
Agus pov
Tidak mungkin itu Pak Pangat, bagaimana dia bisa kesini, setahu aku keadaaan rumput di halaman belakang itu cukup tinggi, aku kan sudah lihat bagaimana keadaan di belakang sana.
Jelas gak mungkin tiba-tiba pak Pangat ada disini.
“Mas Agus.. cepat buka pintunya… keadaan Mbak Tina sekarang sedang dalam bahaya, dan butuh pertolongan dari kita” kata orang yang mengaku sebagai pak Pangat yang sedang ada di luar itu
Aku tidak jawab apa yang dikatakan orang yang mengaku pak Pangat, bagaimana dia tau keadaan Tina, memang dia itu orang yang punya ilmu lebih dari pada aku.
Tetapi untuk menebak dia kan harus melihat sosok orang yang akan dibaca dulu pikirannya, sedangkan dia saat ini tidak bisa melihat Tina.
Tapi kenapa seolah olah dia tau persis keadaaan mbak Tina ya
“Mas Agus, dengarkan perkataan saya, keadaan mbak Tina saat ini tidak sedang baik baik saja”
“Dia sekarang sedang ada di permainan Inggrid, dan bisa saja dia akan mati ketika dalam permainan yang dibuat Inggrid, kita harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan mbak Tina”
“Mbak Tina sekarang sedang dibawa oleh Inggrid untuk masuk ke permainannya, dan disana nanti dia akan dijebak hingga mbak Tina akan mati”
Bagaimana dia tahu detail keadaan mbak Tina, seumpama dia pak Pangat, seharusnya dia tidak akan bisa tau keadaan mbak Tina.
Bagaimana dia tau kalau Inggrid sedang mempermainkan mbak TIna, dan sekarang mbak TIna ada di dalam permainan Inggrid.
Seandainya benar yang diluar itu adalah pak Pangat, aneh juga kalau dia tau apa yang sedang terjadi dan yang sedang dilakukan mbak Tina.
Oklah katakanlah kalau pak Pangat yang ada di halaman belakang itu asli….
Aku sebenarnya dari awal agak gimana gitu dengan pak Pangat, dari mulai dia menyediakan motor untuk aku dan mbak Tina, hingga dia tau apa saja yang sedang terjadi disini ketika aku dan mbak Tina ada di dalam kuburan Inggrid.
Kecurigaanku semakin memuncak ketika sekarang dia ada di halaman belakang, dan dia berkata bahwa keadaan rumput di belakang ini dia potong bersama mekanik motor….
Dengan alasan katanya aku dan Tina bisa saja lewat halaman belakang untuk masuk ke dalam rumah ini. Dan bagaimana dia bisa tau pintu rahasia yang ada di belakang pohon beringin itu.
*****
TINA POV
Ujung dari ruangan yang mengerikan ini sangat gelap, tapi mataku perlahan lahan bisa menyesuaikan diri dengan keadaan disini.
Tubuhku sudah jauh lebih kuat, aku harus bisa mencari dimana jalan keluar dari sini.
Bagian belakang ruangan ini gelap, tapi aku di ujung kiri aku bisa lihat ada sebuah bilah kayu warna putih yang menyerupai pintu… mungkin itu adalah pintu yang harus aku buka untuk keluar dari sini.
Kutoleh kiri kanan dulu , untuk memastikan tidak ada makhluk mengerikan dengan penutup kepala seperti tadi….
Aku harus bisa mencapai pintu yang kemungkinan besar akan membawa aku ke ruangan lain yang menuju ke jalan keluar
Aku menoleh ke arah jajaran kasur putih, takut juga kalau tiba-tiba mereka yang sedang tidur itu tiba tiba bangun dan melakukan sesuatu.
Bilah papan kayu berwarna putih yang ada di tembok itu semakin dekat …
“Hmmm ini memang pintu, dan ini pintu geser”
Aku tidak bisa menunggu lebih lama disini, pasti ada yang sedang terjadi dengan mas Agus di rumah penggergajian.
