
Sakiiiit….sakit sekali, kedua tangan Inggrid semakin keras mencengkeram leherku!
Aku tidak bisa bernafas, dadaku seperti akan meledak…. Semakin aku bergerak meronta ronta, semakin erat tangan Inggrid mencekik leherku…!
Suara mas Agus pun semakin lama semakin hilang…..tidak terdengar sama sekali!,
Rasanya berat sekali, aku tidak bisa menggerakan tubuhku… aku tidak bisa merasakan indera peraba menyentuh kursi yang ada di ruang tamu.
Aku tidak bisa merasakan tubuhku yang sedang menyender di kursi ruang tamu, rasanya seperti mati rasa, aku tidak bisa merasakan seluruh otot tubuhku lagi!
Semakin lama Inggrid mencekik leherku, semakin aku merasa semakin ringan dan semakin tidak merasa kesakitan lagi. Aku sudah tidak merasakan apa-apa selain ringan dan melayang.
Inggrid tersenyum menyeringai di depanku…
Tubuhku ada di kursi, sedangkan mas Agus sedang berusaha membangunkan aku.. Dia menggoyang goyangkan tubuhku agar aku bangun…
Apa saat ini aku mati?
“Kamu sudah mati Tina… ternyata mudah sekali membunuh kamu… hanya dengan memasuki alam mimpimu dan mencekik kamu.. Eeee kamu mati juga”
Aku tidak menggubris apa yang dikatakan Inggrid, aku bingung dengan keadaanku yang sekarang sangat ringan,, bahkan aku melayang beberapa sentimeter dari lantai rumah.
Aku belum bisa menyeimbangkan tubuhku, ketika aku akan berjalan mendekati mas Agus, aku malah terjatuh… tapi aku tidak terjatuh menyentuh tanah, aku terjatuh dan melayang!
Apa begini ini rasanya mati, tapi kenapa aku ada di rumah ini, bukanya kalau di ajaran agamaku orang yang mati itu akan menuju alam damai yang bernama alam barzah, bukanya ada disini.
Tapi kenapa aku masih ada di rumah ini, aku harusnya sudah tidak ada disini lagi…. Berarti saat ini aku belum waktunya mati!..
“Apa maumu Nggrid?”
“Hihihi ikutlah bersamaku Tina, kamu sudah mati!…. Rohmu tidak akan kemana mana, rohmu sudah diikat. Kamu bukan milik Tuhan… kamu milikku hahahahah!”
“Kamu akan Inggrid tempatkan di istanaku yang mewah, kamu akan senang berada disana… sekarang tinggal katakan ya ya ya saja hahahaha!”
Bangsth… ternyata Inggrid ini setan.. Dia bukan arwah dari manusia yang mati disini….
Dia ini setan penguasa daerah sini, dan kata leluhurku dia juga punya orang tua yang ada di istananya…. Dan sekarang dia menunggu aku aku berkata Iya sebagai kesanggupanku untuk dibawa ke tempat tinggalnya.
Aku yakin aku belum mati, kalau aku mati, harusnya aku tidak ada disini, Tuhan melalui malaikatnya akan membawku ke alam barzah.
Aku belum mati, ini pasti tipu daya setan!….aku harus kembali ke ragaku lagi, aku belum waktunya mati!.
“Hehehe kamu yakin mau bawa aku ke tempatmu Nggrid, aku ini belum waktunya mati. Jadi aku tidak akan bisa kamu bawa ke mana-mana!”
“Sebentar lagi aku akan kembali ke ragaku Nggrid hahahah, kamu pergi saja dari aku”
“Tidak bisa Tina… arwahmu sudah dikunci hahahahah”
“Nggak Nggrid.. Aku masih hidup, dan aku akan bakar istanamu termasuk kedua orang tuamu yang dengan teganya menjadikan anaknya layaknya setan seperti kamu hahahaha”
“Kamu memang pandai memanipulasi manusia baik di alam sadar maupun alam bawah sadar Nggrid, tapi sekarang aku sudah tau siapa kamu dan kedua orang tua mu yang dengan sengaja menggunakan anak perempuanya sebagai suruhanya atau babunya hehehe
Terus terang aku nekat dengan berkata seperti itu kepada Inggrid, aku tau ini semua hanya tipu dayanya dia dengan memasuki pikiranku.
