RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
55. HARUS CARI ORANG YANG PAHAM


__ADS_3

“Apa yang sebenarnya sedang terjadi disana mas?”


“Tina tadi dengar pembicaraan antar mas Agus dan mas Wandi rasanya aneh, karena yang Tina dengar itu sepertinya bukan mas Wandi yang Tina pernah kenal”


“Iya mbak Tina, saya juga merasa seperti itu, saya kenal pak Wandi sudah lama tetapi baru kali dia mengancam saya seperti itu”


“Ya sudah mas, lebih baik mas Agus mandi dulu, nanti Tina ganti perbannya”


“Saya bingung dengan pak Wandi mbak, dia bisa berubah secepat itu dan mengancam saya mbak, dia  tidak segan segan mengancam saya”


“Tina kenal pak Wandi itu sebagai orang yang tidak pernah menyakiti orang mas, Tina merasa ada apa-apa antara pak Wandi, Burhan, Solikin, dan bahkan almarhum Mamad”


“Mas Agus harus secepatnya memecahkan masalah ini atau  pak Wandi semakin berani mengancam mas Agus”


Aku merasa apa yang dikatakan Tina itu ada benarnya, aku harus segera menuntaskan masalah ini secepatnya, tapi apa  yang harus kulakukan untuk pertama kali.


Aku lihat wajah Tina sepertinya sedang bingung dengan yang aku alami, Tina yang biasanya riang dan selalu membuatku bersemangat tapi sekarang terlihat murung.


“Mas Agus, Tina sudah sediakan baju bersih untuk mas Agus di ruang tamu ya”


“Eh saya bawa baju kok mbak Tina”


“Jangan pakai pakaian yang dari sana mas, sini biar Tina cuci dulu saja pakaian yang mas Agus bawa, dan sekarang mas Agus gunakan saja pakaian yang sudah TIna sediakan”


Wajah Tina tidak bersemangat, dia  berbicara dengan menunduk….


Aku tau apa yang sedang dipikirkan Tina, dia pasti sedang memikirkan keadaanku.


“Iya mbak, Baju yang mbak Tina sediakan akan saya pakai mbak. eh saya mandi dulu mbak”


Tidak ada jawaban seperti biasanya dari Tina, dia masuk ke dalam kamarnya hingga aku selesai mandi pun dia masih ada di dalam kamarnya.


Di ruang tamu sudah tersedia satu stel pakaian bersih yang harus aku gunakan


Tapi tiba-tiba aku mendengar suara isakan tangis dari dalam kamar….


Kenapa lagi dia sampai nangis gitu, apa yang harus aku lakukan…..


Masalah dengan rumah penggergajian belum selesai, ditambah dengan sikap pak Wandi yang seperti itu


Tiba-tiba Adzan maghrib mulai terdengar dari masjid yang tidak jauh dari sini…


“Mbak Tina… mbak Tina ndak papa?” aku hanya berani bertanya dari balik pintu , aku belum berani masuk ke kamarnya apabila tidak diajak masuk


“Masuk saja mas…., Tina ndak papa kok”


Mbak Tina sudah siap dengan menggunakan mukena dan berdiri di sajadahnya. Yah akhirnya hal ini lama lama akan menjadi kebiasan juga.


*****

__ADS_1


“Ternyata luka mas Agus ini cepat sekali mengering mas, sekarang sudah bersih dan tidak bernanah lagi, mungkin empat kali pengobatan akan sembuh”


Saat ini  Tina sedang mengganti perban luka yang ada di dadaku, dia dengan telaten membersihkan sisa sisa nanah yang mengering dan kemudian bersihkan dengan air pemberian dokter Joko.


Perilaku Tina pun sudah tidak seperti biasanya lagi, meskipun dia masih suka menggunakan pakaian yang serba menerawang.


“Mbak Tina kenapa tadi kok nangis, apa karena masalah yang sedang saya pikul ini?”


“Tina tidak mengira bahwa mas Wandi bisa berubah gitu, dia bisa berubah menjadi sejahat itu mas”


“Saya yakin ada yang sedang disimpanya mbak, tetapi memang saya seharusnya tidak selalu menelpon dan menanyai dia. Seharusnya saya yang bisa selesaikan ini mbak”


“Maaf mbak, apa mbak Tina kenal dengan ustad atau kyai yang ada di daerah sini dan bisa menjinakan yang ada di rumah penggergajian?”


“Tina ndak tau mas…” Mbak Tina menunduk sambil menghela nafas


“Hmm apa saya minta bantuan kepada dokter Joko saja ya mbak?”


“Naaaah itu mas…bener, kok dari tadi Tina ndak kepikiran ya mas. Iya mas, lebih baik tanya dengan dokter Joko saja”


“Kapan mas Agus mau menemui dokter Joko?”


Wajah Tina seketika berubah, dia sudah tidak murung lagi ketika diusulkan untuk menemui dokter Joko yang berhasil mengobati luka di dadaku akibat  makhluk ghaib itu.