Aku merasa Inggrid sedang berusaha menyerang aku dan mas Agus dengan cara memisahkan aku dan mas Agus, dan kemudian dia akan membunuh kami berdua.
Kulihat pintu geser berwarna putih yang kelihatan kusam…apakah harus nekat membuka pintu ini?
Ya harus dibukalah… untuk keluar dari ruangan ini!
Setelah berpikir sejenak resiko yang akan terjadi ketika aku membuka pintu ini…
“Yah dibuka tidak dibuka sama saja, tetap ada yang akan menyerangku!”
Kucoba untuk menggeser pintu ini….
Tetapi ugh berat sekali, bukan berat karena roda penggerak dan rellnya rusak, kemungkinan besar ada sesutu yang mengganjal di balik pintu ini.
Sesuatu yang berat itu menyender di pintu ini, akibatnya aku tidak bisa menggeser pintu ini…. Sebenarnya bisa digeser, tetapi tiap aku coba geser selalu kembali ke posisi awal, sehingga pintu itu selalu dalam keadaan menutup kembali.
Aku harus menggeser lebih keras, agar yang menahan di balik pintu ini terlepas.
“Uugghhhhh… ayooo terbukaaaa!”
Kugeser menggunakan kekuatanku yang tinggal sedikit, kemudian setelah ada celah sedikit, aku akan gunakan kakiku untuk mendorong daun pintu agar menggeser dengan mudah.
Tetapi ketika baru terbuka sedikit celah…
__ADS_1
Bau bangkai menyeruak dari dalam sana… bau bangkai busuk yang luar biasa itu keluar dari dalam ruangan itu.
Aku cepat-cepat bergeser dari posisiku yang tadi ada di celah pintu.
Aku sedikit menjauh dari celah pintu yang sudah sedikit terbuka…
“Bau apa tadi itu… jangan-jangan….”
Pikiranku berkelana kesana kemari.. Aku tidak bisa berlogika setelah mencium bau bangkai yang luar biasa yang keluar dari ruangan yang akan aku masuki ini.
Tapi biar bagaimanapun aku harus masuk ke sana, karena mungkin ini satu-satunya jalan untuk keluar dari sini…
Aku biarkan beberapa saat dulu hingga bau bangkai itu berkurang dari dalam sana, sekarang ruangan ini mulai berbau busuk.
Bau busuk yang berasal dari ruangan sebelah itu mulai menyebar ke ruangan tempat berjajarnya tempat tidur dengan sesuatu yang berselimut dan mengerikan.
“Sekarang saatnya kubuka lebih lebar pintu itu!”
Bau yang ada di ruangan sebelah ini mungkin sudah berkurang. Kini saatnya aku geser lebih lebar pintu itu, agar aku bisa lebih leluasa masuk ke dalamnya.
Aku oposisikan diriku di celah pintu yang sudah terbuka sekitar dua luh centimeter, kemudian dengan menggunakan kakiku, aku dorong pintu ini sekuat tenaga hingga terbuka lebar
BRAAAAK…. Suara pintu geser mengenai ujung tembok ketika aku tendang dengan keras…
Gelap gulita dan bau sangat busuk yang pertama kali aku rasakan ketika pintu ini sudah terbuka lebar.
Gelap ini berbahaya, aku tidak tau apa yang ada di sekitar sini, bahkan lantai ruangan inipun aku sama sekali tidak tau keadaanya, apakah ada mayat atau apa yang tergeletak.
Mataku yang tadi sudah bisa menyesuaikan diri dengan cahaya yang ada di ruangan yang banyak tempat tidurnya, sekarang malah sama sekali tidak bisa melihat apapun..
Yang ada hanya gelap mencekam saja… tidak ada cahaya sedikitpun…
Tapi ketika aku sedang mendongakkan kepalaku tiba-tiba….lampu yang ada di atas atap nyala.. Hanya sepersekian detik, kemudian mati lagi…mirip lampu rusak yang ada di ruangan sebelumnya….
