RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
107.ADA YANG DATANG LAGI


__ADS_3

Aku duduk bersebelahan dengan Inggrid..


Rumput golf yang kami duduki ini rasanya empuk sekali,


Sesekali angin semilir yang menerpa wajah kami membuat rambut Inggrid yang hitam itu melambai, wangi parfumnya bunganya pun makin jelas tercium ketika dia terkena angin.


Kami hanya duduk saja dan memandang ke sungai, Inggrid tidak berbicara sama sekali kecuali hanya memandang sungai yang airnya jernih.


“Eh maaf Inggrid, sebenarnya apa yang Inggrid perlu bicarakan kepada saya, kok kita hanya diam saja disini mbak?”


“Hmm tidak ada mas, Inggrid saat ini hanya ingin duduk disini ditemani mas Agus, Inggrid kesepian di rumah ini”


Aneh, tidak ada yang ingin dibicarakan, bukanya kalau di novel novel horor yang pernah kubaca… kalau ada penampakan dan apabila penampakan itu meminta bantuan kan selalu mengajak kita bicara.


Minimal dia menunjukan dimana dia mati, kemudian dia minta kita untuk menyempurnakan kuburnya.


Atau penampakan itu minta kita untuk membalaskan atau menyelidiki kematian, atau bisa jadi penampakan itu adalah korban pembunuhan yang mayatnya dibuang di suatu tempat, dan kita diminta untuk menemukan nya.


“Eh maaf..Inggrid ini sebenarnya siapa?”


“Nama saya Inggrita Ong… saya anak dari pemilik vila ini”


Sudah …hanya itu yang dia sebutkan, kemudian dia diam lagi dan mulai memandang sungai dan menikmati keadaan disini yang benar-benar membuat siapa saja ngantuk.


Dia diam lagi dan hanya menatap sungai dan semak belukar yang ada di seberang sungai, hanya itu yang dia bisa lakukan saat ini.


“Maaf Inggrid, di seberang sungai memangnya ada apa? kok dari tadi Inggrid suka sekali lihat ke sana?”


“Hehehe, Sekali kali mas Agus ke sana. ke arah yang Inggrid sedang lihat”


Hanya itu yang dia jawab, tidak ada penjelasan panjang lebar tentang dimana atau apa atau sebuah petunjuk yang bisa aku datangi.


“Di depan itu kan luas sekali Inggrid, memangnya yang sebelah mana yang Inggrid lihat?”


“Itu di seberang sungai, di semak belukar mas, disana kelihatannya Indah ya”


Ada apa disana, kenapa Inggrid bilang disana itu indah… padahal hanya semak belukar saja yang ada disana.


Sebenarnya aku ingin mengorek-ngorek dia ini siapa dan kenapa kok mengajak aku disini, dan kok masuk ke dalam mimpiku.


“Eh maaf Inggrid, wangi parfum yang Inggrid pake ini apa ya? saya kok beberapa kali sempat mencium bau wangi bunga dari parfum yang Inggrid pakek ini”


“Ini kesukaan Inggrid, dikasih mama Inggrid”


“Berarti waktu di hutan, waktu saya bersama TIna sedang mengikuti orang… Inggrid juga ada disana?”


Dia tidak menjawab pertanyaanku dia hanya tersenyum dan kemudian kembali lagi memandang ke seberang sungai.


Aku tidak tau ada apa di seberang sungai itu, kenapa dia suka sekali melihat ke seberang sungai.


Aku curiga ada sesuatu disana, tetapi kenapa dia tidak bicara padaku, tentang apa yang dia lihat itu.


“Eh tapi apakah Inggrid juga pakek parfum bunga lainya macam bunga kamboja?”


“Hehehe itu bukan Inggrid mas, Inggrid kurang suka dengan wangi bunga kamboja”


Sudah hanya itu saja yang dia katakan, tidak ada pertanyaan siapa dan kapan mas Agus mencium wangi bunga kamboja atau pertanyaan lain.


Dia selalu memandang ke seberang sungai setelah menjawab singkat pertanyaanku.


“Mas…. Inggrid rasa mas Agus sebaiknya kembali ke kamar sekarang juga”


“Kapan-kapan kita bertemu lagi mas, Inggrid bahagia bisa ditemani mas Agus disini”


Setelah dia berkata begitu aku terbangun dari tidurku…


Aku masih ada di kamarku dengan nyala lampu minyak yang ada di dinding kamar.


Tapi ada sesuatu yang membuatku siaga…


“Suara siapa itu?”


Aku dengar di samping kamarku seperti ada orang yang sedang berjalan…


Ada suara langkah kaki di samping bagian luar dari kamarku, dan suara langkah kaki itu menuju ke bagian belakang rumah.


Hanya satu pasang langkah kaki saja yang berjalan dari depan ke belakang.


Tapi aku yakin bahwa aku sudah menutup pintu rumah baik pintu belakang maupun pintu depan rumah, bahkan pagarpun sudah aku kunci juga.

__ADS_1


Aku terduduk di tempat tidurku sambil kupasang telingaku setajam mungkin untuk berusaha mendengarkan siapa yang sedang berjalan dari depan ke belakang.


