RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
97. SEJARAH YANG BENAR?


__ADS_3

“Begini mas Agus… saya panggil mas Agus saja ya biar lebih akrab  untuk kasus ini”


“Tetapi untuk di kerjaan ya saya panggil pak Agus hehehe”


“Jadi begini mas… kenapa saya tidak suka dengan kehadiran Burhan, itu ada sejarahnya yang hanya saya saja yang tahu, itu juga karena kebiasaan saya yang suka memancing malam hari”


“Jadi tentang pencurian solar itu hanya sebagian kecil.. atau istilahnya hanya obyek sampingan saja bagi Burhan…”


“Tetapi sebenarnya ada masalah yang lebih besar yang masih saya ingat tentang Burhan, itu yang menyebabkan saya sangat tidak suka dengan dia”


“Untuk pembahasan Burhan nanti saja mas, saya akan ceritakan yang sebenarnya terjadi di rumah itu dulu”


“Jadi saya akui, sayapun pernah melakukan pencurian solar juga…tapi itu dulu sebelum mbah Karyo meninggal, dan saya rasa semua pekerja disini maupun di penggergajian kayu lainya juga pernah melakukannya juga”


“Karena penggelapan solar itu untuk mendapatkan tambahan uang bagi keluarga mereka mas”


“Saya sebenarnya ada disini sebelum datangnya Purwandi… jadi dulu sebelum ada Pure Andi...saya adalah orang yang kerap melakukan pencurian solar bersama teman saya mbah Karyo”


“Tidak lama kemudian datang Wandi, ketika dia datang, saya hentikan sementara kegiatan itu”


 “Waktu itu Wandi datang, dan tidak lama kemudian Mamad datang juga”


“Sik sebentar pak Solikin…. kenapa kok sejarahnya jadi gini sih pak, kok beda dengan yang pernah saya dengar dari  Mamad maupun pak Wandi?”


“Hehehe, sekarang ini adalah kebenaran mas, karena dengan datangnya Burhan akan mengakibatkan perusahaan tempat mas Agus kerja akan berantakan!”


“Sebenarnya Burhan itu siapa pak?”


Aku benar-benar bingung dengan yang pak Solikin ceritakan…


Kenapa tiap aku tanya ke siapapun jawabanya selalu berbeda, dan cerita ini juga berbeda dengan cerita ketika pak Solikin menceritakan kepada ku waktu kapan hari itu.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini, kenapa semua nampak aneh dan semakin mencurigakan?


“Nanti dulu mas Agus, jangan menyela dulu, karena keadaan disana saat ini semakin membuat saya dan yang lainya tidak kerasan”


“Pokoknya setelah saya cerita, monggo mas Agus check ke pekerja yang lainya dan check juga keadaan Burhan kepada penggergajian kayu yang lainya”

__ADS_1


“Pokoknya untuk saat ini mas Agus cukup dengarkan saja apa yang saya rahasiakan selama ini, dan yang saya ketahui selama ini”


“Pokoknya ketika Wandi dan Mamad datang kesini, saya dan mbah Karyo menghentikan sementara pencurian solar itu”


“Ketika itu yang bekerja disini adalah saya, mbah Karyo, dan Wito… kami hanya bertiga, dan hanya melakukan pemotongan kayu saja..”


“Tidak ada produksi palet pada waktu itu mas”


“Ketika itu yang berjaga disini adalah seorang keturunan china yang biasa kami panggil Asyu!”


“Kenapa kami panggil asyu… karena orang itu tidak pernah tinggal di rumah itu, dia kos di rumah penduduk yang ada di desanya mbak Tina ini”


“Dia datang pada waktu siang hari untuk makan siang masakan Tugiyem, setelah makan dia hanya marah-marah tidak jelas dan meminta laporan dari saya”


“Dia selalu mengancam dengan ancaman akan melaporkan kami ke bos besar agar kami dipecat apabila kami sejenak bersantai ketika dia datang”


“Setelah marah-marah dia akan balik ke kosnya dan mengancam akan menelpon bos besar. Hanya itu saja yang dia lakukan hampir setiap hari disini hehehe”


“Karena kelakuannya seperti anjeng, maka kami sepakat menamainya Asyu”


