RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
109. KAMU SIAPA


__ADS_3

Kulihat wajah orang yang sekarang posisinya di dudukan dan di sandarkan ke sebuah pohon yang ditutupi semak belukar.


Aku sama sekali tidak mengenal orang ini, dia asing bagiku…


Aku coba untuk menarik orang itu agar letaknya lebih jauh dari tempat Mamad dan pak Wandi menyembunyikanya.


Uuughh ternyata berat juga menarik orang ini, padahal dia kurus, tapi berat sekali…


Coba kalau sekarang ada Tina, pasti akan dengan mudah aku menarik orang ini.


Kucoba tarik orang ini agak jauh dari tempat awal dia disembunyikan, mungkin sekitar sepuluh meter dari posisi awal dia disembunyikan.


Dan kemudian dia kusenderkan di  sebuah batu yang agak besar.


Untuk menarik orang ini mungkin membutuhkan waktu sekitar lima belas menit, tapi sayangnya aku hanya mampu menarik sekitar sepuluh meter saja.


“Ini cukupkanlah…”


Sekarang aku bisa sembunyi  tidak jauh dari orang itu, posisiku sembunyi ini juga tidak jauh dari jalan setapak, sehingga aku akan tau apabila ada yang datang.


Ternyata benar juga, tidak lama kemudian dari arah rumah penggergajian, motor yang ditunggangi pak Wandi dan Mamad meluncur  ke arah sini.


Aku tidak tau barang apa yang mereka maksud, karena kalau solar kan membutuhkan waktu yang lama, tetapi ini tidak ada tiga puluh menit mereka sudah datang ke sini lagi.


Karena jarak antara rumah penggergajian dengan tempat pak Wandi dan Mamad tadi menyembunyikan Kunyuk tidak jauh maka mereka berdua dengan cepat sudah sampai di tempat mereka menyembunyikan Kunyuk.


Mereka berdua sudah sampai di sini…


“Sembunyikan motor kita dulu Mad, tunggu yang akan mengambil barang datang…..baru urusan kita dengan Monyet itu bisa kita selesaikan”


Waduuuh gawat…


Berarti pak Wandi dan Mamad akan lama di sekitar sini, tadi katanya mereka akan menunggu orang yang mengambil barang datang  dulu.


Berarti mereka punya waktu yang panjang untuk mencari Kunyuk…


Apa yang harus aku lakukan sekarang!


Sekarang orang yang dipanggil Mamad itu sedang menyembunyikan motor yang mereka gunakan di balik pohon-pohon sebelah kanan kalau dari arah rumah penggergajian.


Sedangkan posisiku sembunyi ada di sebelah kiri kalau dari arah rumah penggergajian..


Yang gawat itu tempat aku menyembunyikan orang yang mereka panggil Kunyuk, dia ku sembunyikan sekitar sepuluh meter dari tempat pak Wandi dan Mamad sedang sembunyi.


“Heh Mad… dimana si Kunyuk?”


“Lho kan tadi dia disini pak,...kok sekarang tidak ada ya pak?”


“CEPAT CARIIIIIII!”  perintah orang yang lebih tua


“TADI BAGAIMANA CARA MENGIKATMU  SIH… KOK BISA DIA MELARIKAN DIRI!”


“Sudah benar pak.. tidak ada yang salah dengan cara saya tadi mengikat pak” jawab orang yang dipanggil Mad


Mereka mencari orang yang dipanggil kunyuk itu disekitar posisi mereka terakhir meninggalkan kunyuk.


Ketika mereka sedang sibuk dengan upaya mereka untuk menemukan Kunyuk,... dari kejauhan ada cahaya lampu kendaraan yang menuju ke sini.


Lebih tepatnya  itu cahaya lampu motor yang menuju ke arah sini.


“Sembunyi dulu saja Mad, urusan Kunyuk nanti saja kita lanjutkan”


“Yang ambil barang sudah dekat dengan posisi kita., cepat kita sembunyi saja dulu”


Mereka berdua saat ini bersembunyi di antara pohon dan semak belukar…


Aku tidak tau siapa yang datang itu, karena nyala lampu motor itu terang sekali…


Hanya saja aku bingung dengan keadaan yang aneh selama aku ada dirumah penggergajian, bahwa aku tidak pernah tau selama ini ada sesuatu yang sibuk ketika malam tiba.