Aku merasa yang datang itu adalah dua orang yang tadi kutemui di  warung makan


Tapi kenapa hanya langkah satu orang saja yang terdengar, harusnya kan ada dua orang yang datang kesini.


“Hmm atau aku coba masuk ke kamar Burhan saja, siapa tau orang yang datang ini akan menemui Burhan”


Aku rasa teman-teman Burhan belum ada yang tau keadaan Burhan, mereka tidak tau apakah Burhan masih ada di rumah ini atau tidak.


Ada kemungkinan itu adalah Mamad atau siapapun yang merupakan komplotan pencuri.


Dengan berjingkat jingkat, kubuka pintu kamarku… aku berjalan ke arah kamar Burhan yang letaknya ada di sebelah kamarku.


Ketika akan kubuka pintu kamar Burhan, ternyata aku mendengar sesuatu yang dilempar atau digelindingkan ke dalam kamar.


Aku tidak tau apa dan bagaimana suara sesuatu yang sepertinya agak berat dan dilempar kan begitu saja.


Dan dilemparkan melalui apa dan bagaimana, karena daun jendela kamar Burhan kan sudah aku tutup sebelum malam tiba tadi.


Setelah aku mendengar sesuatu yang dilempar, kemudian ada suara langkah kaki menuju ke arah depan, dan kemudian menjauh dari rumah penggergajian ini.


“Hmm ada sesuatu yang dilempar dari luar ke dalam keliatannya dilemparkan melalui pintu rahasia”


Aku harus masuk ke kamar Burhan untuk melihat apa yang dilemparkan tadi.


Kubuka pintu kamar Burhan yang sebelumnya aku kunci dari luar, tetapi sebelumnya aku harus yakin bahwa orang yang tadi sedang berjalan itu sekarang sudah pergi dari sekitar rumah ini.


Setelah kuyakin bahwa tidak ada lagi yang datang kesini… kubuka pintu kamar Burhan…


Nyala lampu minyak bisa menerangi sebagian besar kamar Burhan meskipun masih cenderung agak gelap.


Yang pertama kulihat adalah kondisi jendela… keliatannya kondisi jendela masih aman saja, tidak ada tanda-tanda kerusakan sama sekali.


Kemudian aku mencari sesuatu yang tadi dilempar, tapi sebelumnya aku periksa lagi pintu rahasia yang ada di dinding kayu kamar.


“Pintu ini sepertinya habis ada yang mendorong dari luar”


Kuperhatikan engsel pintu dan kusentuh sedikit, ternyata ada sedikit goresan minyak yang masih terasa basah.


Engsel sebuah pintu pasti ada sedikit minyak atau pelumasnya, dan apabila pintu itu lama tidak digunakan maka pelumas itu akan terasa kering.


Namun apabila sekali saja digerakan maka akan terasa ada sedikit perubahan di engsel itu.


Tadi ada semacam benda yang dilempar ke dalam, benda itu mungkin ada disekitar sini pastinya.


Kuperhatikan diseluruh lantai kamar Burhan hingga ke bagian kolong,.. aku masih belum bisa menemukan apa yang barusan dilempar itu…


Tapi di bawah meja aku lihat sebuah gulungan kertas yang agak tebal!


Dengan lampu minyak yang tadi kutaruh di lantai, kuambil gulungan kertas yang agak tebal itu.


“Ya Allah.. ini gulungan uang”


Gulungan uang  pecahan seratus ribu  yang digulung dan diikat menggunakan karet gelang…


Gulungan uang yang lumayan tebal…


Apa lagi yang sedang dimainkan oleh Burhan… apakah ini adalah uang penjualan sesuatu ataukah Burhan mendapat setoran dari seseorang?


Ataukah ini uang bagi hasil atas jasa atas melakukan sesuatu tindakan?


Atau apakah ini uang yang diberikan atas jasa melakukan kekerasan atas pak Solikin?


Banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku!


Banyak spekulasi yang muncul di otak ku… apakah aku sekarang sedang terjebak di lingkaran mafia lokal atau gimana…


Lalu uang yang banyak ini… uang yang banyak ini adalah uang apa, dan kenapa ada uang ini ketika aku ada di rumah ini?


Apakah yang mengirim uang ini tadi tidak tau keberadaan aku, dan tidak tau keadaan Burhan yang sebenarnya?


Dan yang paling penting… siapakah yang mengirim uang ini dan melemparkan ke dalam kamar Burhan?


*****


Aku kembali ke kamarku…


Tapi sebelumnya uang itu aku lempar lagi ke kolong tempat tidur Burhan.

__ADS_1


Aku takut apabila dengan bebasnya Burhan akan mengakibatkan sesuatu dengan ku atau Tina.


Apa yang harus aku lakukan disini…


Apakah aku harus pergi dari sini secepatnya dan pulang ke kampung halaman dan kuanggap semua ini tidak pernah terjadi dengan ku?


Aku tidak yakin diriku akan aman apabila aku pulang ke kampung halaman, pasti ada yang akan mencariku… karena sedikit banyak aku tau apa yang terjadi disini.


