RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
189.GAGAL


__ADS_3

Hmm tempat ini lama lama malah mirip dengan kota terlarang, tidak ada yang boleh masuk ke dalamnya kecuali yang berkepentingan.


Tapi untungnya aku dan mas Agus bisa masuk ke dalamnya. Dan nanti di dalam sana aku akan melakukan sesuatu lagi. Hanya saja untuk melakukan sesuatu itu aku juga harus berpikir tentang baik buruknya juga


“Kek… apa kakek bahagia kita bisa masuk ke sana?”


“tentu saja bahagia nek… memangnya kenapa nenek kok bilang seperti itu?


“Ya gak papa kan kek, nenek kan cuman tanya saja, memangnya salah kalau nenek tanya ke kakek, atau jangan-jangan kakek pernah ke sini bersama Widuri juga!”


“Jelas nggak pernah lah nek, ngapain juga kakek kesini bawa Widuri segala… apa kakek mau cari masalah kesini dengan  Widuri?”


“Sudah- sudah, jangan ribut saja…. Jangan buat keributan di dalam sana, kakek dan nenek ini sudah diperbolehkan masuk ke kawasan terlarang, jadi gunakan kesempatan ini sebaik mungkin” kata Rita


Ketika aku dan mas Agus sedang ribut, ternyata pintu gerbang dari kayu itu sudah terbuka, dari sini aku bisa melihat keadaan bagian dalam istana kecil ini.


Dari luar sini yang terlihat adalah sebuah bagian dalam yang seperti sebuah taman, tapi aku belum bisa melihat bagian samping kiri kanan dan belakangnya


Aku menunggu hingga Rita mempersilahkan kami berdua untuk masuk ke dalamnya.


“Tunggu hingga penjaga istana ini menyuruh kita untuk masuk ya nek kek”


“Dan nanti bukan saya yang akan antar kakek dan nenek ke sana, melainkan pengurus dari istana ini yang akan mengajak kakek dan nenek untuk berkeliling”


“Jadi nanti saya dan istri saya saja yang masuk ke dalam, nak Rita nunggu kami disini?” tanya mas Agus


“Betul kek, saya akan tunggu kalian di bangku taman itu, setelah ini kalian akan diantar masuk ke dalam oleh pengurus istana ini”


Tidak lama kemudian dari dalam pintu gerbangg yang dibuka, muncul seorang perempuan berwajah tionghoa yang  kemudian mendatangi kami bertiga.


Perempuan itu berbicara dalam bahasa mandarin kepada Rita, aku dan mas Agus jelas tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan, tetapi yang pasti mereka bicara sambil tersenyum.


Kemudian perempuan yang belum memperkenalkan diri itu mengajak aku dan mas Agus untuk mengikutinya.


“Oh iya… panggil saya Lili saja… saya adalah yang mengurus administrasi bagian dalam  hunian ini. Kakek dan nenek ini mendapat pengecualian untuk bisa masuk ke dalam sini”


“Tidak banyak orang yang bisa masuk ke sini, kecuali teman atau rekan bisnis dari pemilik ini”


“Sedangkan untuk kakek dan nenek ini kami bisa masukan karena ingin memberi kesempatan untuk bernostalgia” kata Lili


Lili ada di depan kami berdua, dia berjalan pelan untuk menyeimbangkan dengan cara berjalan kami berdua yang sudah mbah mbah.


Beberapa kali Lili keliatan tidak sabar ketika aku dan mas Agus harus melintas anak tangga yang yang landai untuk masuk ke bagian dalam hunian ini.


Setelah melintasi anak tangga, akhirnya aku dan mas Agus ada di bagian dalam dari pintu gerbang.


Apa yang aku lihat benar-benar menakjubkan.. Kami ada di sebuah taman dengan satu pohon yang rindang di tengahnya, aku tidak tau nama pohon itu, tetapi ranting pohon dan daun pohon itu menyerupai payung.


