RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
151. LENGKAP SUDAH


__ADS_3

Sekarang keadaan aman, dimana si Paijo sudah kembali ke depan rumah bersama satu anak buahnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ada di dekat jembatan.


Dengan bantuan Inggrid, aku berjalan pelan menuju ke  kamera yang jatuh… letaknya ternyata tidak terlalu jauh dari tempatku sembunyi tadi.


Setelah mendapatkan kamera, dan kupelajari sejenak kamera saku dengan merk ternama ini, kemudian aku siap-siap di untuk masuk ke dalam rumah bersama Inggrid.


Ternyata kamera milik pak Hari ini termasuk kamera canggih model terbaru yang bisa digunakan untuk pencahayaan yang minim. kamera saku merk ternama ini memang khusus digunakan dalam keadaan yang minim cahaya.


Kamera ini jenis kamera digital yang tidak memerlukan roll film…dan bentuk kamera ini kecil tipis, sehingga bisa dimasukan ke dalam saku celana.


Kamera digital ini enak, kita bisa lihat hasil foto yang baru kita jepret sehingga apabila hasil foto itu jelek bisa dihapus untuk diganti dengan foto yang lebih bagus.


Tidak kayak kameraku yang masih menggunakan roll film dan bentuknya gemuk.


“Ini sudah menjelang pagi Tina, biasanya truk solar akan datang antar menjelang pagi hingga setelah subuh”


“Kamu siap siap ya Tina… Inggrid akan  masuk ke rumah penggergajian dulu untuk melihat keadaan di dalam”


Selesai bicara Inggrid menghilang dari hadapanku…


Aku tetap ada di balik pohon sambil melihat lihat isi kamera saku kecil milik pak Hari.


Hmm ini ternyata kamera pribadinya dia.. banyak foto dia bersama keluarganya.. ada foto acara ulang tahun anaknya yang masih balita juga hihihihi.


Anak pak Hari lucu juga.. banyak sekali foto-foto anak pak Hari dengan berbagai pose…


Nggak terasa aku terus menggulirkan foto-foto keluarganya karena aku kepincut sama foto anaknya yang lucu.


Foto-foto ini banyak sekali… sekarang yang nampak adalah Foto perempuan yang bersama pak Hari.. kemungkinan besar adalah istrinya.


Ternyata istri dia cantik juga… hehehe biasanya istri polisi itu cantik cantik.. apalagi kalau pangkat polisinya itu sudah perwira..istrinya pasti sudah berubah wajah, yah seperti yang kita tau yang saat ini sedang kena kasus hehehe.


Aku terus melihat lihat foto yang ada di kamera digital pak Hari…


Lama-lama ada foto pak Hari bersama teman-temanya di dalam sebuah ruangan… kayaknya ini ruangan karaoke..


Hmm laki-laki dimana-mana sama saja ketika ada di ruang karaoke…. yang ada hanya minuman keras dan perempuan!.


Kuamati terus foto yang ada di sebuah ruangan karaoke Vip itu…hingga aku menemukan sebuah kejanggalan.


“Lho ini kan Paijo…!”


Di dalam foto sebuah ruangan karaoke itu ada Paijo yang sedang mengangkat gelas…


Di foto itu itu ada tujuh orang laki-laki yang sedang menikmati acara karaoke dengan beberapa pemandu lagu yang berpakaian seksi.


Dan disana ada Paijo yang dalam pelukan seorang pemandu lagu sambil mengangkat gelas.


Kulihat lagi foto-foto yang ada di kamera digital ini…


Ternyata hanya ada dua foto yang menampakan wajah Paijo dengan sangat jelas, sedangkan foto yang lainya terkesan gelap.


Kalau di dalam kamera pribadi pak hari ini ada foto Paijo, berarti pak Hari harusnya kenal dengan Paijo… minimal pernah bertemu dengan paijo.


