RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
194 SETAN ITU MUNCUL JUGA


__ADS_3

“Maksudnya gimana nak Rita?”


“Begini mbah kung Sastro….. Asal tau saja mbah… tidak ada yang mau tersesat disini hingga dua kali seperti mbah kung  dan mbah uti ini”


“Rata-rata orang akan kapok kesini dan tidak akan mencoba keluyuran disini pada malam hari mbah” kata Rita sambil berjalan masuk ke bagian dalam rumahnya


Rita masuk ke bagian dalam rumahnya , dan kemudian dia keluar lagi dengan membawa selembar foto polaroid yang nampaknya sudah sedikit usang..


“Coba perhatikan foto ini mbah…. “ kata Rita sambil menyerahkan selembar foto polaroid


“Mbah Kung dan mbah uti ingat tidak foto itu diambil kapan dimana dan bersama siapa?”


Sebuah foto usang yang sudah agak kabur yang menggambarkan sepasang suami istri mbah Sastro bersama seorang guide yang bernama Rita…foto yang diambil di bawah pohon depan istana…


Sialan … Rita punya foto polaroid ketika mbah Sastro sedang ada di sini bertahun tahun lalu. Dia punya bukti bahwa mbah Sastro sebelum menghilang pernah ada disini.


“Itu Rita yang punya mbah… tapi mbah kung dan mbah uti juga punya,  karena polaroid itu dicetak hingga dua kali “


“Sekarang mbah Sastro ke sini lagi , setelah kemarin mbah Sastro pulang dalam keadaan sakit. Sebenarnya yang sedang mbah Sastro cari disini itu siapa mbah?” tanya Rita penuh selidik


“Mbah Sastro jujur saja mbah… saya yakin mbah Sastro kenal dengan orang yang tinggal di kawasan kumuh yang tidak terjangkau oleh pengawasan pemburu pribumi”


“Jawab jujur saja mbah, siapa tau Rita bisa membantu mbah Sastro” kata Rita sambil tersenyum


Aku tidak berani menjawab, begitu pula mas Agus…. Ketika kulirik pak Pangat, dia tampaknya sedang membaca raut wajah Rita, mungkin dia sedang membaca pikiran Rita.


Kubiarkan saja keadaan stag seperti ini, biar satu orang saja yang menjawab atas pertanyaan dari Rita


“Baiklah…” kata pak Pangat kemudian


“Jadi begini mbak RIta…. Saya pikir mbak Rita adalah pribadi yang bisa kami percaya, sehingga kami bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sedang kami lakukan disini”


“Jadi sebenarnya kami ini dari alam manusia…..” jawab pak Pangar pelan  dan kemudian terdiam, pak Pangat sedang berusaha memancing Rita agar bicara”


“Kami ini dari alam manusia yang ke alam ghaib ini dengan tujuan untuk mencari seseorang… ehmm bukan seseorang sih sebenarnya, karena di alam kami seseorang itu berwujud makhluk halus”


“Kalian sedang mencari perempuan cantik yang suka memakai rok dan pakaian putih itukan…. Dia suka menggunakan nama Inggrid?” tanya Rita sambil tersenyum


“B..bagaimana  mbak Rita tau siapa yang sedang kami cari?”


“Yah siapa lagi kalau bukan dia….. Penduduk disini tidak ada yang mau mencampuri urusan duniawi, tidak ada yang ingin berkuasa atas alam disana, dan tidak ada yang ingin menguasai daerah di luar kawasan perkampungan china ini”


“Kami disini aman dan tentram….”


