
“Berhubung gang rumah pak Pangat tidak bisa dilalui mobil, maka mobil ini akan saya parkir di pinggir jalan saja” kata pak Jo
“Ayo kita jalan kaki ke rumah Pangat, dia tadi sudah saya hubungi, dan dia tertarik untuk mengetahui perkembangan kasus ini”
“Jadi pak Pangat sudah tau kasus ini sejak lama pak Jo?”
“Sudah bu, hanya saja semua kan tergantung dari penyelidikan kami, selama ini kami mengalami jalan buntu, petunjuk yang mengarah hanya ke pencurian solar biasa saja”
“Tapi setelah ada informasi dan keterangan dari ibu dan bapak Agus, kami mulai bersemangat menuntaskan kasus ini”
Aku dan pak Jo jalan kaki ke rumah pak Pangat yang jarak antara mobil diparkir dan rumah pak Pangat hanya sekitar lima meter saja.
Ketika kami sedang jalan menuju ke rumah pak pangar, tiba-tiba HT milik pak Jo bunyi.. sebuah panggilan untuk pak Paijo
“Kancil satu disini kancil dual ganti…..”kata suara yang terdengar di HT pak Jo
“kancil satu disini kancil dua ganti…..”
“Ya kancil dua..ada berita apa ganti” jawab pak Paijo.
“Dua buah motor dengan baru saja masuk ke arah hutan ganti” kata suara di seberang
“Tetap standby dan lakukan observasi keadaan disana, saya akan datang secepatnya ganti dan selesai” jawab pak Paijo
Aku mengira itu pasti mas Agus yang sekarang ada di tangan Wandi dan Mamad. entah apa yang mereka lakukan, dan mengapa mereka menuju ke rumah penggergajian lagi.
Aku dan pak Paijo sudah ada di depan rumah pak Pangat….
“Hah.. akhirnya kamu datang juga Jo.. dari tadi sudah saya tunggui” kata pak Pangat dari teras rumah
“Iya Ngat… tadi Joko dipukul orang… makanya tadi saya agak lama di rumah sakit” jawab pak Paijo
“Ini saya bawa istri orang yang saya ceritakan ke kamu Ngat…”
“Hmm bukanya mbak pernah ke sini ya… berarti yang sekarang sedang dalam bahaya itu mas Agus yang dulu ke sini karena dadanya terkena ludah pocong?”
“Iya pak Pangat betul pak….”
“Hmmm saya sudah mengira, bahwa kalian akan terkena masalah yang lebih rumit dari pada hanya perkara ludah pocong”
“Ngat… nanti saja ngobrolnya.. saya bisa pinjam motor untuk ke dalam hutan?...anak buah saya yang ada disana barusan kabari saya bahwa ada dua motor yang masuk ke dalam hutan sekarang”
“Itu sudah saya siapkan di depan… kamu saja yang ke sana Jo”
“Biarkan mbak ini disini, karena ada sesuatu yang sedang ikut dengan mbak ini sekarang” kata pak Pangat
“Maksudnya apa pak Pangat?” aku bingung dengan yang dia katakan
“Sudahlah…nanti akan saya jelaskan, kamu disini saja dulu, biar Paijo yang ke sana mbak”
Pak Paijo mengambil motor pak Pangat yang sudah disediakan di depan rumah,.. memang tadi waktu kesini aku sempat lihat ada sebuah motor yang diparkir di depan.
Aku kira itu motor orang pasien dari pak Pangat, ternyata motor yang sudah disediakan pak Pangat untuk pak Paijo.
Ternyata dua orang ini adalah sahabat….
Setelah berpamitan pak Paijo pergi meninggalkan aku dan pak Pangat di rumahnya.
“Ayo masuk mbak, jangan malu-malu….” ajak pak Pangat
“Bu… tolong buatkan teh sing biasane untuk mbak ini bu” teriak pak Pangat mungkin pada istrinya.
“Mbak Tina ya kalau tidak salah nama sampeyan?”
“Betul pak… “
“OK… sebentar ya, tunggu teh yang dibuat istri saya dulu, setelah itu kita akan bicara lagi”
Aku tidak tau apa yang dimaksud pak pangat ini, kayaknya dia tau sesuatu dan ingin menjelaskan kepadaku.
