RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN
272. YANG TIDAK DIDUGA SAMA SEKALI


__ADS_3

Aku sudah tidak sabar lagi, semua harus berjalan cepat, karena Fong dan Solikin saja berusaha sekuat tenaga untuk bisa melepaskan diri dari sesuatu yang menahannya.


Tapi kenapa mbak Tina hanya untuk memasukan sesuatu itu rasanya pelan sekali.. Apakah rasanya asin dan agak kental, dan berwarna kadang bening kadang agak putih sehigga sulit dan agak hoegh untuk menelannya?


Gending jawa tidak pernah berhenti dilagukan oleh mbah-mbah itu selama proses mbak Tina masih berlangsung. Aku  nggak paham apakah prosesnya mbak TIna itu harus sesuai dengan nyanyian itu, jadi harus pas ketika selesai gending jawa itu dilagukan, maka prosesnya juga selesai?


“Kita harus buru-buru mbah… Solikin dan Fong bisa saja dia melepaskan diri dan kemudian mengambil apa yang sedang dalam proses itu”


“Nak Agus… saya tau apa  yang nak Agus pikirkan….tapi sebentar lagi akan selesai, dan bawa pergi nak Tina, bawa pergi hingga dia sadar dan kembali ke wujud semula” kata mbah Sutinah


“Tapi itu Fong dan Solikin ada di depan mata kita mbah.. Apa mereka tidak akan menyerang mbak Tina dan mbah Sastro?”


“Kami masih bisa atasi kedua iblis itu nak Agus” kata mbah Sutinah


Aku nggak tau berapa banyak atau berapa panjang yang harus ditelan mbak Tina dengan santainya, sementara itu tepat di seberangnya, di seberang rekahan tanah yang lebarnya tidak ada dua meter itu Solikin dan Fong berusaha melepaskan diri dari sesuatu.


“UURRGGHHHH AAAGGHRR…. KAMU YANG AKAN SAYA HABISI DAHULU SASTRO!” teriak Fong sambil melakukan gerakan berkelit


Dan apa yang aku takutkan terjadi… ketika tiba-tiba Fong berteriak sambil melakukan gerakan berkelit, dan membalik tubuhnya dia bisa meloloskan diri dari sesuatu yang menyergapnya…


Fong berlari ke arah sungai, tetapi tdak dengan Solikin yang masih berusaha melepaskan diri…


Fong berlari ke arah sungai hingga  dia tidak terlihat lagi olehku…


Kulirik mbah Sutinah, ternyata mbah Sutinah tetap duduk dan melagukan irama mendayu-dayu gending jawa bersama mbah-mbah yang lainya…


Kita harus berkejaran dengan waktu!


Fong sudah berhasil meloloskan diri, dan sekarang kita tidak tau dimana dia berada!


Kulihat mbah Sastro dan mbak Tina… mbah sastro menurunkan tangan mbah Tina, kayaknya proses ini sudah selesai… setelah ini apa yang akan dilakukan lagi.. Apakah masih ada prosesi yang harus dijalankan disini?


Jangrek!... ternyata masih ada:


Sekarang mbak Tina duduk bersimpuh di hadapan tanah yang merekah, tetapi tidak dengan mbah Sastro, mbah Sastro sepertinya sedang mencari dimana Fong berada…..

__ADS_1


Tapi bukan, dia bukan mencari Fong, dia seperti sedang berbicara dengan yang ada di seberang rekahan tanah, tetapi dengan bahasa yang aku tidak pahami.


Dia sedang bicara kepada sesuatu yang saat ini menahan Solikin….


Tetapi dari raut wajah yang terkena cahaya dari lava yang ada di depannya, wajah mbah Sastro nampak khawatir…


Mbah Sastro kemudian berpaling dan berbicara dengan mbah Sutinah yang ada di belakangnya..mereka berbicara pelan, tetapi aku masih bisa mendengar apa yang dia bicarakan….