“Dia dipecat ketika secara tidak sengaja bos besar berkunjung mendadak disini, dan ketika itu Asyu sedang ada di kos kosan”


“Ketika pak bos mendatangi kos kosan dia, ternyata Asyu  saat itu sedang tidur bersama wanita malam yang dia dapat dari sebuah rumah bordil di kota”


“Ketika pada mas asyu itulah kami lakukan pencurian dan penggelapan solar,.... yah hasilnya tidak seberapa dibanding dengan dosanya hehehe, tapi cukup untuk menambah penghasilan sebagai buruh disini mas”


“Setelah Asyu dipecat, dan digantikan oleh pak Wandi dan Mamad yang tidur di rumah penggergajian, kami kemudian bingung, dan kami putuskan untuk menghentikan dulu kegiatan pencurian itu”


“Tetapi lama kelamaan Purwandi dan Mamad kelihatan juga belangnya, dia merencanakan pencurian solar juga…”


“Tetapi pada waktu itu kami sudah hentikan total apa yang kami lakukan disana mas, saya hanya mengamati tingkah laku Wandi dan Mamad yang semakin mencurigakan saja”


“Hingga pada suatu malam ketika saya akan pergi memancing bersama teman saya, saya iseng mampir ke rumah penggergajian”


“Dari luar pagar bagian belakang yang berlobang… saya lihat kedua orang itu sedang memindahkan solar dari drum yang penuh ke beberapa jerigen yang mereka sudah siapkan sebelumnya”


“Hahaha apa yang mereka lakukan itu primitif, karena saya punya cara yang lebih halus mas”

__ADS_1


“Nganu kan pak Solikin, pake pompa air kecil yang ditaruh di dasar bak mandi kan”


“Lhooo mas Agus kok sudah tahu..hayoo mas agus juga melakukan bersama Burhan ya heheheh”


“Ya tidak pak….. saya kan tadi sudah bilang kalau saya Burhan cerita banyak kepada saya, dan dia juga menunjukan cara-caranya kepada saya pak”


“Sik mas Agus… jangan nyandak-nyandak Burhan dulu, karena jatah pembahasan Burhan nanti saja hehehe”


“Pokoknya pada intinya Wandi dan Mamad juga melakukan pencurian dengan cara yang ngawur”


“Ketika itu saya hanya biarkan saja, karena mereka hanya punya dua buah jerigen yang mereka sembunyikan di dalam kamar pak Wandi”


“Besok harinya saya datangi Wandi….saya ajak dia keluar rumah ketika Mamad sedang bekerja di belakang membantu pekerja lainya”


“Saya ajak dia bicara baik-baik tentang apa yang dia lakukan malam sebelumnya bersama dengan Mamad”


“Pada awalnya dia mengelak karena dia pikir saya tidak melihat yang sebenarnya, tetapi setelah saya tantang untuk melihat kamarnya, baru dia mengaku kepada saya”


“Saya kasih tau pelan-pelan bahwa yang dia lakukan juga saya dan teman-teman lakukan sebelumnya…”


“Saya kasih tau juga bahwa yang kami menggelapkan solar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kami”


“Akhirnya Wandi pun mau mengerti bahwa solar disini itu yang menginginkan orang banyak juga… sehingga harus dibagi bagi kepada yang lainya juga”


“Eh sik… ada yang kelupaan mas. pada waktu itu mesin disini hanya ada satu unit… mesin diesel satu unit dan alat pemotong kayu juga satu unit saja”


“Istilahnya jaman itu disini hanya pemotongan kayu kecil, dibandingkan yang ada di jalan desa sana ya jauh mas, mereka itu besar dengan tiga unit mesin dan juga ada produksi paletnya”


Pak Solikin berhenti sejenak karena istrinya datang dengan tiga gelas kopi yang baunya menggugah selera.


Setelah menyeruput sedikit kopi yang panas itu, kemudian pak Solikin meneruskan ceritanya.


“Wandi bukan orang bodoh,... dia punya rencana membesarkan rumah penggergajian itu”


 “Wandi kemudian bicara kepada bos besar untuk menambah mesin guna menambah kapasitas produksi disini”


“Yang berarti juga menambah persediaan solar, yang artinya kami yang ada disini bisa menikmati hasil penjualan solarnya heheheh”

__ADS_1


__ADS_2