Di sisi pinggir sebelah kiri  taman ada sebuah kolam ikan yang tidak terlalu besar, tetapi dengan adanya kolam ikan itu membuat suasana taman semakin indah.


Di sisi depan, kiri, dan kanan adalah sebuah bangunan berarsitektur china dengan teras di tiap depan bangunan itu, sedangkan di sebelah  bangunan yang ada di depanku, ada jalan setapak yang sangat indah, karena di sisi kiri dan kanan  ditumbuhi tanaman dengan bunga yang warna warni.


Sedangkan di belakang sebelah kiri kami kelliatanya adalah tempat petugas keamanan.. Karena disana ada beberapa petugas keamanan yang berpakaian mencolok.


“Ini adalah bagian yang bisa dimasuki oleh tamu yang datang kesini, di sebelah kiri adalah ruang tamu, yang biasanya digunakan untuk menerima tamu, sedangkan bagian kanan adalah bangunan yang didalamnya ada beberapa kamar”


“Bangunan itu digunakan bagi tamu yang akan menginap disini…. Sedangkan yang di depan kakek dan nenek itu adalah ruang kerja pemilik area ini, termasuk tempat saya bekerja juga disana”


“Kalau jalan setapak itu menuju ke mana nak Lili?”


“Itu menuju ke tempat tinggal  pemilik disini nek..tidak ada yang boleh masuk ke sana, kecuali pegawai disini atau yang bagian bersih-bersih disini” jawab perempuan yang dipanggil Lili itu”


Aku sedang berpikir untuk melakukan rencana keduaku… aku akan pura-pura pingsan akibat dari sakit jantung yang kumat.


Tetapi aku ragu… apakah di alam ini juga mengenal adanya kematian, karena aku akan pura-pura pingsan, dan aku akan bicara dengan mas Agus dengan kata-kata terakhir seperti orang yang mau meninggal.


Hanya saja aku masih ragu… apa mereka mengenal kematian seperti di alam kami hihihihi, atau aku pura-pura pingsan saja karena rasa bahagiaku yang mengakibatkan kerja jantungku semakin kencang.

__ADS_1


“Saya sangat bahagia sekalli nak Lili…. Saya tidak menyangka bahwa setelah puluhan tahun bisa ke sini lagi bersama suami saya yang saya cintai  ini”


“Ugh… s..saya b..bahagia sekalii,.. K..kek… j..jantung nenek ..s…sakiiiitt!” kataku sambil memegang dada sebelah kiriku.


“Nek… nek…. Jangan nakut nakutin kakek kayak gini…..” panggik mas Agus yang pura-pura panik


Aku tertunduk… dan kemudian terduduk…. Setelah itu aku jatuh telentang di dekat taman di mana aku dan mas Agus sedang berdiri.


Aku melihat lili dari  sudut mataku….


Dia tidak berbuat apa-apa, dia hanya melihatku dengan tatapan sinis… tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sama sekali.


Di hanya berjalan menuju ke tempat petugas keamanan berada, kemudian dia berbicara dalam bahasa china yang aku dan mas Agus tidak memahaminya.


Tidak ada yang bereaksi dengan keadaanku, aku masih telentang di tempatku berdiri tadi.


Sementara itu mas Agus atau kakek Sastro berjalan menuju ke ruangan para petugas keamanan berada… kayaknya dia sedang berusaha mengetuk pintu hati petugas itu agar aku ditaruh di salah satu kamar yang ada disini.


Tetapi ternyata dugaanku salah.


“Tidak bisa kek…. Kalian bukan tamu yang harus tinggal disini atau tamu dari pemilik istana ini… kalian hanya orang luar yang atas belas kasihan saya, kalian bisa masuk ke sini” kata Lili dengan nada yang sinus


“Jadi lebih baik tunggu petugas kesehatan yang akan membawa istri kakek keluar dari sini”


*****


Sungguh tidak sesuai dengan rencana….


