
“Tina yakin, mereka sekarang sedang memindahkan solar ke drum mas, kemudian setelah itu pak Wandi akan datang kesini”
“Iya mbak Tina, sama seperti yang saya pikirkan, ada baiknya kita sudahi saja untuk malam ini mbak, saya rasa sudah cukup kita tau apa yang terjadi disini”
Secara berhati-hati aku berjalan di depan Tina tanpa menggunakan penerangan senter sama sekali.
Aku tau penggunaan cahaya disini bisa berakibat fatal, bisa saja ada yang melihat cahaya senter kami dan akhirnya kami diserang atau dilumpuhkan oleh mereka.
Ketika aku akan berbelok ke kanan, menuju ke jalan makadam yang menuju ke desa…
“Stop mbak… Saya rasa ada orang lain selain kita disini”
Aku berusaha menajamkan indera penglihatan dan pendengaranku, aku tadi sempat mendengar suara orang yang sedang berbicara, tapi hanya sekilas, karena setelah itu tidak ada apa-apa sama sekali.
Tina berdiri mematung di sebelahku, tangan dia menggandeng lenganku.
Sunyi… tapi aku tadi sempat dengar suara sesuatu, suara yang asing, seperti orang yang sedang berbicara. namun tidak jelas sama sekali.
“Mas… mas Agus tadi dengar suara apa?” bisik Tina
“Sssst.. tadi saya dengar ada orang yang sedang berbicara mbak tapi tidak jelas sama sekali” bisikku kepada Tina
Ketika aku akan mulai melangkahkan kaki, tiba-tiba ada bayangan hitam di depanku…
Bayangan itu tidak jauh dari posisiku dan Tina, mungkin sekitar lima meter dari posisi kami.
Bayangan hitam seperti biasanya yang selalu menampakan diri di pohon-pohon seberang rumah penggergajian.
Tetapi untuk saat ini bayangan itu hanya diam saja…
Bayangan itu sama sekali tidak bergerak…
Biasanya apabila ada penampakan bayangan hitam, tidak ada lima detik bayangan itu akan berpindah atau bergerak.
Berbeda dengan bayangan hitam yang ini, dia hanya diam di depan kami…
Seolah olah bayangan hitam itu mengatakan agar kita tidak bergerak dan diam di tempatku dan Tina ini berdiri.
Tangan Tina yang sedang merangkul lenganku terasa sedikit gemetar, aku tau Tina sedang ketakutan.
“Mas… jangan bergerak dulu, Tina juga lihat ada bayangan yang sedang berdiri di depan kita”
Aku menganggukan kepala atas bisikan Tina tentang bayangan hitam yang ada di depan kami.
__ADS_1
Tetapi anehnya aku malah sama sekali tidak takut, aku malah yakin apabila bayangan hitam yang ada di depan kami berdua itu punya maksud tertentu dengan tetap berdiri di depan kami itu.
Aku hanya berusaha mencoba untuk berpikir realistis tentang adanya bayangan hitam yang tetap ada di depan kami ini
Kuturuti saja keadaan yang aneh ini, siapa tau itu memang sebuah tandan untuk kami agar tidak kami tidak meneruskan perjalanan.
Ternyata benar juga… tidak lama kemudian aku mendengar suara mesin mobil di kejauhan.
Tetapi bukan mesin mobil yang ku khawatirkan, melainkan ada suara langkah kaki yang berlari menuju ke arah rumah penggergajian.
Reflek aku menarik tangan Tina agar segera merunduk…
Sangat bahaya apabila kita dalam keadaan berdiri sementra aku dengar suara orang yang sedang berlari…sedangkan aku tidak tau dimana posisi orang yang sedang berlari itu.
“Mas…. Tina Takut…”
“Ssttt tenang mbak, kita ini secara tidak langsung dilindungi sama penunggu tempat ini”
“Begini saja mbak Tina,...saya tidak mau tau apa yang sekarang terjadi disini, sekarang kita harus bisa keluar dari sini dengan selamat”
Terus terang aku benar-benar khawatir dengan keadaan orang yang kelihatannya sudah semakin dekat dengan posisi kami berdua.
