
Selamat pagi, siang, sore, dan malam.
Mohon maaf, saya kemarin hari senin belum bisa update, dan mungkin untuk beberapa hari kedepan saya juga belum bisa update. tetapi untuk episode hari ini saya coba paksakan untuk bisa update.
Dikarenakan saya saat ini opname di rumah sakit williambooth karena usus buntu, dan rencananya hari ini hari selasa malam nanti saya akan menjalani operasi.
Kejadiannya pada waktu minggu siang, ketika saya dan keluarga sedang santai menunggu waktu buka puasa, sekitar jam tiga sore.
Tiba-tiba perut bagian kanan bawah saya nyeri luar biasa, nyeri yang gak bisa dijelaskan sakitnya, hingga rasa sakit itu tembus ke punggung bagian bawah saya.
Minggu itu saya langsung dibawa ke UGD rumah sakit Williambooth untuk pemeriksaan, dan ternyata indikasinya adalah usus buntu.
Dari minggu sore hingga senin siang saya gak bisa melakukan kegiatan apapun, meskipun sudah diinjeksi obat pereda sakit. Rasa sakit itu kadang timbul kadang hilang dengan sendirinya, saya hanya bisa berbaring di tempat tidur rumah sakit saja.
Rencananya senin sore akan dilakukan USG untuk mengetahui dengan pasti apa yang saya derita ini. Kenapa kok senin sore, gak senin pagi atau siang saja dilakukan USG..
Karena dokter yang bersangkutan adanya senin sore, dan juga dokter yang menangani saya baru bisa memeriksa saya senin malam, sekitar jam sembilan malam.
Alhamdulillah senin sore rasa sakit itu mulai berangsur angsur hilang, tetapi saya masih belum bisa nulis di laptop. Senin sore saya menjalani USG, dan ternyata apa yang didiagnosa dokter benar, saya menderita usus buntu.
Dan direncanakan selasa jam tujuh malam dilakukan operasi pembedahan usus buntu yang saya derita.
Di sela sela saya menunggu jadwal operasi, saya usahakan untuk menulis bagi para pembaca yang sudah dengan setia menunggu kelanjutan dari cerita ini.
Saya mohon doa dari para pembaca agar operasi nanti malam berjalan dengan lancar, dan saya mendapatkan kesembuhan yang cepat agar bisa kembali menulis dan beraktivitas seperti biasanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Gak mungkin mas!…. Gak mungkin anak kita yang melakukan semua hal ini… gak mungkin juga Tina akan memisahkan mereka berdua”
“Coba mas lihat mereka berdua mas”
“Iya yank, gini aja… seperti rencana semula, Tina akan bicara dengan leluhur Tina dulu mas”
“Tina yakin mbah Sutinah mempunyai pandangan lain tentang anak kita mas”
“Iya Yank… aku juga gak tau harus bagaimana, karena keliatanya masalah di hutan ini belum selesai hingga kegenerasi kita berikutnya.
__ADS_1
Yah sesuai dengan yang aku perkirakan, jelas gak mungkin memisahkan kedua anak kami.
Istriku jelas gak percaya begitu saja dengan omongan kunti dan guru dari pak Diran, tetapi semoga nanti ketika istriku sudah bertemu dengan leluhurnya, akan ada solusi yang baik untuk anak kami.
Malam hari tiba, tetapi proyek yang ada di pinggir sungai itu tetap berjalan, tidak ada kata libur untuk kegiatan proyek itu. Yang tidak ada libur ya aktivitasnya, tetapi untuk pekerjanya tentu saja ada beberapa shift yang saling bergantian.
“Mas, jam delapan TIna mau ke tengah hutan, mas Agus tolong jaga Gusta dan Gustin ya”
“Iya Yank, semoga leluhurmu punya solusi yang baik mengenai hal ini, terus terang aku juga gak akan tega untuk memisahkan anak kembar kita ini yank”
Tepat jam delapan malam, istriku Tina jalan sendirian masuk ke dalam hutan, dia menuju ke tengah hutan dimana dulu aku dan istriku pernah datang ke rumah mbah Sutinah.
Aku biarkan istriku ngobrol dengan leluhurnya, aku lebih baik menjaga kedua anaku saja disni. Aku bisa mengira jawaban mbah Sutinah pasti sama dengan jawabapan guru dari pak Diran dan mbak Kuti yang ada di pohon beringin itu.
Sudah satu jam lebih istriku belum kembali, yah karena perbedaan waktu di dunia ghaib dan dunia kami ini berbeda, mungkin satu menit disana itu bisa satu jam disini… itu mungkin lho ya.