Yang aku bisa dengar adalah dia berkata bahwa Fong akan datang lagi, tetapi kekuatan kita untuk menahan dia sudah makin menipis … sedangkan proses mengembalikan perjanjian ke perut bumi setelah masuk ke tubuh mbak Tina akan  memerlukan waktu lagi.


Jawaban dari mbah Sutinah adalah lakukan saja prosesnya, percayalah nanti akan ada yang  akan membantu kita…. Mbah Sutinah yakin bahwa proses ini akan berjalan dengan mulus.


Sekarang mbah Sastro duduk di bersimpuh juga di sebelah mbak Tina…


Dia memandu dengan sabar dan tenang mbak Tina yang menundukan kepalanya… kayaknya sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya…atau  bisa saja sedang muntah!


Jangkrek… jadi tadi setelah benda yang aku nggak tau apa itu ditelan dengan perlahan-lahan oleh mbak Tina, sekarang benda itu harus dimuntahkan juga, dan kembali ke perut bumi dengan perlahan-lahan juga… !


Mendadak gending jawa itu berhenti…


Semua diam, hening, sepi, sunyi.. Hanya suara gemuruh dari dalam perut bumi saja yang kadang terterdengar.


Tiba-tiba yang aku takutkan terjadi,  dari kejauhan aku bisa lihat Fong yang datang… dia datang dengan melayang agak cepat. Aneh juga tadi sebenarnya dia kemana dan ngapain kok pergi, malah dia sekarang datang lagi..


Ternyata Fong tidak datang sendirian.. Dari kejauhan aku bisa lihat ada beberapa demit yang menyertainya, termasuk penjaga makam yang  mengerikan itu.


Ternyata dia tadi pergi untuk mencari bala bantuan….


Kulihat sekilas mbah Sutinah..


Mbah Sutinah hanya tersenyum saja ketika melihat Fong membawa bala bantuan.. Kayaknya mbah Sutinah  memang sudah tau apa yang akan Fong lakukan.


Solikin tertawa hebat ketika melihat Fong datang dengan pasukannya yang mengerikan..


Dan yang mengejutkan, mendadak Solikin bisa membebaskan diri… dia bisa melepaskan diri dari sesuatu yang mengekangnya tadi.

__ADS_1


Mbah Sastro hanya melihat sekilas saja, dia kemudian  kembali  konsentrasi untuk menuntun mbah Tina yang masih menundukan kepalanya. Mbah Sastro kayaknya tidak peduli dengan kedatangan Fong dan pasukanya…


Pasukan aneh dan Fong semakin dekat dengan rekahan tanah yang masih memunculkan lava pijar…


Dan akhirnya Fong dan pasukanya sudah berhadap-hadapan dengan mbah Sastro dan mbak Tina!


Tapi… tapi.. Sebentar!


Diantara pasukan itu aku lihat ada yang aku kenal…..ada pak Cheng!


“Kenapa ada pak Cheng!” gumamku


“Ssttt diam nak Agus” tegur mbah Sutinah


“Jangan ganggu konsentrasi mbah Sastro dan mbak Tina” bisik mbah Sutinah


Ternyata pak Cheng penghianat!...


Kenapa dia ada disana bersama Fong, jadi selama ini dia pergi ke alamnya hanya untuk memata matai kami!


Aku menoleh ke arah pak Diran, dan Jiang….adalah dua orang yang sempat bersama dengan pak Cheng melakukan pembersihan disini.


Aku tidak bisa melihat wajah pak Diran dan Jiang dengan jelas, tetapi aku yakin bahwa mereka pasti akan kecewa dengan apa yang dilakukan pak Cheng!


\======================================


Untuk para pembaca, jangan khawatir….. Novel ini tidak akan panjang lagi, karena memang sudah waktunya semua diakhiri.


Saya mau tanya pembaca.. Apakah novel ini harus diakhiri dengan happy ending atau sad ending? Jawaban terbanyak akan saya turuti heheheheh


Oh iya, kalau tidak keberatan…. monggo dibaca novel saya yang  TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT.


Terima kasih


Mbah bashi

__ADS_1


__ADS_2