Aku juga merasa mendapat sinar terang…


Memang kalau dilihat dari pengobatn air mineral yang diberikan kepadaku, dan hasilnya luka yang kuderita ini cepat sekali pulih berarti bisa dikatakan dokter Joko itu bukan orang biasa.


“Ya sudah mas, sebelum pulang mas Agus makan malam dulu saja mas, Tina sudah masak untuk suami TIna ini mas”


“Iya mbak, tapi setelah makan saya harus pulang mbak, keadaan disana tidak bisa ditolelir lagi”


“Iya ndak papa mas. Tina kan hanya melaksanakan kewajiban sebagai istri yang baik saja mas”


Ya sudah ndak papa, karena sudah dimasakan ya aku  harus makan apa yang sudah disediakan Tina.


Dia itu sebenarnya orang yang baik, cuma aku saja yang merasa gimana gitu kalau dekat dengan Tina. apalagi pakaian yang dia selalu kenakan itu selalu  mengundang  nganu hihihihi.


Laki-laki mana yang bisa tahan kalau sedang bersama Tina, bahkan pak Wandi pun juga ndak tahan  kan.


Pukul 18.30 selesai makan, namun Tina seperti biasanya selalu memijat bahuku dengan sentuhan yang lembut, hal ini yang membuat aku merasa nyaman apabila ada  bersamanya


Waduh mulai lagi Tina ini, kalau dia sudah bilang suami, bakalan gak karuan nantinya. Jadi lebih baik aku segera pamit pulang sebelum ditahan disini.


“Mbak Tina, saya mohon maaf, saya harus pulang dulu mbak, saya ndak bisa lama lama ada disini, saya takut apabila ada sesuatu lagi di rumah”


“Iya mas, ndak papa. Tina ngerti kok mas, hal ini TIna lakukan karena Tina rasanya sangat sayang sama mas Agus”


“Baru ini ada laki-laki yang sangat Tina sayangi dan Tina Rindukan apabila Tina tidak sedang bersamanya”

__ADS_1


Aku sudah siap dengan motor tua, Tina dengan cantik mencium tanganku.


Apakah rasanya seperti ini kalau kita berumah tangga itu ya, apakah pacarku atau Anik juga akan seperti Tina ini?


Perjalanan antara setelah maghrib dan sebelum Isya ini tidak membuatku ketakutan, meskipun di beberapa tempat  aku masih mencium bau wangi yang samar.


Sebentar lagi aku sudah sampai di rumah penggergajian, moga-moga tidak ada yang terjadi dengan Burhan untuk saat ini.


Dari kejauhan aku bisa lihat lampu petromak yang nyala dengan terang yang artinya tidak ada yang mengerikan disana.


Entah  kenapa tiba-tiba dari kejauhan aku dengar suara geluduk  beberapa kali, dan juga kadang ada nyala petir dari kejauhan.


Pantas saja siang hari ini rasanya panas sekali, lha wong sebentar lagi akan turun hujan.


Segera ku percepat laju motor hingga rumah penggergajian semakin dekat di depanku.


Suara geluduk semakin sering terdengar yang disertai oleh nyala kilat. Untungnya aku sudah sampai di depan rumah.


Gerimis mulai turun ketika aku sudah sampai di depan pagar rumah….


“Mas Burhan…. tolong buka pintunya mas!” teriakku dari depan pagar


Ndak lama kemudian Burhan keluar dari kamar dengan tergesa gesa, dia membuka pintu pagar..


“Ayo cepat masuk sebelum hujan deras pak” kata Burhan


Tepat ketika aku masuk ke dalam rumah, hujan deras yang disertai angin turun.


Suara air yang sangat deras disertai dengan angin yang bertiup cukup kencang membuat ranting pohon yang di depan rumah bergoyang dengan liar.


Suara angin  kencang yang terkena pepohonan pun semakin membuat suasana makin mengerikan.


Baru hari ini aku merasa hujan deras yang disertai angin kencang…. Untungnya aku sudah ada di rumah dengan selamat.


Aku sudah masuk ke dalam rumah ketika hujan semakin deras disertai dengan angin yang makin kencang


“Pak Agus kayaknya terpal bagian belakang rumah ini  ndak kuat kena angin pak, coba dengar suaranya itu pak”


“Yang saya khawatirkan itu pohon beringin tua yang ada di belakang rumah itu mas”


“Tapi kalau Pohon beringin kayaknya ndak masalah pak, karena kan sudah ada disana ratusan tahun. yang saya khawatirkan itu terpal dan seng yang ada di belakang pak”


“Iya mas,  ayo kita lihat mas”


Aku buka pintu yang mengarah ke belakang, ke bagian penggergajian…


Ternyata benar kata Burhan, terpal pelindung untuk kegiatan pembuatan palet beberapa talinya sudah terlepas, sehingga terpal itu sebagian sisinya melayang layang tertiup angin kencang


Tapi ada yang ganjil di belakang rumah tepatnya di bawah pohon beringin….

__ADS_1


Secara gak sengaja aku sempat melihat sebuah bayangan yang berdiri tegak di sana!


__ADS_2