“Sialan.. Gak sampai dua detik gelap lagi!”
Tapi tadi sekilas aku lihat di plafon ruangan ini ada yang agak aneh, kenapa plafonya berwarna hitam?
Setahuku dimana-mana yang namanya plafon bangunan itu berwarna putih agar cahaya lampu bisa menyebar ke seluruh ruangan.
Aku tunggu hingga lampu ruangan ini bisa nyala lagi meskipun hanya sepersekian detik, karena cahaya itu sangat berguna untuk melihat apa yang ada di ruangan.
Lantai ruangan ini rasanya aneh, kayak lengket gitu… kayak ada semacam lem, sehingga ketika aku mengangkat kakiku rasanya sedikit menempel pada lantai ruangan.
Aku masih menunggu… masih menunggu hingga lampu menyala.
“Ya Allah… ruangan apa ini!....”
Aku mundur beberapa langkah hingga aku sekarang ada di luar ruangan….
Tadi lampu yang byar pet itu sempat nyala sekitar dua detik… tapi kemudian mati lagi…
Ruangan yang sangat kotor dan tadi aku sempat lihat ada makhluk aneh di dekat pintu di seberangku…
*****
AGUS POV
“Ayo cepat buka pintunya mas Agus… saya ini pak Pangat, saya datang untuk membantu kalian berdua”
“Cepat buka pintunya.. Atau mbak Tina akan mati, mbak Tina sekarang ada di suatu tempat, dan disana akan dibunuh perlahan lahan….”
“Eh bagaimana saya tau kalau sampean ini pak Pangat yang sebenarnya?”
“Ya itu terserah mas Agus saja mau percaya dengan saya atau tidak….yang pasti tidak mungkin saya harus buktikan diri saya ini adalah pak Pangat, saya harus buktikan dengan apa lagi”
Aku harus yakin yang ada di luar itu benar-benar adalah pak pangat yang asli, nggak tau tiba-tiba aku merasa yakin kalau yang ada di luar itu adalah pak Pangat bukan jadi-jadian yang dibuat oleh Inggrid.
Dilema juga… kalau dia benar-benar pak Pangat aku harus bukakan pintu karena dia akan menyelamatkan Inggrid, tetapi kalau dia bukan pak Pangat..ya sudah itu memang nasibku untuk mati disini.
Sudahlah.. Aku akan putuskan untuk membuka pintu belakang
“Ya sebentar pak.. Saya akan bukakan pintunya…”
*****
“Kenapa lama sekali mas?”
__ADS_1
“Iya pak… saya takut kalau yang datang ini bukan pak Pangat…. Saya takut yang datang itu suruhan Inggrid, tapi saya sudah pasrah kok pak”
“Meskipun pak Pangat ini jelmaan suruhan Inggrid, saya sudah pasrah pak”
“Ngawur.. Gak boleh gitu mas… saya akan cari mbak Tina.. kamu tunggui raga saya dan raga mbak Tina disini, dan ingat, jangan sampai kamu tinggalkan raga kami berdua”
“Saya apa tidak boleh ikut pak?”
“Jangan, kamu harus tunggui raga saya dan mbak Tina, jangan tanpa pengawasan dari matamu barang sedetikpun, dan jangan memasukan orang lain kesini sama sekali”
“Iya pak… saya paham… saya akan jaga disini pak”
Pak pangat duduk bersila di sebelah tubuh mbak Tina… dia memejamkan mata dengan kedua tanganya ada di pahanya.
Beberapa kali aku melihat bibir pak Pangat ndremimil seperti sedang merapalkan sesuatu, hingga beberapa saat kemudian tubuh pak pangat melemas…
Tubuh pak pangat lemas dan miring ke kiri…
Kubiarkan tubuh itu miring ke kiri, dan ku jaga. agar tidak jatuh…..
Keliatanya pak Pangat sudah berangkat entah kemana, karena tubuh itu sudah lemas, mirip dengan tubuh mbak Tina
Sekarang aku lanjutkan dengan menganalisis kedatangan pak Pangat, kenapa aku harus menganalisa kedatangan pak Pangat? Karena aku merasa ada yang janggal juga dengan pak pangat.