Apakah dikarenakan ketika malam tiba aku sedang sibuk dengan rasa takutku, sehingga aku tidak sempat atau tidak memikirkan ada yang sibuk di rumah penggergaian itu?


Motor yang berjalan pelan itu semakin dekat dengan posisiku sembunyi… dan akhirnya motor itu melewati aku dan menuju ke rumah penggergajian.


Motor yang dikendarai oleh satu orang itu tidak lama ada disana, dan keliatanya hanya mengambil sesuatu yang ditaruh oleh pak Wandi dan Mamad.


Kemudian motor itu kembali lagi menuju ke arah desa.


“Sekarang cari lagi hingga ketemu Mad, cepat!...”


“Kalau kunyuk itu sampai hilang… mampuslah kita Mad!”


Tidak ada suara jawaban dari orang yang dipanggil Mad… mereka mencari di setiap sisi pohon.


Aku merasa bahwa mereka pasti akan menemukan kunyuk itu, karena cara menyembunyikan yang tidak begitu jauh dari posisi mereka sedang melakukan pencarian.


Pasti mereka akan menemukannya, karena malam ini mereka pasti mencari ke seluruh hutan agar apa yang mereka kerjakan tidak akan dilaporkan kunyuk.


Ternyata benar juga….


“Pak…disini ternyata si kunyuk itu sembunyi….” teriak orang yang dipanggil Mad


“Sialan juga kamu Syu!... kamu bisa merangkak sejauh ini c*k” kata pak Wandi


“Ayo bangun c*k… tidak usah purak-purak pingsan!” teriak Mad


“Dia tidak mau bangun pak, gimana.. apa kita hajar saja pak”


“Jangan!.. ingat apa yang kamu katakan tadi Mad.. kita harus melaporkan Kunyuk ini ke bos besar.

__ADS_1


Aku harus berpikir keras, bagaimana cara agar menghambat mereka, agar mereka tidak bisa pergi dari sini dengan cepat.


Tiba-tiba aku mencium bau wangi parfum Inggrid lagi…


Bau wangi itu sangat menusuk hidungku… sepertinya Inggrid ingin berkomunikasi dengan aku lagi.


Aku berdiri dari posisi jongkok ku, kucari dimana bayangan hitam itu berada…. ah ternyata di sana diseberangku  ada bayangan hitam yang  berdiri.


Disana ada Inggrid, tapi apa yang dia mau komunikasikan denganku, bukankah dia sekarang ada di tempat motor dua orang itu sedang disembunyikan.


Apakah Inggrid menyuruhku untuk menyabotase motor itu?


Sepertinya iya… sepertinya Inggrid menyuruhku untuk menyabotase motor tapi…


Tapi posisi dua orang itu ada dimana, apabila mereka masih ada di sekitar si Kunyuk berarti jauh dari posisi motor mereka disembunyikan.


“Mad.. kunyuk ini pura-pura pingsan atau gimana, kenapa ketika kamu bangunakan dia sama sekali tidak bereaksi?”


“Aneh juga Mad, kalau dia pingsan, bagaimana dia bisa bergerak hingga sejauh sini?”


“Ada yang aneh disini pak… saya rasa disini ada orang lain selain kita dan kunyuk!”


“Hehehe mana ada orang lain yang berani ada di tengah hutan malam-malam gini”


“Lantas..bagaimana Kunyuk ini bisa bergeser posisinya pak, sedangkan dia sekarang dalam keadaan pingsan”


“Sudah Mad.. saya ndak mau tau ada siapa disini, yang penting transaksi kita berhasil dan Kunyuk masih ada disini untuk kita bawa pulang”


Waduuuh.. aku terlalu takut untuk menyabotase motor Mamad.


Atau kubiarkan saja mereka pergi dari sini, atau gimana ya….


Kalau motor itu aku sabotase pastinya mereka tidak akan bisa pergi dari sini…


“Pak… eh saya merasa ada yang tidak semestinya di rumah itu”


“Maksudnya gimana Mad?”


“Begini pak…seharusnya lampu petromak rumah itu tidak nyala, lampu minyak juga tidak seharusnya nyala pak, bukanya rumah itu dalam keadaan kosong?”


