RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
212. DILAKONI AE DULU


__ADS_3

“Apa yang harus saya katakan kepada teman saya Jay?”


“Bilang saja ke pak Jay yang sebenarnya pak Watu…dan bilang juga jangan melawan apa yang ada disini dengan mengirim dukun yang ilmunya setengah”


“Karena yang ada disini itu bukan setengah setengah, bilang saja yang ada disini itu sudah lama tinggal disini, sehingga sulit untuk diusir”


“Hahahah kalaian ini seolah olah tau apa saja yang ada disini….” kata Watuadem


“Lha jelas tau pak…kemarin malam ada empat pemburu hantu ke sini, dan berakhir dengan mereka pingsan…. Kami tau juga karena diceritakan oleh mereka” kata mas Agus


“Terus sekarang pak Watu juga bilang hal yang sama dengan yang diceritakan oleh mereka kemarin… inti dari cerita itu sama pak… ada hal yang sangat mengerikan disini” jawab pak Cheng


“Tapi nanti saja cerita kepada pak Jay… tunggu hingga tamunya pulang dulu” kata mas Agus


“Hussh.. Tamunya pak Jay nanti malam akan menginap disini bersama saya juga kan” kata watuadem


“Wis mas Watu.. dilakoni saja, dan jangan dilawan, kita ajak mereka berkomunikasi… yang penting mas Watu bisa berkomunikasi dengan mereka meskipun sedikit….”


“Tu…Watu… gimana hasilnya?” teriak pak Jay tiba-tiba dari pintu pembatas ruang utama dengan bagian belakang.


“Jay… kita bisa bicara sebentar….disini saja Jay…ada sesuatu yang harus aku omongkan ke kamu Jay…”


“Bentar Tu.. aku bicara dengan Obet dulu.. Biar dia  di dalam ditemani ”pak Cheng dan Jiang”


Pak Jay masuk, tapi sebelumnya dia mengajak pak Cheng dan Jiang untuk masuk mengikuti pak Jay….memang omongan tentang perhantuan ini lebih baik tidak sampai terdengar oleh oran lain, hanya cukup mereka berdua dan kami saja.


Pak Cheng dan Jiang masuk ke dalam… mereka mengikuti pak Jay menuju dimana Obet sedang menunggu.


“Gimana Tu.. ada apa…kok kayaknya ada yang serius disini?”


“Tentang mahluk halus yang ada disini Jay”


“Terus terang yang ada disini itu sudah hidup puluhan tahun, bahkan ada juga yang sudah ada disini ratusan tahun lalu… yah yang namanya hutan Jay… hutan ya begini ini… kita tidak bisa mengusir mereka”


“Jadi inti pembicaraanmu… kamu tidak bisa melakukan apa-apa dengan yang ada disini?”


“Benar Jay…. beberapa mereka juga ada yang marah, karena kemarin kamu bawa ke sini paranormal abal-abal yang tiba-tiba dengan seenaknya mengusir mereka dari sini…”


“Istilahnya pangkat dukun yang kemarin kamu bawa kesini itu pangkatnya prajurit, sedangkan yang ada disini itu jenderal semua”


“Sebenarnya tidak perlu mengusir mereka… mereka yang ada di dalam rumah ini tidak ada yang jahat…. Harus kmu ingat Jay yang ada di rumah dan area rumah ini tidak ada yang jahat… tetapi….”


“Tetapi disana itu… di bagian yang gelap di sungai sana itu…. Disana hitam dan jahat… mereka haus darah” kata Watuadem


“Jadi intinya apabila tamu kamu pada malam hari seperti ini tetap berada di lingkungan hotel… semua akan baik baik saja, tetapi apabila tamu kamu berani ke sana…mendekati sungai.. Aku gak tanggung jawab”


“Waduh Tu…. dua hari lagi mereka akan datang ke sini… persiapan sudah matang, dan Robert sudah melakukan pemasaran melalui beberapa rekan  biro perjalanan temanya”


“Kita tidak bisa menunda lagi untuk masalah seperti ini Tu….” kata pak Jay sedikit emosi


“Kamu gak usah emosi Jay… saya cerita ini berdasarkan apa yang aku lihat… dan semua itu adalah benar”jawab Watuadem


“Ok Tu… sekarang apa yang harus dilakukan?”


