
Dorongan kuat pak Chen menyebabkan mereka berdua hampir saja masuk ke dalam rekahan tanah……!
Tapi mereka berdua masih selamat…
Fong memegang erat tubuh iblis yang ada di bawahnya, begitu juga pak Cheng, dia berhasil menyelamatkan diri dari rekahan tanah.
Kini akibat dari dorongan tadi posisi pak Cheng ada di tengah rekahan tanah yang semakin lama semakin lebar…
Sedangkan posisi Fong persis di depan pak Cheng… tubuh pak Cheng menghalangi Fong untuk maju ke arah mbah Tina.
Pak Cheng berdiri….
Dia membelakangi mbak Tina dan Mbah Sastro…….pak Cheng menghadap ke arah Fong yang masih terduduk dan memegang salah satu demit.
Sepertinya pak Cheng menghalangi Fong untuk menyentuh mbak Tina….. Tapi nggak tau lagi, aku masih ragu apakah pak Cheng ada di pihak kita tau di pihak Fong.
“KEPAR*T CHENG!....MAUMU APA!… KAMU MAU MENGUASAI PERJANJIAN ITU SEORANG DIRI….!” teriak Fong
“MINGGIR KAMU CHENG…!” teriak Fong yang mencoba berdiri dan berjalan menuju ke arah mbah Tina
Pak Cheng tidak membalas perkataan Fong, dia masih berdiri dan menatap Fong yang mulai berjalan ke arahnya.. Tetapi tubuh pak Cheng menghalangi Fong.. Fong marah besar dan mulai menunjukan siapa dirinya…!
Bagaimana dengan Solikin, Solikin hanya diam saja sambil melihat Fong yang berselisih paham dengan Cheng.. Kayaknya Solikin punya rencana lain untuk menguasai apa yang akan dikeluarkan oleh mbak Tina…
Gemuruh tanah semakin keras, rekahan tanah juga semakin lebar, hingga ukuran rekahan itu kini mencapai lebih dari tiga meteran.
Tubuh mbak Tina semakin bergetar, sedangkan mbah Sastro masih berusaha memegang bahu mbak Tina yang makin tergoncang goncang.
Kualihkan pandanganku ke pak Cheng dan Fong…
JANGKRIK!.... Fong berubah mengerikan, tubuh dia membesar, wajah Fong berubah seperti seekor hewan, tapi aku bingung hewan apa itu, karena perpaduan antara celeng, anjing, banteng, dan bertanduk di kiri dan kanan kepalanya.
Tubuh Fong berwarna hitam dan berbulu, serta mengeluarkan aroma busuk!.... Dia sudah berubah sesuai bentuknya sebagai iblis seutuhnya…
__ADS_1
Pak Cheng… dia masih merentangkan tangannya untuk menghalangi iblis mengambil pusaka perjanjian yang sedang dikeluarkan dari mulut mbak Tina untuk masuk ke perut bumi.
Fon menggeram … kedua tangan dia yang mempunyai cakar panjang itu kemudian mencengkeram pak Cheng seperti orang tua yang memegang bayinya.
Pak Cheng meronta ronta, pak Cheng tidak berteriak atau meminta tolong, keliatannya pak Cheng udah pasrah dengan keadaannya…
Pak CHeng tidak melawan, dia hanya menatap erat ke mata Iblis yang berwarna merah menyala… aku gak paham kenapa pak Cheng sama sekali tidak mau melawan iblis itu!.
Tubuh pak Cheng diangkat Iblis jelmaan Fong dengan mudahnya, kulihat dengan jelas pak Cheng menutup matanya.. Dia sudah benar-benar pasrah..
Aku salah sangka dengan pak Cheng, ternyata dia bukan penghianat!
Iblis jelmaan Fong berteriak dengan suara yang mengerikan dan sangat keras, sementara itu tubuh pak Cheng sudah dia angkat di atas kepalanya…
Aku tidak bisa berkata apa-apa, bahkan untuk bernafas saja aku merasa ada yang tertahan… tetapi tidak dengan mbah Sastro dan mbak Tina…mereka berdua masih melakukan sesuatu hingga selesai.
Solikin… dia tetap di tempatnya menyaksikan iblis jelmaan Fong yang sedang mengangkat tinggi-tinggi tubuh pak Cheng.
