RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
146. RENCANA MALAM HARI


__ADS_3

“Paijo datang lagi…. dia kini sendirian”


“Dia sedang cari tempat untuk memarkir mobilnya” kata Inggrd


Berita ini tentu mengejutkan pak Pangat, dan memang sudah diprediksi pak Pangat sebelumnya… dan akhirnya Paijo datang juga.


“Eh Joko… kamu bersama Agus dan Tina cepat ke rumah sebelah…lewat dapur saja.. bawa sepatu dan sandal kalian yang ada di teras…, dan jangan sampai meninggalkan sesuatu disini.”


“Tapi kalian jangan ke ruang tamu.. cukup di dapur rumah sebelah saja… cepat kesana, dan tolong panggilkan istri saya”


“Mas Hari…..kamu disini sebagai pasien saya yang sedang berobat, dan kamu pasien yang berasal dari kota S”


“Kamu datang sendirian dengan menggunakan bis dan ojek hingga sampai disini, penyakitmu adalah sering diganggu makhluk halus”


“Ayo kalian cepat ke dapur.. kok malah ada disini sih…dan panggilan istri saya”


Benar apa kata pak Pangat… Paijo akan datang lagi kesini, dia belum puas kalau belum melihat sendiri bahwa rumah pak Pangat tidak ada siapapun.


Untungnya tadi aku belum bikin teh untuk disuguhkan ke pak Pangat, dokter Joko, pak Hari dan mas Agus… coba kalau tadi aku sudah bikin minum….apane gak bingung semua.


Setelah aku memberi tahu istri pak Pangat…aku, mas Agus, dokter Joko sembunyi di sekitar dapur rumah kosong.


Kami bertiga lewat dapur yang kondisi dapurnya dalam keadaan berantakan, karena istri pak Pangat belum selesai memasak untuk menjamu tamunya dan kami berdua.


Tapi mungkin juga dengan kotornya dapur ini bisa meyakinkan Paijo bahwa kami tidak ada disini.


Dokter Joko berdiri di samping mas Agus, kelihatanya dokter Joko tegang juga, padahal yang sekarang datang adalah sahabatnya.


Seharusnya dokter Joko ada di ruang tamu saja, dia kan bisa alasan mengantar tamu dari kota S untuk berobat di pak Pangat, harusnya dia tidak ikut kami disini.


Eh tapi kan dokter Joko saat ini sedang dalam rawat inap, dia kan tidak boleh menampakan batang hidungnya ke Paijo….


“Assalamualaikum…. Pangat….”


“Waalaikum salam Jo….kok datang lagi malam-malam gini Jo?”


Lamat-lamat aku masih bisa mendengar suara orang yang mengucapkan salam…. Paijo sekarang ada di dalam rumah pak Pangat.


“Lho sedang ada tamu ya kamu Ngat?”


“Iya.. biasa..pasien dari jauh.. dari kota S…..”


“Kamu ada apalagi datang kesini Jo..bukannya urusan kontrak rumah udah aku jelasin tadi?”


“Ya cuma main aja Ngat.. apa gak boleh kalau aku cuma main saja?”


“Hehehe ya tidak masalah… tapi aku kan sekarang ada Pasien, jadi gak tepat waktu datangmu itu Jo”


“Iyaaaa.. aku kan gak kepikiran kalau kamu ada pasien Ngat… eeehhmmm baunya masakan istrimu enak juga Ngat…”


“Istrimu masak lodeh ya Ngat.. boleh aku ke belakang lihat istrimu masak, dari pada aku disini lihat kamu lagi ada pasien…”


“Ya boleh aja.. tapi dapurnya kotor, dan juga istri ku tidak suka kalau ada orang yang nungguin dia masak”


Aduh gawat… paijo makin nekat, dia akan ke dapur rumah ini.


Dia tadi memang belum puas karena belum memeriksa bagian belakang rumah ini…apa yang harus aku lakukan apabila Paijo ke arah dapur.


