
“Untung tadi kata dokternya luka mas Agus belum sampai infeksi parah…”
“Yang penting sudah disuntik dan udah dikasih antibiotik mbak”
“Tapi kapan Tina juga disuntiknya mas”
“Mbak Tina kepingin disuntik, mbak Tina kan ndak sakit”
“Yang nyuntik ya mas Agus dong, suntikan mas agus pasti gak sakit, tapi malah bikin Tina merem melek keenakan mas ughh”
Aku dan Tina sudah ada di rumah Tina setelah tadi ke poli rumah sakit untuk memeriksa luka ku yang sakit dan gatal.
Tapi tadi sayangnya tidak ketemu dokter Hendra maupun dokter Joko karena mereka praktek nanti sore hingga malam hari.
Aku tadi juga barusan cocok-cocokan nomor telepon yang diberikan Tina…
Memang benar ada nomor telepon pak bos besar, kemudian ada lagi nomor telepon pengirim solar.
Ada lagi nomor telepon rumah pak Wandi heheheh..Nomor ini yang digunakan Tina untuk melaporkan hubungan Pak Wandi dengannya, hingga istri pak Wandi datang ke tempat Tina..
Dan ada dua nomor lagi yang asing menurutku….
Untuk dua nomor yang asing itu agak aneh, karena pak Wandi tidak pernah lebih dari satu menit apabila menghubungi nomor itu.
Jadi kayaknya hanya memberitahu sesuatu, bukan untuk ngobrol atau bercerita, atau melaporkan sesuatu.
“Maaaasss, kapan mas Agus mau nyuntik TInaaaaa?” rengek Tina sambil ndusel ndusel di leherku
“Memangnya saya bisa nyuntik mbak Tina.. saya kan bukan dokter mbak”
Tina yang awalnya duduk di sebelahku dengan memakai kaos dengan ukuran jumbo hingga menyerupai daster sambil menyandarkan kepalanya di bahuku…
Tiba-tiba setelah aku ngomong soal suntik…. dia pindah duduk di atas pangkuanku, diatas kedua pahaku.
Tiba-tiba dia menggoyang-goyangkan pinggulnya di pangkuanku.
Dia meggoyang goyangkan pinggulnya perlahan-lahan hingga makin lama makin cepat….
Tina mempraktekan goyang uleg ulegnya yang bikin terongku mengeras dengan cepat.
Janc****k gak kuat rasane nek koyok gini.
“Iniiicchh massshh….. sunthiiikk Tinaaa doonggshhhh…..”
“M..mbak T…Tina ja...jhangan gitu doooongsh…!”
“Ayoooccchh maaaassshh aacch… syuntik Tina pake terongsshh doonngghhss…”
Tina tetap memutar mutar pinggulnya di pangkuanku….kedua tangannya dikalungkan leherku…tidak terasa hingga terong unguku benar-benar ndangak gak karuan.
“Massshhh..uughh, jharumnyaaah mas Agusshh udah berdiriisshhhh..uuhhhgg”
“Syuntiik Tinaaa dong massshh….Syuntik Tina sekharaaangssshhh!!”
“J…jhangan sekharangsshh mbaaak…”
“M..mbak Tina syayhaaang Jhangan ssshhhekarang yaaahhhch!”
Kubelai wajah dia yang sudah berkeringat dengan mata nya yang MK (moto kelon)....
Aku harus bisa memberhentikan ini… aku belum siap untuk menikahi mbak Tina!..
Aku harus bisa menahan agar terong unguku tidak masuk ke dalam gua kebahagian mbak Tina yang dari tadi sudah terbuka megap megap akibat goyangan muter-muternya.
Ketika Mbak Tina mulai menungging untuk melepaskan syempaknya sebagai penghalang goa kenikmatan miliknya..
Kuputar tubuhnya hingga dia terduduk di sofa, aku berdiri dan kemudian duduk disampingnya…
Kupeluk dia dari samping, kuchiumi pipi dan kening dia yang basah karena peluh…
“Mbak Tina maaf uugghh eegghh, hampir saja kita berbuat khilaf mbak uuughhh..maafkan saya ya mbak”
Tina tidak menjawab apa-apa, dia hanya menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
Mungkin karena dia tadi sudah benar-benar Hurny dan tiba-tiba kubatalkan, sehingga di drop gak karu karuan.