Kemudian dengan teriakan mambahana Iblis itu melempar pak Cheng ke arah rekahan tanah yang penuh dengan lava panas…
Aku terdiam, semua terdiam dengan terbakarnya pak Cheng… kecuali mbah Sastro dan mbak Tina.. mereka berdua bertekad menyelesaikan proses upacara ini.
Iblis Fong sekarang menoleh ke arah mbak Tina dan mbah Sastro… dia berteriak keras…
Teriakan keras itu dibarengi dengan bau mulut yang luar biasa busuk…. Aku aja sampek mual mual… mungkin isi perut iblis itu ratusan bangkai tikus yang sudah gepeng diinjak roda mobil.
Iblis itu mendengus dengan keras hingga cairan kuning kental yang berasal dari lubang hidungnya muncrat mengenai kami…
C*k! Bau sekali.. Kayaknya dia kena penyakit sinusitis!...
Iblis itu kemudian berjalan pelan ke arah mbak Tina yang masih memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya, kayanya perut mbak Tina itu gede banget, karena muntah gak selesai selesai.
Ketika iblis itu sudah dekat dengan mbak Tina… tiba-tiba mbak Tina mengarahkan tangannya ke arah iblis Fong, kemudian mbak Tina membuka telapak tangannya…
__ADS_1
Mungkin sebagai peringatan untuk stop!... jangan mendekat!
Tetapi Iblis itu jelas tidak menghiraukan apa yang mbak Tina lakukan.. Dia tetap saja maju sambil teriak teriak dan mendengus dengan keras.
Beberapa kali mbah Sastro menengok ke arah mbah Sutinah yang masih terus berdoa agar iblis itu tidak bisa mencapai mbak Tina yang sedang dalam proses mengembalikan pusaka perjanjian setelah dia telan beberapa saat.
Solikin masih ada di posisinya, tetapi dari kejauhan aku bisa lihat wajah Solikin sedang tersenyum, kayaknya dia sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya puas.
Semakin dekat iblis itu ke arah mbak Tina..semakin iblis itu berteriak teriak dengan keras….
Aku terus memperhatikan apa yang dilakukan iblis Fong itu…. Dia terus berjalan pelan..
“Pak Agus…. Ada Inggrid” bisik JIang setengah berteriak sambil menunjuk ke arah tepi sungai
Kulihat tempat yang ditunjuk Jiang…
Ternyata benar, di gelapnya malam.. Diantara peperangan yang masih berlangsung, aku melihat sosok perempuan yang berjalan perlahan dan pincang karena salah satu kakinya ada yang cacat…salah satu kakinya berukuran kecil dan tidak tumbuh dengan sempurna.
Inggrid belum mati…..
Ketika pak Pangat melempar pisau berarti Inggrid belum mati, sekarang dia datang ke sini.. Dan mungkin saja dia akan memberikan bantuan kepada kami.
Perempuan itu mempercepat jalannya, meskipun terpincang pincang, tapi aku bisa lihat semangatnya untuk mencapai tempat ini
Sementara itu Fong masih teriak teriak gak karuan, karena tiap dia akan maju mendekati mbak Tina, selalu saja gagal.. Mungkin karena adanya tenaga yang keluar dari telapak tangan mbak Tina yang diarahkan ke Fong, padahal jarak Fong dengan mbak Tina mungkin hanya satu satu setengah meteran.
Jarak yang begitu dekat, tetapi Fong tidak bisa menjangkau tubuh mbak Tina
Inggrid yang merupakan anak dari pemimpin pemukiman seberang sungai itu semakin dekat dengan Fong yang masih teriak teriak karena selalu gagal ketika mendekati mbak Tina.
Fong tidak tau bahwa Inggrid ada di belakangnya… sekarang Inggrid melewati jembatan yang terbuat dari iblis-iblis yang bertumpuk tumpuk.
Sebagian dari tubuh, kaki, dan tangan dia yang cacat tidak terbentuk dengan sempurna, dan kepala yang berbentuk aneh itu sekarang tidak mengerikan bagiku, malah aku anggap dia mungkin sebagai penyelamat berikutnya.
__ADS_1
Dengan tertatih tatih karena pincang,Inggrid sudah ada di tengah jembatan Iblis, dia sekarang tepat di belakang Fong…
“FONG…..! SEKARANG SUDAH WAKTUNYA KAMU DIBINASAKAN!” teriak Inggrid dengan suara paraunya