Aku lirik dokter Joko.. dia berdiri di sebelah mas Agus dengan mimik wajah yang tegang… Mas Agus jugas terlihat tegang juga.


Dari posisi dekat kamar mandi rumah sebelah aku bisa mendengar langkah kaki yang menuju ke arah dapur. kemudian langkah kaki itu berhenti di bagian belakang rumah.


“Waduuuh mbak yu masak lodeh yaa.. baunya sedep nemen, wuihh masak lodehnya kok banyak sekali mbakyu…mau ada tamu ya?” kata suara Paijo ketika bertemu dengan istri pak Pangat yang ada di dapur.


“Yah kalau masak lodeh itu harus banyak… biar bisa dipanasi terus. masakan lodeh kalau semakin tambah hari semakin enak… makanya saya masak banyak untuk beberapa hari  kedepan.”


“Iya sih mbak.. tak pikir ada tamu yang datang..”


“Memang ada tamu… itu tamunya di depan.. pasiene bapak”

__ADS_1


“Lha itu Pasiene Pangat apa datang sendiri mbakyu?” tanya Paijo


“Waduuuuh aku tidak tau Jo, dari tadi saya kan di dapur Jo….kamu jangan disini, saya kan sedang masak ini… kamu di ruang depan sana Jo”


“Saya mau ke rumah sebelah mbakyu….boleh lewat mbak yu?”


“Heh Jo…. kamu apa tidak bisa lihat dapurku ini sempit dan lantainya sekarang sedang berantakan, ada layah, ada dandang, ada wajan, ada sayuran yang belum selesai dipotong… kok kamu teganya mau melangkahi ini semua Jo….”


“Wis gak usah ngganggu saya.. sana kamu balik ke ruang tamu saja!” bentak istri pak Pangat dengan nada marah


“Kamu ini datang-datang malah ngerusuhi dapurnya orang Joooo Paijooooo!”


“Nanti nek pawon saya wis bersih.. dan saya wis gak ada di pawon ( dapur) kamu silahkan riwa riwi ke sebelah sana!.... ayo sekarang pergi dari pawon saya….!”


“JOOOOOO…. opo ae se kamu ini” teriak pak Pangat dari ruang tamu


“JANGAN GANGGU ISTRIKU JO… DIA KALAU MASAK NGGAK SUKA DIGANGGU… AYO SINI SAJA JO!” teriak pak Pangat dari ruang tamu


“Iyoooo Ngat.. “


Suara langkah kaki Paijo  sekarang menuju ke ruang tamu tempat pak Pangat bersama pak Hari


Untuk kali ini istrinya pak Pangat bisa diandalkan… tanpa rasa takut dia berhasil mengusir Paijo dari dapur.


“Kamu ini ngapain lagi Jo… kenapa kamu ngerusuhi dapurnya bojoku?” suara pak Pangat


“Aku kepingin lihat rumah sebelah kalau malam hari Ngat… “ jawab suara Paijo


“Kalau mau lihat kan bisa lewat depan Jo… mosok kamu tega ngelangkahin peralatan masaknya bojoku”


“Lha kamu ada Pasien Ngat.. aku kan gak mau ngganggu kamu Ngat”


“Kamu kan bisa bilang ke aku nek mau lihat rumah sebelah, lagi pula pak Hari ini hanya konsultasi ke aku Jo”


Untungnya pak Pangat dan Paijo kalau bicara agak keras, jadi aku bisa dengar apa yang sedang mereka bicarakan.


Paijo bener-bener nekat dengan masih kekeh untuk melihat rumah kosong yang ada di sebelah rumah pak Pangat… insting seorang polisi itu kuat juga heheheh.


“Inggih pak Pangat” jawab pak Hari


Pak Pangat membuka pintu rumah depan, kemudian membuka pintu pagar rumahnya yang bunyinya keras sekali.


