
Dua orang dengan potongan cepak itu dari posisiku ini mungkin sekitar sepuluh meteran jauhnya, sehingga kau belum bisa dengan jelas melihat kedua orang itu.
“Jangan bergerak!” bisik seseorang kepadaku tiba tiba…dan seseorang itu kemudian membekap dan menarik diriku masuk ke semak semak yang ada di samping kiriku
“Diam… atau kita akan ketahuan oleh mereka!” bisik orang yang sedang membekap mulutku sambil terus membekapku agar aku tidak bicara sama sekali
Benar juga apa yang dikatakan oleh orang yang membekapku, karena sejenak kemudian ada suara langkah kaki yang berjalan perlahan menuju ke tempatku dan orang yang membekapku ini.
“Ssssttt diam…mereka berdua kesini akibat suara daun dari tanaman belukar ini!” bisik orang yang masih membekap mulutku
Langkah kaki yang berjalan pelan dan dengan penuh kehati hatian….
Dua pasang langkah kaki lebih tepatnya yang sedang berjalan ke arahku….
“Diam dulu mbak Tina… saya akan bantu agar mereka tidak menemukan kalian berdua” kata suara yang ada di dalam diriku
“Mereka ini sebenarnya siapa Nyuk?”
“Yang membekap mbak Tina itu pak Paijo… sedangkan dua orang berambut cepak itu yang telah menusuk saya atas perintah Wandi”
Setelah tau siapa yang sedang membekapku.. kemudian aku merasa aman, dan tidak melakukan perlawanan lagi, tapi apa yang akan dilakukan oleh Kunyuk, dia tadi bilang bahwa akan membantu aku kan.
Pak Paijo jongkok sambil tangan kanannya membekap mulutku, dan tangan kirinya memiting leherku, agar aku tidak bergerak sama sekali
Tetapi anehnya tidak lama kemudian aku dengar suara dua orang itu berteriak dan kemudian lari.. mereka kayaknya menuju ke arah motornya…
Karena beberapa menit kemudian ada suara motor yang distarter dan pergi secepatnya dari area hutan ini.
“Fiuuuh akhirnya mereka pergi juga” kata pak Paijo yang kemudian melonggarkan pitingan tangannya di leherku dan membuka bekapan di mulutku
“Saya Paijo mbak… kenapa mbak Tina kesini… disini bahaya mbak” bisik pak Paijo setelah keadaan aman
“Saya kesini karena Kunyuk pak”
“Maksudnya apa dengan Kunyuk?”
“Pak Paijo waktu kita dari rumah sakit menuju ke rumah pak Pangat.. apakah bapak tidak merasa ada sesuatu yang aneh?”
“Aneh gimana mbak?”
Kuceritakan apa yang kualami ketika dalam perjalanan menuju ke rumah pak Pangat, hingga apa saja yang terjadi di rumah pak Pangat.
“Hmm jadi arwah Kunyuk sekarang ada disini…, dan dia tadi yang menakut nakuti dua orang itu?”
“Iya benar pak.. dan yang paling penting.,. dua orang itu yang menusuk Kunyuk, dan dua orang itu adalah suruhan Wandi pak.
“Jadi bukan Burhan yang melakukanya?”
“Penjelasan dari Kunyuk bukan Burhan yang melakukanya…”
“Sebenarnya dua orang itu siapa pak, dan dua orang anggota bapak yang ada disini kemana pak?”
“Saya tidak tau siapa mereka,.. saya tidak tau mereka berdua itu anggota aktif atau hanya preman dengan potongan dan tubuh mirip dengan anggota….. atau pecatan dari mana gitu”
“Dua anggota saya sedang saya perintahkan untuk memanggil bantuan… disini sinyal HT susah sekali, kedua anggota saya suruh ke desa dulu agar Sinyal HT mereka bisa diterima dengan baik di kantor”
“Pak… bagaimana dengan mas Agus?”
“Pak Agus ada bersama mereka dan saat ini dia dalam sana dan masih dalam keadaan hidup.. mereka tidak membunuh pak Agus mungkin karena ada alasan tertentu”
“Pokoknya pada intinya kita harus cepat bergerak.. karena menurut info dari anggota saya, yang sekarang datang ke rumah penggergajian itu tidak satu atau dua orang”
“Hampir semua ada disana mbak” potong Kunyuk tiba-tiba
“Mereka sedang rapat… untuk membersihkan anggota yang berkhianat” lanjut Kunyuk..
