RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
268. TERNYATA PUSAKA ITU


__ADS_3

Asap atau kabut yang bergulung gulung di atas rekahan tanah ghaib itu semakin tebal…dan mulai mengeluarkan aroma bau busuk, aku nggak tau apa yang akan terjadi selanjutnya disini.


Semua orang yang ada disini hanya memperhatikan rekahan tanah yang diatasnya ada kabut tebal…


“Sebentar lagi akan ada serangan yang datang ke sini…. Setan itu telah membuka portal neraka, dan mengerahkan semua iblis-iblis bawah tanah untuk menyerang disini” gumam pak Dollah


“Kita semampunya harus bertahan dari mereka” ujar pak Diran.


Kuperhatikan lagi mbak Tina…yang masih terbujur di tanah.


Tapi .. yang kulihat saat ini sudah bukan mbak Tina lagi… wajah dia sudah berubah… bukan seperti mbak Tina yang kulihat sebelumnya.


Wajah putih bersih berbentuk Oval dan berhidung mancung, tubuhnya pun berubah menjadi lebih panjang,  eh lebih tinggi ding kalau dia berdiri.


“Bu Tugiyem.. Coba lihat mbak Tina Bu…”


“Astaga…. Mbak Tina….” kata bu Tugiyem


Semua mata sekarang memandang ke arah mbak Tina dengan heran. Kabut yang bergulung gulung di depan tidak kami hiraukan, fokus kami semua sekarang pada mbak Tina yang sudah berubah.


“Jangan-jangan pusaka ini adalah mbak Tina sendiri” kata bu Tugiyem dengan nada suara pelan


“Jangan-jangan yang seratus tahun sekali muncul adalah perwujudan dari mbak Tina sendiri” lanjut bu Tugiyem


Tidak ada yang menjawab omongan bu Tugiyem, karena dari arah sungai sekarang mulai muncul suara-suara aneh.. Suara yang lebih mirip dengan suara mendesis..mirip suara ratusan ular yang sedang mendesis.


Suara mendesis yang dan aroma bau busuk semakin tajam… aku sudah pasrah dengan keadaan yang akan terjadi disini.


Dan ternyata benar apa yang dikatakan pak Dollah..


Dari  dalam tanah yang merekah itu muncul perlahan lahan mahluk aneh yang merangkak… aku gak jelas bentuk tubuh makhluk itu, karena penerangan disini hanya berasal dari cahaya bulan yang tidak terhalang awan sama sekali.


Tidak hanya satu, namun dua, tiga, empat …. banyak sekali mahluk aneh yang keluar dari rekahan tanah ghaib itu.

__ADS_1


“Apa yang harus kita lakukan pak” tanya pak Diran panik


“Berdoa dan minta tolong kepada Allah saja pak, yang kita hadapi bukan lagi sesuatu yang bisa dilawan menggunakan ilmu yang dikuasai manusia… saya hanya bisa pasrah dan terus berdoa minta bantuan kepada Allah” jawab pak Dollah


“Pak Dollah.. Bu Tugiyem lihat  di sekeliling kita ….” kata pak Hendrik


Aku menoleh ke kiri dan kanan, ternyata ada banyak bayangan berbentuk manusia yang sedang berdiri diantara kami dan mbak Tina yang masih terbujur memejamkan mata, meskipun wajah dan postur tubuh mbak Tina sudah bukan mbak Tina yang aku kenal sebelumnya.


“Mereka penjaga tanah ini” bisik bu Tugiyem


“Mereka sedang menjaga sesuatu yang sangat berharga, yaitu mbak Tina sendiri yang merupakan penyeimbang daerah sini”  lanjut bu Tugiyem.


“Bayangan berbentuk manusia itu bertambah terus dan sebagian maju ke depan, di dekat tanah yang terbuka lebar itu” sahut pak Dollah dengan suara pelan


“Kita mendapat bala bantuan dari penghuni ghaib disini” gumam bu Tugiyem


Sementara itu makhluk yang merangkak keluar dari rekahan tanah di depan kami itu semakin banyak, mereka merayap dengan pelan mendesis.


