RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
278. PERINTAH MBAK TINA


__ADS_3

“Pak Diran…..”


Ternyata pak Diran dan pak Hendrik juga melihat mbah Tina, mereka berdua tidak tau harus berkata atau melakukan apa lagi. Mereka berdua hanya diam sambil memperhatikan mbak Tina saja.


Perlahan lahan mbak Tina yang sekarang masih berupa sosok Nyai Kembang Melati dalam posisi berbaring menoleh ke arah kami… sementara itu mobil masih berjalan pelan menuju ke hotel… dan posisi mobil sekarang ada di tengah-tengah jalan yang kanan kirinya hutan.


“Hentikan dulu mobilnya, ada yang harus kalian lakukan disana… “ sekarang mak Tina yang belum berubah bentuk itu bicara dengan kami


“Dok… tolong hentikan dulu mobilnya, dan tolong melihat ke belakang sini” kata pak Diran


“Ada apa pak Diran?” tanya dokter Joko kemudian menoleh ke arah belakang


“Oh… iya..iya…. Pak Parlan tolong hentikan mobilnya dulu” kata Dokter Joko sambil melihat mbak Tina yang sudah berubah Wujud


Mobil berhenti tepat di sebelah semak belukar tempat aku dan mbak Tina pernah sembunyi disana ketika dalam kejaran anak buah Solikin.


Bau bunga melati semakin tajam di sekitar sini….


“Ambilah masing masing satu kelopak bunga melati, kemudian telan bunga itu” kata mbak Tina  masih dalam posisi berbaring


“Biar saya saja yang ambilkan untuk kalian” kata pak Hendrik yang posisi duduknya paling dekat dengan pintu belakang mobil  ambulance


Pak Hendrik turun dari mobil kemudian menoleh ke semak yang ada di samping mobil…


Kulihat dari jendela mobil, ternyata benar di sebelah mobil ada tanaman melati yang bunganya sangat banyak dan subur, terlihat dari jendela bunga melati yang berwarna putih itu.


Padahal sebelumnya aku  tidak pernah lihat ada tanaman melati yang sangat subur disini…


Pak Hendrik mengambil empat buah kelopak melati dan kemudian dia bawa ke dalam mobil…..bunga itu dia berikan kepada aku, pak Diran, dokter Joko dan pak Parlan, sedangkan satu lagi di pegang sendiri.


“Telan bunga itu tanpa dikunyah sama sekali ….” kata mbak Tina


Tanpa banyak bicara kami menelan satu kuntum bunga melati yang ternyata ukuranya lebih besar dari pada bunga melati pada umumnya dan baunya lebih wangi juga..


Jelas sulit untuk menelan bunga itu….tapi harus dipaksa, dan tidak boleh dikunyah sama sekali.


Dengan susah payah kami bertiga menelan bunga itu..meskipun agak aneh ketika melewati tenggorokan karena bau wangi yang memenuhi rongga tenggorokan, tetapi akhirnya kami bisa menelannya juga.


Ketika kelopak melati itu masuk ke dalam  tubuh, rasanya agak sedikit  hangat di lambung, dan rasa hangat  itu kemudian menyebar ke segala arah, ke seluruh tubuhku, termasuk terongku juga hangat rasanya.

__ADS_1


Sekarang kami menunggu perintah selanjutnya dari mbak Tina atau Nyai Kembang Melati setelah kami menelan bunga itu tanpa dikunyah.


“Kembalilah ke hotel, dan selesaikan semuanya sebelum matahari terbit” kata mbak Tina lagi


“Tapi kami diperintah membawa bu Tina untuk menjauh dari sana” kata pak Diran


“Tetapi membiarkan iblis itu tetap ada disana….!” jawab mbak Tina


Berarti keadaan disana masih belum


Pak Parlan menginjak gas mobil, kemudian dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan kami mobil meluncur ke dalam  hotel yang jaraknya tidak jauh lagi.


Di depan hotel keadaanya masih sunyi… tapi ada yang aneh dengan tubuhku… aku sekarang bisa melihat ada beberapa sosok ghaib yang sangat jelek  menoleh ke arah kami, dan kemudian berjalan menuju ke arah mobil…


Satu diantara sosok itu berupa laki-laki tua dengan janggut panjang, dan memakai pakaian seperti yang pernah aku liat di benteng seberang sungai.


Mereka kayaknya adalah prajurit benteng seberang sungai… tetapi yang ini jelek sekali, berbeda dengan prajurit penjaga pintu gerbang benteng disana.


Sekarang aku bisa melihat dengan sangat jelas sosok mereka, seperti melihat sosok pak Diran atau pak Hendrik.. Pokoknya iblis itu sudah terlihat sangat nyata di mataku. Senyata tiap manusia yang aku temui.