“Sederhana saja…. Kamu bikin pagar disana… diantara bagian hotel ini dengan sungai… kalau malam hari pagar itu kamu tutup… siang hari bisa kamu buka, agar tamu yang menginap disini bisa bermain ke arah sungai sana”


“Kamu yakin tidak ada yang akan datang dan menakut nakuti tamuku disini kalau malam hari Tu?”


“Heheheh ini hutan Bro… hutan tempat segala macam makhluk tak kasat mata berada. Kamu mendirikan hotel disini tentunya sudah kamu pikirkan sebelumnya masalah dengan mahluk ghaib”


“Jadi kita nikmati saja malam ini disini… Jay….”


Pak Jay kelihatannya bingung… tentu saja dia bingung, mungkin selama hidupnya dia belum pernah bergesekan dengan mahluk ghaib.


Dan baru sekarang ini setelah dia menghabiskan dana yang besar untuk renovasi rumah penggergajian menjadi sebuah hotel, baru dia akan bergesekan dan harus memahami kehidupan lainnya.


“Saya yakin tidak ada yang terjadi malam hari ini asalkan kita tetap ada di area hotel” kata Watuadem meyakinkan pak Jay


“Ya sudah… aku akan bilang ke Obet, bahwa keadaan sudah bisa dikendalikan.. Dan malam ini kita semoga tidak terjadi apa-apa dengan obet yang akan memasarkan hotel ini hingga ke mancanegara.


Pak Jay masuk ke dalam… sementara itu Watuadem masih duduk dan menghadap ke sungai… dia masih berusaha melihat apa yang ada di sungai itu.


“Eh gini pak Watu… nanti malam sampean akan kami bantu sebisa mungkin… kami dari kemarin disini.. Di area hotel ini merasa aman, memang ada satu dua mahluk ghaib yang mengganggu, tetapi hanya gangguan kecil saja”

__ADS_1


“Mereka hanya ingin berkenalan dengan kita saja pak”


“Ya sudah mas Agus… saya akan tidur di bagian pondok yang dekat dengan sungai itu… kalian nanti ada dimana?”


“Kami ada di ruangan utama pak, tetapi kami tetap akan berkeliling untuk memastikan keadaan aman-aman saja disini” kata mas Agus


“Ya sudah… saya akan bicara dengan Jay dan Obet… kalian tunggu disini saja”


*****


Malam ini pak Jay, pak Robert, dan pak Watu memilih tidur sendiri-sendiri di dalam pondok.


Pak Jay menggunakan pondok yang paling dekat dengan ruangan utama, begitu juga pak Robert yang memilih di sebelah pondok pak Jay.


Hanya si Watu saja yang memilih pondok yang paling dekat dengan sungai…


Sedangkan aku, mas Agus , pak Cheng dan Jiang  ada di banguan utama…. Tetapi pintu yang memisahkan antara bangunan utama dengan pondokan ini kami buka.


Lampu taman yang berupa dua buah lampu petromak, kami nyalakan keduanya.. Halaman bagian belakang ini lumayan terang benderang.


Kamar pak Jay dan kamar Robert hanya menggunakan lampu teplok saja…. Tadi sebenarnya sudah mencoba menggunakan lampu petromaks, tetapi cahayanya terlalu terang dan menyilaukan, sehingga mereka lebih baik menggunakan lampu teplok saja.


Ketiga orang itu sudah masuk ke kamar masing-masing…


Pak Cheng dan Jiang ada di teras depan hotel, mereka sedang berusaha melihat apakah ada yang akan datang lagi malam ini.


Sedangkan aku dan mas Agus secara berkala jalan di halaman atan taman belakang.


“Mas… seharusnya pak Jay mempekerjakan anggota keamanan…”


“Iya mbak.. Besok pagi coba saya bicarakan sama pak Jay”


“Eh mas.. Ini sudah pukul berapa?”


“Ehmm sudah pukul 23.10 mbak.. Sudah hampir tengah malam…. Dan untungnya hingga detik ini belum ada yang menyerang kita”


“Ya kalau bisa ya jangan sampai ada yang datang ke sini seperti kemarin mas”


Memang saat ini detik ini aku belum merasakan kedatangan sesuatu yang berasal dari seberang sungai…keadaan di seberang sungai itu masih aman-aman saja.


Dan orang yang bernama unik itu keluar dan menghampiri kami yang sedang duduk di tengah taman belakang.


