RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
266. MEMANCING DAN MEMBAKAR


__ADS_3

“Luar biasa baunya” celetuk pak Jay dari kejauhan…


Lambung dari mayat itu sangat besar dan kemungkinan besar di dalamnya sudah terisi gas dan siap untuk meledak. Semua organ dalam dari mayat ini sudah berwarna hitam dan sebagian sudah mulai berubah mblenyek lembek seperti bubur.


“Pak Agus dan pak Diran, perlahan-lahan kita pindah semuanya ke ember itu..jantung, usus, lembung, ginjal, lever.. tapi hati-hati, karena organ ini sudah membusuk dan mudah hancur….. Hanya lambung ini saja yang masih utuh” kata dokter Joko


“Tarik dan pindah ketika saya bilang pindahkan, karena saya harus memotong semacam otot yang mengganjal masih-masing organ dalam ini”


Aku dan pak Diran mulai memindahkan organ dalam yang terus terang sebagian sudah mbelenyek kayak bubur, tapi mau gimana lagi, dapatnya mayat yang kondisinya kayak gini.


Dengan hati-hati aku, pak Diran, dan dokter Joko memindah organ dalam mayat ini ke dalam ember…dan syukurlah semua bisa dipindahkan dengan baik.


“Sekarang saya akan memotong phenis atau Khelamin dari mayat ini, saya akan memotong lagi kain kafan ini hingga sebatas paha…”kata dokter Joko


Dengan menggunakan gunting lagi, dokter joko memotong kain kafan hingga sebatas tengah paha dari mayat itu… hingga khelaminnya terlihat.


“Hmmm hehehe kita tidak perlu susah payah memotong khelamin ini.. Keadaan mayat ini sudah sedemikian busuk sehingga phenis yang harusnya kenyal dan keras bisa kita ambil dengan mudah”


Jangkrek… guendeng kok dokter Joko ini… dia dengan santai memotong Phenis mayat itu, termasuk ndog ndognya juga dipotong… kayak psikopat yang pernah aku lihat di tv saja hihihi.


Akhirnya satu ember ini sudah berisi organ dalam manusia dan sebuah phenis beserta telor telornya.


“Kalian pindah dulu ember ini, saya mau jahit perut mayat ini, meskipun mungkin sudah tidak bisa dijahit karena kulit mayat ini sudah terlalu lembek”


“Setelah itu saya jahit juga sobekan kain kafannya, dan kemudian tutup peti mati ini lagi, dan setelah itu biar saya yang akan mengurus selanjutnya”


“Pak Jay.. organ dalam binatang bisa dikeluarkan pak” kata pak Diran


“Bisa pak Diran, ada di bagasi mobil, ayo diangkat bersama sama, karena benda itu berat sekali” kata pak Jay kemudian membuka bagasi mobilnya

__ADS_1


Satu buah styrofoam dan satu buah ember yang penuh berisi organ dalam ditaruh didepan pintu masuk hotel…


Kami sedang menunggu bu Tugiyem dan kyai Dollah yang masih ada di dalam, mereka katanya sedang melihat energi yang ada di dalam sana.


Tidak lama kemudian bu Tugiyem beserta rekan rekanya keluar dari dalam hotel…. Wajah bu Tugiyem penuh keringat.


“Harus saat ini juga, tidak boleh menunggu dua atau tiga jam lagi….energi hitam yang ada di dalam semakin kuat, Arwah Solikin ada di seberang sungai… dia sebagai pelindung setan-setan yang ada disini”


“Perkiraan dari kunti yang ada dibelakang, Solikin dan perempuan iblis yang dulu ada disini akan datang dan akan melakukan perlawanan kepada kita ketika demit-demit yang ada disini sudah kita musnahkan…” kata bu Tugiyem.