Pertama… aku merasa aneh dengan pak Pangat yang mengatakan bahwa dia tau kalau kami ada di kuburan Inggrid.
Bahkan diapun mau menunggu aku dan mbak Tina hingga setahun lamanya.
Dia bahkan juga merawat motor yang ada di balik pohon beringin.
Dia juga menggunakan mayat palsu untuk mengelabui orang yang mencari aku dan Inggrid.
Dan yang membuat aku heran, kenapa ada orang yang meneror dan mencari dia, padahal dia kan tidak ada hubunganya sama sekali dengan apa yang kami lakukan disini, bahkan selama bersama kami, aku nggak pernah lihat dia menuju ke rumah penggergajian.
Dia hanya ada di rumahnya dan menanti info dari aku dan Tina saja. Jadi sebenarnya tidak ada hubunganya sama sekali antar pak Pangat dengan keruwetan ini.
Kecuali mungkin saja aktor di balik rumah ini adalah sahabat dia yang sekarang sudah ditangkap oleh Burhan.
Dia juga yakin bahwa aku dan Inggrid akan menuju ke kantor pak Burhan dan kembali lagi ke desa ini, dan dia serta istrinya menunggu kami di pinggir jalan.
Sekarang dia malah datang kesini melalui jalan rahasia yang seharusnya tidak banyak orang yang tau.
Bahkan dia juga berkata bahwa rumput yang ada di halaman belakang sudah dia tebangi, dengan alasan agar kami tidak kesulitan masuk ke rumah ini.
Ini aneh sekali, aku merasa dia punya kepentingan disini, atau bahkan dia tau sesuatu di sekitar sini, makanya dia berusaha menyelamatkan aku dan mbak Tina.
*****
TINA POV
Aku harus pergi dari sini, aku gak bisa terus menerus ada di depan ruangan ini…… apalagi di ruangan itu tidak ada cahaya kecuali apabila lampu rusak itu kebetulan nyala.
Sebenarnya yang aku datangi ini apa, dan kalaupun ini rumah sakit yang sudah lama sekali tidak beroperasi harusnya tidak akan berisi hal-hal yang mengerikan seperti ini.
Tapi kenapa kenapa rumah sakit ini banyak makhluk ganjilnya. Aku bilang ganjil karena bukan sejenis demit, tapi lebih ke mahluk cacat tubuh akibat dari sesuatu.
Aku tunggu lagi hingga lampu ruangan yang ada di depanku itu byarpet alias mati nyala…..
Agar aku bisa melihat keadaan mahluk yang ada disana, apakah makhluk itu masih ada disana atau sudah menghilang dari sana.
Kutunggu hingga beberapa menit…hingga akhirnya lampu ruangan itu nyala lagi…
“AAAAAHHHH……!!!!!!
Aku mundur, di dalam gelap aku lari menuju ke ruangan yang banyak terdapat kasur-kasur yang berjajar rapi….
Aku tau aku ini paling takut dengan yang namanya badut!...
Kenapa tiba-tiba ada badut di depanku…
Aku lari diantara kasur kasur yang berjajar rapi dengan makhluk mati diatas kasur itu… aku gak mau melihat ke belakang.. Aku takut kalau badut mengerikan itu akan mengejarku
Aku lari menuju ruangan yang ada di belakang sana, ruangan yang nyala lampunya juga rusak.. Tapi lebih terang dari pada di ruangan yang ada badutnya!
Tapi, bukanya disana juga ada mahluk yang mengerikan juga.. Ada dua makhluk cacat satu tinggi dan satunya pendek yang ada di pintu sebelah kiri?
Aku berhenti di antara kasur kasur yang mengerikan…. Karena tiba-tiba aku lihat ada bayangan sesuatu yang sedang berjalan pelan ke arah sini….
__ADS_1
Bayangan itu berasal dari ruang yang ada dua makhluk cacatnya!