RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
28:( KABAR BAIK UNTUK AKU, DAN KABAR BURUK UNTUK PEMBACA


__ADS_3

“Haloo…..”


“Assalamualaikum mbak Tina”


“Halo mas… waalaikumsalam” kata mbak Tina melalui speaker phone yang sengaja aku keraskan ketika aku telepon mbak Tina…


“Bagaimana kabarnya mbak, apa sudah baikan disana mbak?”


“Kabar TIna atau kabar hotel mas?.....Hihihihi kalau kabar Tina ya tetep nunggu lamaran dari mas Agus dong. Tapi kalau kabat hotel ya nunggu kabar dari  pak Jay hihihihi”


Kini genap tiba bulan ini aku ada di rumah….


Sebenarnya malas juga ada di rumah… tiap hari ibuku selalu tanya kapan aku kerja, kapan aku cari pengganti calon istriku yang dinikahi jutawan tua yang sebagai istri ke enam.


Yah namanya juga orang tua, mereka kecewa dengan ku setelah aku datang dari tempat kerjaku bukanya aku dapat uang, tetapi yang kudapat adalah sakit jiwa dan mimpi buruk tiap malam.


Belum lagi aku sudah kehilangan calon istri yang sudah dinikahi orang lain


“Ibu tadi dengarkan… aku ini sudah punya calon bu, tapi dia ada di desa sana, dan dia minta dilamar secepatnya bu” hampir tiap hari aku berusaha menjelaskan kepada ibuku tentang mbak Tina


“Iya le… tapi kamu apa punya uang untuk nikah… wong kamu saja ndak kerja gitu” jawab Ibuku


 “Kita hidup saja pas pasan le… bapakmu sudah sakit sakitan… trs uang untuk nikah dari mana le?”


Aku bingung sama ibuku, dilain pihak aku disuruh nikah, tetapi ibuku sendiri bilang kalau aku belum kerja, dan keadaan kami yang serba susah di desa.


Memang dulu aku mau menerima kerja karena aku dituntut untuk segera menikahi pacarku… tapi sekarang kan pacarku sudah dinikahi orang… lalu apa lagi yang diminta ibuku?


“Wis sekarang ibu maunya apa, aku harus bagaimana bu.. Apakah aku harus menikah atau aku cari kerja dulu seperti sebelumnya ketika pak lek Wandi menawari aku bu?”


“Tadi ibu dengar kan ketika aku telepon sama mbak Tina….. Dia sudah minta dilamar kan bu…”


“Lha iya leee….ibu percaya, tapi kamu mau melamar pakek apa, wong kamu tidak kerja, dan keadaan kita pas pasan”


“Nanti kalau kamu cari kerja lagi, keburu pacarmu ini dinikahi orang lagi le…..!”

__ADS_1


Namanya orang tua, aku gak akan membantah apa kata ibuku, aku hanya mengiyakan yang dikatakan ibuku saja dari pada melawanya yang mengakibatkan aku durhaka kepada ibuku.


Besok pagi aku akan coba telepon pak Jay untuk menanyakan apakan ada lowongan pekerjaan.


*****


“Gini mas Agus… saya sekarang kerja sama dengan Koh Hendrik… saya dan koh Hendrik akan ada rencana membangun lagi hotel yang dulu itu, dan saya butuh seorang pengawas yang bisa  saya percaya” kata pak Jay setelah pagi ini aku beranikan diri untuk menelponnya.


“Saya sebenarnya mau telepon kamu mas AGus… tetapi keburu mas Agus telepon saya hehehe”


“Iya pak Jay, saya butuh uang untuk biaya rumah dan untuk biaya nikah”


“Mas Agus akan nikah, lalu kalau mas Agus kerja di sana untuk mengawasi proyek gimana mas?” tanya pak Jay


“Hihihi yang mau saya nikahi itu mbak Tina pak… kalau saya sudah nikah dengan dia, saya kan bisa tinggal disana pak, saya akan mengawasi proyek bapak dengan istri saya pak hihihihi”


“Astaga!... jadi mas Agus masih berhubungan dengan mbak Tina, dan berniat menikahi dia?” kata pak Jay dengan suara heran dan keras di lubang speaker ponsel ku


“Iya pak..dia minta dilamar, tetapi saya tidak ada dana untuk menikahi dia pak”


“Eh gini saja mas Agus…. Kamu tunggu kabar dari saya dalam  beberapa hari ini”


Percakapan pertelepon pertama kali dengan pak Jay setelah tiga bulan tanpa ada kabar sama sekali semenjak dia terakhir memberikan aku sebuah ponsel dan uang gajiku selama dua bulan yang penuh kengerian disana.


Hanya gaji dua bulan saja hihihi, tidak ada bonus karena aku sudah membantu masalahnya. Tapi ya sudahlah, mungkin nanti akan ada rejeki yang lebih besar dari pada gaji yang dua bulan itu.


Uang pulsa untuk ponsel saja aku kadang minta dibelikan mbak Tina, nanti mbak TIna akan mengirimkan nomor yang harus aku input ke ponselku hihihihi….


“Bu… tadi ibu dengar kan pembicaraanku sama pak Jay?”


“Iya le…tapi kenapa harus kerja di sana lagi, kamu pulang dengan selamat tanpa ada kurang sama sekali saja ibu sangat senang le”


“Apa tidak ada kerjaan lain selain disana le?”


“Tidak ada bu… nanti pak Jay kan tidak sendirian bu, nanti ada pak Hendrik yang dulu juga membantu kami waktu bermasalah dengan hantu-hantu itu bu”

__ADS_1


“Ya sudah terserah kamu saja Le.. ibu kan cuma mengingatkan saja…”


Di desa aku sama sekali tidak ada kegiatan, hampir tiap hari aku gunakan waktuku untuk  menyendiri dan duduk di pinggire sawah, sambil menunggu telepon dari mbak Tina…


Disini aku benar-benar menganggur…


Teman mainku rata-rata ada di kota besar untuk kerja di sebuah pabrik, mereka kos di dekat pabrik… Sehingga disini aku tidak mempunyai teman sama sekali disini.


*****


“Mas  Agus… besok kamu bisa datang ke rumah saya… kita akan bicarakan rencana saya untuk bekas hotel itu bersama Koh Hendrik” begitu bunyi sms yang aku terima setelah tiga hari aku menunggu kabar dari pak Jay.


Ini jelas merupakan kabar baik untuk aku, tetapi misalnya… misalnya aku menerima kerjaan dari pak Hendrik dan pak Jay, apakah aku akan aman dan bisa menikah serta membina rumah tangga dengan baik disana?


Apakah tidak akan ada lagi gangguan mengerikan disana….


Hehehe aku gak ngurus… yang penting aku akan datang ke rumah pak Jay dulu bagaimanapun caranya…


“Baik pak Jay… saya besok akan ke sana” aku balas Sms pak Jay


\===================================================


Untuk para pembaca..


Terima kasih banyak sudah mau membaca cerita gak mutu ini…


Saya hanya bisa akhiri cerita ini sampai disini….


Dan untuk kelanjutanya akan saya udah memikirkan apa yang akan terjadi dengan mereka disana, dan semoga saya bisa menulis cerita tentang petualangan mereka selanjutnya.


Terima kasih


Salam


Mbak Bashi

__ADS_1


__ADS_2