
AGUS POV
“Tina ikut mas” kata mbak Tina yang tiba-tiba kepingin ikut ke belakang setelah aku bilang kalau aku dan pak Diran mau ke belakang
“Jangan mbak….. MbakTina dan Jiang, kalian berdua tunggu disini saja dulu ya… saya dan pak Diran mau ke belakang dulu, mau patroli di belakang dulu”
“Tadi pak Cheng dan Jiang kan tadi juga dari belakang mas, katanya tidak ada yang mengerikan di belakang sana, coba mas Agus tanya ke pak Cheng saja yang sekarang kayaknya sedang istirahat di kamar”
“Di belakang untuk saat ini tidak ada apa-apa mas Agus…. Tadi saya sama pak Cheng kan cek bagian belakang sana, tadi pak Cheng merasa curiga kalau di bagian belakang ada suruhan dari si Fong” timpal Jiang
“Iya Jiang… tapi kayaknya ini bukan masalah ghaib, tapi mungkin masalah lainnya. Kamu jaga disini bersama mbak Tina ya”
Mbak Tina akhirnya mau juga aku tinggal sebentar. Sementara aku dan pak Diran menuju ke belakang, ke area dimana kata pak Diran sedang ada sesuatu…
Aku membuka pintu kaca tebal yang menghubungkan bagian belakang dengan bangunan utama… lampu petromak taman belakang masih nyala
Beberapa pondok masih menggunakan lampu petromak yang, sementara itu sisanya sudah menggunakan lampu teplok. Heran juga yang masih menggunakan lampu Petromak… mereka bisa tahan dengan cahayanya yang menyilaukan.
Pak Diran berjalan di depanku dengan perlahan-lahan, aku mengikuti dari belakang dengan perlahan juga, aku sampai disini belum tau apa yang akan terjadi dengan bagian belakang hotel ini.
Ketika kami sudah dekat dengan pagar belakang yang memisahkan bagian hotel dengan bagian sungai, pak Diran berhenti sejenak, dia memperhatikan pintu pagar yang keadaanya sedikit terbuka.
“Pak cheng dan Jiang tidak mungkin membiarkan pintu pagar ini terbuka seperti ini pak Agus… mereka tadi pasi sudah menutupnya ketika mereka masuk ke area hotel lagi”
“Bearti tadi setelah pak Cheng dan Jiang dari belakang, ada orang lain lagi yang menuju ke sana pak Agus”
“Dan saya harus segera mencari siapa yang ada di belakang sana itu, karena sangat berbahaya sekali kalau ada orang yang malam malam gini ada di luar sana”
“Sekarang kita harus ke mana pak Diran?”
“Ikuti saya saja pak… perhatikan semua arah pak… jangan sampai kita kecolongan dengan demit yang ada disini “ bisik pak Diran
Pak Diran menuju ke kiri.. Ke arah pohon beringin, kami berjalan mengendap endap sampai di samping pohon beringin pak diran jongkok…aku pun mengikuti pak Diran untuk jongkok…
Pak Diran melihat sekeliling pinggiran sungai…. Ternyata tidak ada apa-apa di depan kami.
Keadaan disini memang gelap.. Tapi sinar bulan tanpa awan itu bisa memantulkan cahaya ke segala arah sehingga samar-samar aku masih bisa melihat sekeliling meskipun tidak begitu jauh.
“Di sisi sini tidak ada apa-apa pak Agus…. Kita ke sisi lainya saja.. Saya yakin ada yang nggak semestinya disana pak” bisik pak Diran
“Ya ayo pak Diran… saya kan hanya mengikuti pak Diran saja… kemana pak Diran melangkah saya akan ikut”
Perlahan lahan aku dan pak Diran pindah posisi ke sisi kanan dari hotel… disanapun keadaanya gelap…
Kami berjalan pelan dan merunduk, kami melewati pintu pagar hotel yang membatasi wilayah sungai dan hotel. Ketika aku dan pak Diran sudah ada di wilayah yang gelap, pak Diran menghentikan langkahnya.
Telunjuknya menempel di mulutnya, tandanya kita jangan bersuara…kemudian dia menunjuk ke arah area yang gelap… area yang berpasir putih dan dekat dengan bibir sungai.
Samar-samar aku melihat dua orang… satu orang sedang berdiri, satu orang sedang jongkok.
Orang yang berposisi jongkok itu menempelkan kepalanya di sekitar pinggul orang yang berdiri.. Kepala itu bergerak maju mundur. Sementara orang yang berdiri memegang kepala orang yang jongkok dan menggoyangkan kepala orang yang jongkok itu maju mundur.
Siluaet orang yang sedang jongkok sambil mengemoet dan memegang batang milik yang diemoet itu terus memaju mundurkan kepalanya….
“Waduuuhhh ada yang lagi indehoi kayaknya pak heheheheh” bisikku
“Apa gak di tegur dulu pak?”
