
“Mas Agus curiga sama Tina?”
“Hmm ndak papa mbak Tina, ndak tau kenapa sekarang perasaan saya kepada mbak Tina itu sudah berubah, seolah olah mbak Tina itu orang yang harus saya lindungi”
“Ndak papa mas, mungkin karena apa yang Tina lakukan selama ini, sehingga mas Agus curiga sama kelakuan Tina dan mas Wandi.
“Demi Allah mas, Tina belum ngapa-ngapain sama mas Wandi…”
“Memang Tina awalnya menggoda seperti kalau Tina bersama mas Agus, tetapi ketika Tina merasa kalau pak Wandi itu garangan, Tina jadi jaga jarak mas”
“Tina tidak melakukan hal yang berlebihan kepada mas Wandi, Tina hanya memancing mancing mas Wandi agar mas Wandi belanjain Tina tanpa Tina melakukan yang berlebihan”
“Ketika Tina minta dinikahi sama mas Wandi, tapi ternyata dia sudah punya istri…”
“Sekalian aja Tina lapor ke istrinya bahwa Tina adalah selingkuhan mas Wandi, Tina kasih alamat rumah ini mas, agar istri mas Wandi datang kesini”
“Harapan Tina setelah istrinya kesini, cincin yang diberikan ke Tina akan Tina kasih ke istrinya, biar sekalian ancur ancuran mas”
“Iya mbak Tina, saya percaya kok”
Tina kemudian merangkulku, dia berbeda, Tina berbeda dengan perempuan yang pernah kukenal.
Tina perempuan yang kesepian, tapi hati dan otak dia tidak sepi, dia pintar dan bisa jaga dirinya, bahkan dia masih ingat kepada Allah dengan mengajak aku sholat berdua.
Pokoknya berbeda dengan tingkah laku dia yang mengundang bhirahi.
“Tina sayang sama mas Agus, kalau pun mas Agus ndak memilih Tina sebagai pasangan hidup Tina ndak masalah mas”
“Tina cukup bangga bisa berkenalan, merawat mas Agus, dan begitu pula mas Agus sudah memberikan sesuatu yang berbeda dalam hidup Tina”
Bau wangi tubuhnya benar-benar memabukan, bahkan aku yang tidak terbiasa dengan perempuan pun merasa keenakan hehehe.
Apalagi pak Wandi yang ternyata seorang garangan tuek asyu!.
“Saya juga mbak, saya bangga bisa kenalan sama mbak Tina yang terlalu baik bagi saya, dan terlalu cantik bagi saya, dan terlalu seksyi bagi saya”
“Terus terang saya mau menikahi mbak Tina,..... semoga berjodoh mbak”
Kulepas pelukan mbak Tina, karena apa?
Karena singkong godog ku mulai ndangak!
“Mbak Tina, ini kan sudah sore, saya mau telepon bos dulu ya,.. eh kamar mana yang bisa dipakek mbak?”
“Kamar yang di dalam aja mas, lebih hot dan lebih enak hihihih”
“Ah mbak Tina ini senengane nggoda imanku ae mbak”
“Di kbu 3 seperti biasanya saja mas….. oh iya, Tina boleh dengerin mas Agus bicara dengan bos?”
__ADS_1
“Ya ndak papa mbak. Lha gimana caranya mbak Tina dengerin apa yang sedang saya bicarakan?”
“Telepon ini kan diparalel mas, jadi melalui telepon yang ada di meja Tina, Tina bisa mendengarkan apa saja yang dibicarakan mas hehehe”
*****
“Selamat sore.. bisa bicara dengan pak Jayanto?”
“Dengan siapa ini” kata suara di seberang
“Saya Agus pak.. yang jaga di rumah penggergajian”
“Oooh Agus…. gimana keadaan disana Gus.
“Sampai detik ini saya baik baik saja pak, begitu juga dengan Burhan yang bapak kirim itu dia juga baik-baik saja pak”
“Ya jelas lah…..pak Burhan bukan orang sembarangan, dia adalah seorang Grader kayu yang pengalaman. Dia saya tarik dari salah satu pabrik di daerah Pdn”
“Jadi rencana saya kedepan selain palet, saya juga akan buat penggergajian untuk kayu keras disana, makanya saya kirim pak Burhan untuk kerja disana”
“Pokoknya tugasmu Agus.. jaga rumah itu, untuk masalah kerjaan kayu biar pak Burhan yang lakukan semuanya, mengerti kan Agus?”