“Pak.. bapak minta bantuan berapa orang pak?”
“Mungkin satu atau dua orang mbak.. karena kita butuh team pengintai juga”
“Tidak perlu tim pengintai pak.. karena kata Kunyuk sebagian besar mereka ada disana, karena mereka sedang mengadakan rapat”
“Mereka membahas tentang penghianat yang ada di antara mereka”
“Hehehe mbak Tina dapat info dari mana?”
“Saya dapat info dari kunyuk pak… dia barusan bicara dengan saya”
“Hehehe ada-ada saja mbak Tina ini.. ayo kita kesana saja, kalau ada kesempatan kita bebaskan pak Agus”
“Sebentar pak… kita jalan di belakang kunyuk saja pak, biar dia yang ada di depan… jadi kalau ada apa-apa kita bisa siap untuk lari atau sembunyi pak.
__ADS_1
Pak Paijo boleh tidak percaya dengan omonganku, tapi apa yang tadi aku lihat tentang dua orang berpotongan cepat dan mereka akhirnya melarikan diri… semua itu berkat dari pada Kunyuk.
Pun tentang adanya rapat di rumah penggergajian, itu juga karena kunyuk sudah melakukan pengamatan sebelumnya.
Tapi nggak papa kalau memang pak Paijo tidak percaya dengan apa yang aku omongin, nanti dia akan lihat sendiri.
AGUS POV
“Dimana aku….!”
“Ughhh.. tanganku terikat… kakiku juga terikat…!”
“Aku dimana ini….!!!!”
“Uuugghh….. aku tidak bisa bergerak sama sekali.. ruangan ini sempit sekali..!”
“Ssttt.. jangan teriak mas… diam… dan tunggu pertolongan!”
“S..siapa kamu.. aku tidak bisa melihat..mataku ditutup kain!”
“Sssttt… diam mas… ini Inggrid….mas Agus ada di dalam bak mandi rumah penggergajian”
Ya allah..tengkuk ku sakit sekali…
Yang kuingat hanya waktu itu sedang berjalan bersama dokter Joko setelah melihat jenazah Kunyuk..
Ya.. hanya itu yang aku ingat.. tapi tiba-tiba aku ada disini dengan mata tertutup kain dan tangan serta kaki yang terikat!.
Aku tidak tau siapa yang tiba-tiba memukulku dari belakang… semoga dokter Joko dalam keadaan yang baik baik saja
Aku berusaha menggerakan tangan dan kakiku yang mulai kesemutan.. tapi sama sekali tidak bisa digerakan., ikatan ini kuat sekali.
“Jangan bergerak dan jangan bikin suara mas… jangan sampai mereka tau bahwa mas Agus sudah siuman…”
“M.. mereka siapa Inggrid, ada siapa saja di rumah ini?” aku mulai berani bertanya kepada Inggrid.
“Di ruang tamu rumah sekarang sedang ada rapat… mereka para orang-orang yang sering kesini dan saat ini sedang rapat karena di dalam kelompok mereka ada penghianat.
“Iya Inggrid kayaknya itu Kunyuk… tapi Kunyuk sudah mati ditusuk!”
“Inggrid tau mas… orang yang bernama Kunyuk itu kemarin datang kesini bersama dengan orang yang dipanggil Yetno…”
“Seperti biasa mereka masuk ke dalam kamar tengah.. dan seperti biasa mereka menaruh sebuah paket yang dibungkus kertas tebal”
“Kemudian datang dua orang berbadan tegap… Inggrid tidak tau siapa mereka mas.. karena mereka tidak pernah datang ke sini sebelumnya”
“Dua orang itu membawa senter dan mencari cari pintu rahasia yang menuju ke kamar tengah… agak lama juga mereka berdua mencari pintu kamar tengah”
“Setelah mereka menemukan pintu rahasia, mereka dua orang berbadan tegap dan dengan potongan ala aparat itu mengambil paket yang ditaruh Kunyuk dan temannya”
“Inggrid tidak tau apakah Kunyuk dan temannya mengenal mereka…yang pasti setelah itu Kunyuk dan temannya menghadang orang yang mengambil paket itu”
“Mereka terlibat perkelahian, kemudian salah satu dari orang itu mengeluarkan belati, kemudian menusuk perut kunyuk”
“Sekarang kedua orang itu ada di dalam rumah ini juga…”
“Di rumah ini ada siapa saja Inggrid?”