Meskipun pertemuan itu mungkin tidak disengaja , karena ada jamuan seseorang yang mengundang pak Hari dan Paijo…


Tetapi kenapa waktu di rumah pak Pangat seolah mereka tidak mengenal satu sama lain…. sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua!


“TIna… ayo masuk ke bagian halaman belakang rumah!” bisik Inggrid tiba-tiba


“Sudah menjelang pagi ini Tina.. sebaiknya kamu siap-siap untuk mengambil gambar orang-orang yang terlibat disana”


“Inggrid punya pikiran untuk menyabotase pengiriman ini Tina…Inggrid kepingin muatan serbuk itu tumpah dan berantakan,  kemudian kamu Foto semua yang berantakan itu termasuk orang-orang yang ada disana”


“Tapi sekarang kan keadaanya kita cuma hanya ada Tina dan kamu Nggrid… mana bisa kita melakukan sesuatu  yang menyebabkan muatan itu terguling dan tumpah”


“Nanti Inggrid akan pikirkan  Tina.. yang penting kamu siap di posisi, eh tapi apakah kamera itu bisa digunakan untuk memotret jarak jauh Tina?”

__ADS_1


“Maksudmu zoom gitu kah Nggrid?


“Iya seperti itulah… Inggrid gak paham  dengan yang dikatakan zoom itu hehehe”


“Semoga saja bisa Nggrid… sekarang gimana, posisi yang baik dan aman di sebelah mana Nggrid?”


“Kamu diam disini dulu saja Tina.. di sebelah mesin penggergajian dulu saja, Inggrid akan  mencoba mencari akal untuk menyabotase sekalian mencari tempat yang aman untuk memotret”


“Nggrid… lebih baik mas Agus ajak kesini saja.. lewat jembatan sana itu.. agar kami berdua bisa maksimal dalam melakukan aksi ini”


“Hmm benar juga Tina… sebentar, Inggrid akan jemput mas Agus.., kita masih punya waktu untuk menjemput mas Agus kok”


Inggrid pergi dari hadapanku…


Aku masih bingung dengan orang-orang yang pernah aku percaya.. kenapa mereka semua ternyata pernah bertemu dan kemungkinan besar mereka itu berteman.


Kenapa justru orang-orang itu adalah orang yang ahli di bidangnya.. dan ternyata mereka ini justru adalah musuh dalam selimut.


Berarti memang Tuhan menyuruh aku, Mas Agus dan Inggrid untuk menyelesaikan masalah disini… ya sebenarnya tidak masalah juga… nek mampu ya dilakoni nek gak mampu yo dilepas aja….


Inggrid lumayan lama juga pergi menjemput mas Agus…


Ketika aku sedang mempelajari kamera saku ini…. tiba-tiba aku mencium bau yang sangat mengerikan dan  nggilani..


Bau itu tiba-tiba muncul tanpa didahului oleh apapun… bau ini perpaduan antara bau busuk dan bau tai.


“Tina… mas Agus sudah ada di sekitar sini… tapi berhubung baunya luar biasa, jadi dia agak menjuah dari posisi kamu heheheh” kata Inggrid yang tiba-tiba datang


“Iiiih jadi bau ini berasal dari Mas Agus ya Nggrid?”


“Iya… dia tadi kan kecebur tepat di bawah jamban… meskipun sudah jarang ada orang yang  buang air besar di sana, tetapi kan banyak tai yang mengendap dan bercampur lumpur di bawahnya hehehe”


“Tapi dengan bau ini Inggrid jadi punya ide.. nanti mas Agus, akan Inggrid ajak mendekati drum… semakin dekat semakin baik.. agar disekitar situ akan berbau busuk.


“Untuk sementara  ini kamu jangan bertemu dengan mas Agus dulu ya Tina.. biarkan dia dengan bau busuknya dulu”


“Bukannya disana ada Wandi dan Mamad?”


