RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
113.KENAPA BISA BEGINI?


__ADS_3

Aku sedang di atas tempat tidur ada di dalam sebuah ruangan dengan beberapa tempat tidur yang berjajar…..


Seluruh tubuhku terasa sakit, dan aku kesulitan menggerakan kakiku.


Oh ternyata ada perban di kaki kiriku… dan perban itu ternyata juga ada beberapa bagian tanganku.


Aku masih diam dan bingung dengan yang terjadi pada diriku..


Setelah beberapa saat aku perhatikan….Ternyata aku ada di kamar kamar rawat inap sebuah rumah sakit.


Uuuuhh kepalaku sakit sekali ketika kubuat menoleh, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan ku?


“Ini pasti mimpi!...”


Yang aku ingat hanya waktu itu aku mengejar orang yang sedang berdiri di tengah jalan… kemudian aku menunduk karena kecapekan.


Setelah itu orang itu hilang, dan …. yah…..aku ingat…secara samar….


Setelah orang itu hilang aku melihat sebuah sinar lampu yang sangat terang!


Setelah itu aku tidak ingat sama sekali, dan aku sudah ada disini dengan keadaan seperti ini.


Apa yang terjadi dengan diriku? kenapa tiba-tiba aku ada di sebuah kamar rumah sakit dengan keadaan tubuhku yang penuh luka?


Di tangan kiriku juga terpasang jarum infus.


Kulihat jam yang ada di dinding kamar.. tapi kenapa mataku tidak bisa fokus untuk melihat jarum dan angka yang ada di jam itu.


“Apa tadi aku dihajar oleh Mamad dan pak Wandi?”


Aduuuh..kepalaku sakit sekali kalau kubuat berpikir…..


Tiba-tiba pintu kamar  tempat aku sedang berbaring terbuka…


“Mas Agus… mas Agus siuman juga akhirnya…”


Kenapa ada suara yang aku kenal sebagai suara mbak Tina disini, sebenarnya apa yang terjadi denganku.


Tina menghampiriku… kemudian dengan handuk kecil dia mengelap keringat yang ada di dahiku, agar tidak terkena luka yang ada di pipi.


“Mbak Tina… apa yang terjadi dengan saya?”


“Sudah tidur saja dulu mas.. mas Agus tidak boleh banyak berpikir dulu”


“Nanti akan Tina ceritakan  apa yang mengakibatkan mas Agus ada di sini”


“Kepala mas Agus terbentur aspal, dan untungnya tidak terlalu parah”


“Sebentar mas, Tina mau panggil suster dulu, mau ngabari apabila mas Agus sudah sadar”


Tina keluar dari kamar…


Di dalam kamar ini hanya aku sendirian yang rawat inap..


Ada empat tempat tidur termasuk tempat tidurku..


Sebenarnya apa yang terjadi denganku… kalau mimpi jelas tidak mungkin karena seluruh tubuhku rasanya sakit sekali.


Pintu kamar terbuka, TIna dengan seorang suster masuk ke dalam kamar dan Suster yang bersama Tina itu  membawa alat tensi.


“Bu Agus…Saya tensi dulu suaminya ya…” kata suster itu ramah


“Alhamdulillah bapak sudah sadar… permisi ya pak saya mau tensi dulu”


“Mas Agus pokoknya jangan banyak berpikir dulu, nanti sakit lagi kepalanya” sahut Tina


Selesai dengan tugas, suster itu mencatat angka-angka hasil tensi itu di kertas yang dia bawa.


Tina mengikuti suster itu keluar, mereka kayaknya sedang ngobrol…. mungkin yang diobrolkan tentang kesehatanku.


Aku masih bingung… sebenarnya apa yang terjadi, dan kepalaku rasanya sakit sekali.


Tapi kayaknya percuma juga aku memikirkan apa yang terjadi denganku, karena waktu itu aku hanya ingat melihat seseorang yang berdiri di tengah jalan saja.


Pintu kamar terbuka.. Tina yang cantik dengan rambut coklatnya yang di ekor kuda mendekati tempat tidurku.