“Hmmm benar juga… berarti di dalam rumah itu ada orangnya…. “


“Iya pak… ada Agus disana!”


“Waduuuh, apa dia tau yang sedang terjadi?”


“Saya tidak bisa mengira ngira pak….”


“Berarti sampah yang satu ini benar-benar harus dibersihkan dengan segera Mad!”


“Kalau kita lapor pak Bos apa tidak kelamaan pak?”


“Ayo kita lihat dulu ke sana, saya penasaran dengan apa yang sedang dia lakukan disana Mad”


“Kunyuk gimana pak?”


“Biarkan saja disini dia kan dalam keadaan terikat!”


Waduuuh diriku sedang dalam bahaya ini…


Mereka sudah bisa menebak karena aku tadi lupa mematikan lampu petromak dan lampu minyak yang ada di kamar.


Tapi lebih baik aku biarkan saja dulu mereka ke rumah penggergajian,... aku ada rencana untuk membangunkan orang yang  mereka panggil dengan sebutan kunyuk itu.


*****


Kedua orang itu sudah pergi menggunakan motor mereka menuju ke rumah penggergajian, sekarang saatnya aku untuk menyadarkan orang yang rencananya akan mereka bunuh itu.


Setelah kedua orang itu makin jauh, aku mendatangi kunyuk.


Ternyata orang yang mereka panggil Kunyuk itu belum sadarkan diri.


Biasanya kalau menyadarkan orang yang sedang dalam keadaan pingsan itu menggunakan bau bauan  yang tajam, macam remason atau minyak nyong nyong, atau mungkin juga minyak serimpi.


Tapi ini kan di tengah hutan aku tidak punya sesuatu yang berbau tajam…


Ahaaaa… aku kan sudah dua hari ini kan belum buang air besar…


Gimana kalau hhmmmm….


Kuarahkan phantatku ke hidung orang yang sedang pingsan, memang sedari tadi perutku sudah mules, dan aku sempat kentut beberapa kali.


Nah ini saatnya untuk menyadarkan orang yang sedang pingsan dengan menggunakan sesuatu yang berbau menyengat


*****


Dua kali wajah orang itu terkena uap busuk yang berasal dari lubang deborahku… tapi masih saja dia belum sadar.


Terpaksa menggunakan jurus pamungkas….


Kugunakan jari tengahku untuk mengambil sesuatu yang letaknya di dalam lubang deborahku yang sudah dua hari ini belum buang hajat.


“Hhihihi.. pasti dia akan bangun dengan cepat hihihi”


Jari tengah yang sudah berhasil mengambil sesuatu yang berasal dari dalam lubang deborah kemudian kubelaikan pelan-pelan ke lubang hidung orang yang dipanggil dengan sebutan kunyuk.


Dalam hitungan tiga dia akan  banguan…


“Satu…. dua …tiga….”

__ADS_1


“Argghh hooeeeekk.. hoeeekk!”


“Ah akhirnya kamu bangun juga mas”


“Auugghh hooeeekk.. ini bau apa… dan kamu siapa?” tanya orang yang sudah tersadar dari pingsannya


“Ayo sini berikan tanganmu, akan saya lepaskan… ayo cepat, keburu orang yang tadi memukul dan mengikatmu kembali dari rumah itu”


“Siapa mereka.. dan kamu siapa pak…?”


“lho gimana sih… mereka itu Mamad dan pak Wandi.. kamu sudah bikin masalah besar dengan mereka!”


“T….tapi bagaimana mereka tau…?


“Sudah jangan banyak tanya, dari tadi saya mengikuti mereka berdua hingga mereka memukul kamu dari belakang… sekarang mereka ada di rumah itu, tidak tau apa yang sedang mereka lakukan disana”


“I..iya pak… tapi sebenarnya bapak ini siapa?”


“Jangan banyak tanya mas… kamu itu akan dibunuh setelah mereka selesai dengan urusannya, makanya kamu saya bebaskan sekarang” aku tidak memberikan kesempatan kunyuk untuk berpikir


“Siapa namamu….jangan ngaku kalau namamu  kunyuk lho ya….”