Aku tau aku belum mati, aku hanya bermimpi dan hebatnya Inggrid sekarang menguasai mimpiku, seolah olah aku sedang mati.
“Anjeeeeng!... jangan sebut orang tuaku lagi.. Atau…atau.. Atau mereka akan datang untuk…”
“Untuk apa.. Kamu dan kedua orang tuamu itu setan, dan kamu tidak pernah hidup menjadi manusia…,Tina sudah tau semua tentang kamu, dan sekarang kamu yang akan menerima akibatnya, tunggu saja hingga leluhurku akan datang kesini sekarang juga”
Selesai aku berkata seperti itu, di tiba-tiba ada beberapa orang dengan pakaian hitam-hitam yang muncul..
Aku tau mereka adalah suruhan dari mbah-mbahku….
Inggrid melihat beberapa orang berpakaian hitam ini dengan wajah ketakutan, tidak lama kemudian dia hilang begitu saja.
Bertepatan dengan hilangnya Inggrid, tiba-tiba aku berada di sebuah lorong yang bercahaya temaram… seperti di sebuah selasar atau lorong sebuah bangunan…
Lorong ini tidak bersih,, banyak kotoran dan benda-benda yang berserakan di lantai lorong…
Kuperhatikan dengan teliti bentuk dari lorong ini, meskipun cahaya lampu disini temaram, tapi aku masih bisa melihat dengan jelas dimana aku saat ini berada.
Kupastikan… aku saat ini ada di sebuah rumah sakit!.. Rumah sakit yang terbengkalai!
Ini lorong rumah sakit!....
__ADS_1
Tapi kenapa aku ada disini?, kenapa aku ada di dalam lorong rumah sakit?
Aku yakin aku sekarang sedang ada di sebuah rumah sakit, karena di kiri dan kanan lorong yang bercahaya temaram ini banyak terdapat pintu.
Sementara itu beberapa orang yang berpakaian hitam itu sudah tidak ada bersamaku, mereka hilang bersamaan dengan hilangnya Inggrid.
Aku kini sendirian di sebuah lorong… lorong rumah sakit!
Kutoleh ke belakang…gelap, hanya gelap yang mengerikan saja, tetapi sejauh aku memandang di depan, adalah lorong yang ujungnya adalah sebuah pintu.
Aku yakin sedang ada di dalam permainan Inggrid, aku nggak tau apa yang sedang dia maui. Tapi aku merasa aku akan kembali ke tubuhku ketika aku selesai dengan permainan Inggrid ini.
“Sudahlah Nggrid… jangan kamu permainkan aku terus menerus, kamu tau kamu akan kalah sebentar lagi Nggrid hahaha!”
Suaraku bergema….
Tidak ada jawaban dari Inggrid…
Keadaan lorong ini sunyi sepi… tidak ada aktivitas apapun… kecuali….
Kecuali bunyi…
Bunyi sebuah mesin.. Bukan mesin… Ini bunyi nafas.. Sebuah nafas yang teratur…
Bukan… ini bukan hanya suara nafas, tapi bunyi sebuah mesin dan suara nafas, suara mesin dan nafas itu saling berkaitan.
Ssssst tek….sssssst tek….sssssst tek…… terus begitu suaranya dan tidak berhenti sama sekali
Tiap ada suara tarikan nafas, selalu diiringi oleh suara sebuah mesin…aku gak tau suara apa itu, yang pasti suara itu mengerikan di telingaku…
Aku terpaku di tempatku berdiri…..
Aku tau selama hidupku aku paling takut dengan yang namanya ruang ICU di sebuah rumah sakit, kerana di dalam ruangan itu juga ada suara-suara mesin yang bagiku sangat menakutkan.