Ternyata untuk masuk ke sana tidak semudah yang dibayangkan.


Aku sekarang ada  di taman luar dari istana… aku ada di bawah pohon bersama dengan dua orang tenaga medis yang tadi menandu aku  ke luar.


Aku sekarang bersama Rita dan mas Agus…. Dan ada juga beberapa wisatawan yang melihat keadaanku.


Kejam juga Lili memperlakukan aku seperti ini heheheh.. Tapi ini kan baru permulaan saja.


“Rita untuk saat ini nenek ini tidak apa-apa, tadi mungkin ada serangan jantung ketika dia merasa sangat bahagia akibat bisa masuk ke sana…” kata petugas kesehatan yang ada di sebelahku


“Sebaiknya nenek ini kita suruh pulang saja, naikan taksi dana beri dia ongkos, jangan sampai nenek ini… ah sudahlah, pokoknya lebih baik kita pulangkan saja” kata petugas kesehatan yang ada di sebelahku


“Iya… benar nek…lebih baik nenek pulang saja daripada nanti……”


“Dari pada apa nak Rita?” tanya mas Agus


“Ehngg gak papa kek..gak ada apa-apa, tadi saya hanya mau bilang  daripada kemalaman disini, ini kan sudah sore… jadi kalau menjelang petang, tidak boleh ada wisatawan yang ada disini” jawab Rita


“Kalau seumpama istri saya tidak bisa jalan keluar bagaimana nak Rita?”


“Ya harus bisa kek….pokoknya harus bisa keluar dari sini sebelum petang…. Disini memang aturannya seperti itu kek,dan tidak boleh ada yang melanggar, atau …..”


“Atau apa nak Rita?” tanya mas Agus lagi


“Eh atau akan ditahan… ya akan ditahan sebagai pencuri kek….” wajah Rita berbicara seperti itu dengan penuh keraguan


Aku tau ada yang sedang disembunyikan oleh Rita dan petugas keamanan ini. Aku tau ada suatu rahasia disini yang mengerikan sehingga tidak boleh ada orang lain yang ada disini apabila malam hari.


Untuk kali ini lebih baik aku dan mas Agus menuruti apa yang dikatakan Rita dulu, baru kedatangan berikutnya aku harus bisa tinggal disini semalam saja.


Yang aku sampai detik ini heran, dimana si Inggrid, kenapa dia tidak ada disini. Posisi area ini kan ada di pinggir sungai, seharusnya makam inggrid kan ada disini juga.


Nanti saja akan aku bahas dengan mas Agus… yang penting kami untuk saat ini harus pergi dari sini secepatnya.


“Nak Rita,bantu nenek untuk berdiri… nenek rasa untuk saat ini nenek harus pulang nak… kalau besok nenek dan kakek kesini apa diperbolehkan? Karena kami berdua belum selesai bernostalgia disini”


“Iya nek.. Tidak masalah kalau besok nenek ke sini lagi, besok bilang saja ke petugas yang ada di depan, bilang aja mau bertemu dengan saya nek”


“Nanti mereka akan memanggil saya”

__ADS_1


*****


Di dalam mobil pak Pangat.


Kenapa kami kok bisa bisanya ada di dalam mobil pak pangat?


Karena ketika kami ada di luar untuk mencari taksi, ternyata di luar… di tempat waktu kemarin pak Pangat kesini  ada pak pangat yang sedang menunggu kami keluar.


Dan  ternyata pak Pangat tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga, karena hari sudah siang menjelang sore.


Sebuah alasan yang mengada ada… hanya karena hari yang sudah siang menjelang sore saja sampai tidak memperbolehkan orang lain untuk masuk ke sini.


Menurutku ada yang aneh disini, ada yang ditutup tutupi disini sehingga orang lain tidak diperbolehkan masuk ke sini waktu siang hari menjelang sore.