“Akhirnya mas Gus siuman juga…”


“Gimana pingsannya mas hehehe…masak hanya terserempet mobil saja pingsan nya sampai lima jam lebih hehehe”


“Sekarang jam berapa mbak… penglihatan saya agak kabur kalau melihat jarum jam itu”


“Sekarang sudah jam sepuluh siang mas heheheh”


“Lho… tadi saya pingsan kah mbak..aduuuh sakit kepala saya mbak”


“Gimana mas… kepalanya terasa sakit?”


“Iya mbak Tina… sebenarnya apa yang terjadi dengan saya mbak?”


“Kenapa kok sepertinya saya habis menjadi korban tabrakan?”


“Iya mas… tabrak lari lebih tepatnya….”


“Tidak ada saksi mata… dan untungnya mas Agus tidak tertabrak dengan keras, hanya terserempet saja, itu pun info dari penjaga malam desa”

__ADS_1


“Memangnya mas Agus ndak tau kalau ada mobil yang berjalan kencang dan datang dari depan?”


Apaaa aku jadi korban tabrak lari?..


Siapa yang nabrak… apakah komplotanya pak Wandi dan Mamad?


Tapi memang waktu itu aku tidak lihat apapun … yang aku lihat hanya orang yang sedang berdiri di tengah jalan saja.


“Kok diam aja mas…”


“Eh kenapa mbak…mbak Tina ngomong apa?”


“Duh mas Agus… tadi kan Tina tanya, memangnya mas Agus tidak tau ada mobil yang datang dari depan?”


“Atau jangan-jangan mas Agus lihat orang yang sedang berdiri di sekitar jalan itu?”


“Eh… Saya tidak lihat ada mobil sama sekali mbak Tina, dan benar kata mbak Tina.. yang saya lihat adalah orang yang sedang berdiri disana”


“Nah benar juga kata pak Soleh… “


“Perkiraan pak Soleh itu mas Agus pasti lihat ada orang di tengah jalan.. padahal yang ada di tengah jalan itu mobil yang melaju dengan kencang”


“Di sekitar jalan itu sudah beberapa kali kejadian orang yang tertabrak mobil”


“Orang yang selamat selalu bilang kalau dia melihat orang yang sedang berdiri di tengah jalan”


“Sebentar mbak… sebenarnya gimana ceritanya sampai saya ada di rumah sakit bersama mbak Tina ini?”


Aku bingung dengar cerita TIna… dia nyerocos tentang keadaan jalan yang seharusnya sangat sepi.


Kenapa tiba-tiba ada kendaraan roda empat yang melaju dengan kencang pada tengah malam seperti itu.


“Jadi gini mas… jauh menjelang subuh tadi pagi.. pintu rumah Tina digedor dua orang penjaga malam…pak Soleh dan pak Iman”


“Mereka menemukan mas Agus tergeletak  tidak sadarkan diri di tengah jalan”


“Untungnya pak Soleh dan pak Iman sudah tau kalau mas Agus ini adalah teman Tina. Mereka berkata bahwa mas Agus tak sadarkan diri di tengah jalan, dan perkiraan mereka, mas Agus korban tabrak lari”


“Di jalur itu memang sepi mas.. tapi kadang ada saja bus, truk atau kendaraan travel yang lewat situ, karena jalur itu merupakan jalur alternatif menuju ke suatu kota”


“Hanya saja yang aneh itu ada beberapa orang korban tabrakan yang selamat, mereka bilang bahwa melihat orang yang sedang berdiri di tengah jalan”


Wah… untung aku masih diberi keselamatan…


Meskipun aku belum tau luka yang kuderita ini parah atau tidak.


