
Subuh sudah… tapi masih ngantuk, dan kulanjutkan tidur hingga puas.
Setelah semalam mengintai di rumah penggergajian dengan segala keanehannya sekarang aku hanya ingin tidur.
Rasanya mataku tidak ingin terbuka sama sekali.
Aku masih bermalas malasan di sofa rumah Tina.
Hehehe masyarakat disini kelihatannya cuek dengan keadaan Tina, meskipun aku ada disini tapi anehnya pak RT tidak datang ke rumah ini.
Kucoba untuk mengingat ingat apa yang terjadi malam kemarin di rumah penggergajian…
Kurasa apa yang kami akan lawan ini merupakan sebuah mafia pencurian solar yang sudah berpengalaman.
Aku merasa tidak hanya berasal dari rumah penggergajian tempatku kerja saja, tetapi bisa saja dari tempat lain yang kemungkinan besar juga sama keadaanya dengan yang ada di tempatku.
“Mas Agus… ayo bangun, sudah jam sembilan pagi ini mas”
Tina yang kelihatannya dari mulai subuh sudah sibuk di dapur menghampiriku dan duduk di atas perutku
“Kalok mas Agus suami Tina belum bangun juga…. Hmm akan Tina bangunin terong ungunya mas Agus hehehe”
“I..iya mbak, saya bangun kok…”
“Duuh jangan gitu mbak hehehe, saya itu ndak malas-malasan, saya hanya sedang berpikir apa yang sebenarnya kita hadapi kemarin malam itu”
Tina mengangkat tubuhnya dan duduk di sebelahku di sofa ruang tamunya…
“Memangnya apa yang mas Agus pikiran sekarang?”
“Saya sedang berpikir kalau yang kita lawan itu bukan hanya satu dua orang saja mbak”
“Tetapi sudah merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa kelompok yang saling berebut mendapatkan uang dari solar curian”
“Iya mas…. Tina juga berpendapat yang sama dengan yang mas Agus pikirkan itu”
“Sekarang gini mas, apabila mas Agus sudah dapat info dan siapa saja yang melakukan kejahatan itu, lalu apa yang akan mas Agus lakukan?”
“Karena apabila mas Agus melaporkan ke bos besar menurut Tina percuma…”
“Karena orang kepercayaan bos sendiri si Burhan juga ikut dalam aktivitas itu mas”
“Iya mbak, itu juga sedang saya pikirkan… sulit untuk melaporkan tentang apa yang dilakukan oleh Burhan, karena Burhan sendiri mendapat tugas untuk membuka kedok tentang pencuri solar itu”
“Tapi mas…. ada sesuatu yang membuat Tina sangat khawatir…”
“Apa mbak Tina… tentang apa?”
“Tina kok berpikiran kalau mas Agus ini akan dijebak…”
“Mas Agus ada disini itu jangan-jangan dipasang sebagai orang yang akan dijadikan boneka sebagai tersangka”
“Ah masak seperti itu mbak, masak pak Wandi menyuruh saya ada disini karena saya hanya akan dijadikan tumbal proyek hehehe?
“Ya itu yang sekarang Tina sedang rasakan mas, karena selama selama mas Agus ada disini bari malam ini kan mas Agus merasakan kejadian yang melibatkan orang yang lebih dari satu”
“Termasuk keterlibatan Burhan yang merupakan orang kepercayaan dari bos besar kan mas”
“Iya mbak”
Benar juga apa yang barusan dikatakan Tina…
Aku selama ini tidak pernah merasa bahwa aku adalah hanya sebagai orang yang dijadikan boneka atas apa yang mereka kerjakan.
Aku diberikan tanggung jawab penuh atas aktivitas pekerjaan di rumah itu, tanggung jawab penuh juga tentang hilangnya sebagian besar solar yang ada disana!
__ADS_1
Tapi…. apa yang bisa kuperbuat?
Apa yang bisa kulakukan apabila sebagian besar orang yang kukenal juga terlibat di dalamnya…
Aku harus minta tolong dan mengadu ke siapa lagi apabila keadaan sudah menjadi begini?”
“Ih mas Agus kok malah melamun sih…?”
“Eh… iya mbak Tina, eh saya sedang memikirkan apa yang akan saya lakukan apabila yang dikatakan bak Tina itu benar semua”
“Saya takut apabila ada sesuatu yang terjadi dengan saya dan mbak Tina karena sudah mulai ikut menyelidiki kasus ini”
“Hehehe tenang saja suamiku… Tina merasa senang bisa membantu, hanya saja kan kadang Tina merasa ketakutan ketika harus berhadapan langsung dengan orang-orang yang berbahaya mas”
Aku hanya mengangguk atas pernyataan Tina….
Memang seharusnya dia tidak perlu ikut lebih dalam lagi, cukup aku saja yang terlibat!
Tina hanya orang luar yang kebetulan ikut denganku dan otomatis terlibat juga di dalamnya.
“Siang ini apa yang akan mas Agus lakukan?”
“Saya belum tau mbak…”
“Sebenarnya rencana saya adalah mendatangi pak Solikin, tetapi dia kan siang ini harus kerja di rumah penggergajian”
“Eh…mungkin selepas maghrib saja saya datangi dia mbak”
“Bukanya pak Solikin sama sekali tidak terlibat mas?”
