
“Bagaimana pak Agus bisa tau Yetno?”
“Yah dalam penyelidikan saya, pelan-pelan diarahkan ke Yetno mas. Dan akhirnya dia berhasil saya temui ketika dia ada di terminal bus”
“Saya tidak bicara banyak mas, karena keburu dia naik ke bus yang dituju”
“Yetno cuma berpesan kepada saya agar hati-hati dengan yang namanya Burhan.. hanya itu saja”
Untuk sementara ini aku tidak akan bilang bahwa aku berhasil menemukan dimana tempat tinggal Yetno.
Aku masih belum sepenuhnya percaya dengan Burhan.
Pokoknya kita tunggu hingga semua jelas dulu, dan lebih baik apa yang aku omongkan bersama Yetno kusimpan saja sendiri.
“Apa yang kamu ketahui tentang Yetno mas Burhan?”
“Yetno residivis pencurian dan penadah solar pak… khususnya di tempat penggergajian yang jauh dari wilayah penduduk”
“Di beberapa tempat penggergajian, Yetno selalu bekerja sama dengan pengurusnya, termasuk dengan Pak Wandi itu pak”
“Dia selama ini selalu berkeliling ke sejumlah tempat penggergajian, khususnya yang jauh di hutan dan terpencil, sehingga pemiliknya jarang datang untuk mengecek keadaan penggergajian itu”
“Yetno adalah teman dari mbah Karyo.. dan mbah Karyo ini yang memperkenalkan Yetno kepada pak Wandi”
“Waktu itu mungkin pak Wandi sedang bingung bagaimana cara menjual solar curiannya hehehe”
"Mas Burhan jangan menuduh pak Wandi terlibat dulu mas... kan mas Burhan belum menangkap basah pak Wandi"
"Memang pak Agus... hanya saja semua ini mengarahnya ke pak Wandi"
“Sayangnya mbah Karyo sudah meninggal, sehingga saya kesulitan menjebak Yetno kesini”
“Bukan menjebak sih pak, tapi mempekerjakan Yetno disini, agar saya bisa tau bagaimana cara kerja dan siapa saja komplotan dia”
“Bukanya dia pernah kerja disini beberapa hari gitu mas?”
“Iya pak, saya tau dia pernah kerja disini untuk menggantikan Mamad yang sakit keras , tetapi dia keburu pergi dari sini, ketika dia bertemu dengan saya”
“Dia hanya tiga hari saja disini pak….”
“Saya tidak tau bagaimana hubungan kerja dan perjanjian antara Yetno dan pak Wandi”
“Karena menurut pak Wito, selama Yetno kerja di sini, pak Wandi kelihatan tidak suka sekali dengan Yetno”
“Mungkin…mungkin pak Wandi tidak suka ada Yetno yang masuk ke area rumah ini pak, karena saya yakin pak Wandi sendiri tau kalau Yetno itu penjahat… itu masih analisa saya saja pak”
“Apa Yetno itu mengenal mas Burhan sebelumnya?”
“Pada awalnya dia tidak mengenal saya pak, tapi saya sudah lama tau mengenai dia”
“Saya tau karena informasi dari beberapa teman di tempat penggergajian, tentang sepak terjangnya Yetno itu pak”
“Nah waktu saya dan Yetno bertemu untuk pertama kali, wajah dia itu sudah tidak bersahabat ketika tau nama saya adalah Burhan”
__ADS_1
“Kelihatannya dia sudah diberi tahu oleh komplotanya bahwa saya adalah orang kepercayaan bos yang tugasnya adalah melaporkan sesuatu yang mencurigakan”
“Sebentar mas Burhan, sampean pertama kali ketemu dengan Yetno itu waktu apa?”
“Ehmm waktu itu saya datang ke sini dengan truk yang akan mengambil palet….”
“Jadi sebelumnya Yetno belum pernah ketemu dengan mas Burhan?”
“Ya belum pernah pak, dia kan baru sehari ada di rumah ini pak”
“Oh gitu, jadi mas Burhan baru ketemu Yetno sewaktu kirim truk ke sini untuk ambil palet yang sudah jadi?”
“Iya pak... saya kesini paginya bersama truck yang akan mengambil palet"
Hmmm padahal kata Yetno malam harinya dia lihat Burhan dan Mamad di hutan… dan dia kemudian cerita ke mbah Karyo.
Hehehe ada yang gak cocok disini....
Tapi lagak Burhan ini kok kayak pulisi saja, dia fokus ke penyidikan Yetno dan pak Wandi..
Tapi biar bagaimanapun aku belum bisa sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan Burhan.
Akan kulihat dulu apa dan bagaimana yang sedang Burhan lakukan disini.
“Kalau menurut analisa mas Burhan, yang ikut dalam pencurian dan penjualan solar disini siapa saja?”