“Pak Hendrik… mereka menuju ke sini, sekarang kita bisa melihat dengan jelas sosok iblis yang tingkatnya jauh lebih tinggi dari pada yang bisa kita lihat sebelumnya” kata pak Diran.


“Ayo kita lawan mereka pak… kita selesaikan semuanya sekarang” kata pak Hendrik


Aku, pak Hendrik dan pak Diran turun dari mobil… dipikir iblis tua itu kami tidak bisa melihat keberadaan mereka. Mereka ada empat. Dan sedang mengerumuni kami dengan tertawa tawa..


“Bau mulut kalian busuk Iblis… gosok gigi dulu sana dari pada kami bakar” kata pak Diran sambil menutup hidung karena salah satu iblis itu tertawa tepat di depan wajah pak Diran


Tentu saja Iblis itu kaget ketika pak Diran berkata seperti itu, dia tidak mengira apabila kami sudah bisa melihat keberadaan dia…..


“Sekarang kamu harus MAMPUUUS!!!!” pak Diran mencekik leher Iblis itu


Tanpa ada teriakan sama sekali..iblis itu terbakar dan menjadi abu dengan cepat…. Tiga iblis lainya kaget dengan apa yang terjadi dengan teman mereka yang sudah menjadi abu. Mereka tentu tidak menyangka bahwa kami bisa membakar mereka dengan mudah.


Kesempatan ini tentu saja tidak kami sia siakan. Aku lakukan  seperti apa yang dilakukan pak Diran…


Mereka yang masih terbengong, mereka tidak mengira bahwa kami sudah memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada mereka.


Kupukul keras kepala salah satu iblis yang paling dekat dengan aku….!

__ADS_1


Belum sempat dia berteriak… iblis itu sudah terbakar habis dan menjadi abu.


Pak Hendrik tertawa dan heran melihat kekuatan kami…


“PAK HENDRIK AWAK DI BELAKANGMU…!!!!” teriak pak Diran


“WADUUUH… AARRGHH!”  teriak pak Hendrik sambil menoleh ke belakang


Ternyata di belakang pak Hendrik ada iblis tua yang mengerikan..sebelum pak Hendrik menoleh, dia berhasil mencekik leher pak Hendrik..


Tapi belum sempat kami melakukan sesuatu, iblis tua bangka nggilani itu terbakar habis!..


Ternyata tubuh kami tidak bisa disentuh oleh mereka.. Mereka akan terbakar hebat ketika menyentuh tubuh kami


“Ayo kita selesaikan semuanya sekarang” kata pak Diran kemudian lari menuju ke dalam hotel


Kami bertiga sekarang ada di ruangan utama… keadaan ruangan ini jelas berantakan, dan ternyata sudah banyak sosok iblis  jelek yang berkeliaran dan melihat kami dengan marah.


“Keadaan disini jauh berbeda ketika kami tinggalkan untuk menyelamatkan mbak Tina” guman pak Diran


“Betul pak, ternyata setan itu masih banyak disini… ayo kita bakar mereka pak” jawab pak Diran


Tanpa dikomando sosok- jelek yang tadi mengerumuni kami sekarang berusaha menyerang kami…


Mereka berusaha mencekik dan berusaha mengambil jantung kami… tapi tentu saja mereka terbakar ketika menyentuh tubuh kami.


Rasanya aku sekarang seperti superhero… mungkin sekarang aku bisa disamakan dengan tokoh Suparmin atau Mbakmen, atau bisa juga Sepikermen juga.


Puluhan iblis yang berusaha mencekik dan berusaha mengambil jantung kami terbakar habis….kami sama sekali nggak ngoyo.. Gak ngapain ngapain, tapi mereka terbakar habis..


Malah pak Hendrik agak sinting… dia menari-nari dengan santainya sambil memukul satu-satu kepala iblis jelek itu……


“Wih sangar juga kita pak… hanya menelan bunga melati kita dengan sangat gampang membuat mereka terbakar habis.. Tubuh kita ini bagaikan korek dan bensin pak heheheheh” kata pak Hendrik


“Ternyata cara iblis membunuh manusia itu hanya dengan mencekik dan melakukan sesuatu dengan jantung manusia ya pak”


“Betul pak Agus… dari tadi yang mereka incar hanya leher dan jantung kita saja” kata pak Diran


Setelah selesai dengan yang ada di bangunan utama, setelah habis dan hanya tersisa tumpukan abu yang banyak di ruangan utama, kami menuju ke belakang.

__ADS_1


Keadaan belakang hotel ini sepi.. Tapi dari sini kami bisa lihat ratusan iblis… mereka berdesakan di halaman belakang hotel.


Dan yang aneh…. Aku tidak melihat keberadaan bu Tugiyem, pak Dollah, pak Polisi, dan leluhur mbak Tina yang lainnya.


__ADS_2