
Mati rasa dan kaku…. Ketika benda dingin itu menyentuh pelipisku.
Aku tidak bisa bergerak, apalagi melawan dan melarikan diri.. Aku hanya bisa pasrah dalam keadaan seperti ini.
Dingin tajam dan sangat geli ketika menyentuh kulit pelipis….tapi benda dingin yang sampai kini aku tidak tau benda apa itu tidak hanya diam di tempat.
Dengan suara dengusan dan nafas yang berat, benda tajam dan dingin seperti es yang masih ada di pelipisku ini bergerak perlahan-lahan.
Suara nafas berat masih terdengar… hembusan udara hangat ketika sesuatu itu bernafas masih terasa di telinga kiriku… dan aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa!
Benda tajam dingin yang terasa makin geli itu bergerak perlahan-lahan menuju ke arah mataku..
Ke arah mata kiriku…. Terus bergerak perlahan-lahan dan berhenti di sudut mata kiri.
Mata kiriku terasa berair dan perih….. Tapi parahnya aku tidak bisa menutup kelopak mataku!
Aku tidak bisa menutup kelopak mataku… mataku terbuka seperti mata ikan!
Perih…geli… dan berair seperti ketika ada debu masuk ke mata, itu yang saat ini aku rasakan….
Aaah aku tidak bisa melakukan apa-apa, tolong aku ya Tuhaaan!...
Aduuh benda dingin ini sekarang bergerak pelan.. Sangat pelan di sekitar kelopak mata, pemilik benda dingin dan tajam ini memainkan bulu mata bagian bawah….
Sakiiit, geliiiiii, periiiih, dan sangat berair…..
Aku cuma bisa pasrah saja…. Menutup mata saja gak bisa, apalagi teriak minta tolong kepada istriku yang suara ngoroknya sampai di kamar ini.
Hanya bisa pasrah dan menerima keadaan, terserah aku akan diapakan oleh suatu sosok yang aku tidak bisa melihat.
Benda tajam dan dingin itu sekarang ada di tengah-tengah kelopak mataku..
Aku bisa merasakan benda itu diam, benda dingin dan tajam itu tidak bergerak sama sekali.
Mataku sekarang sudah dipenuhi air mata, air mata yang mengalir ke samping kiri pipi dan sebelah hidung, aku tidak bisa melakukan apapun selain menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
Suara nafas berat masih terdengar di telinga.
Tapi…tapi..tapi kenapa hembusan udara nafas yang terasa hangat itu makin dekat dengan telingaku!
Telinga kiriku beberapa kali merasakan suara nafas yang berat dan udara hangat yang keluar dari mulut sosok yang aku tidak bisa melihat dan menerka siapa itu.
Tiba-tiba benda yang terasa tajam dan dingin itu bergerak lagi, benda itu bergerak di bola mataku.
Aku bisa merasakan benda tajam itu bergerak perlahan lahan menuju ke tengah kornea mata…
Periiih, geliiii, dan dingiiiin…..
Akhirnya benda itu berhenti tepat di tengah kornea mata, aku sangat bisa merasakannya.
Aku sangt bisa merasakan benda tajam dan dingin itu berhenti di tengah-tengah bola mataku!
Meskipun aku bisa merasakan, tetapi hingga kini aku belum bisa melihat apa yang ada di tepat tengah kornea mata, karena kedua mataku yang terbuka ini penuh dengan air mata.
Aku cuma bisa pasrah dan terus berdoa…..tidak ada lagi yang bisa menolongku yang dalam keadaan seperti ini selain Tuhan.
Benta tajam itu stop di tengah mataku hingga beberapa detik ini…. Tetapi yang mengerikan adalah suara nafas yang berat.
Suara nafas yang berat dan disertai hawa hangat semakin dekat dengan telinga, seperti orang yang sedang berbisik.
“HEEEIIII….”
__ADS_1
Satu patah kata sapaan yang terdengar di telinga kiriku
Suara yang terdengar sangat kasar dan dengan intonasi yang rendah dan pelan….
Tetapi suara itu sangat menakutkan…
Suara yang aku belum pernah dengar yang diucapkan oleh manusia normal. Suara sapaan itu seperti suara dari dimensi lain.
Jantungku berdetak keras ketika suara sapaan yang mengerikan itu terdengar di telinga kiriku, bulu kudukku yang dari tadi sudah berdiri sekarang malah rasanya kayak tercabut dari akarnya.
“HEIII……JANGAN PISAHKAN KEDUA ANAK INI!”
Rohku seperti tercabut dari tubuhku ketika sesuatu itu berbicara di telinga kiriku lagi….
Suara yang begitu mengerikan dan menyuruh aku untuk tidak memisahkan anak kembarku, dan suara itu lebih cocok bernada sebagai ancaman untuk aku dan istriku.
Kemudian hening, tidak ada pembicaraan sama sekali… tetapi perlahan lahan hembusan hangat dan suara nafas yang berat di telingaku mulai berkurang.
Sepertinya sosok ini sudah tidak akan bicara denganku lagi….
Tapi tidak dengan benda tajam dan dingin yang masih menyentuh kornea mataku…benda itu masih ada di tengah bola mataku.
Tapi….tapi perlahan lahan aku bisa mulai merasakan bahwa benda dingin dan tajam ini tidak menyentuh kornea mata kiriku.
Mataku sudah tidak merasakan sesuatu yang dingin dan tajam lagi….
ALHAMDULILLAH…..