Hingga jam tiga malam istriku belum juga muncul, dia pasti sedang tukar pendapat dengan mbah-mbahnya yang ada disana.
Adzan subuh samar samar terdengar dari desa yang ada di luar hutan…aku sengaja tidak tidur semalam suntuk untuk menunggu kedatangan istriku.
Pintu rumah ada yang mengetuk disertai dengan ucapan salam dari luar…
Istriku masuk rumah dengan wajah yang masam… aku tau pasti ada kabar yang tidak baik dari leluhur-leluhurnya. Sengaja aku tidak tanya apa yang dia bicarakan, biar dia yang bicara dengan ku dulu.
“Yank… mau teh hangat atau kopi?”
“Terserah mas…. “ jawab Isrtiku dengan jawaban yang tidak bersemangat sama sekali
“Ya udah, aku bikinkan teh hangat dulu yank, tolong Gusta dan Gustin dijaga yank, mereka berdua dari tadi sudah bangun”
Aku menuju ke dapur, semtara istriku ke kamar dimana Gusta dan Gustin sedang bermain berdua. Aku tidak mau mengganggu istriku yang sedang ada di kamar dengan kedua anak kami.
Teh hangat aku taruh di meja ruang tamu… aku tunggu sejenak sebelum kupanggil istriku yang ada di kamar.
Sebelum kupanggil ternyata Tina Istriku sudah keluar dari kamar… wajah dia terlihat makin sumpek dan ada bekas air mata di pipinya.
Sengaja aku tidak tanya dulu, aku persilahkan duduk dan minum teh hangat dulu.
__ADS_1
“Yuk duduk sini dulu yank, minum dulu teh hangatnya, biar agak enakan tubuh kamu”
Tidak ada jawaban dari mulut istriku, dia duduk di sebelahku dan kemudian meminum teh hangat yang aku bikinkan tadi.
“Mas….” satu kata yang keluar dari mulut istriku
“Mas…. benar kata guru pak Diran dan mbak Kunti yang ada disana”
“Untuk sementara ini Gusta dan Gusti harus dipisah mas… “
“Salah satu dari mereka berdua itu adalah anak kita mas, dan yang satunya adalah penjaga anak kita.. Tetapi mbah Sutinah belum tau siapa yang anak kita dan siapa yang merupakan penjaga anak kita”
“Anak kita yang sebenarnya memiliki energi yang besar yang merupakan energi dari Nyai Kembang Melati, sedang energi itu akan nyata fokus dan terarah pada waktunya nanti”
“Sedangkan penjaga anak kita yang merupakan kembaran anak kita itu menjaga anak kita selama di dalam kandungan hingga anak kita lahir”
“Karena selama di dalam kandungan, banyak usaha-usaha yang menyerang anak kita, tetapi TIna gak pernah merasakannya mas”
“Seharusnya anak kita tidak kembar mas, hanya satu sesuai dengan hasil USG selama ini, tetapi entah kenapa tiba-tiba penjaga anak kita itu menjadi nyata dan lahir bersama anak kita”
“Dan yang mengerikan energi mereka berdua bertentangan, anak kita mempunyai energi yang belum digunakan sama sekali ketika dalam kandungan, sedangkan penjaganya sudah sering mengeluarkan energi untuk menjaga anak kita”
“Tetapi ketika anak kita lahir, energi itu terpancar secara otomatis, pancaran energi anak kita dan penjaganya itu menimbulkan sebuah energi luar biasa yang berbahaya bagi ghaib yang terkena”
“Ghaib yang terkena energi kedua anak kita akan merasa liar, buas dan haus darah… dan itu yang harus kita hindarkan mas”
“Saat ini kedua anak kembar itu harus dipisah, karena mereka berdua belum bisa mengontrol energi yang keluar dari tubuhnya… nanti ketika mereka dewasa, baru bisa kita gabungkan lagi mas”
“Dan pada waktu dewasa itu, mereka berdua sudah bisa mengontrol energinya, dan ketika dewasa penjaga itu akan menjaga anak kita hingga nanti Nyai Kembang melati akan menjadikan anak kita sebagai penerus Tina sebagai penjaga tanah disini”
“Tapi TIna gak tau yang mana anak kita dan yang mana penjaga anak kita mas” kata istriku sambil menangis
“Gini yank…. Apakah pemisahan itu harus dilakukan secepatnya?”
“Ya mas… harus cepat, karena pancaran energi dari dua anak kembar kita itu semakin tak terarah dan mengerikan”
“Sudah dipikirkan siapa yang akan kita pertahankan dan siapa yang mau menerima anak kita yank?”
__ADS_1
“Belum mas, Tina masih bingung yang mana anak kita dan yang mana penjaga anak kita”