“Untungnya mas Agus tidak luka parah, mungkin hanya terserempet saja”


“Tapi yang mengkhawatirkan adalah kepala mas Agus terbentur sesuatu, sehingga mas Agus kehilangan kesadaran sampai beberapa jam lamanya”


“Wah… ceritanya panjang mbak… saya mendapatkan pengalaman yang benar-benar mengerikan hari ini, dan alhamdulillah saya masih hidup”


“Ndak tau lagi dengan orang yang dipanggil kunyuk itu… Saya ndak tau bagaimana kabarnya”


“Siapa mas.. Kunyuk?... siapa lagi itu mas…”


“Kok kayaknya Tina pernah dengar nama itu mas”


“Coba ceritakan semampunya saja mas, jangan dipaksa untuk berpikir…”


“Karena kemungkinan besar kepala mas Agus terbentur aspal , dan untungnya tidak gegar otak”


Kuceritakan kepada Tina apa yang terjadi denganku ketika kemarin aku di rumah penggergajian hingga aku ada di rumah sakit ini.


“Aduh mas…. Tina begidik denger cerita mas Agus… Pak Wandi dan Mamad kok seperti itu ya, apalagi si Burhan yang mengerikan”


“Oh iya.. Tina ingat tentang Kunyuk…. Tina pernah denger waktu pak Wandi sedang telepon, dia pernah bilang kunyuk-kunyuk juga mas”


“Tina pikir pak Wandi sedang mengolok seseorang dengan sebutan Kunyuk, ternyata itu panggilan seseorang”


“Ya itu mbak… Sekarang keadaan Kunyuk gimana ya… dia kan lari ketika motor yang ditumpangi pak Wandi dan Mamad keluar dari jalur makadam yank ke tengah hutan itu”


“Semoga kunyuk baik-baik saja mas, dia pasti sedang sembunyi di suatu tempat yang aman”


“Iya kalau dia sembunyi mbak…kalau dia ketangkap gimana. Di jalan itu kan sepi sekali mbak?”


“Aduuuh kepala saya kok nyeri sekali mbak?”


“Sabar mas…. yang penting sekarang suami Tina sudah sadar, dan ada di tempat yang aman, tempat yang Wandi dan Mamad tidak tau”


“Siang nanti setelah mas Agus Tina suapin, Tina tinggal pulang dulu ya mas”


“Tina mau ambil pakaian ganti buat mas Agus, sekalian perlengkapan lainya, karena Tina akan nginap disini juga”


“Lho mbak, apa saya tidak bisa rawat jalan saja?... kalau rawat inap gini biayanya kan besar mbak”


“Sudah jangan pikirkan soal biaya mas… yang penting sehat dulu baru pulang”


“Kata dokter yang menangani mas Agus… untuk luka di tubuh sih tidak masalah, yang bermasalah disini adalah sakit kepala yang diderita mas Agus ini”


“Mangkanya paling tidak diobservasi sampai besok mas””


“Saya ada di rumah sakit mana ini mbak?”


“Ya di kota mas… tempat pak dokter Joko praktek… tapi beliau prakteknya malam hari”

__ADS_1


Siang hari ini setelah Tina menyuapiku, dia pamit untuk pulang…


Dia akan mengambil pakaian untuk aku dan untuk dirinya.. karena dia akan menginap disini untuk menungguiku.


Aku merasa aneh … apa yang menyebabkan aku melihat orang yang sedang ada di tengah jalan, dan ternyata itu adalah  mobil yang melaju dengan kencang.


TINA POV


Aku berjalan di selasar rumah sakit yang siang ini agak ramai dengan orang yang sedang menjenguk atau sedang berobat.


Rumah sakit yang tidak terlalu besar ini satu-satunya yang ada di daerah ini, seharusnya pemerintah membangun rumah sakit yang lebih besar dari pada ini.


Kasihan juga mas Agus…kenapa dia menjadi korban tabrak lari.


Hmm jangan-jangan yang nabrak mas Agus itu suruhan Wandi atau Mamad juga, atau bisa saja itu Burhan yang sudah keluar dari penjara.


Tapi kata pak Soleh dan pak Iman di daerah itu sering terjadi tabrak lari.


Dan ketika mereka berdua menemukan mas Agus disana, mereka berkesimpulan bahwa mas Agus itu korban tabrak lari, karena tidak ada saksi mata sama sekali.


Aku merasa sekarang mas Agus ini merupakan target mereka berikutnya yang harus dibunuh…


Dan ada untungnya juga mas Agus menjadi korban tabrak lari, dia untuk sementara aman dari orang yang sedang memburunya.


