RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
197 PANGGILANYA ADALAH FONG


__ADS_3

Gerobak sampah ini jalan pelan-pelan diantara ramainya suara langkah dari sepatu PDH yang sedang berlarian. Suara bicara orang yang sedang membicarakan sebuah aksi pembunuhan juga terdengar dari dalam gerobak sampah.


Gerobak sampah pak Cheng ini tetap berjalan dengan pelan tanpa ada yang menyuruhnya berhenti dan memeriksa apa yang ada di dalam gerobak ini.


Semakin lama suara orang berlarian semakin jauh dan semakin sunyi.. Hingga pada keadaan tidak terdengar suara apapun kemudian gerobak ini berhenti.


Tetapi hanya berhenti saja dan tidak menyuruh kami berdua untuk turun… gerobak itu hanya berhenti tanpa ada suara pak cheng yang menyuruh kami untuk keluar.


Tapi memang aku tau keadaan di luar mungkin sedang genting karena ulah dari pak Pangat yang tadi melakukan penikaman. Dan mungkin sekarang para penjaga sedang melakukan pencarian di seluruh pelosok daerah ini.


“Turun kalian” bisik pak Cheng


Agak susah untuk keluar dari tumpukan sampah yang sebagian basah oleh lendir yang berasal dari benda yang sudah lama membusuk.


Dengan susah payah tubuh tua rentaku dan mas Agus berusaha keluar dari tumpukan sampah, dan dibantu oleh pak Cheng akhirnya kami bisa keluar dari tumpukan sampah


“Disana ada kamar mandi… saya akan bawakan pakaian bekas yang saya temukan untuk laian pakai”


“Sekarang kalian mandi dan kenakan pakaian ganti dahulu, setelah itu masuk ke gubuk saya hingga keadaan disini aman bagi kalian berdua untuk keluar” ujar pak Cheng


Aku dan mas Agus ada di daerah pemukiman kumuh.. Pemukiman yang tidak ada bedanya dengan tempat Jiang… tapi tepat pak  Cheng ini penuh dengan barang bekas yang mungkin akan dijual keluar


Aku bergantian dengan mas Agus untuk mandi di kamar mandi umum yang hanya beberapa langkah dari gubuk pak Cheng


Pak Cheng memberi kami satu stel pakaian bekas yang masih layak pakai….


“Kalian ini siapa, dan apa yang orang tua seperti kalian berdua ini lakukan disana tadi, kenapa sampai orang itu melakukan penikaman kepada Inggrid?”


Kami berdua ada di dalam gubuk pak cheng, yang meskipun hanya sebuah gubuk kotor di antara barang-barang bekas, tetapi di dalam sini suasananya bersih dan rapi.


Dia duduk di depan kami yang sekarang sudah bersih dari kotoran sampah.


“Kalian tau siapa yang barusan orang tadi tikam itu?”


“Dia adalah bakal pewaris tahta kepemimpinan sini, meskipun dia cacat dan jelek dia adalah orang baik yang tiap malam selalu menyapa saya ketika saya ambil sampah di rumah dia”


“Sedangkan kalian hanya sepasang orang tua yang tadi sungguh nekat ada disana bersama orang yang menikam Aik Inggrid.. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?”


Aku rasa sudah saatnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi disini…keadaanku dan mas Agus ini sungguh tidak bisa dikatakan aman, maka dari itu kami harus mendapatkan perlindungan dari penduduk disini yang  bisa melindungi kami.


Kulirik mas Agus yang tertunduk dan mungkin bingung dengan keadaan yang berubah dengan sangat cepat ini.


“Maaf pak Cheng… saya akan ceritakan siapa kami dan apa yang sedang kami lakukan disini” kata mas Agus  setelah bisa menguasai diri.


“Nama saya sebenarnya adalah Agus, dan yang ini mbak Tina…….”


Mas Agus menceritakan asal mula kami ada disini, dan apa yang menyebabkan kami disini dan hingga kenapa terjadi penikaman macam tadi itu.


Pak Cheng hanya diam sambil mendengarkan apa yang kami ceritakan… dia tidak menyela sama sekali apa yang kami ceritakan ini.


