
Kenapa gangguan itu masih ada saja…..
Tapi kalau kupikir, secara aku sebagai manusia yang punya aktivitas ya wajar saja, semua makhluk pasti punya aktivitas sendiri sendiri.
Begitu juga dengan yang namanya dunia mahluk halus, pun mereka juga punya aktivitas yang sama dengan manusia juga.
Sesuai dengan cerita Tina, daerah sini adalah daerah kuburan besar, dan kemungkinan yang sedang mencangkul malam-malam gini adalah aktifitas tak kasat mata yang sedang berlangsung.
Tapi kenapa aku bisa mendengarnya, kalau memang itu aktivitas ghaib harusnya aku tidak bisa mendengar kan?
Setelah aku mencoba berbahai logika akhirnya aku mulai bisa menenangkan diri…
Untungnya ada Burhan sehingga aku tidak setakut seperti kemarin -kemarin itu.
Hmmm apakah Burhan juga mendengar suara orang yang sedang mencangkul itu ya?
Rasa penasaranku semakin tinggi hingga aku ingin mendatangi kamar Burhan.
Aku turun dari tempat tidur untuk menuju ke kamar Burhan, akan kutanya apakah dia juga mendengar suara orang yang sedang mencangkul malam-malam gini.
Kubuka pintu kamar, huff untungnya lampu petromak itu masih nyala walaupun sudah redup dan hampir mati.
Perkiraanku gak lama lagi lampu petrokanya akan mati kalau tidak segera diisi minyak tanah.
Nanti saja kusuruh Burhan untuk menambah isi minyak tanah biar bisa nyala sampek pagi, yang penting aku pingin tau apa yang sedang nyangkul malam-malam gini.
Pintu kamar Burhan tertutup rapat, mungkin dia sedang tidur nyenyak setelah kemarin-kamarin dia tidak bisa tidur.
Aku ketuk pintu kamarnya….
Tapi tidak ada sahutan sama sekali
Sekali lagi ku ketuk pintu kamarnya…..
Tetapi tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.
“Mas Burhaaan….”
Aku hanya bisa memanggil dengan suara pelan, aku takut apabila terdengar orang yang sedang mencangkul cangkul itu.
“Mas Burhan… ini aku Agus…”
Tapi sama saja tidak ada reaksi dari dalam kamarnya, kamar itu tetap sunyi senyap, tidak ada aktivitas maupun suara apapun di dalam kamar.
Perasaanku mulai gak enak, keringat dingin mulai bermunculan di sekitar dahi….
Perlahan lahan bulu kudukku mulai meremang….
Apa tidak ada orang di dalam kamar Burhan, tapi tidak mungkin, dia kan sedang tidur.
__ADS_1
Tapi ada yang aneh apakah kamarnya dalam keadaan kosong….
Apakah aku harus membuka kamarnya…
Lalu apa yang akan terjadi apabila kubuka kamarnya, dan kudapati Burhan tidak ada di sana….
Apakah aku harus lari, atau aku harus mencari dia di luar rumah?
Lebih baik kulihat saja kamarnya, daripada aku penasaran.
Perlahan-lahan kudorong pintu kamar Burhan…
kuintip dari celah pintu, tapi yang ada hanya gelap…
Kenapa kamar ini gelap sekali, harusnya kan ada lampu minyak seperti di kamarku.
Kubuka lebih lebar pintu kamar Burhan, aroma pengap dan gelap….
Tetapi dari posisiku di pintu kamar, aku tidak melihat tubuh Burhan di atas tempat tidur.
Ketika aku mulai masuk ke dalam kamar, ketika ku dorong pintu itu lebih lebar, tiba-tiba lampu petromak yang ada di ruang tamu padam.
Aku tidak bisa bergerak kemana-mana, aku hanya terpaku di kamar Burhan, aku terdiam seorang diri di gelapnya kamar Burhan…
Apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa ada disini seorang diri, aku harus keluar dari kamar ini….
Dimana sebenarnya Burhan,.... keadaan ini semakin menakutkan untukku…
Aku mendengar sesuatu di sebelah rumah, aku mendengar langkah kaki di samping rumah, langkah kaki yang berjalan perlahan lahan…
Aku mendengar suara langkah kaki di gelapnya kamar Burhan, aku mendengar langkah kaki seseorang yang sedang menyeret sesuatu.
Aku ndak bisa menebak apa yang sedang diseretnya itu, yang pasti selain bunyi langkah kaki, aku juga mendengar sebuah benda yang diseret.
Suara itu…. suara langkah kaki itu semakin lama semakin dekat dengan kamar Burhan dan kemudian berhenti tepat di sebelah jendela kamar.
Sesuatu itu berhenti di sebelah kamar Burhan, tidak ada suara apapun hanya sunyi sepi yang kudengar saat ini.
