
Ah.. gak ngurus lah…
“Mbak Tina dari mana saja?” sapa mas Agus ketika aku sudah ada di sebelah tempat tidurnya
“Tina dari mana-mana mas, nanti Tina ceritakan ke mana aja Tina tadi mas”
“Eh tempat tidur sebelah itu mana pasienya mas?”
“Sssstt, jangan keras-keras mbak….”
“Sebelah itu tadi kan waktu mbak Tina sholat maghrib dibawa ke UGD karena sesak nafas… tapi kayaknya sekarang sudah meninggal mbak” bisik mas Agus.
“Oh pantesan waktu Tina lewat di Ruang administrasi ibu sebelah itu ada disana bersama dengan beberapa orang keluarganya”
“ibu itu menangis …. Tina udah ngira pasti ada apa-apa dengan mereka..”
Tidak lama kemudian pintu ruang kamar ini terbuka kemudian tertutup kembali.
ketika kulihat ternyata tempat tidur nomor dua dari ujung sudah kosong… tidak ada suster maupun ibu-ibu yang tadi sedang memasukan pakaian kedalam tas kainnya..
“Mas, Tina ada banyak Informasi buat mas Agus… jadi tolong disimak apa yang tina ceritakan mas”
“Iya mbak…”
Kuceritakan semua yang tadi kuketahui dan kualami ketika ada di kamar pak Solikin dan ketika aku akan keluar untuk membeli makan malam..
Mas Agus hanya menyimak ceritaku saja tanpa menyela. keliatannya mas Agus bingung juga dengan yang kuceritakan ini.
“Gimana mas… menurut mas Agus gimana dengan cerita Tina ini?”
“Pertama tentang Wandi yang ada di warung depan rumah sakit…kita harus yakin dulu siapa yang diincar… apakah memang saya dan mbak Tina yang memang diincar? atau bagaimana”
“Mengingat satpam yang tadi membelikan makanan itu kan tidak menyebutkan nama… meskipun saya merasa target mereka itu adalah kita”
“Tapi kita harus yakin dulu mbak… caranya mbak Tina ke warung depan rumah sakit dan iseng bertanya kepada pemilik Warung apa yang dikatakan orang orang itu semalam”
“Dan tentang yang diigaukan pak Solikin…. saya belum bisa menarik kesimpulan… kecuali kita lihat dengan mata kepala sendiri apa yang mereka kirim itu”
“Jadi untuk menarik kesimpulan berdasarkan igauan dan tentang Wandi itu harus kita perjelas dulu”
“Lalu gimana dengan ketakutanya pak Solikin waktu Tina cerita bahwa ada Wandi yang sedang makan di warung depan rumah sakit mas?”
“itu juga aneh mbak… kenapa dia merasa ketakutan ketika mbak Tina bercerita tentang Wandi?”
“Harusnya dia santai saja, karena yang jadi targetkan bukan dia mbak… meskipun dia sempat dipukul oleh orang yang kemungkinan besar adalah Burhan…. “
“Baru kemungkinan besar lho mbak… karena kan tidak ada saksi mata sama sekali, meskipun Burhan sempat masuk ke rumah pak Solikin kan mbak”
“Iya benar juga mas… jadi apa yang harus kita lakukan mas?”
“Untuk malam ini tidak ada mbak…mungkin kita nunggu dokter Joko dan dokter Hendra datang saja. tapi besok pagi ketika mbak Tina cari sarapan… usahakan mendapat informasi dari pemilik warung”
“Jadi untuk informasi yang mbak Tina dapatkan tadi itu memang berguna, tetapi kita juga harus buktikan sendiri apa yang sesungguhnya terjadi”
“Nanti kalau semua sudah mulai terungkap, baru kita lapor ke polisi”
“Eh iya mas… tadi waktu Tina masuk ke sini, di bangkiu depan ada laki-laki tua yang sedang duduk… apa mungkin itu keluarganya yang barusan meninggal?”