“Eh pak Diran.. Eh bapak kenal dengan kunti yang ada di belakang sana itu ya.. Dia bilang selama ini pak Diran beberapa kali bicara dengan dia?” tanya bu Tugiyem


“Iya bu… kami dapat informasi dari Kunti itu, dan kunti itu dapat informasi dari teman kita yang bernama pak Cheng, yang sekarang ada di alam ghaib sana”


“Oh gitu… ya sudah kita bawa masuk dulu saja benda benda busuk ini.. “


“Iya bu.. Karena di kamar itu menurut saya energinya mengerikan” jawab pak Diran


Ramai kami mengangkat ember dan kotak styrofoam ke dalam kamar  yang ada di ruang utama… tidak ada kesulitan yang berarti ketika kami memasukan dua benda itu ke dalam kamar…


Setelah dua benda itu ada di kamar, pintu kamar kemudian ditutup oleh pak Diran…


Setelah itu pak Diran membakar kemenyan di depan pintu kamar.. Aku nggak tau apa gunanya, seharusnya kan setan setan itu sudah masuk ke kamar itu tanpa harus membakar kemenyan juga.


“Setelah mereka semua masuk di dalam kamar, kemudian kita kunci kamar itu, lalu setelah itu bakar mereka semua” kata pak Diran


“Kalian satukan energi kalian untuk memagari kamar, nanti setelah itu biar saya yang membakar mereka” kata kyai Dollah


“Kita kerjakan di luar hotel saja pak” kata bu Tugiyem yang kemudian duduk bersila di lahan parkir

__ADS_1


Pak Diran, pak Hendrik juga duduk bersila bersama bu Tugiyem, sedangkan kyai Dollah berjalan mondar mandir di depan hotel, tetapi mata kyai Dollah selalu tertuju ke dalam hotel itu. Dan di tangan kyai Dollah ada sebuah tasbih yang terus dia putar dengan putaran sangat pelan.


“Sebentar lagi…… sebentar lagi…. Saat ini mereka semua sedang berbondong bondong masuk ke dalam kamar itu … sebentar lagi kita akan kunci kamar itu” kata pak Diran dengan suara pelan


“Yaaaah sebentar lagi… bu Tugiyem dan pak Hendrik…….”


“Yaaak, sekarang pagari kamar itu!” kata pak Diran dengan suara pelan.


Ketiga orang, pak Diran, pak Hendrik, dan bu Tugiyem dengan gaya dan gerakan masing masing mengeluarkan energi untuk memagari kamar belakang.


Sedangkan kyai Dollah berdiri di depan pintu hotel. Dia hanya berdiri dengan tasbih yang terus dia putar di telapak tangannya, tapi putaran tasbih itu sekarang agak lebih cepat dari pada sebelumnya…


Tiba-tiba kyai Dollah mengacungkan tangan kanannya yang sedang menggemgam tasbih, tubuh dia bergetar hebat, tasbih yang ada di tangan kanannya bergoyang goyang seperti akan terlepas dari tangan Kyai Dollah….


Tidak ada satu menit kemudian kyai Dollah melakukan gerakan seperti memecutkan tasbihnya ke arah pintu hotel….. Seketika terdengar suara meledak dari dalam ruang utama hotel.


Suara ledakan itu menimbulkan getaran yang lumayan keras di lahan parkir….. Setelah itu semua kembali sunyi seperti tidak ada kejadian apapun..


“Iblis-iblis kiriman Solikin sudah habis, tetapi sayangnya lubang yang dibuat para iblis itu pasti akan mengakibatkan datangnya iblis yang lain” kata kyai Dollah


“Tapi itu bukan hal yang mengerikan, kita bisa membentengi hotel ini mulai dari sekarang” kata Kyai Dollah lagi.


“Eh mbak Tina.. apakah mbak Tina tidak minta bantuan kepada leluhurnya mbak Tina?”


“Mbah Sutinah dan leluhur Tina yang lainya sedang berusaha juga mas…. Barusan ketika ada ledakan, mbah Sutinah bilang bahwa dia sedang berusaha memagari lagi yang lubang itu” jawab mbak Tina


“Tapi kata mbah Sutinah, apabila mbah Sutinah dan leluhur Tina yang lainya sedang berusaha membuat pagar ghaib lagi, maka energi mereka semakin melemah, dan mereka minta bantuan kita untuk melawan Fong” lanjut mbak Tina


“Bilang kepada leluhurmu bu Tina.. tidak masalah…kami akan bantu dari sini… dan ada baiknya kita semua masuk ke dalam untuk menanti datagnya Solikin dan iblis-iblis yang akan dikirim” kata kyai Dollah

__ADS_1


__ADS_2