Aku berdiri mematung dan menunggu sesuatu itu bergerak atau bersuara, tetapi hingga kini tidak ada suara apapun yang ada di samping kamar Burhan.
Aku terdiam dan memandang ke arah jendela kamar Burhan yang tertutup rapat, aku tidak melakukan apapun, karena aku takut terdengar oleh seseorang yang ada di sebelah jendela luar kamar Burhan.
Hingga beberapa menit berlalu tidak ada suara apapun di luar sana, mungkin yang ada di luar sudah pergi tanpa sepengetahuan ku…
Atau bisa juga yang ada di luar itu juga dia sedang menunggu aku untuk bergerak dan mengeluarkan suara.
Beberapa menit berlalu kemudian tiba-tiba aku mendengar sesuatu, Sebenarnya bukan sesuatu tapi sebuah suara……
Suara itu adalah suara cangkul yang menyentuh tanah…..dan suara itu ada disebelah kamar Burhan, di bagian luar kamar Burhan….
__ADS_1
Aku mendengar suara cangkulan, aku dengar suara cangkul mencongkel tanah, aku bisa mendengar tanah itu dilempar ke samping kiri ke kanan….
Tapi aku tidak tahu siapa itu dan apa yang dilakukan diluar sana.
Apakah itu Burhan?....
Kalau memang Burhan, lalu apa yang dia lakukan di luar, jelas tidak mungkin… itu bukan Burhan…
Sudah ada lima menit aku mendengar suara orang yang sedang mencangkul… aku merasakan bahwa seseorang yang diluar itu sedang mencangkul dalam suatu bidang yang dalam dan lebar.
Apakah aku harus Mendengarkan suara cangkulan itu, atau aku harus pergi dari kamar Burhan?
Ya….Aku harus pergi dari kamar ini, kamar ini dari awal sudah menakutkan bagi aku..
Aku melangkah keluar kamar Burhan menuju ke ruang tamu yang gelap, karena aku akan kembali ke kamarku…
Tapi… ketika aku keluar dari kamar Burhan, secara tidak sengaja aku melihat keluar, ke arah jendela luar..
Aku melihat sosok hitam di halaman rumah, tetapi aku tidak bisa melihat dengan jelas sosok yang ada di luar itu karena terhalang oleh kabut yang sangat tebal…
Kabut yang mulai sebelum aku tidur itu ternyata masih ada sampai sekarang… bahkan sekarang kabut itu semakin tebal.
Aku berdiri terpaku di sini di gelapnya ruang tamu, kepalaku menjadi berat keringat dingin semakin deras mengucur dari tubuhku, bulu kudukku meremang..
Siapa itu yang ada di depan rumah?...
Hmm atau bisa saja itu Burhan, tapi apabila itu Burhan, Apa yang sedang dilakukan di luar sana?
Ketika aku mulai berani melihat keluar, tiba-tiba sosok Hitam yang ada di luar rumah itu menghilang di pekatnya kabut.
Tidak ada lagi sosok hitam yang di depan rumah yang ada hanya kabut putih pekat yang ada di depan rumah.
Kabut yang ada di luar itu mendadak secara perlahan-lahan masuk ke dalam ruang tamu melalui kisi-kisi jendela yang terbuka..
Ruang tamu ini perlahan-lahan terisi oleh kabut yang berasal dari luar, tapi apa yang harus kuperbuat, Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan….
Apa aku biarkan saja kabut ini masuk ke dalam rumah, atau aku harus mencari sesuatu untuk menutup kisi-kisi rumah.
Keberanianku mulai muncul, pertama yang harus aku lakukan adalah mengambil senter yang ada di tasku, kemudian aku akan menyalakan lampu petromak agar keadaan rumah ini terang kembali.
Setelah itu terserah apa yang akan terjadi, karena aku sudah pasrah, dan aku yakin saat ini aku sedang sendirian ada di dalam rumah!. Dan aku harus bisa menyelamatkan diriku sendiri.
Aku ke kamarku yang untungnya lampu minyaknya masih nyala, tas ransel yang ada di ujung kamar kuacak acak, ternyata senterku ketemu di tumpukan baju.
“Aku harus menyalakan lampu petromak yang ada di ruang tamu”
Dengan senter di tangan aku akan menuju ke dapur, karena aku tau tempat penyimpanan jerigen yang berisi minyak tanah ada di pojokan dapur.
Mulai dari ruang tamu lampu senter ini sudah kuarahkan ke segala arah, yah agar aku yakin bahwa tidak ada apa-apa di sekitar sini.
__ADS_1
Hingga lampu senter menyinari daerah dapur… tepatnya pintu kamar mandi…
Pintu kamar mandi yang biasanya selalu tertutup itu sekarang dalam keadaan terbuka!