“Orang lama… Wandi dan Mamad, kemudian dua orang yang berbadan tegap, setelah itu ada Burhan juga, ada juga orang yang datang bersama Burhan yang dipanggil Gun”
“Yetno, dan Wito ada tidak Inggrid?”
“Dua orang itu tidak kelihatan disini, dan dua orang itu akan menjadi target berikutnya setelah Kunyuk”
“Inggrid.. kamu tau siapa saja yang sering kesini dan siapa saja yang menjadi pimpinan mereka atau seseorang yang kadang menyuruh salah satu dari mereka?”
Aku berusaha merangkai apa yang dikatakan Inggrid, aku penasaran dengan orang-orang ini, karena cerita Tina waktu itu kan menyebutkan bahwa Solikin juga terlibat dan dalam pencarian Burhan.
Dan kata Tina Solikin saat ini sedang dalam usaha mendapatkan tempat yang aman di rumah sakit.
Tapi coba aku dengar dulu cerita dari Inggrid, siapa tau dia lebih tau daripada Tina yang mendengarkan cerita setengah-setengah dari orang lain.
“Jadi yang Inggrid tau selama ini… Solikin punya seorang bos… anak buah Solikin adalah Burhan, Kunyuk dan Yetno…”
“Wandi punya seorang bos juga… anak buah Wandi adalah Mamad dan kadang Wito juga ikut bersama mereka. Untuk anak buah Wandi yang dua orang berpotongan cepak itu kelihatannya bergabung baru baru ini saja.
“Sampai disini mas Agus harus paham dulu keadaan awal mulanya….”
“Iya saya paham Inggrid”
“Bos besar mereka saling bermusuhan, tetapi sayangnya Wandi, Mamad, dan Burhan bermuka dua.. mereka bekerja pada dua bos itu tanpa sepengetahuan bos masing-masing”
__ADS_1
“Mas…. Inggrid tau cerita ini adalah hasil mendengarkan dari Wandi dan Mamad ketika mereka berdua diskusi. dan Inggrid juga dengar cerita ini dari Solikin dan Burhan, ketika mereka diskusi juga”
“Jadi Inggid tau jelas alur cerita awalnya hingga terjadi penghianatan sekarang ini”
“Inggrid teruskan ya mas….Solikin mengetahui ketika Wandi, Mamad, dan Burhan bersekongkol dan kerja pada dua bos sekaligus”
“Burhan yang merupakan anak buah Solikin pun ditegur oleh solikin dan diancam akan dilaporkan kepada bos besar.”
“Mengetahui ancaman Solikin kepada Burhan……Wandi dan Mamad ketakutan juga, menghilang secara bergantian dari rumah penggergajian ini”
“Ancaman Solikin itu tidak main-main… Inggrid dengar sendiri, malam hari ketika mas Agus belum ada disini..Solikin mendatangi Wandi dan Mamad disini”
“Malam itu Solikin bilang agar Wandi segera pergi dari sini atau besok Wandi akan dilaporkan ke bosnya Solikin, dan tentu saja ancamannya adalah mati”
“Besoknya Wandi pergi dari sini.. beberapa hari kemudian mas Agus datang menggantikan Wandi”
“Setelah itu Mamad juga pergi dari sini dan yang Inggrid tau Mamad pura-pura mati”
“Nah untuk Burhan… Solikin sudah mengancamnya terlebih dahulu agar keluar dari kelompok Solikin”
“Setelah beberapa lama, ternyata Wandi, Mamad, dan Burhan bersatu di bawah bosnya Wandi…”
“Dan akhirnya Burhan kemudian ditugaskan kerja disini kan mas”
“Sik sebentar Inggrid.. saya potong dulu ya … eh apakah bosnya Wandi itu adalah pak Jay?”