“Lho kok sampeyan tau panggilan saya pak, memang panggilan saya kunyuk, tapi nama saya Wiliiam”


“Janc***k namamu kebagusan dengan tampang kayak gini… pantesnya kamu dipanggil kunyuk saja… perkenalkan nama saya Agus…”


“Saya adalah target mereka berdua juga, saya adalah penjaga rumah penggergajian itu”


“Sekarang sudah lepas ikatanmu, sekarang ayo kita pergi dari sini secepatnya…”


“Tapi saya punya motor pak… “


“Motormu disembunyikan mereka, sudahlah.. sekarang kita harus secepatnya pergi dari sini”


“Kita harus sembunyi dulu, karena mereka  ternyata sadis sadis”


Aku berusaha memberikan kesan mengerikan kepada Willian alis kunyuk ini…


Aku coba untuk menjelaskan mereka ini bukan main main , dan bisa sadis apabila ada yang menentang mereka.


Aku juga berusaha untuk memberikan kesan baik tentang diriku kepada Kunyuk.


“Kita ke mana pak” tanya si Kunyuk ketakutan


“Pokoknya pergi dari sini, dan jangan banyak bicara , hutan ini angker sekali…”


“Saya heran… apa yang kamu curi dari mereka kok sampai mereka memukulmu hingga pingsan…Tapi dari apa yang mereka bicarakan, kamu curi uang mereka kan!.. nekat sekali kamu!”


“I…iya pak… saya curi uang mereka”


“Kunyuk.. sebenarnya kamu ini apanya mereka, kok mereka bisa kenal dan tau tentang kamu?”


Aku dan Kunyuk berjalan di sisi hutan, makanya Kunyuk takut sekali..


Aku tidak berani jalan di jalan setapak… bahaya apabila Mamad dan pak Wandi nanti tiba-tiba jalan  menuju ke desa.


Ternyata si Kunyuk ini bukan orang yang berani, dan bukan orang yang jagoan, karena sepanjang jalan dia ketakutan, dia merasa apa yang aku katakan itu akan menjadi kenyataan.


“S..saya takut pak…”


“Tidak usah banyak omong… nanti saja kita bicara apabila keadaan sudah aman”


“K..kita ke mana pak?”


“Kita ke desa dan cari tempat untuk sembunyi…. eeh tidak tidak!..”


“Kita tidak jadi ke desa, kita nanti kembali ke rumah penggergajian itu saja”


“Karena saya rasa disana paling aman”


“Dan kamu kunyuk sekarang diam dan ikuti saya saja… ayo kita kembali ke rumah itu saja”


Aku tau bahwa apa yang akan aku lakukan ini berbahaya, aku mengajak Kunyuk yang merupakan anggota kelompok dari pak Wandi dan Mamad.


Tetapi tentu saja apa yang aku lakukan ini mempunyai tujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang dilakukan oleh mereka.


Hanya saja sayangnya tadi aku lupa untuk mematikan lampu, sehingga mereka mengira aku ada di dalam rumah penggergajian.


Dan sekarang aku sudah menjadi target mereka untuk dilenyapkan selain si Kunyuk ini juga.


*****


Aku dan kunyuk menuju ke rumah penggergajian, tetapi aku tidak lewat jalan  setapak, melainkan lewat sisi hutan yang lumayan menyamarkan keadaan kami.


Dan untuk saat ini si Kunyuk masih menuruti apa yang aku katakan…


Mungkin karena dia merasa akan menjadi target yang akan dilenyapkan oleh pak Wandi dan Mamad.


“Sekarang diam disini.. lihat itu disana, masih ada motor yang  digunakan pak Wandi dan Mamad kan?”


“Kamu tentu saja kenal mereka sangat dekat kan Kunyuk?” aku mulai memancing omongan


“Iya pak.. itu benar motor mereka…” Kunyuk tidak melanjutkan apa yang dia akan bicarakan


“Kamu sekarang dalam keadaan terdesak dan butuh perlindungan, dan aku adalah orang yang juga akan menjadi target mereka berdua”


“Jadi lebih baik ceritakan saja siapa pak Wandi dan Mamad itu”


“Saya tidak kenal mereka dengan baik pak. saya hanya suruhan bos besar.. saya kurir dan pesuruh  saja”

__ADS_1


“Ya sudah, nanti saja bicaranya, yang penting sekarang kita tunggu mereka hingga mereka pergi dari rumah  itu”


__ADS_2