“Dan tolong yang baik dengan Burhan, karena saya ajak dia kerja disana itu tidak murah Gus”
“Oh iya…saya juga ada rencana ke sana akhir bulan ini Gus.. yah semoga kamu kerasan seperti Purwandi ya”
“Baik pak, akan saya lakukan…. oh iya pak, saya mau ajukan anggaran untuk pembelian solar dan gaji mingguan”
Tadi aku sama sekali tidak membahas tentang kejadian yang terjadi di rumah penggergajian, aku rasa belum perlu dibicarakan….
Karena ternyata Burhan adalah orang kesayangan bos Besar…
*****
“Gimana menurut mbak Tina?”
“Kok Aneh ya apa yang dikatakan tentang Burhan itu mas, bos Mas Agus bisa ngomong Burhan itu orang yang pengalaman tentang perkayuan”
“Iya ya mbak, tadi saya kok tidak kepikiran ya. Burhan adalah tenaga ahlinya Bos besar, dan dia dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan perkayuan disana”
“Nah itu mas, apabila Burhan itu adalah orang kepercayaan bosnya mas Agus, berarti bosnya mas Agus percaya sekali dengan Burhan”
“Jangan-jangan apa yang dikatakan Yetno itu bohong mas, dan jangan-jangan yang malah bermasalah itu Yetno Mamad, dan mas Wandi”
“Tina makin bingung mas, semakin kita tau informasi, semakin semua perkiraan yang kita pikirkan itu salah semua”
Hari semakin sore, aku masih ada di rumah TIna….
Aku makin bingung apa sebenarnya yang sedang terjadi disini, karena Burhan orang yang dicurigai ternyata adalah orang kepercayaan bos besar.
__ADS_1
Sore ini aku dan Tina hanya menunggu maghrib saja, karena setelah sholat maghrib, aku akan pulang ke rumah penggergajian.
Tina masih ada di dapur, dia masak untuk makan malam aku dan dia.
“Mas sebelum sholat kita makan malam dulu aja mas, barusan TIna masak seadanya saja, ada ikan sarden dan telur dadar”
“Tidak papa mbak Tina, apa yang mbak Tina masak selalu enak kok, ini saja baunya udah sampai ruang tamu hehehe”
“Yah seorang istri kan harus bisa menyenangkan suaminya mas, mana ada Istri yang ndak mengurusi suaminya”
Setelah makan malam yang dilakukan sore hari, aku mandi disini dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.
Benar-benar tidak ada yang mengecewakan dari yang diberikan Tina ini, baik dari masakan dan perhatiannya kepadaku.
*****
“Mbak Tina, saya balik dulu ya. Doain ndak ada apa-apa di rumah sana mbak”
“Iya suamiku, istrimu selalu mendoakan yang terbaik bagi suaminya kok hehehe”
“Oh iya mas, kalau mas Agus tidak keberatan, mas Agus mungkin bisa tukar pendapat dengan pak Solikin, siapa tau ada informasi dari pak Solikin yang berguna buat mas Agus”
“Hmmm benar juga ya mbak, atau malam ini saja saya ke sana ya mbak?”
“Motor saya parkir di pohon-pohon depan rumah, kemudian saya jalan kaki ke desa sebelah sungai”
“Nah iya mas, bisa juga gitu…. ya wis ndang berangkat mas, keburu malam ini“
*****
Motor kujalankan pelan menembus hutan dalam gelap malam…..
Untungnya aku sudah terbiasa dengan perjalanan menembus hutan yang mengerikan ini, sehingga aku sudah tidak ketakutan seperti pertama kali aku kesini.
Aku harus secepatnya sampai di dekat rumah, sehingga motor ini bisa kusembunyikan di dekat rimbunnya semak belukar yang ada disana
Malam ini ternyata ngeri juga ya hehehe, mudah-mudahan bisa sampai di dekat rumah dengan selamat.
Laju motor tua ini agak sedikit aku gas, agar lebih cepat sampai di sekitar rumah penggergajian.
“Wah aku sekarang ada di tengah hutan hehehe, semoga gak ada apa-apa lagi….”
“Nuwun sewu mbah, saya hanya lewat saja….. ndak ada maksud untuk berbuat apapun mbah….”
Iseng aku minta ijin kepada siapapun yang ada di sekitar sini…
Gas motor kuputar lebih dalam lagi, agar laju kendaraan tua ini semakin kencang, sayangnya aku tidak memikirkan tentang keselamatan di jalan hutan.
Ketika aku sudah dekat dengan tempat dulu aku sempat melihat makam gaib, tiba-tiba hal yang tidak diinginkan terjadi..
__ADS_1
Mesin motor batuk..batuk dan kemudian mati!
“Juagkreeeeek!... kenapa harus kejadian ngene iki kreeeek!”