
Mbak Tina lari ke arahku, dan kemudian memeluk aku.
Matahari semakin terang, kami masih berkumpul di lahan parkir… termasuk pak Jay, dokter Joko, pak Parlan, pak kepala polisi dan anggotanya yang masih selamat.
Hanya Jiang yang tidak ada diantara kami… dia berkorban demi keselamatan hotel ini….
Mbak Tina masih memeluk aku tanpa berkata apapun…
“Gimana ceritanya bu Tugiyem?” tanya pak Hendrik tiba-tiba
“Singkatnya…..Ketika kalian membawa pergi mbak TIna dan nak Agus yang pingsan dibantu oleh beberapa anggota polisi, Solikin semakin marah, karena ternyata Inggrid tidak begitu saja melepaskan Solikin”
“Inggrid yang ternyata dikawal oleh keamanan seberang sungai menahan agar Solikin tidak mengikuti kalian, kemudian Inggrid juga menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk mengikuti mobil kalian hingga keluar dari wilayah hotel ini dengan aman”
“Nah pada kesempatan itu leluhur mbak Tina memasang pagar ghaib lagi di sekeliling hotel, tujuannya agar Solikin tidak bisa keluar dari sini hingga mbak Tina yang saat itu mempunyai dua tubuh, yaitu tubuh mbak Tina sendiri dan tubuh dari Nyai kembang Melati berubah menjadi mbak Tina seutuhnya”
“Pagar ghaib buatan leluhur mbak Tina itu hanya berfungsi agar tidak ada yang bisa keluar dari sini, tetapi sebaliknya, demit-demit bisa masuk dengan mudah ke dalam sini… dan itu merupakan jebakan”
“Tujuan dibuatnya pagar itu adalah agar semua yang setia dengan Solikin akan datang menolong Solikin dan kemudian terperangkap disini, dan setelah itu bisa kita binasakan”
“Setelah itu kami tinggalkan tempat ini, Inggrid kembali ke istananya, saya dan yang lainnya menuju ke desa, leluhur mbak Tina kembali ke alamnya dan tanah yang merekah tadi menutup dengan perlahan lahan.
“Pagi setelah ada matahari, rencananya saya, pak Jay, pak Dollah, dan pak Polisi akan kesini lagi, untuk melihat keadaan disini sebelum malam nanti kami binasakan iblis yang terjebak disini”
“Eh ternyata kalian sudah datang dan kalian malah mempunyai kekuatan lebih yang diberikan Nyai Kembang Melati, dan kalian ternyata sudah melakukan tugas yang akan kami lakukan nanti malam” kata bu Tugiyem
“Tapi Solikin kabur bu.. Kata mbak kunti yang ada di pohon beringin itu, Solikin kabur ke seberang sungai”
“Tenang saja nak Agus.. semua sudah dipikirkan oleh Inggrid dan pasukannya disana” jawab bu Tugiyem
“Hotel ini gimana bu, apa sudah aman?” tanya pak Diran
__ADS_1
“Sudah aman, dan sudah bersih….meskipun leluhur mbak Tina belum memagar ulang tempat ini lagi..”
“Bagaimana dengan Solikin bu?” tanya pak Hendrik
“Solikin diburu oleh pengawal Inggrid, dia tidak akan kemari… arwah dia akan menjauh dari sini kalau masih ingin selamat” jawab bu Tugiyem
“Bu.. saya gak mudeng, bagaimana bisa tau-tau Inggrid masih hidup dan datang ke sini untuk melakukan sesuatu kepada Fong dan kawan kawannya?” tanya mbak Tina
“Hehehehe saya dan leluhur mbak Tina dan Inggrid sebenarnya sudah lama berteman, kami saling memberi kabar wilayah masing masing” kata bu Tugiyem memulai ceritanya.