“Mbah Sastro dan pak Pangat ini menggunakan raga penduduk sini… dan saya rasa ini tindakan yang tidak tepat, karena mbah Sastro sudah pernah ada disini, dan kemudian menghilang di sekitar sini”


“Tetapi besok siangnya mbah Sastro bisa keluar dari sini dengan selamat….. Penjaga pintu yang tau kapan saja mbah Sastro masuk dan keluar, dan penjaga pintu selalu berkata kepada saya, bukan kepada penguasa istana” cerita Rita tentang mbah Sastro yang terjadi bertahun tahun silam


“Sepertinya kalian bisa bertemu dengan perempuan itu…. Tetapi jangan kaget dengan penampakan asli dari perempuan itu… pokoknya kalian tunggu saja di depan istana nanti selepas tengah malam”


“Kenapa saya sampai mau membantu kalian?.... Karena saya sendiri merasa keadaan wilayah ini semakin hari semakin tidak mengenakan setelah perempuan yang tidak akan saya sebut namanya itu berkuasa… dia mulai mengambil alih karena dari semakin tuanya pimpinan kami disini”


“Maaf… saya tidak bisa membantu apa-apa, saya hanya bisa memberikan informasi kepada kalian.. Ketika kalian ada disana..jangan sampai ada disana hingga jam tiga pagi…”


“Kalian disini dulu hingga tengah malam, dengan tanda bunyi lonceng… setelah tengah malam kalian bisa pergi ke sana dengan tenang”


“Saya percaya kalian pasti sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk membakar setan itu… hanya saja seumpama kalian tertangkap.. Tolong jangan sebut nama saya yang pernah membantu kalian malam ini”


Rita… ternyata dia juga termasuk penduduk yang tidak suka dengan kekuasaan Inggrid.


Rita ternyata juga mau membantu kami dengan menampung kami disini hingga tengah malam..informasi yang sama dengan yang dikatakan Jiang, sehingga kami tidak usah bersembunyi di dalam gorong-gorong lagi.


Kami bertiga ada di rumah Rita hingga tengah malam nanti… di berbeda dengan Jiang yang ketakutan apabila menampung pribumi pada malam hari.

__ADS_1


Rita sama sekali tidak menampakan wajah khawatir atau ketakutan, dia santai saja menjamu kami dengan teh hangat yang rasanya agak aneh dan kue kue bikinan lokal daerah sini.


“Tenang saja… teh dan kue itu  aman kalian konsumsi… tidak ada campuran dari bahan -bahan wewangian yang berasal dari alam kalian hihihi”


“Memang ada juga masyarakat pribumi yang sangat suka dengan wewangian yang berasal dari alam kalian, dan itu dilakukan oleh maaf pribumi-pribumi yang kurang dalam segi ekonominya”


“Sehingga mereka lebih suka memakan makanan dari pemberian manusia yang biasanya ditaruh di tempat-tempat yang ramai oleh mahluk kaum kami”


“Tetapi hanya golongan kaum yang tidak mampu dalam hal ekonomi saja, kadang mereka mau saja dijadikan budak manusia dengan imbalan makanan yang kalian sediakan itu”


“Kadang juga mereka mau saja melakukan tindakan yang tercela sebagai kurir pengantar benda-benda tajam untuk dikirimkan ke tubuh orang yang dituju…”


“Tapi saya bukan seperti itu.. Saya bekerja disini sebagai guide, dan saya bekerja juga sebagai pengurus sini juga….”


Rita bercerita tentang bagaimana manusia selalu menipu dan memperbudak penghuni ghaib, dengan hanya memberi imbalan makanan, minuman yang seadanya dan bau wewangian yang tidak seberapa itu.


Dia juga cerita kadang kaum ghaib itu mengerjai manusia dengan meminta lebih syarat tidak masuk akal  dan lebih kejam kepada manusia, hal itu agar manusia kapok dan tidak mempermainkan kaum ghaib lagi….