“Pokoknya kalau nanti ada truk atau pickup yang akan mengambil drum itu, Inggrid akan coba beberapa cara yang Inggrid pernah pelajari untuk membuat sesuatu menjadi kacau”


“Nggrid.. Tina pingin tanya sesuatu… kenapa sih kamu kok benar-benar niat membantu kami…. kamu banyak menolong mas Agus dan aku?”


“Inggrid kepingin agar masalah ini cepat selesai … agar Tina dan mas Agus bisa bantu Inggrid memecahkan masalah keluarga Inggrid tiga puluh tahun lalu”


“Ya sudah Nggrid.. mudah-mudahan tidak ada apa-apa dengan kami sehingga kami bisa bantu Inggrid”


“Sekarang apa yang akan dilakukan oleh mas Agus Nggrid?”


“Inggrid akan bawa mas Agus mendekati drum itu sedekat mungkin, nanti lihat saja apa yang akan terjadi disana”


“Kamu Tina.. siap-siap saja apabila ada keributan di sekitar drum itu ketika Inggrid berhasil menyabotase mobil yang akan mengambil drum”


“Nanti ketika mobil pengangkut drum itu datang..pasti mata semua orang yang ada disana akan tertuju pada mobil itu, nah ketika itulah Inggrid akan ajak kamu  ke tempat yang paling dekat dengan tempat kejadian”


“Ketika kamu sudah Inggrid taruh di tempat yang paling dekat, kemudian inggrid akan mencoba melakukan seperti yang tadi Inggrid lakukan ke mata kamu Tina”


“Agar cahaya makin banyak yang bisa diterima lensa kamera yang kamu bawa itu”


“Sekarang Inggrid akan mengajak mas Agus ke tempat yang lebih dekat dengan barang itu”


Ketika Inggrid sedang mengatur posisi mas Agus… aku kembali mempelajari fungsi-fungsi dari kamera modern ini.


Setelah  kurasa bisa aku kuasai… kemudian aku kembali melihat lihat foto yang tersimpan di dalam kamera.


Satu persatu aku lihat foto-foto itu, hingga aku lihat foto Paijo yang sedang mengangkat gelas… di sebuah ruangan karaoke..


Ruangan karaoke ini sepertinya ada di kota S, karena di sekitar sini tidak ada karaoke yang sebesar ini.

__ADS_1


Satu persatu aku lihat foto-foto yang tidak beraturan ini, hingga pada foto yang kesekian muncul wajah orang yang pernah aku lihat ketika aku ada di warung depan rumah sakit.


Foto seseorang yang pernah aku lihat di warung depan rumah sakit itu sedang menggunakan seragam polisi, dia ada di sebuah ruangan kantor polisi.. dia bersama dengan beberapa orang polisi.


Di depannya ada beberapa klip plastik berukuran kecil yang ada bubuk putih di dalamnya…


Beberapa anggota polisi itu mengacungkan jempol dan tersenyum bahagia… mungkin sebagai tanda keberhasilan mengungkap peredaran barang terlarang itu.


“Aku pernah lihat orang ini waktu ada di warung mbak Tini”


Aaaah aku ingat… orang ini kan Burhan… yang waktu itu ada di warung mbak Tini, dan sedang mengincar Solikin.


Apakah Burhan ini adalah polisi yang sedang menyamar…Dan bukannya dia tadi menolong mas Agus ketika mas Agus ada di dalam kamar itu?


Hmmm berkat kamera ini aku bisa tau beberapa hal yang mengejutkan…..


Apakah mungkin Burhan adalah polisi yang sebenarnya, dan bisa saja dia sekarang ada disini bersama beberapa temannya.


Wis nanti saja bahas soal kamera, karena saat ini aku harus siap,... sudah menjelang pagi soalnya.