“Saya dan Inggrid mulai mencium gelagat Solikin dan Fong yang kurang baik.. Ditambah lagi Solikin mengikutkan orang yang bernama Pangat itu, Pangat paranormal yang pencari harta disini”
“Seperti yang kita ketahui, orang tua Inggrid itu malu dengan keadaan putri penerus kerajaan yang cacat, sehingga mereka menyewa Fong yang cantik itu sebagai pengganti Inggrid”
“Tetapi lama-lama Fong malah ingin menguasai tempat itu, tidak hanya itu saja…. Fong yang tau tentang pusaka perjanjian yang ada disini juga berusaha untuk merebutnya…”
“Berhubung pusaka perjanjian itu akan muncul tiap seratus tahun sekali, dan akan masuk ke tubuh sejenak kepada keturunan terakhir tempat ini, maka Fong hanya bisa menunggu saat itu akan datang untuk merebutnya”
“Saya sudah tau apa yang akan dilakukan Solikin, makanya Solikin tidak suka dengan saya, dan dia berusaha untuk menjauhkan nak Agus dari saya” kata bu Tugiyem masih melanjutkan ceritanya
“Kemudian Solikin berkenalan dengan Pangat pemburu harta karun dan paranormal yang tinggal di desanya mbak Tina. Pangat sebenarnya bukan penduduk asli sana, dia adalah pendatang dari luar kota, dia ada disini karena mendengar ada harta yang dilindungi dan dijaga demit di sekitar sini”
“Kemudian dia memanfaatkan mbak Tina dan nak Agus untuk mencapai keinginannya…dia juga sudah berkenalan dengan Fong dan Solikin.. Dan mereka bertiga menjalankan aksi sandiwaranya hingga sekarang ini” kata bu Tugiyem mengakhiri ceritanya
“Nah itu singkat ceritanya hehehe, karena cerita ini akan sangat panjang kalau saya harus menceritakan secara detail hehehe” kata bu Tugiyem
“Kita ke desa saja dulu saja sekarang.. Penduduk disana sedang menanti kabar dari kita” kata bu Tugiyem
“Eh bu…kami akan tempatkan beberapa orang untuk berjaga disini, dan kami akan datangkan anggota dari kepolisian untuk melakukan pendataan untuk formalnya bu” kata pak kepala polisi
“Apabila kami butuh pendataan dari bapak dan ibu, apakah kalian tidak keberatan untuk datang ke kantor polisi?”
__ADS_1
*****
Satu bulan setelah kejadian yang mengerikan.
Aku sekarang ada ke desaku, sedangkan mbak Tina tetap menjalankan usaha wartelnya, mbak Tina sekarang tidak sendirian, dia ditemani oleh saudara sepupunya yang berasal dari ibu kota.
Sepupu mbak Tina yang bernama Wati tidak tinggal di sana selamanya, sepupu mbak Tina hanya tinggal disana hingga mbak Tina bisa mandiri kembali.
Sepertinya mbak Tina sedikit mengalami gangguan kejiwaan, dia tidak bisa tidur. Dia selalu bermimpi buruk apabila dalam keadaan tidur.
Dokter Joko secara berkala tiap tiga hari sekali datang ke rumah mbak Tina untuk mengecek keadaan mbak Tina.
Sedangkan aku..
Aku juga mengalami hal yang sama dengan mbak TIna, aku selalu bermimpi buruk tentang Solikin yang thelanjang dan mengelus elus kuntilanya yang hanya sebesar botol minyak angin yang ukuran paling kecil.
Kadang aku bermimpi buruk tentang kuntila setan humu teman Solikin yang aku pegang ketika aku membakarnya, aku bermimpi digebukin kuntila raksasa dari setan humu teman solikin itu.
Bagaimana dengan pak Jay…
Pak Jay masih diminta keterangan tentang apa yang ada di hotel itu, hingga sebulan ini pak Jay masih riwa riwi ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
Pihak kepolisian sudah selesai dengan meminta keterangan dari aku dan mbak Tina….
Bagaimana dengan keadaan hotel.. Aku masih belum tau, hanya saja menurut mbak TIna yang hampir tiap hari telponan dengan aku memberi kabar bahwa keadaan hotel masih seperti ketika kami tinggalkan, dan masih ada garis polisinya.
Oh iya..pak Jay memberikan aku sebuah telepon seluler, gunanya agar pak Jay sewaktu-waktu bisa menghubungi aku apabila dia memerlukan aku untuk melakukan sesuatu.
Dengan telepon seluler itu aku bisa menghubungi mbak Tina sewaktu waktu… melepas kangen dengan hanya bertelepon saja.
Aku menjalani waktuku dengan berusaha setenang mungkin di desa…
__ADS_1
Hahahaha ternyata pacarku yang dulu mita nikah itu sudah dinikahi oleh jutawan tua dari sebelah desa, dia menjadi istri ke enamnya jutawan tua dari sebelah desa. Hihihi nasib yang dia buat sendiri…..