Suara mesin mobil juga sudah semakin dekat dengan kami. sinar lampu mobil juga sudah kelihatan dari posisi kami yang merunduk.
Tapi tidak tau bagaimana ceritanya…
Tiba-tiba tepat di depan ku dan Tina… atau di depan bayangan hitam ada dua sosok orang yang sedang berlari menuju ke rumah penggergajian.
Tentu saja aku kaget….
Tina kupeluk lebih dalam agar tidak bersuara sama sekali hingga dua orang itu menjauh menuju ke rumah penggergajian
Beberapa saat setelah dua sosok manusia yang berlari menuju ke rumah penggergajian semakin tidak terdengar langkahnya…
Kemudian gantian mobil dengan cahaya lampu yang sangat terang itu juga melewati kami..
“Sudah mbak Tina… ayo sekarang kita pulang saja, keadaan disini sudah jelas berbahaya bagi kita”
*****
“Mas… mas Agus kan sudah tau siapa saja yang mencuri solar, lalu apa yang sekarang akan mas Agus lakukan?”
“Belum mbak Tina, tadi kita kan tidak bisa lihat wajah mereka, meskipun saya selalu mendengar mereka berbicara satu sama lain”
__ADS_1
Saat ini kami sudah ada di rumah Tina dengan selamat…
Setelah tadi semua orang menuju ke rumah penggergajian, kami akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari sana.
Dan ndak tau itu keberuntungan atau tidak, yang pasti bayangan hitam itu membantu kami agar tidak ketahuan dua orang yang tadi lari menuju ke rumah penggergajian dan mobil yang meluncur kesana juga.
Aku jelas tadi sudah merasa cukup, karena keadaan disana akan semakin bahaya bagi kami apabila tetap ada disana.
“Mbak Tina, Lebih baik sisa malam ini digunakan untuk istirahat saja mbak”
“Saya punya rencana untuk ke rumah pak Solikin besok malam, karena pak Solikin masih punya sesuatu yang dirahasiakan”
“Ya sudah mas, Tina ikut apa kata mas Agus saja”
Sisa malam yang tidak seberapa lama lagi ini kami gunakan untuk istirahat penuh.
Tina masuk ke dalam kamarnya, sementara itu aku ada di ruang tamu.
Kesimpulan untuk malam ini kurasa sudah cukup, meskipun aku belum bisa melihat wajah-wajah orang-orang yang tadi ada disana.
Yang penting teknis pencurian solar itu sudah aku ketahui, hanya saja….
Hanya saja ada yang mengganjal…
Soal Burhan, apakah benar dia betul-betul ikut dalam aksi itu, bukannya dia pernah bilang bahwa dia adalah suruhan dari bos besar?
Kalau dia memang ikut dalam aksi itu ya benar-benar musuh dalam selimut!.
Berarti semua yang ada disana pernah dan masih ikut dalam kegiatan pencurian itu… eh kecuali satu orang yang belum aku tau apa perannya…
Pak Solikin…
Aku masih belum tau apakah dia juga ada andil di kegiatan itu, apakah dia juga mengetahui juga.
Tapi mudah-mudahan besok aku akan tau apa yang dia kerjakan disana selama ini
Oh iya… ada yang aku lupa… tentang bayangan hitam dan bau harum yang terus mengikuti kami disana.
Siapa dia, dan apakah ada hubunganya dengan orang-orang yang ada di sana tadi?
Dan kenapa bau harum itu selalu mengikutiku, dan bahkan beberapa kali sempat membantuku menghindar dari orang-orang yang ada di sana tadi.
Apakah bayangan hitam dan bau harum itu juga ada hubunganya dengan pencurian solar?
__ADS_1
Kalau kupikir-pikir itu merupakan dua kasus yang berbeda, karena kemungkinan bayangan hitam dan bau wangi itu merupakan arwa orang yang meninggal disana.