Sik sebentar, sebenarnya bentuk dari makhluk yang keluar dari dalam tanah itu semacam manusia, tapi mereka semua merangkak, tidak berjalan menggunakan kedua kaki.


“Kalian semua mundur, itu bukan lawan kalian” kata suara yang berasal dari belakang kami


Kami menoleh ke asal suara itu berada….


Ternyata di antara mbak Tina ada beberapa orang tua yang sedang berdiri. Mereka berupa bayangan, tetapi lebih nyata dari pada yang lainya.. Aku juga mengenal beberapa dari mereka.


Semua orang terkejut, dan secara reflex kami semua mundur ke belakang posisi mereka. Tidak ada omongan apapun yang berasal dari pak Diran, pak Hendrik, bu Tugiyem, pak Dollah dan yang lainya juga.


Beberapa dari orang-orang tua yang berupa bayangan itu adalan mbah Sutinah dan mbah Sastro!..


Mereka datang kesini juga pada akhirnya.


“Mbah Sutinah.. Mbah Sastro….” gumamku

__ADS_1


Aku berusaha memegang tangan mereka untuk mencium tangannya…tapi ternyata mereka hanya bayangan saja.. Aku tidak bisa menyentuh tangan mereka sama sekali.


Mbah-mbah itu berjajar diantara mbak Tina yang masih terbujur dan memejamkan mata.


Kami semua mundur sesuai dengan apa yang dikatakan mbah Sutinah…


“Sudah cukup bantuan dari kalian, sekarang kami yang akan melindungi keturunan terakhir kami yang merupakan penyeimbang alam disini, dan kami juga yang akan melawan mereka” kata mbah Sutinah tanpa melihat ke arah kami yang ada di belakangnya


Aku nggak tau apa yang dibicarakan mbah Sutinah dengan penyeimbang alam… apakah itu mbak Tina yang mereka maksud?


Jadi pusaka itu sendiri apakah mbak Tina yang sekarang terbujur di tengah taman dengan mata yang tertutup?


Apakah yang muncul seratus tahun sekali itu adalah wujud dari perempuan yang ada di dalam tubuh mbak Tina?


Apakah Fong Solikin dan pencari pusaka itu tertipu?


Apakah mereka semua tidak tau bahwa pusaka yang mereka cari itu adalah mbak Tina sendiri yang selama ini selalu bersama aku?


Asudahlah… yang penting adalah kami harus selamat dari setan-setan yang akan menyerang kami.


Perhatianku teralihkan karena bayangan mengerikan yang ada di pinggir sungai mulai bergerak liar menuju ke arah kami, tetapi dengan sigap dapat ditahan oleh pasukan ghaib dari penduduk desa ini…


Sangar….. benturan-benturan antara pasukan ghaib dengan setan yang berasal dari dalam tanah ghaib itu menimbulkan cahaya kilat.


Aku nggak tau berapa yang binasa dan siapa yang menang, karena aku hanya bisa lihat kilatan kilatan cahaya saja tanpa ada suara apapun, mungkin kalau di alam ghaib pasti ada suara teriakan dan suara kesakitan…


Semakin banyak iblis yang merangkak keluar dari dalam tanah, semakin banyak juga bayangan pasukan yang muncul….


Tidak ada komentar dari kami.. Kami hanya takjub melihat pertempuran tanpa suara… seperti melihat film bisu saja.


“Nak Agus, sebentar lagi Fong dan suaminya akan muncul….” kata mbah Sutinah


“Kita harus melindungi nak Tina dalam keadaan begini hingga dia sadar dan kembali ke wujud nak Tina.. ketika dia sudah sadar dan kembali ke wujud nak Tina, berarti  keadaan sudan aman hingga seratus tahun kedepan” lanjut mbah Sutinah

__ADS_1


“Apabila kami kewalahan melawan Fong, tolong lindungi dan bawa pergi nak Tina sejauh mungkin, sementara mbah-mbah mu ini akan melawan Fong dan pasukannya.. “


“Bawa pergi hingga nak Tina sadar…ketika dia sudah sadar kemudian keadaan kembali normal.. Bawa kembali nak Tina ke sini, karena dia harus berada di wilayah ini selamanya”


__ADS_2