Keadaan kami  yang tidak menguntungkan ini sangat berbahaya, bisa saja pak Cheng menyerahkan kami kepada penegak hukum disini atas keterlibatan kami dengan aksi pak Pangat, tetapi untungnya pak Cheng orang yang mau mendengarkan cerita.


Meskipun ada beberapa pertanyaan yang harus kami jawab, tetapi akhirnya dia memahami apa tujuan kami kesini sebenarnya.


“Saya memahami apa yang kalian ceritakan…..” kata pak Cheng


“Saya akan coba untuk menjelaskan siapa itu aik Inggrid yang tadi ditikam oleh teman kalian…pun  perempuan cantik yang kalian katakan sebagai Inggrid yang tinggalnya di beberapa meter dari istana itu sebenarnya juga Inggrid, tetapi dalam artian bukan Inggrid yang sebenarnya.

__ADS_1


“Jadi begini.. Eehmmm saya terpaksa harus ceritakan yang sebenarnya”


“Tujuan saya menceritakan ini agar kalian nanti setelah sampai di alam manusia bisa memperbaiki nama Aik Inggrid, meskipun kita tidak tau bagaimana dia saat ini keadaannya”


“Aik Inggrid adalah anak cacat dari perkawinan sedarah pimpinan kami…”


“Pada saat ini pimpinan kami sudah sangat tua, dulunya mereka adalah saudara dekat yang saling mencintai….”


“Sebagian orang disini sudah mendengar tentang keadaan anak dari pimpinan kami yang cacat, meskipun mereka belum tau bentuk fisik yang sebenarnya, dan penduduk disini pun  enggan membicarakan tentang itu”


“Sebagian itu dalam arti kata  tidak seluruh penduduk di sini tau bagaimana keadaan  Aik Inggrid yang sebenarnya”


“Saya banyak tau tentang orang tua Aik Inggrid itu karena Aik Inggrid sendiri yang bercerita kepada saya. Dia bercerita kepada saya, karena saya adalah satu-satunya teman bicara dia apabila malam hari dia duduk di tengah taman”


“Aik Inggrid begitu saya memanggil dia… dia orang yang sangat baik dan seharusnya menjadi penerus keluarga itu”


“Tetapi sayangnya karena keterbatasan fisiknya itu membuat kedua orang tuanya malu untuk memamerkan wujud anaknya kepada orang disini apalagi kepada wisatawan yang datang ke kawasan benteng ini”


“Mulai dari lahir hingga berumur belasan tahun, orang tua Inggrid belum pernah memamerkan anaknya kepada masyarakat disini”


“Hingga akhirnya orang tuanya mencari anak perempuan lain… maksud saya sebagai peran pengganti saja”


“Seorang anak perempuan yang cantik dengan tujuan untuk menggantikan posisi Inggrid apabila memerlukan sosok Inggrid di tengah  masyarakat dan para wisatawan disini”


“Selama ini Aik Inggrid tidak diizinkan keluar rumah sama sekali oleh orang tuanya sebelum tengah malam, sebelum keadaan di luar istana sepi, sebelum semua penduduk disini sudah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu mereka semua”


“Setelah diadakan patroli oleh sekelompok suruhan pimpinan disini untuk mengecek keadaan tiap rumah yang ada di sini dalam keadaan tertutup, setelah yakin tidak ada seorangpun yang berkeliaran disini”


“Patroli itu dilakukan oleh beberapa pemburu manusia… istilah pemburu manusia itu hanya istilah yang dikatakan penduduk disini untuk para patroli itu”


“Tentu saja tujuanya adalah untuk membungkam mulut Pribumi yang berani berani menyusup dan menyebarkan wujud dari Aik Inggrid


“Aik Inggrid diperbolehkan keluar dari istana untuk jalan jalan di sekitar taman depan pada tengah malam setelah dilakukan Patroli, dan aik Inggrid sering bertemu dengan saya ketika saya melaksanakan tugas saya sebagai petugas yang mengambil sampah”


“Dia akan duduk di bawah pohon trembesi sambil bernyanyi untuk menghibur dirinya.. Dia  akan mengajak saya ngobrol ketika saya lewat di sana, tetapi dia hanya bisa ada di luar hingga sebelum pukul tiga pagi saja”


“Aik Inggrid adalah orang yang suka bercerita, semua akan dia ceritakan kepada orang yang sudah dia percaya seperti saya ini. Dia akan berkeluh kesah karena keadaan dia sehingga dia tidak bisa keluar rumah dan bergaul dengan semestinya”


“Sekarang tentang peran pengganti dari Aik Inggrid yang memang cantik dan masih muda itu…..”