Tapi kan yang diketahui hanya ghaib saja, dan tidak ada hubunganya dengan kejadian yang menimpa mas Agus.
“Heheh mbak TIna… kamu lupa kalau saya bisa baca pikiranmu…”
“Ma..maaf pak, saya lupa..”
“Sudah..ndak papa.. tunggu hingga istri saya menghidangkan teh buat kamu mbak”
Aku tidak paham teh apa yang kan disuguhkan oleh istri pak Pangat, karena waktu dulu kesini dia tidak menyuguhkan apa-apa selain air mineral.
__ADS_1
Biarlah… apa yang dia akan lakukan asal untuk kebaikan aku dan mas Agus tidak masalah.
Tidak lama kemudian istri pak pangat keluar dari bagian dalam rumah, dia membawa nampan yang atasnya ada cangkir berisi teh yang akan diberikan kepadaku.
“Monggo mbak” sapa istri pak Pangat dengan ramah.
“Inggih bu”
“Mbak Tina… itu teh hangat khusus dari saya, cepat diminum, nanti akan saya katakan alasan mbak Tina saya beri teh ramuan buatan saya itu”
Aku tidak tau apa guna teh itu, yang kutahu teh aku sangat haus dari tadi siang hingga malam ini tenggorokanku belum dilewati air sama sekali.
“Nah.. habiskan mbak…. jangan sampai ada sisa sama sekali”
“Iya pak… ini kan sudah habis pak”
“Hehehehe… ok sip mbak”
“Sekarang mbak Tina pejamkan mata dan mulai rasakan sesuatu yang tidak semestinya, setelah itu buka mata mbak Tina”
“Ingat, jangan kaget dan jangan takut, akan saya jelaskan setelah itu
Kuturuti apa yang diminta pak Pangat, setelah kupejamkan mata beberapa saat, kemudian aku bisa merasakan ada tiga sosok yang sedang ada di sekitar tubuhku.
Setelah aku yakin, kemudian kubuka perlahan-lahan mataku.
Jelas aku kaget karena ada tiga sosok yang aku pernah tau tapi aku tidak kenal
“Arwah laki-laki tua berkaos biru bergambar baterai, arwah laki-laki tua dengan kaos kuning bergambar sandal jepit, dan satu lagi ..hmm kayaknya kunyuk”
“Ada tiga ya mbak…benar apa yang saya katakan mbak?”
“Iya pak… dan tiga sosok aneh itu saya ketemu ketika saya ada rumah sakit”
“Betul mbak…. tiga sosok yang meninggal di rumah sakit, dan ketika itu mbak Tina ada disana. Sekarang yang jadi pertanyaan mbak Tina… kenapa tiga arwah itu ikut dengan mbak TIna kan?”
“Ini adalah ulah orang yang sama dengan yang dulu mengirim pocong kepada mas Agus. Target orang ini sekarang adalah mbak Tina”
“Jadi dia memberikan sesuatu dengan cara yang mbak Tina tidak ketahui sebelumnya, sehingga apabila ada orang yang barusan meninggal, maka arwah orang itu akan selalu mengikuti mbak Tina”
“Tentu saja tujuan orang ini agar mbak Tina ketakutan dan menjadi gila”
“Sekarang saya mau tanya, sebelum di rumah sakit, mbak Tina dan mas Agus ada di mana dan sempat minum apa di rumah siapa?”
“Eehnngg kami ada di rumah pak Solikin pak, waktu itu disuguhi kopi… memang saya hanya minum sedikit dan belum sempat menghabiskan karena kopinya panas”
“Begitu juga mas Agus, dia masih minum sedikit kopi itu”
“Ya sudah saya paham mbak… sekarang tiga sosok ini akan saya kembalikan ke asalnya saja ya mbak”
“Eh yang kunyuk eeh apa bisa kita ajak komunikasi pak, karena dia saksi kunci tentang masalah ini”
“Akan saya ceritakan secara singkat pak.. apa saja yang kami alami di rumah sakit itu”
Kuceritakan awal mula ketika kami ada di rumah pak Solikin kemudian hingga mas Agus menjadi korban tabrak lari.