Hanya di rumah sakit kota ketika aku bersama mas Agus itu aku merasa tidak ketakutan sama sekali….
Tapi disini, aku sendirian….aku tau ini adalah permainan Inggrid… tapi ini mulai menakutkan!
Aku tidak takut dengan berbagai makhluk halus yang berseliweran, tetapi… tetapi dengan hal yang sepele seperti ini ketakutanku mulai memuncak
“Aku akan selesaikan permainanmu Inggrid!...dan kamu akan kalah!” teriakku di lorong yang menghasilkan gema ini
Aku harus jalan ke depan sana….
Anehnya sekarang kakiku bisa menapak lantai lorong rumah sakit, beda dengan tadi ketika aku ada di ruang tamu rumah penggergajian.
Aku berjalan pelan… langkah kakiku yang sangat pelan ini tetap saja menimbulkan suara tapak kaki… sepelan apapun aku melangkah….tetap saja aku bisa mendengar suara gesekan kaki dengan lantai rumah sakit.
Semakin aku berjalan ke arah pintu yang ada di depanku, suara nafas yang dibantu oleh mesin itu perlahan lahan semakin jelas terdengar.
Kalau semua ini adalah mimpi, harusnya aku tidak perlu setakut ini, tetapi kenapa aku bisa setakut ini, hingga untuk melangkah saja aku kedua kakiku gemetar.
“Aduuh, ada apa di balik pintu yang ada di kiri kananku ini… dan suara nafas itu berasal dari mana?”
Aku penasaran dengan pintu-pintu ruangan yang ada di kiri dan kananku, tapi tidak!...aku tidak boleh membukanya!
Rasa penasaran bukan didasari oleh akal sehat, rasa penasaran ini berbahaya apabila dilakukan tanpa pemikiran dan analisa yang matang..
Seperti kuis super deal dengan hadiah-hadiah yang spektakuler dengan hanya menebak di bagian mana dari beberapa pilihan yang berisi hadiah yang bernilai puluhan juta… tapi karena rasa penasaran tanpa dilandasi analisa dan logika, akhirnya peserta tidak ada yang bisa mendapatkan hadiah itu… yang ada hanya zonk!
Sama saja dengan keadaanku saat ini, aku merasa sedang dalam permainan, permainan yang entah bagaimana caranya Inggrid mengaturnya, sehingga aku harus bisa memilih belasan pintu di lorong ini agar aku bisa pulang.
“Sialan.. Suara tarikan nafas itu semakin jelas terdengar.. Apakah ada di salah satu kamar disini?”
“Apa yang harus aku lakukan….
Aku terus berjalan menuju ujung lorong yang berupa pintu…
Semakin aku berjalan lurus ke depan, suara tarikan nafas yang disertai suara mesin itu lama kelamaan hilang…
Ketika aku sudah sampai di ujung lorong, suara nafas yang menakutkan itu hilang…
“Keliatanya suara nafas dan mesin itu ada di salah satu pintu yang ada di kiri dan kanan lorong ini”
“Apakah aku harus buka pintu ini, atau aku aku harus cari suara nafas yang mengerikan itu berada?”
__ADS_1
Kalau aku analisa, permainan Inggrid ini mirip dengan sebuah film yang pernah aku tonton di bioskop, film bergenre thriller dimana seseorang harus menemukan jalan keluar, tapi gk tau lagi yang sedang aku alami ini.
Analisaku, suara nafas itu adalah clue, bahwa aku harus kesana, karena pintu lainya yang ada disini ini tidak ada ada suaranya sama sekali.
Hanya sunyi dan bau.. Bau bangkai!
Aku putuskan untuk mencari sumber suara nafas dan mesin yang tadi sempat aku dengarkan itu dengan cara menempelkan telinga pada tiap pintu yang ada di lorong ini…
Aku berjalan kembali ke arah tadi aku datang, sekarang aku semakin mantap untuk mencari sumber suara itu!