Pada saat mereka ada di jalan yang menuju ke rumah sebelah, Inggrid datang dan menyuruh kami untuk ke rumah utama, dan melewati dapur.


“Ayo cepat…kalian pindah ke ruang makan saja dulu.. cepat…. tapi hati-hati jangan sampai menginjak alat-alat dapur” kata istri pak Pangat


ketika kami sudah ada di tempat ruang makan yang dekat dengan dapur… tiba-tiba pintu rumah sebelah terbuka.


Suara langkah kaki memasuki rumah kosong yang gelap, karena lampunya belum dinyalakan.


“Sik Jo…. aku nyalakan dulu lampunya” kata suara pak Pangat


“Wuiiih gelap sekali ruangan sebelah ini Ngat… kenapa lampunya gak kamu nyalakan terus saja sih? tanya Suara Paijo


“Buat apa dinyalakan Jo… rumah ini kan kosong, kecuali  ada pasien yang ingin bermalam disini”


“Dah puas kan kamu Jo… sekarang kamu mau apalagi Jo….” kata pak Pangat


“Aku kan hanya ingin tau rumah ini kalau malam hari Ngat… kalau gak mengerikan, aku ya cocok disini Ngat”


“Tapi ternyata rumah ini mengerikan juga Ngat…hehehe aku tidak jadi nyewa rumah ini”


“Ndeh kamu ini gendeng ta Jo… bolak-balik aku kan sudah bilang , rumah ini tidak aku sewakan, karena rumah ini aku gunakan untuk tempat menginap tamu yang datang ke sini”


“Iya..iya Ngaaat…aku kan hanya ingin lihat rumah ini kalau malam hari saja… ya udah lah, aku mau pamit saja Ngat”


“Dah gitu aja, gak makan malam sekalian disini Jo?”


“Nggak Ngat.. masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan malam ini”

__ADS_1


*****


“Bener-bener parah Paijo.. dia sampai dua kali ke rumahmu untuk periksa rumah ini Ngat” kata dokter Joko


“Lha mangkane itu Joko… dia itu saat ini koyoke sedang diperintah untuk menemukan mas Agus dan mbak Tina” jawab pak Pangat


“Gimana menurutmu pak Hari.. setelah melihat tindak tanduk Paijo tadi”


“Hehehe… memang dia yang sekarang sedang kami selidiki.. kebetulan tadi alat perekam saya masih nyala,.. tapi aksi paijo berusaha masuk ke rumah sebelah dan rumah ini bisa dikategorikan sedang mencari sesuatu yang sangat pentin” kata pak Hari”


“Dan dari Intonasi ketika di belakang bersama istrinya pak Pangat, intonasi dan nada suaranya seolah olah dia memaksa untuk menuju ke rumah sebelah lewat belakang”


“Sehingga bisa saya katakan dia sekarang sedang bingung….kenapa bingung, karena kemungkinan besar dia disuruh seseorang yang lebih berkuasa sebagai yang menyewa si Paijo” kata pak Hari


“Eh mas Agus.. tolong lanjutkan cerita yang tadi sempat terputus.. kita harus gerak cepat untuk mendapatkan bukti-bukti keterlibatan Paijo” lanjut pak Hari


Mas Agus kembali bercerita tentang dia hingga kami ada di rumah pak Pangat saat ini. Aku juga bantu mas Agus cerita apabila ada poin-poin yang dia lupa…


Semua sudah  dijelaskan hingga kemudian pak hari mematikan alat perekamnya.


“Dari cerita mas Agus… saya bisa ambil kesimpulan bahwa Paijo bekerja untuk dua sindikat perdagangan narkoba yang sedang bersaing memperebutkan satu pembeli”


“Dan tadi katanya malam ini akan ada transaksi besar kan…  karena akan ada transaksi besar, mengakibatkan Paijo kebingungan mencari keberadaan kalian”


“Tapi bukan hanya keberadaan kalian saja yang dia sedang cari… dia juga sedang bingung untuk melakukan tindakan kepada sindikat yang satunya, yang ada nama Wandi dan Mamad itu”


“Dimana kedua orang itu sampai sekarang keadaanya mungkin belum diketahui…Tapi jangan salah……mereka dan anggotanya sekarang pasti ada di hutan itu”


“Disinilah kebingungan Paijo….”