Aku mulai merasa lega..
Ada kemungkinan dia akan melepaskan aku, setelah sesuatu yang mengerikan itu bicara beberapa kata kepadaku.
Tetapi…tetapi benda itu tajam dan dingin itu mulai datang lagi….
Tapi benda itu menekan dan menusuk...
Perlhan tapi pasti benda ini semakin menusuk bola mataku..….. Semakin menusuk.....semakin menusuk…. dan sakit……
TIDAK!…TIDAK!…. TIDAAAAAAK!!!….. AAAAAH SAKIIIIIIT! AAAH!!!!!!.....
Tubuhku tergoncang hebat, rasa sakit yang luar biasa ketika benda tajam dan dingin itu menembus mataku…
Rasanya kepalaku pecah.. Rasanya otakku sudah tertembus benda tajam dan dingin!
Tubuhku terus bergoncang…..terus bergoncang hebat, rasa sakit ini semakin menjadi jadi, sekarang sekujur tubuhku terasa sangat sakit sekali …..
*****
“MAS… BANGUN MAS… BANGUUUN” samar-samar di antara sakitnya tubuh dan bagian kepalaku, aku mendengar suara Tina yang teriak membangunkan aku
“Aaarrhh sakiit…..” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku
“MAS BANGUUN…. KAMU KENAPA MAAAS.. KAMU MIMPI APAAAA!” teriak suara istriku
Kubuka mataku perlahan-lahan….
Aku bisa melihat…..
Tina istriku ada di depanku, wajah dia ketakutan, dengan sedikit air mata yang membasahi pipinya.
Kulirik kiri dan kanan…
__ADS_1
Aku ada di ruang tamu…. Aku bukan ada di kamar anakku dik Gustin!
Apa yang terjadi denganku, bukanya aku sebelumnya ada di kamar dik Gustin….
Tapi aduuuh mataku.. Mataku yang sebelah kiri sakit, rasa sakit yang tembus ke bagian kepala.
“Mas…. kamu kenapa, dan sedang mimpi apa….”
“Tina sudah satu jam berusaha membangunkan mas Agus, yang teriak teriak kesakitan”
“Mas…. ayo duduk dulu ya, Tina bikinkan teh hangat dulu mas, mas Agus tunggu disini dulu ya mas…..”
Aku tidak bisa berkata apa-apa kepada istriku, aku dalam keadaan bingung, bagaimana aku ada di ruang tamu dan kenapa mata sebelah kiriku rasanya sakit sekali.
Aaaah sakit sekali hingga otakku juga sakit.. Apakah ini ada hubungannya dengan sesuatu yang menancapkan benda tajam dan dingin di tengah mata kiriku?
kupegang kepala bagian belakang, karena rasa sakit itu hingga ke bagian belakang kepala.
Aneh, tidak ada apa-apa, tidak ada benjolan atau apapun.
Kemudian aku berdiri dan beranjak mencari cermin untuk melihat kondisi mata kiriku.
“Mas mau kemana, sudah duduk dulu saja di sofa, biar Tina yang kerjain mas”
“Tolong ambilkan kaca yank… uuugh”
Istriku dengan sigap menuju ke kamar dan mengambil kaca kecil yang biasanya ada di kotak makeup dia…
Kulihat beberapa kali bola mataku… dan ternyata mata sebelah kiriku keadaanya merah, berbeda dengan mata kanan yang merahnya masih kategori normal.
“Mata mas Agus merahnya aneh mas” kata Istriku yang memperhatikan aku yang masih berkaca
“Memangnya ada apa mas, mas Agus apakah diserang oleh sesuatu?”
Aku hanya diam saja, bukanya aku gak mau menjawab pertanyaan istriku, tetapi aku masih bingung harus menjawab apa.
Aku bingung dengan kondisi mata kiriku yang merah gelap.
“Dik Gustin gimana yank.. Apa semalam dia terbangun dan nangis?”
“Gustin baru saja bangun dan tidak nangis mas, memangnya ada apa mas?”
“Tadi kamu dengar apa yank, eh maksudku keadaanku gimana ketika kamu bangunkan aku?”
“Tadi sekitar jam tiga pagi Tina dengar suara seperti orang yang sedang teriak mas, tina pikir maling, ketika Tina membuka pintu kamar, ternyata mas Agus yang teriak dan kelonjotan seperti sedang kesakitan”
“Aku ada dimana yank?”
“Mas Agus ya ada di sofa ini lah… tidur disini sambil kesakitan”
“Tina berusaha membangunkan mas Agus, karena Tina yakin mas Agus sedang mimpi buruk, tetapi tidak berhasil mas”
“Satu jam lebih mas… bayangkan satu jam lebih Tina berusaha membangunkan mas Agus dengan berbagai macam cara. Mulai membasuh air ke wajah mas Agus, sampai memukul mukul mas Agus”
“Aku mimpi mengerikan yank…. Tapi aku belum bisa ngomong, karena aku masih bingung dan kepalaku sakit sekali yank”
“Untuk mengingat ingat apa yang terjadi rasanya sakit sekali yank, kepalaku rasanya kayak ditusuk tusuk”
“Sekarang jam berapa yank?”
“Sebentar lagi subuh mas…”
__ADS_1
“Minta antar pak Diran ke dokter Joko ya. Biar Tina telepon pak Diran setelah subuh nanti”
“Jangan yank, aku minumin obat sakit kepala saja dulu, siapa tau sakitnya bisa berkurang”