“Waduh.. saya nggak tau mbak… Kan antara tiap tempat tidur ada batasan gordennya, jadi ya nggak kelihatan mbak”
“Benar juga mas…. tapi yang pasti apakah memang sudah meninggal mas?”
__ADS_1
“Yang saya dengar seperti itu mbak, sudah meninggal karena serangan jantung”
Apa yang dikatakan mas Agus ini ada benarnya, karena semua yang kualami ini belum sepenuhnya benar, karena aku hanya mendengar separuh separuh saja.
Termasuk juga yang diigaukan pak Solikin, aku kan tidak tahu sepenuhnya apa yang dia sedang saksikan.
Malam ini sebaiknya aku ada disini saja sambil menunggu dokter Joko datang.
Besok paginya aku akan mencari informasi tentang orang yang makan disana.
*****
Malam semakin larut, tidak terasa sudah pukul 22.45…..
Terus terang aku ngantuk sekali untuk saat ini..
Kurebahkan diriku di tempat tidur pasien yang kosong, yang letaknya di sebelah tempat tidur mas Agus.
Mas Agus saat ini sudah terlelap.. ngoroknya keras sekali.
Ketika mataku mulai terpejam sebentar… tiba-tiba aku merasa mendengar pintu kamar ini terbuka kemudian tertutup lagi.
Aku terbangun… karena kurasa yang datang itu adalah dokter Joko…
Tapi tidak ada siapapun yang datang dan masuk ke kamar ini….
Apakah tadi aku sempat tertidur sebentar dan kemudian sempat bermimpi juga ya?
Bulu kudukku mulai berdiri….
Tapi tidak lama kemudian pintu kamar terbuka lagi….
“Selamat malam…. “sapa suara yang pernah kudengar sebelumnya
“Selamat malam… dokter Joko”
“Monggo dok… “ kupersilah ken Dokter Joko mendekati tempat Tidur mas Agus yang ternyata sekarang masih terlelap.
“Mas… bangun.. ada dokte Joko datang ini lho”
“Sudah jangan dibangunkan bu Agus.. biarkan pak Agus tidur dulu saja, itu karena pengaruh obat yang dicampurkan ke cairan infus”
“Bagaimana kabarnya pak AGus bu… kata dokter Hendra.. pak Agus jadi korban tabrak lari ya?”
“Keadaan mas AGus sudah berangsur–angsur sembuh..”
“Memang dia jadi korban tabrak lari dok… di jalan yang ke arah rumah pak Pangat itu”
“Saya tau jalan itu memang kalau malam hari sepi dan agak mengerikan…”
“Tapi sebenarnya apa yang sedang dilakukan pak Agus disana pada jam-jam itu?”
“Wah ceritanya panjang Dok… akan saya ceritakan secara singkat saja ya….”
“Tapi saya harap dokter tidak tertawa ketika mendengar cerita saya, karena cerita ini sangat aneh dan tidak masuk akal”
“Hehehe nggak masalah bu … saya ini termasuk pendengar setia kok heheheh”
Ketika aku sedang menjelaskan perihal tabrak lari itu, kemudian mas Agus tiba-tiba terbangun..mungkin dia mendengar kami yang sedang mengobrol.
“Wah ada dokter Joko” kata kata mas Agus sambil berusaha mengambil posisi untuk duduk di atas tempat tidur”
__ADS_1
“Pak Agus… jangan duduk dulu kalau susah… ini lho saya sedang mendengarkan cerita dari bu Agus tentang pak Agus yang mengalami tabrak lari” sahut Dokter Joko
“Mas… lebih baik mas Agus saja yang bercerita.. karena Tina takut apabila ada yang terlewatkan dari yang dialami mas Agus itu”
Mas Agus mulai bercerita tentang awal terjadinya tabrak lari….
Awal terjadinya tabrak lari itu harus menyertakan cerita tentang ketika ada orang-orang yang mengejarnya…
Sebab akibat dari pada mas Agus dikejar oleh orang-orang juga dia ceritakan, karena semua itu saling berhubungan.