“Hihihi bukan mas.. pak Jay itu yang mengontrak rumah penggergajian ini … sedangkan pemilik rumah penggergajian yang sebenarnya adalah bos besar mereka”
“Jadi pak Jay itu kasihan mas…. dia hanya pengontrak rumah penggergajian ini saja, sedangkan sumber daya manusianya berasal dari Wandi dan orangnya Wandi saja hehehe “
“Pak Jay murni berbisnis… karena dia memang jual beli palet,... pak Jay tidak peduli dengan apapun yang terjadi. pokoknya kiriman paletnya tidak terlambat”
“Sampai disini mas Agus paham kan?”
“Saya masih agak bingung Inggrid.. tapi teruskan saja ceritamu… meskipun saya dalam keadaan sulit bergerak dan dengan mata yang tertutup, tetapi saya berusaha memahami apa yang kamu ceritakan”
“Ok mas… tadi cerita Inggrid sampai pada Wandi, Mamad, dan Burhan yang bersatu”
“Jadi atas rekomendasi Wandi kepada pak Jay… Burhan dikirim kesini untuk menjadi anak buah mas Agus….”
“Disini mulailah keresahan Solikin yang tiap hari harus bertemu dengan Burhan…”
“Solikin jelas takut apabila disini ada Burhan yang merupakan musuhnya, setelah sebelumnya Solikin mengusir Burhan dari kelompoknya”
“Dan setelah itu kejadian-kejadian serta cerita-cerita palsu mereka kumandangkan kepada mas Agus, dengan harapan mas Agus bisa simpati kepada mereka.
“Sebentar Inggrid.. bagaimana dengan Yetno.. dia waktu itu katanya pernah kerja disini hanya tiga hari saja dan kemudian pergi dari sini karena tidak kuat dengan kelakuan Solikin”
“Dan satu lagi Inggrid… katanya Yetno itu orang bawaan dari Pak Karyo”
“Kalau kasus Yetno itu sepele… hanya karena Wandi tau bahwa Yetno itu anak buah nya Solikin dalam arti anak buah tentang bisnis kotor ini.. maka dari itu Wandi ketakutan, dan berusaha mengusir Yetno dari sini”
“Tapi akhirnya dia kerja juga disini mas…”
“Tapi suatu ketika Inggrid takut takuti dia mas.. agar dia pergi dari sini, karena Inggrid tidak suka dengan kelakuan dia yang jorok dan tidak punya sopan santun!”
“Sebentar Inggrid… untuk pocong dan hal-hal yang menakutkan disini…itu ulah kamu atau siapa?”
“Itu semua ulah Solikin… dia punya sedikit keahlian ilmu hitam mas”
Inggrid kemudian berhenti sejenak.. aku tidak tau kenapa dia berhenti bercerita…
Tidak ada suara Inggrid sama sekali.. yang kudengar hanya suara pintu yang terbuka, itu saja yang bisa aku dengar.
Atau mungkin saat ini Inggrid sedang melihat siapa yang datang, dan mendengarkan apa saja yang mereka sedang bicarakan.
Kasus disini rasanya rumit sekali.. aku yang dengar Inggrid cerita tadi rasanya bingung, karena melibatkan orang-orang yang rakus dan orang-orang itu itu juga.
Tapi tadi aku belum sempat tanya.. sebenarnya apa yang diperjual belikan oleh mereka ini…
Kalau narkoba kenapa pakai dos besar.. apakah mereka ini bandar narkoba kelas kakap?
Aku takut apabila bantuan terlambat datang, karena sekarang Wandi mulai menyewa orang untuk melakukan kekerasan.
Semoga sebelum ada apa-apa denganku sudah ada yang menyelamatkan aku….
Tidak lama berselang, tiba-tiba aku mendengar suara ramai dan gaduh di ruang tengah.. sepertinya sedang terjadi sesuatu di ruang tengah sana….
Tapi tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu terbuka…pintu yang terbuka itu dekat dengan posisiku..
“Yang terbuka ini pintu belakang kayaknya, tapi kenapa cara membukanya sangat pelan”
__ADS_1
Aku diam saja sambil menunggu orang-orang yang ada di ruang depan melakukan sesuatu denganku, dan semoga mereka punya belas kasihan kepadaku.
Tapi ternyata tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu kamar mandi dibuka perlahan lahan tanpa suara sama sekali.