“Pada awalnya tidak ada masalah apa-apa…”


“Sebagai peran pengganti dari putri pimpinan disini, tentunya dia sudah lulus berbagai tes yang super ketat hingga kemudian perempuan yang dulunya dipanggil dengan nama Fong  itu lolos uji sebagai pengganti Aik Inggrid”


“Dia Disumpah untuk tidak membocorkan atau membicarakan tentang peran dia sebagai pengganti aik Inggrid kepada penduduk di luar kawasan ini. Sumpah itu disertai dengan berbagai ancaman dan berlaku bagi dia dan keluarga dan keturunanya juga”


“Dia juga disumpah untuk tidak menyebarkan bentuk tubuh Aik Inggrid kepada masyarakat disini, pokoknya yang harus Fong ketahui hanya dia adalah pengganti Inggrid untuk urusan di luar istana”


“Suatu saat setelah Fong siap… pimpinan disini untuk pertama kalinya memamerkan anak mereka ke khalayak ramai disini, dan akhirnya pupus sudah pandangan masyarakat disini yang mengira bahwa anak dari pimpinan mereka adalah cacat”


“Untuk keseharian di lingkunganya, Fong diwajibkan untuk tidak keluar rumah kecuali hal yang penting, dan harus menggunakan Topeng serta ada pengawasan dari pengawal istana”


“Sebagai orang yang istimewa, Fong sudah disumpah untuk tidak melanggar apa yang menjadi aturan yang sudah dibuat oleh pimpinan disini…. Dia bisa mamatuhinya”


“Awalnya tidak ada masalah.. Dan memang saya taunya tidak ada desas desus yang menyebar disini… tetapi lambat laun saya mendengar desas desus dia Fong mulai melakukan tindakan aneh”


“Tetapi tindakan itu bukan di alam ini, dia lakukan di alam manusia sana…”

__ADS_1


“Dia mempelajari cara bagaimana merubah bentuk tubuhnya hingga bisa menyerupai Bentuk Inggrid yang cacat…. Saya tidak tau apa yang dia lakukan di luar sana, tetapi yang saya dengar dia mulai menyebarkan bentuk tubuh aik Inggrid yang sebenarnya”


“Dan yang sekarang saya dengar, dia sekarang sedang mengumpulkan arwah-arwah manusia untuk dijadikan sebagai pembantu dan bawahannya”


“Saya tidak tau kenapa dia melakukan itu.. Itupun saya hanya mendengar desas desus ini dari teman teman pemulung lainnya”


“Kami tidak tau apa tujuan dia dengan mengumpulkan arwah-arwah  manusia itu….”


Pak Cheng menghentikan ceritanya, dia menerawang, mungkin sedang mengingat ingat apa yang pernah dia dengar tentang Inggrid palsu yang bernama Fong itu.


“Menurut saya, Fong ingin mengambil alih Inggrid sepenuhnya pak… mungkin dia sudah lama merencanakan ini dengan mempelajari bagaimana merubah wujudnya menjadi Inggrid yang buruk rupa” kata mas Agus tiba-tiba


“Hmmm apa yang barusan kamu  katakan itu sudah saya pikirkan jauh hari sebelumnya” jawab pak Cheng


“Jadi menurut saya pak.. Aik Inggrid ada tau tidak ada.. Tentu saja tidak akan berpengaruh sama sekali untuk  masyarakat disini, karena yang mereka tau anak dari pimpinan itu hanya Inggrid yang cantik itu pak” kata mas Agus