Tina memelukku sambil membetulkan syempaknya yang tadi sudah di batas phahanya
“Mas Aguuuss sayang… Tina minta maaf mas, hampir saja tadi kebablasan mas”
Tina masih memelukku dengan erat, dia tadi benar-benar diluar kontrol.
Pipi Tina yang mulus itu menempel di pipiku…
__ADS_1
Tiba-tiba ada cairan hangat yang membasahi pipiku…
Tina lagi-lagi menangis..
“Udah mbak Tina, gak usah nangis, kita berdua tadi memang udah diluar kontrol. tapi untungnya masih ada Allah yang mengingatkan kita”
“Iya mas…hisssks.. Tina minta maaf…”
*****
Sore hari menjelang senja.
“Itu pakaian mas Agus yang kapan hari ada disini sudah Tina cuci dan setrika mas. Sana mas Agus mandi dulu, habis itu kita sholat maghrib mas”
“Iya mbak. eh mbak Tina apa tidak mandi juga?”
“Mas Agus mau mandi bareng sama Tina memangnya?!” mendadak wajahnya berbinar
“Enggak Wis.. nggak.. saya mandi dulu ya mbak”
Buru-buru kututup pintu kamar mandi yang dekat ruang tamu….
Mancing-mancing Tina dengan hal yang berhubungan dengan “nganu” itu memang cukup bahaya, mungkin kalau aku ladeni, pasti tiap hari akan “nganu” dengan Tina hehehe.
Selesai mandi dan selesai dengan ibadah bersama…
“Soal nomor telepon ini gimana mbak Tina, apakah kita bisa tau dimana tinggalnya dan siapa itu orang yang dihubungi pak Wandi?”
“Kayaknya tidak bisa mas, setahu Tina kantor telepon tidak akan memberikan informasi tentang alamat nomor yang dituju pak Wandi itu”
“Tapi bisa kita coba saja mas, siapa tau boleh”
“Mas.. Tina punya rencana ini mas, gimana kalau adakan pengintaian mas”
“Maksudnya gimana mbak?”
“Malam ini Tina dan mas Agus… ke hutan dan kita mengintai disana”
“Kayaknya jangan sekarang mbak, lebih baik saya ijin pulang ke desa untuk beberapa hari dulu ke Burhan”
“Jadi siang harinya kita bisa cari info ke kantor telepon dan malamnya kita bisa…”
“Kita bisa bubuk bersama sambil memuaskan satu sama lain massshh”
“Iya iyaaa.. maaf mas”
“Jadi rencana saya itu begini mbak..saya pengen libur beberapa hari dari sana, kemudian saya akan lakukan pengintaian di hutan…”
“Karena tadi pagi kan ada kiriman solar, siapa tau malam ini atau besok ada kegiatan pencurian solar lagi, gitu mbak”
“Jadi malam ini lebih baik saya pulang dulu saja mbak Tina, malam ini saya coba untuk tidak tidur”
“Ya sudah mas.. eh mas Agus mau Tina bawain kopi untuk nanti malam?”
“Boleh mbak..kalau tidak merepotkan”
“Ndak pernah ada kata repot bagi Tina untuk suami Tina mas…”
“Oh iya…kita makan malam dulu saja sebelum mas Agus pulang ya mas”
*****
Tepat sebelum adzan isya aku pulang dari ruman Tina…
Kalau tidak cepet-cepet pulang bisa bahanya hehehe, bisa diajak sholat lagi, setelah sholat nanti ada acara ngobrol-ngobrol lagi, dan akhirnya aku tidak jadi pulang heheheh.
Motor tua yang sinar lampunya tidak begitu terang ini mulai masuk ke kawasan hutan yang gelap.
Kulihat jam tanganku.. ternyata saat ini sudah pukul 19.15.
Satu buah tempat minum berisi kopi hitam yang didesain sedemikian rupa sehingga isinya bisa tahan panas ada di cantelan motor.
Lampu motor bergoyang goyang ketika setir motor ini bergerak gerak ketika ban motor melintasi jalan makadam yang tidak bisa dibilang jelek…
Karena memang jelek sekali keadaannya jalanya.
“Duh moga-moga bisa sampai di rumah dengan selamat ya Allah…”
Aku sudah ada di jalan yang posisinya di tengah hutan..
Tiba-tiba kembali lagi hidungku mencium bau wangi yang samar. bau yang kerap kali tercium ketika aku lewat daerah sini.