Tetapi apabila aku ada disini jelas diriku akan terancam dengan sekeluarnya Burhan dari penjara.


Dua hari lagi menurut orang yang tadi ada di warung Burhan akan bebas… apa yang akan aku lakukan, pasti semuanya akan terasa canggung.


*****


Aku sangat gelisah dan sekarang aku ada di ruang tamu…


Setelah mengetahui ada gulungan uang dalam jumlah besar yang dilempar dari luar, perasaanku semakin tidak karuan.


Rasanya sangat tidak aman apabila aku ada di rumah ini, rasanya aku harus keluar dari sini.


Kucoba untuk duduk di ruang tamu seorang diri, tapi rasanya aneh sekali, meskipun lampu petromak cahayanya masih terang benderang.


Saat ini rasanya gelisah sekali… rasanya aku harus keluar dari rumah ini secepat mungkin, tapi harus kemana?


Karena saat ini aku tidak punya tujuan, dulu mungkin aku bisa ke rumah pak Solikin, tetapi untuk saat ini aku harus kemana.


Aku harus berpikir jernih hingga tau apa yang harus kulakukan….


“Hmmm bau wangi lagi…. baunya Inggrid.. dia ada di ruang tamu rumah!”


Sedang apa Inggrid ada di sini, apakah dia ingin berkata sesuatu kepadaku, atau dia sedang berusaha memberitahu sesuatu kepadaku.


Bau ini semakin tajam, wangi parfum Inggrid semakin menusuk hidungku..


Kelihatannya dia ingin berkomunikasi kepadaku..


Atau  bau wangi ini menyuruhku untuk keluar rumah dan melihat ke arah Hutan?


Kubuka pintu rumah dan ternyata benar, di hutan sebearan rumah ada bayangan hitam seperti sebelum sebelumnya.


Dan bau wangi bunga khas minyak wangi Inggrid ini juga tercium di teras rumah…


Sebenarnya apa yang ingin dikomunikasikan Inggrid dengan ku, atau ini pertanda bahwa aku harus mengikuti dia di hutan seberang rumah?


Pintu rumah kututup dan kukunci, tetapi lampu minyak dan lampu petromaks kubiarkan menyala, agar seolah olah ada orang di dalam rumah ini


Setelah  kututup dan kukunci pintu pagar juga, aku menuju ke arah hutan seberang rumah, dimana bayangan hitam ini diam dan tidak bergerak.


Anehnya ketika aku ada di halaman rumah hingga aku ada di depan rumah, bau harum ini mengikuti aku terus menerus… seakan akan dia mengawal aku hingga aku ada di hutan seberang rumah.


Ketika aku sudah ada di hutan depan rumah bayangan hitam itu menghilang yang tinggal hanya bau wangi parfum Inggrid saja.


Tanda wangi parfum ini menandakan bahwa Inggrid ada di sekitar sini.


Aku ndak tau apa yang mau ditunjukan Inggrid kepadaku, yang jelas selama disini bau wangi itu terus menerus ada di sekitar sini.


Tapi benar juga apa yang dilakukan Inggrid ini, ketika aku sedang jongkok dan memperhatikan rumah penggergajian, tiba-tiba dari arah jalan yang menuju ke desa ada cahaya motor.


Cahaya yang bergoyang goyang itu lambat laun semakin dekat dengan rumah penggergajian, tetapi motor yang datang itu bukan motor yang menggunakan knalpot berisik.


Sekarang motor itu sudah ada di ujung belokan dan siap untuk berbelok ke kiri, menuju ke rumah penggergajian.


Ketika motor itu semakin dekat dengan posisi rumah, bau wangi bunga parfum milik Inggrid semakin tajam,


Aku tidak tau dengan semakin tajamnya bau ini menandakan apa, apakah tanda adanya bahaya atau tanda bahwa keadaan aman.


“Motor siapa lagi yang datang itu, kayaknya aku belum pernah lihat motor itu”


Tapi motor itu tidak berhenti di depan rumah, motor itu berhenti beberapa meter sebelum di depan rumah


Kemudian pengendara motor itu berjalan kaki dengan cepat setengah berlari ke arah samping rumah tau lebih tepatnya ke samping kamarku dan kamar Burhan…


Sayangnya aku tidak bisa melihat pengendara motor itu, karena pengendara motor itu menggunakan helm fullface.


Aku harus tau apa yang sedang dilakukan orang yang datang itu. tetapi sebelumnya aku harus sabotase dulu motor itu… seperti kapan hari waktu aku sabotase motor yang berknalpot berisik.


Untungnya posisi motor diparkirkan itu tidak jauh dari posisiku sedang berdiri….


Setelah yakin orang yang mengendarai motor ini masih ada di samping rumah, aku tidak menyia nyiakan waktu untuk menyabotase…

__ADS_1


Kutarik kabel busi motor hingga putus, dan kemudian kubuang sejauh mungkin.


Tepat setelah kucabut kabel busi dan aku balik lagi di tempat ku sembunyi, tiba-tiba dengan setengah berlari pemilik motor itu menuju ke arah motornya.


__ADS_2