merasa kalau keadaan ini membuatku bersemangat lagi.
Tapi kembali lagi dengan apa yang dilakukan pak Pangat,... yah nasi sudah jadi bubur, dan semua sudah terjadi. Dan kita harus bisa melakukan sesuatu kepada Inggrid
“Ya sudah pak… percuma juga disesali, sekarang kita harus pikirkan cara penyelesaiannya” kata mas Agus
“Pak Pangat… semua yang bapak lakukan ini apakah bapak sudah memikirkan bagaimana menyelesaikanya?”
“Bisa mbak… kita masuk ke dunianya Inggrid, nanti kita akan lakukan sesuatu disana, karena apabila kita ada disana, keadaan kita sudah sama dengan Inggrid, dan dengan mudah kita bisa lakukan sesuatu kepadanya”
“Oklah pak, tapi kapan kita bisa ke sana pak, dan persiapan apa harus kami lakukan untuk ke sana?” tanya mas Agus”
“Tidak ada yang harus dipersiapkan, kita hanya harus menaruh tubuh kita di tempat yang aman ketika kita ada di dunianya Inggrid”
__ADS_1
“Apa bapak punya ide, tubuh kita akan kita taruh dimana?”
“Besok saya coba untuk hubungi Joko dulu”