Tapi ternyata manusia itu masih mampu memenuhi syarat tidak masuk akal yang diminta mahluk halus…dengan  melakukan tindakan yang sangat kejam dengan membunuh keluarganya atau apapun demi kekayaan dan kedudukan yang tinggi…


Padahal kaum ghaib sendiri tidak akan melakukan hal gila seperti yang dilakukan manusia itu… kaum ghaib lebih berakal dibanding manusia…hehehehe


“Yah mungkin bagi mereka yang tidak tau akan  melakukan seperti itu mbak Rita… tetapi tidak semua manusia seperti itu, ada juga yang saling bekerja sama dengan mahluk ghaib untuk suatu hal yang positif” kata pak Pangat


“Tidak ada yang positif pak…mungkin bagi manusia itu merupakan hal yang positif… tetapi bagi kaum samar tetap sama saja…”


“Sekarang saya tanya, apa yang bisa manusia berikan kepada kaum samar?.... Tidak ada kan.. Hanya makanan  saja yang bisa mereka berikan” jawab Rita


“Sedangkan yang diminta manusia itu macam-macam… mulai dari harta, kedudukan, hingga kesaktian… bagi saya, kaum samar ini hanya sebagai budaknya manusia saja”


“Tetapi memang ada juga yang tidak seperti itu pak… ada juga yang sangat baik dan tidak meminta apapun kepada kaum samar… mereka biasanya hanya ingin bersahabat, ingin bersilaturahmi, ingin mengenal lebih jauh kepada kaum samar”


“Mbak Rita… saya ada satu pertanyaan yang dari kemarin masih belum bisa saya dapatkan jawabanya….” kata mas Agus


“Begini mbak Rita.. maaf saya panggil mbah saja ya.. Karena kita sama sama masih muda hehehe. Jadi begini mbak, apakah yang nanti akan kami temui itu masih ada hubungan darah dengan pimpinan disini?”


“Wah… maaf mas, saya tidak bisa menjawab soal itu… karena sangat berbahaya bagi saya. Dan saya rasa kalian akan tau dengan sendirinya tanpa bantuan dari saya” jawab Rita.


Nah… jawaban yang sama dengan yang dikatakan oleh Jiang… keliatan disini tidak ada yang mau menjawab sebenarnya Inggrid itu siapa.


Kalau menurutku Inggrid itu anak dari pemimpin disini yang cacat.. Entah itu cacat tubuhnya atau bisa juga cacat otaknya sehingga dia bisa bertindak gila hehehe


“Hushh… jangan berpikir itu mbah Tina.. gak baik mbak” tegur pak Pangat tiba-tiba


“Iya pak… saya kan cuma berpikir seandainya memang seperti itu pak”


Ketika kami sedang asik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara lonceng yang lumayan keras… aku gak tau dari mana lonceng itu berasal, tetapi yang pasti suara lonceng itu lumayan keras juga.


Ketika aku hitung suara itu hanya terdengar enam kali saja, berbeda dengan di kampungku… biasanya penjaga malam memukul tiang listrik hingga dua belas kali untuk menandakan waktu tengah malam.


“Nah itu tandanya sudah tengah malam, kalian sudah bisa keluar dari sini dengan tenang, tetapi tetap hati-hati siapa tau ada penjaga yang masih keluyuran entah sedang cari makan atau sekedar untuk pulang ke rumahnya saja”


*****


Kami berjalan ke arah yang ditunjukan oleh Jiang dan Rita… mereka berdua memang menyuruh kami untuk berada di depan istana.


Suasana malam yang sangat sepi… tidak ada suara apapun…tidak ada yang sedang nongkrong di luar atau sedang ngopi, karena sepanjang kami jalan tidak ada warung kopi sama sekali.


Bahkan tidak ada suara jangkrik atau binatang malam disini, pokoknya suasananya sangat sepi, tanpa ada apapun disini.


“Kita terus saja ketika melewati perempatan yang ada di depan sana nanti itu….” bisik pak Pangat.


“Tapi kita harus tetap waspada, sesuai dengan yang tadi dikatakan oleh Rita”

__ADS_1


“Iya pak… suasana disini sangat mencekam ya pak.. Mungkin karena saking sepinya pak”


“Benar mas… saking sepinya telinga saya sampai berdengung aneh ini mas”


“Aneh disini itu pak… dari tadi saya cari kucing dan anjing, tetapi tidak ada satupun binatang tuh ada disini, bahkan suara gonggongan anjing pun tidak terdengar sama sekali pak”


“Sama mas, dari tadi saya juga berusa mendengarkan suara kucing atau anjing yang biasanya kalau malam mereka berkeliran”


Perempatan sudah  kami lewati,sekarang lurus saja hingga sampai di depan istana.