“Menurut analisa saya, pak Wandi, Pak Solikin, almarhum mbah Karyo dan Mamad…”
“Tapi yang saya yakin itu pak Wandi dan Mamad saja pak….”
“Dan menurut curi dengar dari pak Wito… waktu dulu ada Mamad, mbah Karyo, pak Wandi dan pak Solikin... mereka sempat berselisih paham soal pembagian keuntungan”
“Jadi ada dua kubu pak, pertama kubu mbah Karyo dan pak Solikin, dan yang kedua kubu pak Wandi dan Mamad”
“Kok mas Burhan bisa tau sampai sebegitu detailnya hingga tau ada perselisihan segala sih?”
“Hehehe kan ada pak Wito yang suka curi dengar tentang itu pak…”
“Untungnya pekerja lainya tidak mau ikut campur urusan mereka……”
“Aksi mereka itu sangar lho pak,..... belum lagi pembelian oli yang biasanya dimintakan tiap satu bulan sekali”
“Sekarang pak Agus pikir… tiap kiriman selalu dua drum solar, tiap drum isinya sekitar dua ratus liter pak”
“Menurut pengalaman saya solar yang dipakai untuk pekerjaan disini bisanya hanya satu drum lebih sedikit”
“Mungkin sekitar dua ratus sepuluh hingga dua ratus lima puluh liter untuk dua mesin yang tiap hari nyala sekitar lima jam saja”
“Sedangkan sisanya hehehe, ya dikumpulkan dulu hingga pada waktunya nanti kemudian dijual dengan menggunakan perantara Yetno”
“Pak Agus kan tau bahwa pemakaian solar untuk mesin disini itu bisa tiga atau kadang empat hari saja kan pak”
“Jadi tiap pak Wandi pesan solar kepada pak Sapari, yang kepakai hanya satu drum lebih sedikit saja heheheh”
__ADS_1
“Kemudian sisanya adalah tugas dari pak Solikin dan Mamad yang memindahkan ke tempat penampungan dengan menggunakan mesin pompa”
“Tempat penampungan itu lumayan besar pak, bisa terisi lebih dari empat ratus liter solar”
“Coba pak Agus tebak, dimana mereka mengumpulkan solar itu?”
“Wah saya jelas tidak tau mas Burhan , wong saya tidak pernah menebak sampai ada pencurian solar segala kok”
“Ayo ikut saya pak, akan saya tunjukan dimana mesin pompa dan selang-selang serta tempat penampungan solar curian itu”
Burhan mengambil lampu petromak yang tergantung di ruang tamu, kemudian dia berjalan ke arah belakang, kemudian di depan kamar mandi dia berhenti.
Dia membuka pintu kamar mandi yang selalu tertutup.
“Tolong pegang dulu lampu petromak ini pak”
“Saya akan menguras air bak mandi ini dulu”
Hmm apa yang sedang dilakukan Burhan, dia membuka lubang kecil yang ada di dinding bak mandi sehingga air bak itu keluar.
Kenapa dia menguras bak mandi, ada apa di dalam bak mandi itu?
Dulu memang aku sempat curiga dengan air yang ada di bak mandi ini, karena baunya tidak enak dan agak berminyak.
Apakah solar itu disembunyikan disana?
“Sabar pak, sebentar lagi pak Agus akan tau apa yang ada disini pak”
Air yang ada di bak mandi itu sudah habis, kemudian dia meraba bagian dasar bak mandi…
Ternyata bagian dasar bak mandi di sisi kiri dan kanannya ada semacam pegangan yang terbuat dari besi cor yang dibuat melengkung…
Kemudian dengan tarikan di kedua sisi bak mandi…
Bagian dasar bak mandi itu terangkat…..
Dibawahnya ada plastik atau terpal..
“Tolong pegang ini pak, dasaran bak mandi ini bisa diangkat dengan mudah, karena terbuat dari fiberglass”
“Di bawah fiberglass itu ada terpal agar air itu tidak meresap ke bawah”
“Dan di bawah itu adalah mesin diesel kecil, pompa air kecil dan selang-selang pak”
“Wuiiihh… bagaimana mas Burhan tau kalau ada barang seperti ini disini?”
“Eh nanti…nanti akan saya ceritakan pak, sekarang kita lihat yang satunya pak, kita ke closet pak…. saya akan tunjukan hal lain ke pak Agus”
“Tolong pegang dulu lampu petromaknya pak”
Tangan Burhan masuk ke dalam lubang kloset….
Tidak lama kemudian dia menarik sesuatu dari dalam lubang kloset itu.
__ADS_1
Sesuatu yang berwarna hitam dan menyerupai karet….
“Sekarang coba pak Agus cium lubang kloset itu pak”