*****


Setelah keluar dari parkiran rumah sakit. kupacu dengan kecepatan sedang motorku menuju ke rumah. Tetapi aku takut juga membawa motor ini sendirian.


Karena motor ini kan sudah dikenali oleh Burhan ketika aku dan mas Agus ada di rumah pak Solikin.


Was-was juga selama perjalan ini…


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit , akhirnya aku sudah mulai masuk ke kawasan desaku..


Ketika aku ada di belokan terakhir yang menuju ke rumah….


Ternyata siang-siang gini ada sepeda motor dengan dua penumpang yang sedang berhenti di depan rumah.


Seketika ku pelankan motorku sambil terus kuperhatikan siapa yang datang siang-siang gini di depan rumahku.


“Siapa itu ya… “


“Kenapa ada orang yang berhenti di depan rumah… dan mereka terus menerus melihat ke dalam rumah”


Untungnya siang ini jalan di depan rumahku lumayan ramai, jadi mungkin saja dua orang yang sedang ada di depan rumah ku itu tidak berani berbuat apa-apa.


Lebih baik aku ke rumah pak Rt saja.. akan aku laporkan kalau ada orang yang mencurigakan di depan rumah.


Untungnya rumah pak RT tidak jauh dari tempatku tinggal.


Pak Rt bersama satu orang tetangganya menuju ke arah rumahku, setelah kuceritakan bahwa ada orang mencurigakan di depan rumah.


Ketika pak Rt dan tetangganya berjalan kaki ke arah rumah, aku menunggu mereka di belokan jalan sebelum rumahku…


Kulihat pak RT sedang berbicara dengan dua orang yang sedang berdiri di depan rumah.


Tidak lama kemudian kedua orang itu pergi dari rumahku, tidak tau apa yang pak RT itu bicarakan kepada dua orang yang tadi ada di depan rumah.


“Mereka sudah pergi bu Tina…” Lapor pak Rt ketika menemuiku di belokan jalan


“Mereka itu siapa pak? bukan orang yang kemarin berusaha masuk rumah Tina?”


“Bukan bu Tina.. ini beda lagi… tadi ketika saya tanya siapa mereka dan sedang ada apa di rumah ini, mereka jawab mereka berasal dari kota”


“Dan mereka ke rumah bu Tina karena ingin bertemu dengan Bu Tina”


“Saya bilang saja bu Tina tidak ada dirumah ini… dia sedang ada di rumah saudaranya yang ada di kota J” kata pak RT itu


“Kemudian tanpa basa basi mereka pergi dari sana bu Tina”


“Nama mereka siapa pak kalau Tina boleh tau?”


“Waduh maaf bu Tina… saya tadi kelupaan tanya siapa namanya”


“Tetapi salah satu dari orang itu berkata… ayo Nyuk kita pergi dari sini…”


Nyuk?... berarti namanya Kunyuk.. nama yang tadi mas Agus sempat cerita..


Kunyuk yang diselamatkan mas Agus dar Mamad dan pak Wandi yang akan membunuhnya.


Tapi anehnya kenapa dia ada di depan rumahku, dan bagaimana dia tau kalau mas Agus dekat denganku, sehingga dia langsung mendatangi rumahku.


Lalu apa kepentingannya dengan ku, kenapa dia mencari aku?


Gawat…!


“Kalau begitu saya permisi dulu bu Tina, yang penting orang asing yang tadi mencurigakan itu sudah pergi dari rumah bu Tina”


“I..iya… terima kasih banyak atas bantuanya pak”


“Oh iya… saya dapat laporan dari Soleh… teman bu Tina jadi korban tabrak lari di jalan sana itu ya?”


“Iya betul pak, ini tadi saya dari rumah sakit, dan sekarang mau ambil pakaian dulu untuk jaga di rumah sakit pak”


“Hmmm jalan disana itu kalau malam memang rawan bu, karena gelap dan sepi…”

__ADS_1


“Coba nanti saya usulkan kepada pak Lurah agar diberi penerangan jalan di sana, agar tidak ada korban tabrak lari lagi”


__ADS_2