“Apakah semua itu yang terjadi kepada kalian berdua?” tanya Dokter Joko dengan dahi berkerut
“Iya Dok.. dan semua yang saya ceritakan ini benar. Bahkan Tina pun punya cerita yang tidak kalah menegangkan ketika saya sedang rawat inap disini” kata mas Agus
“Hmmm coba bu Agus jelaskan apa yang terjadi ketika ada di rumah sakit ini… tenang saja, waktu saya disini masih bisa agak lama kok” kata dokter Joko.
Kesempatan menceritakan sesuatu yang terjadi di luar rumah sakit ini merupakan hal yang kutunggu tunggu…
Semua kuceritakan dari mulai orang yang mengintai aku hingga yang semalam itu, juga tentang kunyuk yang masuk ke dalam kamar mas Agus ini.
Tidak lupa juga tentang pak Solikin yang mengigau aneh .
Dokter Joko hanya mengangguk angguk saja ketika ku jelaskan apa yang terjadi dengan aku ketika aku sedang mencari sarapan dan makan malam.
“Huuuufff. saya sudah bisa menduga…. ketika kalian datang dulu itu, ketika dada pak Agus yang luka terbakar akibat dari ludah Pocong…. “
“Saya sudah menduga pasti akan ada kejadian yang menyertai kejadian luka di dadanya pak Agus itu”
“Saya cuma bisa kasih saran agar kalian menghubungi polisi, karena kasus ini semakin mengerucut ke arah tindak kekerasan”
“Tapi kami takut apabila polisi tidak mempercayai apa yang kami alami pak….”
“Tenang saja bu Agus… tentu saja saya akan bantu kalian untuk bertemu dengan polisi yang tepat, dan saya yakin dia akan membantu kalian”
“Karena kasus seperti ini kan merupakan kebanggaan mereka apabila mereka bisa memecahkannya dan menangkap pelakunya” kata dokter Joko lagi
“Begini saja… eh saya akan merekomendasikan pak Agus untuk tetap ada di rumah sakit ini untuk beberapa waktu”
“Dan selama itu, saya akan panggil teman saya kapolsek di sebuah kota untuk datang kesini”
“Dalam hal ini…saya merasa harus melindungi pak Agus dan bu Agus dari orang-orang yang selalu mengintai” kata dokter Joko”
“Tapi gini dok… kita kan tidak tau siapa yang sedang mereka intai itu, bisa jadi kami atau bisa jadi orang lain yang ada disini kan dok” kata mas Agus
“Memang benar pak Agus… tetapi tetap harus ada pihak kepolisian yang membantu kalian, yang saya tangkap dari penjelasan kalian berdua ini sudah menuju ke ranah kriminal…”
“Lalu bagaimana dengan pak Solikin dok”
“Maaf.. dari yang tadi ibu Agus jelaskan tentang igauan itu… saya rasa itu tidak benar-benar mengigau…”
“Meskipun saya ini dokter, tapi saya juga paham tentang alam bawah sadar ketika seseorang itu sedang bermimpi atau mengigau” kata dokter Joko
“Jadi besok pagi akan saya temui dokter yang merawat pak Agus.. dan akan saya rekomendasikan untuk tetap ada disini”
“Tapi soal biaya bagaimana Dok?… terus terang kami tidak ada biaya untuk selama ini ada disini dok” kata mas Agus
“Nanti saya yang akan atur pak.. pokoknya pagi nanti saya akan bertemu dengan dokter yang memeriksa pak Agus dulu… dan tentu saja pagi nanti saya akan telepon rekan polisi saya untuk datang kesini”
“Oh iya…. eh ini diluar masalah kalian berdua ya…”
“Eh tolong jangan takut dan jangan lari apabila ada penampakan bapak-bapak tua dengan kaos biru bergambar baterai ya…” kata dokter Joko dengan suara yang nyaris berbisik
__ADS_1
“Pokoknya jangan takut…karena dia hanya ingin berada disini sebentar sebelum dia pergi untuk selamanya”