“Aduuh kenapa bau bunga lagi… tapi bau bunga ini berbeda dengan ketika aku biasanya lewat sini kalau malam hari”
__ADS_1
Bau wangi yang berasal dari bunga tertentu itu semakin lama semakin tajam, sehingga aku harus menutup hidung karena wanginya bikin kepala agak pusing dan bikin mual.
Motor terus kujalankan meskipun bau wangi itu terus mengikuti…
Tiba-tiba ada perasaan yang menyuruhku untuk melihat ke arah atas, tetapi aku bisa menahanya…
Aku yakin di atas kepalaku ada sesuatu yang mengerikan…
Semakin lama aku semakin merasa seperti diperintah dan dipaksa untuk melihat ke atas kepalaku…
Tetapi untungnya imanku masih kuat, aku tidak menoleh atau menengadah sama sekali!.
Aku tambah gas motor agar motor tua ini bisa berlari semakin kencang…
“Ya Allah.. lindungi hambamu ya Allah….”
Perasaan yang mengatakan bahwa aku harus menoleh ke atas semakin kuat, tapi untungnya aku masih bisa melawan perasaan itu.
“Yanc***k leherku rasanya dipaksa untuk menengadah ke atas… uuuuuhh untungnya aku masih bisa bertahan!”
Sayangnya hutan ini masih panjang, rumah penggergajian masih jauh, dan pastinya cobaan ini akan berlanjut makin lama.
Pemaksaan batin semakin kuat, leherku pun rasanya pegal sekali….
Kecepatan motor makin kutambah hingga bau gosong tercium selain bau wangi bunga yang sangat menyengat.
Dari bau gosong ini menandakan motor ini sudah lelah…..
Biasanya bau gosong ini karena ada part yang sudah aus atau bisa juga oli motor ini sudah lama tidak diganti, atau bisa juga karena piston motor bekerja terlalu berat tetapi oli motor kurang atau sudah lama.
Aku takut kalau motor ini tidak kuat…..
Dan yang ku takutkan ternyata terjadi…
“Ya Allah… motor ini kenapa mogok!”
Tidak ada suara motor yang menderu, tidak ada bau gosong, tidak ada suara kerikil yang terkena ban motor yang lumayan gundul, dan pastinya tidak ada sinar lampu motor!
Sepi.. sunyi sepi dan gelap!
Dan yang mengerikan adalah aku tetap dipaksa untuk menengadahkan kepalaku, untuk menoleh ke atas…!
Bau harum bunga masih saja menusuk hidungku.
“S..siapa kamu… saya tidak mengganggu kehidupanmu, saya hanya mau pulang dan bekerja di rumah penggergajian!” aku berkata dengan agak berteriak
Tidak ada balasan atas kata-kataku tadi, tidak ada suara apapun…
Yang ada sekarang malah hilangnya suara binatang malam, sehingga hutan ini semakin sunyi dan mencekam!
Kutuntun motor tua ini berjalan lurus, tidak ku hiraukan perasaan yang memaksaku untuk menoleh ke atas!
Beberapa meter motor ini kutuntun terus, tetapi rasanya ada yang aneh…..
Benar!.... ada yang aneh dengan motor yang sedang kutuntun ini …
“Kenapa motor ini rasanya berat sekali?”
Sepertinya ada yang sedang menarik motorku dari belakang…
Tapi aku tetap tidak mau menoleh ke belakang. Aku Yakin ada sesuatu di belakangku, aku bisa merasakannya.
Dari pada sia sia…lebih baik kuhentikan menuntun motor ini..
Jagang motor kuturunkan tanpa melihat ke belakang sama sekali.
Sekarang aku hanya berdiri di sebelah motor yang sudah di jagang….
Setakut apapun aku harus bisa menghadapi ini…
Kelihatannya ada sesuatu yang akan berkomunikasi dengan aku saat ini, karena sesuatu itu memaksaku untuk berhenti.
“Baiklah.. saya berhenti.. siapa kamu dan apa maumu”
Aku berusaha menumbuhkan rasa berani, aku yakin Allah akan melindungiku seperti malam-malam sebelumnya.
Sunyi sepi , tidak ada suara jawaban atas pertanyaanku…
Tetapi angin yang tadinya semilir membawa bau wangi menyengat sekarang berubah membawa bau busuk yang sangat kuat.
Tidak ada apapun yang terjadi di depan mataku, yang ada hanya gelap gulita dan sunyi sepi saja…
Tetapi ada yang berubah, bau busuk menyengat tadi berubah menjadi wangi lagi, bau bunga yang aku tidak paham bau wangi bunga apa ini.
__ADS_1