“Lho pak Watu kok belum Tidur?” sapa mas Agus


“Iya mas…gak bisa tidur…. Saya masih kepikiran dengan keadaan hotel ini, khususnya yang bagian belakang dekat dengan sungai itu”


“Semakin malam kekuatan yang ada di sungai itu semakin besar mas… saya takut kalau mereka akan datang dan berhasil masuk ke sini” kata Watuadem


“Yah semoga saja tidak pak….” jawab mas Agus dengan nada suara yang mengambang.


Tidak hanya watuadem… aku pun sudah mulai merasakan peningkatan energi di sana… sebuah energi  yang semakin malam semakin menguat, hingga akhirnya.


“Energi hitam itu semakin menguat dan sekarang saya bisa melihat banyak sekali sosok yang ada di dekat sungai itu mas”  kata Watuadem.


“Memangnya ada apa disana pak?” tanya mas Agus pura pura gak paham


“Saya tidak tau mas… yang pasti banyak sekali sosok-sosok hitam yang berusaha masuk ke dalam sini, dan tentu saja bagi yang bisa melihat seperti saya.. Sosok-sosok yang jumlahnya ratusan itu mengerikan, mereka berusaha masuk ke sini, tetapi terhalang oleh sesuatu”


Ketika kami sedang memperhatikan apa yang ada di bagian dekat sungai itu, tiba-tiba pak Cheng masuk ke bagian halaman rumah…


Dari cara berjalan dan tindak tanduknya menunjukan bahwa pak Cheng sedang ingin menyampaikan sesuatu kepada kami. Tetapi ketika dia melihat ada Watuadem… pak Cheng mengurungkan ceritanya.


“Ada apa pak Cheng… ceritakan saja ada apa, agar pak Watuadem tau apa yang sedang pak Cheng lihat”


“Iya mbak Tina..eh di depan sana ada sesuatu yang pak Watuadem akan tertarik melihatnya…. Dan saya rasa kini sudah saatnya tengah malam”


*****


“Apa itu…. !” bisik pak Watuadem ketika melihat mayat dengan tubuh yang sudah sangat berantakan dan tidak lengkap itu  berjalan mengesot dari tempat parkir menuju ke bagian pagar hotel yang tertutup.


“Energi itu yang tadi saya rasakan di balik hutan…. Dan ternyata energi hitam itu milik mahluk mengerikan seperti itu”


“Iya pak… dan itu yang membuat pemburu hantu suruhan pak Jay kemarin ketakutan dan akhirnya keempatnya pingsan”

__ADS_1


“Hmm kalian tidak takut?.. Kalian tidak pingsan sementara keempat orang itu  pingsan?”


“Katakan … sebenarnya kalian ini siapa, dari pertama saya bertemu dengan kalian, saya merasa ada yang spesial dari diri kalian berempat ini”


“Kalian bukan orang biasa, dan kalian tidak takut menghadapi sesuatu yang ganjil disini” kata pak Watu yang mulai curiga dengan kami.


“Kami bukan siapa-siapa pak, tapi nanti akan kami ceritakan kepada bapak… yang penting sekarang bagaimana mengusir sesuatu yang mirip dengan zombie itu” kata mas Agus


“Untuk sementara ini tidak ada yang bisa dilakukan, saya belum mempelajari makhluk aneh itu… yang saya tau energi mahluk itu luar biasa besarnya dan hitam juga”


“Tapi paling tidak antar lahan parkir dan taman hotel ada pagar yang membatasinya… sehingga dia tidak akan bisa masuk ke sini”


“Dan yang paling istimewa.. Di area hotel ini ada energi yang semacam pagar ghaib gitu, jadi mereka yang jahat itu tidak bisa masuk ke sini”


“Eh pak Cheng dan Jiang Tetap disini saja.. Saya dan lainya mau ke belakang, karena di belakang sana juga ada yang lebih mengerikan dari pada hanya satu buah benda bergerak mengesot yang mirip zombie itu”


*****


“Mengerikan…. Mahluk ghaib yang ada di bagian belakng ini semakin banyak, dan mereka tidak bisa menembus masuk ke dalam ara hotel ini…”


“Tapi semoga saja pagar ghaib ini akan kuat menahan mereka yang segitu banyaknya” gumam Watuadem


“Seperti nya disini ada sesuatu yang istimewa, sesuatu yang menarik perhatian mereka untuk masuk ke sini… hhmm atau bisa saja mereka ini hanya menginginkan sesuatu yang ada disini” gumam pak Watu lagi.