Setelah dengan teliti aku mnempelkan telinga di setiap pintu yang ada di lorong ini.. Akhinrnya…
“Nah …pintu ini.. Aku yakin di balik pintu ini adalah suara orang yang sedang bernafas dengan teratur dan dibantu oleh mesin, aku gak tau apa nama mesin yang digunakan untuk membantu pernafasan orang yang sedang sakit”
Suara nafas yang bersamaan dengan suara mesin itu ada di balik pintu ini, aku harus masuk ke dalamnya untuk melihat apa yang ada di dalam, dan mencari jalan keluar dari sini.
Ini mimpi…aku harus cari jalan keluar dari mimpi ini…
Aku tau, aku pernah baca di sebuah majalah…seseorang bisa saja membunuh orang lain melalui mimpi.
Dan aku rasa dengan mimpi ini adalah cara membunuh yang paling tepat bagi Inggrid!
Maka dari itu aku harus bisa melawan mimpi ini!
Ku kuatkan hatiku untuk menyentuh handle pintu ruangan..
“Aduuuh dingin sekali handle pintu yang terbuat dari besi ini….”
Apa aku harus teruskan untuk masuk ke dalamnya? Aku agak ragu!
Tapi kalau aku tidak akan keluar dari rumah sakit apabila aku ragu….
Iya, aku sangat ragu untuk masuk ke ruangan yang terdengar suara nafas dan suara mesin menakutkan.
“Batal…batalkan saja….ujung lorong ini adalah pintu, dan pintu itu akan menuju ke lorong atau ruangan lain, kalau kita ada di sebuah rumah sakit, untuk menuju pintu keluar itu bukan masuk ke sebuah kamar, tapi tetap jalan di selasar atau lorong yang tembus ke pintu keluar!”
Aku yakin suara nafas dan suara alat itu hanya jebakan agar aku masuk ke sana, dan disana pasti ada sesuatu yang manakutkan…
Kubatalkan masuk ke ruangan yang tadi ada suara nafas dan mesin yang digunakan untuk membantu pernafasan…aku harus ke ujung lorong dan membuka pintu yang ada di ujung lorong itu.
Dengan sedikit berlari aku menuju ke arah ujung lorong…
Pintu bercat putih kusam itu sudah ada di depanku, aku siap dan nekat untuk membukanya…
Gagang pintu ini sudah kupegang, dan dengan keyakinan penuh gagang pintu berbentuk bulat ini kuputar melawan arah jarum jam.
Dengan penuh keyakinan aku tarik daun pintu ini hingga terbuka lebar….
“Waduuhh…..!”
Ruangan ini sangat gelap!... tidak ada penerangan sama sekali kecuali lampu yang rusak, tapi lampu itu masih bisa nyala, tetapi hanya sekejap saja, dan kemudian mati.
Tetapi tidak lama kemudian lampu itu nyala lagi, hanya sebentar dan mati lagi, begitu seterusnya….
Perlahan lahan aku pelajari ruangan ini dengan berpedoman pada lampu rusak ketika lampu itu sedang dalam keadaan nyala…
Bau busuk dan pengab masuk ke dalam hidung… tapi bau aku tidak peduli dengan bau itu…
Karena melalui cahaya lampu yang kadang nyala kadang mati itu aku bisa melihat ruangan berantakan dengan dua sosok sesuatu berwarna putih yang menakutkan!
Darahku berdesir kencang, bulu kudukku berdiri, aku tidak tau yang berdiri mematung di ujung depan ku itu apa!
Aku berdiri kaku… kakiku tidak bisa aku gerakan untuk mundur dan lari dari ruangan ini..
Otakku mati untuk berpikir apa yang ada di depanku itu.. Akal sehatku yang tadi selalu menemaniku pun mulai pergi dari otakku.
Yang ada di pikiranku sekarang hanya rasa takut saja!.
Rasa takut yang berasal dari perasaan setelah melihat sesuatu yang ada di depan ku!
Aku harus bisa melawan rasa takut, aku harus tau apa yang ada di depanku itu. Aku bukan orang yang mudah untuk ditakut takuti!
__ADS_1