“Dan harap kalian ketahui kejadian penikaman tadi tidak akan menyebar disini, penduduk disini tidak akan mengetahui apa yang terjadi di depan istana itu” sela pak Cheng


“Karena para penjaga disini sudah disumpah juga untuk menjaga lisan mereka terhadap semua yang berhubungan dengan istana” kata pak Cheng


“Hmm Tina rasa Tina bisa menelusuri alurnya mas.. Pak…”


“Jadi menurut Tina.. Fong ingin menggantikan posisi Inggrid secara keseluruhan. Dia akan mengambil alih posisi Aik  Inggrid yang kemungkinan saat ini sedang memperjuangkan hidupnya”


“Fong juga tau kalau orang tua Aik Inggrid sudah sangat tua, sehingga mereka tentu saja tidak punya pilihan lain selain mengangkat Fong menjadi anak mereka sepenuhnya dan menjadi penerus tahta mereka”


“Iya mbak… benar yang mbak katakan itu” jawab pak Cheng


“Tadi pak Cheng bilang kalau penjaga dan pengawal disini sudah disumpah untuk tutup mulut dengan semua hal yang berhubungan dengan urusan istana, sehingga penduduk disini tidak akan tau apa yang sebenarnya terjadi kan”


“Tina rasa penduduk akan banyak bertanya, karena tadi kan banyak sekali penjaga dan pengawal istana yang berlarian”


“Iya mbak.. Tapi penduduk disini tidak akan bertanya ada apa, apabila mereka bertanya pun tidak ada yang bisa menjawab ada apa di depan istana itu”


“Pak Cheng…. Ada sesuatu yang sedikit mengganjal saya… begini pak Cheng.. Rumah Fong itu kan jauh.. Eh yah sekitar beberapa belas bahkan mungkin beberapa puluh meter dari istana…” kata mas Agus


“Lalu bagaimana cara Fong menuju istana apabila dia diperlukan di Istana itu pak?” tanya mas Agus


“Hmm sesuai yang pernah Aik Inggrid bicara kepada saya.. Fong akan pergi ke istana pada malam hari sebelumnya, dia akan keluar dari rumahnya setelah tengah malam menggunakan topeng dan pakaian petugas keamanan” jawab pak Cheng


“Jadi intinya tidak ada penduduk disini yang tau siapa sebenarnya pengganti Aik Inggrid pak, apa seyakin itu tidak yang tau pak?... bukannya sebelumnya Fong juga penduduk disini, dan seharusnya penduduk disini kenal dan tau siapa itu Fong kan pak”


“Untuk masalah itu, Aik Inggrid tidak tau, saya beberapa kali sempat menanyakan kepada aik Inggrid tentang siapa Fong, dan dia berasal dari mana atau sebelumnya tinggal dimana, tetapi Aik Inggrid tidak tau”


“Yang Aik Inggrid tau, tiba-tiba orang tuanya mengajak Aik Inggrid bicara tentang penggantinya dan tentang keadaan fisiknya yang cacat itu”


“Aik Inggrid hanya bisa menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika orang tuanya mengatakan akan menggantinya dengan orang yang bernama Fong itu”


Aku sedih dan kasihan dengan Inggrid.. Dia bagaikan jatuh tertimpa tangga… dalam keadaan cacatpun masih ada orang yang memfitnah dengan menyamar menjadi dirinya.


Dan bahkan sekarang pak Pangat pun mencoba membunuh dia…


Tapi ada yang masih tanda tanya… apakah pak Pangat itu tau siapa sebenarnya Fong, dan membantu Fong untuk memuluskan rencananya?


Ataukah pak Pangat hanya diperalat Fong untuk membunuh Aik Inggrid, karena Aik Inggrid  bersikap jahat kepada penduduk disini, seperti yang tadi ketika Rita cerita tentang sosok mengerikan itu?


Oke lah apabila pada akhirnya Aik Inggrid mati… dan akhirnya otomatis Fong akan menjadi pengganti secara permanen… lalu bagaimana dengan pak Pangat, apakah dia akan bebas atau bahkan akan mati di alam ini?

__ADS_1


__ADS_2