“Kalian berdua sangat nekat datang kesini berdua tanpa ada saya” kata pak Pangat dengan nada marah


“Kalau menunggu sampean datang, bisa-bisa kami tidak akan boleh masuk, karena kesiangan pak. Coba lihat pak Pangat apa diperbolehkan masuk ke sana?”


“Jelas tidak boleh kan pak, dengan alasan sudah terlalu siang kan pak… nah maka dari itu dari pada waktu kami terbuang dengan sia-sia, ada baiknya kami ke sana berdua saja” kata mas Agus


“Iya betul katamu mas… tapi disana itu bahaya, apabila ada sesuatu yang terjadi, pastinya kalian tidak akan bisa keluar dari sana dengan selamat….dan saya ini yang bertanggung jawab atas nyawa kalian berdua”


“Tolong beritahu saya apabila kalian akan menuju ke sana lagi. Paling tidak saya juga akan ada disana dan mengawasi kalian berdua”


“Tapi untuk saat ini sepertinya bapak jangan mengenal kami dulu pak. Karena kami berdua ada disini untuk bernostalgia,  jadi pak Pangat datang ke sana tidak bersama kami” kata mas Agus


“Besok kami akan kesana lagi pa


k, pagi hari kami akan ke sana naik taksi,  dan bapak kalau mau kesana lebih baik pagi juga… tapi bapak harus pastikan tujuan bapak ke sana untuk apa” kata mas Agus lagi


“Atau gini aja mas Agus…. Kita masuknya berbarengan, tetapi tidak saling kenal, TIna dan mas Agus naik taksi, sedangkan pak Pangat naik mobil sendiri, tujuannya agar pak pangat bisa mengawasi sekeliling dan tau siapa saja yang bersama dengan kita mas”


Mas Agus bercerita kepada pak pangat, siapa saja yang kami temui disana, serta adanya Lili yang mencurigakan dan Rita yang bertindak sebagai guide kami .


Serta apa saja yang kami lakukan hingga kami bisa masuk ke istana dengan mudah…. Kemudian hingga aku pura-pura pingsan akibat sakitku yang kumat.


“Kalian berdua tidak bertemu dengan Inggrid?”


“Nggak ada pak… disana tidak ada Inggrid atau pengawal Inggrid yang ada di kuburan itu… di sana situasinya berbeda. Tetapi ada yang agak neh disana”


“Rita guide kami bilang, kalau bertemu dengan pemimpin disana, jangan tanya tanya tentang nama mereka, anaknya atau keturunannya”


“Kenapa memangnya mas?” tanya pak Pangat


“Saya tidak tau pak… kami tidak tanya kenapanya, pokoknya tidak boleh ya sudah tidak boleh…. Kami ini sebagai orang tua yang tidak mau susah pak…”


“Sudah sifat orang sepuh yang tidak akan menanyakan apapun tentang rahasia apapun, karena orang yang sudah tua biasanya menerima apa adanya”


“Hmm iya…saya paham sifat dan tingkah laku orang yang sudah tua…. Jadi besok pagi kalian akan ke sana lagi?”


“Iya pak, karena tadi kami gagal… besok mungkin kami punya rencana untuk bermalam disana, hanya saja kami masih berpikir bagaimana caranya agar kami bisa


 ada disana dan tinggal disana”


“Karena kayaknya ada sebuah rahasia tentang apa yang terjadi disana pada malam hari pak”


“Ya sudah… saya akan ngikut apa yang kalian rencanakan… pokoknya sesampai di rumah kita harus buat rencana agar kita atau kalian berdua bisa bermalam disana”


*******


Mohon maaf sekali lagi… keadaan saya yang belum sepenuhnya normal dari vertigo memaksa saya untuk terlambat menulis dan memberikan update cerita kepada para pembaca…


Jadi apabila besok saya masih belum fit.. Masih nggeliyeng dan muter muter… bisa saja saya terlambat lagi memberikan update kepada para pembaca.


Salam hormat


Mbak bashi

__ADS_1


__ADS_2