“Dia harus menangkap atau membunuh Wandi dan Mamad… tapi Paijo juga kerja pada Wandi dan Mamad juga… terlalu rakus Paijo itu”


“Dilain pihak dia juga harus menemukan kalian berdua, karena kalian ini dianggap berbahaya oleh kelompoknya”


“Saya ada disini tidak hanya untuk mendengarkan kalian cerita, tapi saya harus mendokumentasi tempat yang biasanya digunakan mereka untuk transaksi”


“Dan karena menurut info kalian malam ini akan ada transaksi besar, maka saya akan kesana, dan mendokumentasikan apa yang terjadi disana, kalian tidak perlu ikut saya, karena saya akan kesana sendiri”


“Jangan pak Hari… lebih baik kami ikut juga, karena kami lebih tau medan di hutan itu dari pada bapak” kata mas Agus


“Ini akan berbahaya bagi kalian, dan kalian harus sudah mengetahui konsekuensinya apabila ikut dalam penyelidikan dengan saya” kata pak Hari


“Begini pak Hari…dua orang ini sudah bolak balik lolos dari sana karena selain mereka tau medan disana, mereka juga dikawal oleh maaf, oleh arwah yang tinggal di rumah penggergajian itu” kata pak Pangat


“Jadi ada baiknya apabila mereka juga ikut bersama dengan sampaian pak Hari. tetapi ada satu hal yang sulit untuk dilakukan”


“Dari rumah saya ke jalan yang menuju ke hutan ini merupakan jalan yang terbuka. bisa saja ada suruhan Paijo yang sedang patroli di sekitar sini” lanjut pak pangat


“Kalau kalian bertiga menuju ke sana jelas akan terlihat oleh anak buat Paijo yang kemungkinan besar sedang menunggu di pintu masuk hutan” kata pak Pangat


“Karena hutan itu harus benar-benar steril dari kalian dan dari komplotan Wandi… pasti penjagaanya melebihi biasanya” kata pak Pangat lagi


“Saya ada ide pak” kata mas Agus


“Menurut saya kita ambil jalan memutar…lewat jembatan besi dan kemudian masuk ke desa sana, kemudian menyusuri sungai, hingga kemudian tembus bagian belakang rumah penggergajian”


“Lewat desanya Solikin dan Wito mas Agus?” tanya pak Pangat


“Iya pak, tidak ada jalan lain lagi pak…nanti kita akan dibantu oleh Inggrid kok pak, lagi pula kemungkinan besar Wito dan Solikin tidak ada di desanya” jawab mas Agus lagi.


“Iya… kemungkinan besar mereka berdua sedang mengamati dan mengawasi transaksi itu, karena kemungkinan barang yang akan diperjual belikan dalam jumlah besar” kata pak Hari


“Mereka jelas tidak mau ada apa-apa yang terjadi di sana, dan mereka juga pintar, dalam melakukan transaksi,m tidak ada pembayaran sistem transfer uang… semua dilakukan dengan cash” lanjut pak Hari


“Kalian bisa pakai motor saya saja..dan lebih cepat kesana lebih baik, karena pastinya Paijo masih ada di sekitar sini” potong pak Pangat


“Sebentar…. saya kok mencium sesuatu yang kurang beres disini…ada yang aneh dengan transaksi yang kan mereka lakukan malam ini”


“Sepertinya kok semudah itu……” gumam pak Hari

__ADS_1


“Tapi ya sudahlah…, kita kan tidak tahu bagaimana dan apa yang akan terjadi nanti” lanjutnya lagi


__ADS_2