__ADS_1
“Sik sebentar pak Agus…. Jarang jarang saya lihat live laki dan perempuan kayak gini pak… kita tunggu hingga mereka melakukan hubungan badan dulu saja, baru kemudian kita gerebek mereka”
“Pasti sebentar lagi mereka akan ganti posisi untuk melakukan hubungan badan pak heheheh” bisik pak Diran
“Pak Diran… tapi gimana dengan ghaib yang ada disini?”
“Banyak pak Agus…. Banyak yang malah menyuruh mereka untuk meneruskan.. Coba pak Agus lihat di sekeliling mereka berdua…banyak yang bertepuk tangan dan tertawa tawa pak heheheh, tapi yang dari seberang sungai belum kelihatan sama sekali”
Benar juga setelah adegan mengemoet… akhirnya yang tadi jongkok yang pasti yang perempuan dan sedang mengemoet tadi itu berdiri…
Kini bayangan atau siluet mereka berdua dalam posisi berdiri dan berhadapan…mereka berciuman… heheheh yang perempuan kok rata gitu ya.. Kalah sama punya mbak Tina yang luar biasa dan asli bukan bikinan dan suntikan heheheh
Tapi memang selera orang itu berbeda beda, mungkin cowoknya lebih suka yang dadanya rata dan macam tomboy gitu, karena siluet yang ada di depanku itu ..eh yang perempuan itu kayaknya berambut pendek.
Mereka berdua berciuman dengan nikmatnya… aku dan pak Diran masih menikmati aktivitas laki-laki dan perempuan yang sedang dalam keadaan penuh dengan nafsu bhirahi itu hihihi.
Tapi tidak lama kemudian yang laki-laki berubah posisi, yang laki-laki itu kemudian jongkok… dia jongkok perlahan lahan dan kemudian lhhoooooooooo
“Pak.. ada yang gak beres ini……”
“Iya mas… Kok yang laki juga jongkok dan sekarang ngemoet juga kayak tadi ya pak Agus?...malah sekarang kepala yang kita anggap laki-lakinya itu goyang-goyang maju mundur juga pak”
“Juangkrek pak… asyuuuu iku kaum humu pak jancoooooek!” bisikku agak keras
“jangkreeeeek jijik pak.. Ayo kita obrak abrik pak!”
Pak Diran langsung berdiri dan lari menuju ke siluet dua orang yang sedang melakukan sesuatu yang mengerikan itu. Sebenarnya gak mengerikan sih.. Dan semoga apa yang tadi aku lihat itu salah heheheh”
“HEH… APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA!” teriak pak Diran dengan setengah berlari dan menyalakan senternya yang dari tadi dia pegang”
Laki-laki yang berpotongan cepak dengan tubuh gempal dan atletis macam orang-orang yang ada di fitnes an dan seorang mas mas yang berpotongan ala boyband dengan tubuh yang tidak atletis..lebih mudahnya kurus… mereka dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali.
Dan yang mengerikan rudal mereka berdua sedang dalam keadaan siap tembak heheheheh.
“HEH.. APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI… INI BUKAN TEMPAT UNTUK BEGITUAN!” tegur pak Diran
“CEPAT GUNAKAN PAKAIAN KALIAN DAN MASUK KE KAMAR ATAU KALIAN AKAN MENERIMA KEMARAHAN DARI MAKHLUK GHAIB PENUNGGU HUTAN INI”
“KALAU MAU BEGITUAN DI KAMAR SANA!.. JANGAN DISINI!”
Kedua mas mas dan laki laki itu memakai pakaian mereka.. Rudal mereka berdua yang sudah siap untuk moncrot itu lemas lagi.. Mereka kemudian bersungut sungut masuk kembali ke kamarnya.
*****
“Yah itulah resiko memiliki penginapan macam ini pak, berbagai macam golongan orang akan menginap dan melakukan hal-hal yang tentunya di luar akal pikiran kita” jelas pak Diran di dalam ruang utama
Aku, mbak Tina, pak Cheng dan Jiang mendengarkan penjelasan dari pak Diran, ternyata pak Diran itu sebelumnya juga menjadi penjaga keamanan penginapan juga.
“Saya memang spesialis untuk menjaga keamanan hotel atau penginapan, jadi saya juga sudah terbiasa berhadapan dengan tamu yang cukup aneh juga… dan ini resiko dari hotel”
“Pernah saya melerai seorang istri yang datang karena tau suaminya sedang indehoy bersama wanita idaman lainya, istri dari laki-laki itu ngamuk luar biasa, dan membanting apapun yang ada di dalam kamar”
“Untungnya saya bisa meredam emosi istri dari laki-laki yang selingkuh itu setelah saya telepon pihak yang berwajib untuk datang”
“Jadi sebuah penginapan itu akan berubah menjadi ber aura jelek apabila kemasukan tamu-tamu yang macam begituan.. Dan secara perlahan lahan penginapan itu akan sepi..”