Sekali lagi  menurutku itu bukan istana… itu hanya bangunan rumah yang besar dan dengan halaman yang luas di dalamnya, dan dihuni oleh keluarga pemilik kawasan ini saja.


Hanya saja bentuk dari bangunan itu yang unik, indah, dan yang paling besar sehingga cocok disebut sebagai istana


Dan sekarang kami sudah ada di depan bangunan ini…..


“Ayo kita mulai saja anak-anak, kita panggil namanya sekeras mungkin” kata pak Pangat


“Apa tidak membangunkan penduduk lainya yang ada disini pak?”


“Hehehe saya kok tidak peduli mas… yang penting bagaimana caranya agar kita bisa bertemu dengan dia”


*****


INGGRIIIIDDD…..INGGRIIIDDDDD…!!!


“KELUAR KAMU DARI SANA” teriak pak Pangat


“Lawan kami.. Kami sudah ada disini untuk melawan kamu!” teriak mas Agus


Aku rasa menantang Inggrid ketika disini dan dalam keadaan seperti ini bukanlah ide yang baik….. Kenapa saya baru kepikiran ya!


Karena kita ada di daerah kekuasaanya dia, kita ada di daerah dimana dia mempunyai kuasa penuh atas wilayah ini. Daerah dimana dia mempunyai pasukan yang luar biasa banyaknya, hasil dari mengambil arwah manusia.


Beberapa kali pak pangat dan mas Agus memanggil nama itu, tetapi tidak ada yang muncul dari sana.. Hingga kemudian aku mendapat bisikan entah dari mana.. Pokoknya di kepalaku aku mulai mendengar suara orang.


Suara yang ada di dalam kepalaku ini mengatakan agar aku secepatnya pergi dari sini


Aku tidak tau suara siapa itu,... tetapi yang pasti suara itu menyuruhku agar segera pergi dari sana, karena bahaya akan datang sebentar lagi.


Beberapa kali pak Pangat dan mas Agus berteriak memanggil nama yang sebenarnya tidak boleh dikatakan… tetapi sayangnya hingga detik ini belum nampak setan atau sesuatu yang menakutkan itu….


“Mas…ayo kita pergi dari sini saja…. Tina rasa kita sedang dalam bahaya besar mas” bisikku kepada mas Agus


“Tapi kita kesini tujuanya kan untuk bertemu dengan Inggid mbak… masak kita harus pergi dari sini begitu saja mbak?”


“Tadi ada yang membisiki Tina mas, dan menyuruh agar kita secepatnya pergi dari sini”


“Kita tidak seharusnya ada di daerah kekuasaannya mas…. Kita seharusnya ada di tempat yang netral….. Hal ini baru saja Tina pikirkan mas, selama ini kita terlalu terburu emosi  saja”


“Waduuuh kenapa pikiran itu baru saja datang mbak.. Kenapa pikiran itu tidak dari tadi saja datangnya?” tanya mas Agus


“Heiii apa yang kalian berdua obrolkan, kita harus fokus pada apa yang akan datang sebentar lagi akan muncul anak-anak”


“Kita tidak bisa berhenti begitu saja, karena kita sudah terlanjur ada disini dan memanggil nama itu” bisik pak Pangat agak emosi


Ternyata kami terlambat untuk menyadari apa yang kami lakukan ini benar atau salah, karena pintu gerbang istana itu tiba-tiba terbuka…


Dan yang keluar bukan mahluk mengerikan seperti yang diceritakan Rita maupun Jiang…


Yang keluar adalah Inggrid.. Persis seperti Inggrid yang pernah kami temui di alam manusia, Inggrid yang cantik dengan rok kotak kotaknya yang khas.


“Kalian datang juga ternyata… ayo masuk ke rumah keluargaku…”

__ADS_1


“Lama sekali kalian baru sampai disini… Inggrid sudah lama sekali menunggu kalian”


__ADS_2