“Iya mbak, tapi dia punya sesuatu yang akan dikatakan kepada saya…”
“Dan tingkah pak Solikin yang berbeda apabila berhadapan dengan Burhan itu yang menarik perhatian saya mbak”
“Tapi kan itu hanya bisa saya lakukan nanti malam, sedangkan dari pagi hingga sore hari saya tidak tau apa yang akan saya lakukan disini mbak”
Karena yang terlibat dalam hal ini semakin banyak, dan aku sama sekali tidak punya seseorang disana yang bisa kuajak sharing.
“Siang ini lebih baik mas Agus gunakan untuk istirahat saja….”
“Karena nanti malam mas Agus pasti akan ke rumah penggergajian lagi setelah dari rumah pak Solikin”
“Iya mbak…
“Nanti malam Tina akan temani mas Agus kalau mas Agus berminat”
“Tentu saja saya berminat dan terima kasih banyak mbak”
*****
Siang hari hingga sore hari yang memang aku gunakan untuk istirahat penuh di rumah Tina.
Tentu saja aku sebenarnya tidak bisa istirahat, karena ada saja gangguan dari Tina hehehe.
Gangguan mendadak yang bersifat enak enak, yang tidak bisa diprediksi sebelumnya…
Tapi untungnya seperti biasanya… aku bisa melawan gangguan itu, dan berusaha menolaknya dengan halus
Setelah sholat maghrib bersama, dan setelah makan sore menjelang malam hehehe…
Kami sudah siap untuk menuju ke rumah pak Solikin.
Sebenarnya aku agak gimana gitu mengajak Tina ke rumah pak Solikin, karena disana kan ada bu Tugiyem.
Aku tidak enak apabila bu Tugiyem mengetahui bahwa aku sedang berboncengan dengan TIna yang semlohai.
__ADS_1
Ah… masa bodo, yang penting adalah keselamatanku dan rumah penggergajian itu saja.
“Ayo mbak Tina, kita berangkat sekarang…”
“Oh iya mbak, ada baiknya mbak Tina berpakaian yang santai dan bisa digunakan dengan nyaman untuk melakukan pengamatan hehehe”
“Maksud saya begini mbak…. agar tidak ada yang tau bahwa mbak Tina itu perempuan”
“Saya takut kalau seumpama mereka tau yang bersama saya itu perempuan… dan akan mereka lecehkan”
“Dan kalau tiba-tiba kita ketahuan pun kan mereka semakin berani kepada kita mbak”
“Hehehe iya mas, Tina akan pakek Jaket yang agak longgar, dan pakek topi juga hehehe”
“Rambut Tina akan Tina masukan ke dalam topi agar tidak ketahuan mas”
Hihihi alhamdulillah… akhirnya TIna mau turuti apa yang aku katakan…
Karena sebetulnya alasan utama agar bu Tugiyem tidak melihatku bersama Tina hihihih.
*****
Aku dan Tina dalam perjalanan menuju ke rumah pak Solikin yang lumayan jauh kalau dari rumah TIna
Karena harus berjalan memutar dan melewati jembatan mengerikan dan pematang sawah yang gelap gulita.
Untungnya kita memakai motor Tina yang relatif masih baru dengan nyala lampu yang sangat terang.
“Mas.. Tina itu selalu takut kalau lewat jembatan yang ada di depan sana itu mas”
“Hehehe kan masih jauh dari sini mbak, jugaan kan ada saya mbak hehehe”
Jembatan besi buatan zaman kolonial itu masih jauh memang, tapi ada sesuatu yang membuat aku merasa khawatir.
Aku mendengar deru suara motor…
Bukan sembarang suara motor, tetapi suara motor yang keras karena knalpot modifikasi yang digunakan.
Dan suara motor itu diperkirakan berasal dari belakang kami!
Ketika kulihat dari spion motor Tina, memang agak jauh di belakang kami ada sorot lampu sebuah motor yang berjalan tidak terlalu kencang.
“Mas… mas Agus dengar suara motor itu?” tanya Tina sambil merangkulkan tangannya di pinggangku’
“Iya mbak, saya dengar juga, dan saya semoga apa yang mbak Tina pikirkan sama dengan yang saya pikirkan mbak”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saya berterima kasih atas doa pembaca semua..
Hari ini saya sudah bisa balik ke rumah setelah beberapa hari harus bedrest karena sakit.
Dan alhamdulillah meskipun saya bedrest saya masih bisa menulis meskipun tidak maksimal.
Menulis dan melihat pembaca yang antusias merupakan semangat dan lecutan bagi saya...
Terus terang saya tidak mencari cuan dari aplikasi ini, karena genre yang saya tulis ini peminatnya tidak sebanyak genre romatis dan percintaan atau yang berbau CEO hehehe.
Jadi karena antusias kalian saja yang membuat saya semangat untuk menulis.
Saya sangat berterima kasih dengan segala hadiah berupa like, vote bahkan ada juga yang memberi saya tips...
Apapun yang kalian berikan kepada saya, Itu merupakan penghargaan yang sangat berharga bagi saya.
Terima kasih
__ADS_1
Salam hormat
Mbak bashi / Dewa ayu yudhari