Ku Ceritakan juga tentang kunyuk dan bagaimana dia kemudian meninggal di ruang UGD, hingga kemudian mas Agus diculik dan dokter Joko pingsan karena pukulan.
Pak Pangat mengernyitkan dahinya ketika aku bercerita satu persatu kejadian yang menimpa kami. hingga kemudian dia menghela nafas panjang setelah aku menyelesaikan ceritaku.
“Huufff sudah kuduga akan seperti ini… ketika kamu dan mas Agus kesini, saya sudah menduga akan ada kejadian yang selanjutnya dan lebih mengerikan”
“Ada Solikin….. iya yang namanya Solikin”
“Dulu saya tidak sebutkan siapa yang mengirim pocong kan, saya tidak mau menyerang personal seseorang kan”
“Tapi setelah kejadian demi kejadian… saya jadi harus menyampaikan kepada kamu bahwa Solikin yang ada dibalik semua ini termasuk dia sebagai orang yang menguasai ilmu hitam!”
“Tentang apa yang diigaukan Solikin seperti yang tadi kamu mbak Tina katakan itu… itu hanya skenario nya dia saja, agar anaknya menyampaikan kepada mbak Tina”
“Yang saya lihat tentang orang itu… sangat hitam dan jahat… tapi saya tidak tau apa peran orang itu di bisnis kedua bos yang mbak Tina tadi ceritakan”
“Pokoknya yang saya bisa lihat orang itu sangat jahat dan sangat hitam”
“Dia ada di dalam rumah sakit karena ada tujuan mbak, dan tujuan itu saya tidak bisa membacanya, hanya saja mmmhh dia ada disana karena dalam keadaan terancam””
“Mungkin dia terancam oleh yang namanya Burhan ya pak Pangat?”
“Hehehe.. kita tidak boleh asal menuduh mbak… pokoknya jangan sebut nama sebelum semuanya pasti”
__ADS_1
“Oh iya.. untuk dua orang tua itu akan saya kembalikan ke tempatnya, sedangkan untuk arwah orang yang bernama kunyuk itu mungkin bisa berguna mbak”
“Pak… saya ada pertanyaan, ketika saya ada di mobil bersama pak Jo.. saya merasa ada satu sesuatu yang mengikuti saya, bukan tiga pak.. tapi kenapa sekarang yang muncul tiga pak?”
“Begini mbak… arwah dua orang tua itu tidak ada hubunganya sama sekali dengan mbak Tina, dia menempel kepada mbak Tina karena memang seperti itu”
“Kalau yang namanya Kunyuk ini.. memang ada sesuatu yang ingin disampaikan, sehingga yang terasa bagi mbak Tina hanya Kunyuk ini saja”
“Tapi waktu di rumah sakit itu, saya bisa melihat mereka berdua pak, tapi kenapa sekarang saya tidak bisa melihat mereka berdua sebelum saya. minum kopi yang diberikan pak Pangat?”
“Sedangkan sebaliknya.. saya tidak bisa melihat arwah Kunyuk waktu ada di rumah sakit itu pak”
“Penjelasanya agak rumit mbak… itu semua tergantung dari diri mbak Tina waktu bisa melihat mereka berdua..”
“Dalam diri manusia ada energi yang terpancar. ketika dia dalam keadaan tenang apalagi sedang beribadah, energi yang terpancar itu akan kuat… dan bisa memantulkan makhluk ghaib yang ada di sekitarnya, dan akhirnya bisa kita lihat”
“Pada dasarnya mbak Tina itu kan keturunan dari penduduk yang pernah tinggal di dalam hutan, jadi secara tidak sadar mbak Tina punya kemampuan untuk melihat”
“Berbeda dengan yang diberikan oleh Solikin, dia mencoba memberikan sesuatu kepada mbak Tina agar arwah orang yang baru saja meninggal akan terus menempel di tubuh mbak Tina hingga banyak dan akhirnya mbak Tina tidak akan kuat”
“Jadi di dalam tubuh mbak Tina seharusnya sudah bisa melihat yang ghaib-ghaib, hanya saja selama ini kan belum ada pemicu untuk bisa melihat”
“Bisa jadi kopi yang diberikan Solikin itu sebagai pemicu mbak Tina agar bisa melihat hal yang ghaib”
“Jadi sekarang saya akan kembalikan dua arwah orang tua ini, dan meninggalkan disini arwah Solikin untuk kita tanya tanyai saja ya mbak”
“Iya pak, lebih baik begitu saja pak”
Pak Pangat memejamkan matanya, dia duduk bersila sambil sesekali mulutnya merapalkan sesuatu, untungnya pak Paijo itu ternyata teman dari pak Pangat.