“Dan sekarang …. Sekarang banyak penghuni di dalam hotel ini yang menuju ke bagian yang dekat dengan sungai, dan sepertinya mereka sedang mengusir yang ada di luar sana”


Tiba-tiba udara dan hawa disini menjadi pengab dan panas… perlahan-lahan oksigen pun mulai agak sedikit  sulit untuk dihirup….


Tapi apakah ini pengaruh dari sesuatu yang ada di bagian belakang hotel.. Dan kurasa pak Watupun merasakan hal yang sama.


Aku bingung harus apa, karena bisa saja nanti pak Jay dan robert akan terbangun dan melihat apa yang terjadi.


“Diam dan perhatikan mas.. Mbak… lihatlah.. Apakah kalian bisa melihat bayangan hitam itu sekarang mulai berantakan.. Kayaknya ada yang melawan mereka”


“Kayaknya ada sesuatu yang ghaib yang melawan mereka… dan tentu saja  hal itu bukan kesengajaan, pasti ada sesuatu disini yang melindungi area ini dan melawan ghaib apapun yang berusaha masuk ke sini” kata pak Watu dengan heran


“Coba lihat…..sekarang mereka sudah makin kocar kacir… tapi kayaknya ini belum selesai, bisa saja sebentar lagi ada yang lebih mengerikan lagi” gumam Watu


“Eh pak Watu… kalau sampeyan melihat hal ini.. Sebenarnya apakah disini ada yang melindungi?”


“Heheheh kalian berdua tidak usah pura-pura tidak tau mbak Tina dan mas Agus… saya yakin kalian disini bukan hanya ada disini saja, pasti kalian memiliki sesuatu yang hebat” kata pak Watu


“Nggak pak… kami hanya pegawainya pak jay saja” jawab mas Agus


“Ok terserah kalian mau sebut pegawainya pak Jay atau bukan… yang penting apa yang terjadi disini tadi itu sebuah keajaiban yang tidak mungkin tidak disengaja… “


Dengan keadaan seperti ini, saya yakin tamu hotel akan merasa aman, asalkan mereka tidak melewati area yang sudah ditentukan”


Jawara-jawara dari desa yang hilang itu yang melindungi kawasan ini… tapi tentu saja pasti tidak akan selamanya mereka akan melindungi.


Bisa saja mungkin setelah aku menikah… semua ini akan berakhir, maksudku penjagaan disini akan berakhir dan tentunya semua tergantung dari pemilik singgasana Adem Ayem ini.


“Lihat.. Sekarang sudah tidak ada lagi yang berusaha masuk ke area ini… beberapa makhluk halus penghuni hotel yang  tadi mungkin berusaha mengusir  juga sudah kembali ke kamar masing-masing”


“Semua terjadi dengan singkat.. Dan sekarang sudah pukul 01.00.. Saya tidak tau apakah setelah ini akan terjadi sesuatu lagi atau tidak”


“Ayo kita ke dalam..kita lihat apa yang terjadi dengan yang ada di dalam sana” ajak pak Watu.


*****


“Bagaimana dengan zombie itu pak Cheng?”


“Yah seperti sebelumnya ketika para pemburu hantu itu pingsan… sesuatu yang mirip dengan Zombie itu tiba-it mengesot dan masuk ke hutan.. Dan sekarang keadaan disini sudah aman” jawab pak Cheng


“Hmm sama pak, tadi di belakang juga seperti itu.. Ketika sudah semakin banyak yang ingin masuk ke sini tiba-tiba mereka semua berantakan dan berlarian, kemudian yang terjadi berikutnya adalah mereka pada hilang dan kabur semua”


“Besok pagi saya ingin ke bagian belakang dari hotel ini, saya penasaran disana ada apa, kok bisa-bisanya mahluk itu menyerang dan akan melakukan sesuatu disini”


“Sebenarnya tidak ada apa-apa disana.. Cuma ada semak belukar saja kok” jawab pak Cheng


“Tidak pak, saya merasa disana ada semacam pemukiman yang padat… pemukiman kasat mata yang padat penduduknya” jawab Watu.


Watu sudah mulai curiga dengan apa yang dia rasakan disini, mulai dari serangan yang ada di belakang tadi hingga makhluk mirip zombie yang ada di depan hotel.

__ADS_1


Kemudian dia juga merasa ada sesuatu yang menghalau para penyerang ghaib itu…lalu apakah kami harus berkata sejujurnya siapa kami dan apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?


__ADS_2