“Dan itu semua tidak bisa dihindari, karena kita tidak tau tamu macam apa yang datang ke penginapan itu”
__ADS_1
“Kadang karena tamu-tamu yang seperti itu mengakibatkan datangnya ghaib-ghaib jahat juga… dan banyak dari pemilik hotel yang melakukan upaya ritual dengan mendatangkan orang pintar atau paranormal ke hotel mereka”
“Tetapi jangan salah.. Mendatangkan orang pintar untuk melakukan pemagaran instan itu juga ada segi buruknya, karena mereka juga melibatkan mahluk halus juga…dan tentu saja mahluk halus yang bertugas sebagai pemagaran itu juga mempunyai masa tugas”
“Selesai masa tugasnya, mereka akan pergi dari sana atau bisa juga malah menghantui penginapan untuk meminta tumbal atau sejenisnya”
“Tapi yang disini… saya yakin yang disini berbeda.. Bukan pemagaran instan yang ada.. Tetapi hhmm bagimana bu Tina…. Saya rasa bu Tina lebih tau tentang daerah ini”.
Pak Diran berusaha menjelaskan kepada kami tentang apa yang selama ini dia lakukan, dia juga bisa merasakan bahwa semua yang ada disini ada hubunganya dengan mbak Tina.
Dia juga bisa menebak kalau pak Cheng dan jiang bukan berasal dari alam ini, dia juga bisa tau kalau di seberang sungai ada pemukiman yang ingin menyerang daerah ini.
“Tetapi saya tegaskan.. Saya tidak mau ikut campur dengan urusan kalian, saya hanya penjaga hotel ini saja, jadi apa yang terjadi dengan kalian dengan yang ada di seberang sana itu adalah masalah kalian”
“Hanya saja apabila ada yang berusaha menyerang hotel ini, maka saya akan melakukan pengamanan… “ kata pak Diran
“Iya pak Diran. Kami memahami keadaan kami…dan masalah kami dengan yang ada di seberang itu adalah urusan kami sendiri. Dan harus kami selesaikan antara kami juga” jawab mas Agus
Malam bergulir ke arah pagi hari…pak Diran dari tadi sudah kembali ke posnya dan menyalakan radio kecil kesayangannya yang memperdengarkan lagu campursari.
Aku dan ketiga temanku masih ada di ruang utama, duduk di sofa ruang resepsionis.
“Benar apa yang tadi dikatakan pak Diran Gus” kata pak Cheng
“Urusan kita ini jangan sampai melebar ke orang lain macam pak Diran itu. Urusan kita dengan Fong adalah tanggung jawab kita bersama”
“Yang saya heran, kenapa sampai sekarang belum ada serangan dari Fong dan pasukanya. Dan kenapa mayat pak Pangat belum juga menampakan diri.. Saya rasa mereka sedang menyusun rencana untuk menyerang tempat ini” gumam pak Cheng
“Tapi tidak pak… tadi Tina kan sempat tidur sebentar… dan Tina sempat mimpi didatangi leluhur Tina…kata mereka fong tidak akan lama lagi akan menyerang tamu hotel dulu”
“Itu yang dikatakan oleh leluhur tina pak”
“Siapa yang bilang itu mbak Tina.. Sutinah kah?”
“Bukan pak, tetapi leluhur Tina yang lainnya, yang lebih tua dari mbah Sutinah, Tina tidak tau siapa itu”
“Ya sudah mbak Tina… bearti kita harus tetap waspada, meskipun kita tidak tau kapan itu akan terjadinya”
“Eh Gus.. ada baiknya kamu ceritakan kepada pak Diran.. Agar dia juga waspada” kata pak Cheng
“Nanti akan saya omongkan ke pak Diran pak”
Hotel ini tidak akan pernah sepi, karena team marketing dari biro perjalanan tetap akan memasarkan hotel ini hingga ke manca negara.
Dan hal ini tentu saja sangat menakutkan bagi kami, karena yang kami jaga bukan hanya diri kami sendiri, tetapi juga tamu-tamu hotel yang akan saling berganti tiap harinya.
Dan sayangnya aku tidak bisa bercerita kepada pak Jay tentang keadaan kami dan apa yang akan terjadi disini, karena tentu saja itu bukan masalah dari hotel dan pak jay.
Tetapi masalah kami , dan masalah itu mengharuskan kami menjaga hotel ini, karena Fong memang punya rencana untuk melakukan sesuatu dengan tempat ini.
Dan satu lagi yang bikin miris… paranormal pak Jay yang bernama pak Watuadem.. Dia melaporkan hal yang mengerikan bahwa keadaan disini aman damai sentausa.. Tidak ada yang namanya pengganggu berbentuk ghaib disini
*****
Maaf saya baru bisa update hari ini, karena saya masih sibuk membersihkan rumah dari keadaan banjir beberapa hari lalu, jadi mohon maaf sekali lagi
Salam hormat mbak Bashi
__ADS_1