Dan untungnya juga dokter Joko itu juga teman pak Pangat, sehingga aku dan mas Agus akan dibantunya.
Aku tidak mengira sama sekali apabila sebenarnya aku punya kemampuan untuk melihat hal ghaib.
Memang kata mbah Putriku dulu sebelum beliau meninggal, pernah bilang kalau cucu-cucunya nanti akan mewarisi tradisi dari penduduk desa itu,
Hanya saja waktu itu kan aku masih kecil, jadi aku sama sekali tidak paham dengan yang namanya hal-hal seperti itu, lagian waktu aku balita pun aku tidak pernah punya teman ghaib atau melihat ghaib atau apapun.
Tapi untuk sekali ini aku ingin meminta bantuan Kunyuk untuk memberi tahu siapa yang membunuh dan siapa yang mengancam mas Agus dan siapa komplotanya itu.
Tidak ad lima menit kemudian pak Pangat sudah membuka matanya… dia kemudian tersenyum…
“Dua arwah orang tua tadi titip salam, buat mbak Tina heheheh, mereka berdua juga minta maaf sudah menempel atau ikut dengan mbak Tina”
“Karena mereka merasa tubuh mbak Tina itu enak dan bisa dijadikan tempat mereka berdua untuk tinggal”
“Ih ngeri juga pak.. kok bisa gitu ya pak?”
“Yah itu kan karena ulah orang yang dengan sengaja membuat mbak Tina atau mas Agus seperti itu.”
“Sekarang yang ada disini tinggal Kunyuk… dan dia tidak berani mendekat ke tubuh mbak Tina setelah tadi mbakTina meminum teh pemberian saya”
“Tapi tenang saja., mbak Tina masih bis berkomunikasi dengan arwah Kunyuk, karena dia juga butuh bantuan mbak Tina dan mas Agus”
“Dia akan mendampingi mbak Tina dan mas Agus hingga yang membunuh Kunyuk sudah menerima ganjaran”
“Sekarang apa saya bisa komunikasi dengan Kunyuk pak?”
“Bisa mbak, dan saya pun bisa tau dan dengar apa yang akan Kunyuk bicarakan, berbeda dengan mas Agus dan yang lainya, mereka tidak akan bisa mendengar apa yang Kunyuk bicarakan”
“Mbak Tina sapa dulu Kunyuk dan suruh dia mendekat, bilang saja mbak Tina tidak akan berbuat jahat kepada dia”
Wah ini adalah pertama kalinya aku akan berkomunikasi dengan mahluk halus…
Dan untuk kasus ini memang aku harus bisa berkomunikasi dengan dia, agar semua bisa terkuat dengan cepat.
“Assalamualaikum Nyuk…” sapaku kepada Kunyuk
“Mendekat saja sini Nyuk.. saya tidak akan menyakiti kamu, ceritakan kepada saya dan pak Pangat apa yang terjadi dengan kamu Nyuk”
Tidak ada respon dari Kunyuk…
Dia hanya berdiri mematung di pojokan rumah pak Pangat, dia tidak berani mendekati aku.
Aku tau dia ingin bercerita kepadaku, tapi tidak tau kenapa dia masih tidak mau mendekati aku sama sekali.
“Eh coba ucapkan salam lagi mbak Tina, dia kelihatannya masih takut dengan mbak Tina, dan yakinkan dia bahwa mbak Tina akan membantu mencari pembunuhnya asalkan dia mau membantu mbak Tina juga”
“Jadi masing-masing saling bantulah. dan katakan juga bahwa sekarang mbak Agus butuh bantuanya, bukanya dia lebih dekat dengan mas Agus dari pada dengan mbak Tina., sesuai dengan cerita mbak Tina tadi”
__ADS_1