“Ssttt Tina.. ayo ikut Inggrid, truck yang akan mengangkut drum sudah ada di tengah hutan”


Aku mengikuti Inggrid yang berjalan pelan di depanku.. Inggrid pintar juga, dia mengambil jalur memutar sehingga tidak akan terlihat oleh orang-orang yang ada di sekitar sini.


Inggrid menuntun aku mulai  keluar melalui pintu rahasia yang ada di dekat pembuatan palet hingga posisiku sekarang tidak jauh dari posisi drum.


Aku percaya pada Inggrid hingga aku sekarang ada di semak belukar yang tidak jauh dari posisi drum itu.


Sebenarnya malam menjelang pagi ini tidak terlalu gelap karena sinar bulan yang tidak terhalang pepohonan bisa membuat suasana disini nampak temaram.


Tidak lama kemudian aku mencium bau busuk.. bau tai yang mulai mengganggu hidungku… hehehe berarti mas Agus juga ada di sekitar sini..


Inggrid sekarang super sibuk, dia macam penerima tamu yang harus menunjukan dimana tamu-tamunya harus duduk.


Pelan namun pasti aku dengar suara mobil yang mengarah kesini…. suara itu semakin lama semakin jelas dan semakin dekat… aku harus siapkan kamera digital milik Pak Hari…


Kunyalakan kamera dalam mode siap foto….. ternyata penerimaan gambar kamera ini tidak terlalu gelap. dalam artian masih lumayan terang di suasana gelap seperti ini.


Seharusnya tanpa bantuan Inggrid, aku masih bisa ambil gambar…. tapi kenapa kata mas Agus, ketika di dalam kamar bersama pak Hari, kamera ini tidak bisa mengambil gambar?


Padahal oleh mas Agus .. dus itu sudah dikasih cahaya dari senter….. Apakah itu hanya akal-akalan dari pak Hari agar dia bisa mengambil barang itu?


Cahaya lampu dari sebuah mobil itu menyala sangat terang, sementara  itu di langit sebelah timur mulai nampak cahaya kebiruan yang sangat tipis.


Mobil yang ternyata sebuah pickup berwarna putih itu berhenti tepat di samping sebuah drum yang sudah siap untuk diangkut.


“Tina… kamu siap-siap untuk mengambil gambar.. sebentar lagi Inggrid akan buat sesuatu”


“Dan jangan sekali kali kamu menggunakan lampu kamera ya Tina”


“Nggrid.. kamu gak usah merubah kamera ini… ternyata kamera ini bisa digunakan di cahaya remang-remang seperti ini..”


“Dan kebetulan posisi Tina sudah lumayan dekat dengan kendaraan itu Nggrid”


“Ya sudah Tina… tunggu aksi dari mas Agus dulu… kemudian ketika orang-orang itu akan menaikan drum yang penuh ke atas mobil, kamu mulai ambil gambarnya Tina”


Inggrid kemudian pergi lagi dari  hadapanku…


Mobil pickup itu parkir di samping drum.. tetapi baik supir maupun kenek mobil itu belum turun juga dari dalam mobil.


Mereka seperti nya sedang menunggu sesuatu… kedua orang itu ada di dalam mobil sambil merokok..


Hanya merokok saja tanpa ada pembicaraan sama sekali diantar keduanya.


Sudah sekitar lima menit mobil itu berhenti dan tidak ada kegiatan apapun hingga dari bagian depan rumah, ada seseorang yang sedang jalan menuju ke arah mobil.


Aku belum bisa melihat siapa yang sedang jalan di depanku… tetapi yang pasti orang itu suruhan Solikin atau bahkan mungkin Solikin sendiri.

__ADS_1


Hmmm ada yang berubah di sekitar sini.. bau busuk tai itu sekarang sudah berangsur angsur hilang… apakah disini mas Agus mulai memerankan perannya?


“Pak Mahmud, itu… drum itu yang akan dimuat….” teriak seseorang yang tadi jalan dari depan ke samping rumah


__ADS_2